
"Black rose" Kenzo tercengang saat melihat dua helikopter canggih dengan logo bunga mawar hitam dibeberapa sisi nya.
Ratusan peluru langsung memberondong menghujani laut itu, membuat orang orang Jesicca tampak panik dan dan terlihat kocar kacir.
Helikopter yang membawa Jesicca sudah terbang menjauh meninggalkan tempat itu, apalagi saat melihat orang orang black rose yang dipimpin oleh Jorge begitu brutal menyerang mereka.
Jesicca yang telah terluka tampak menggeram dan memaki saat melihat Black rose datang membantu klan Aldrego. Entah apa hubungan mereka, tapi seperti nya jika seperti ini dia memang tidak akan bisa menang. Dia harus pergi dan menyiapkan lagi pasukan dan kekuatan nya.
"Kenapa black rose bisa datang membantu mereka" geram nya seraya melihat kearah heli yang membawa Jorge dan anak buah nya
Dia yakin, pasukan nya pasti tidak akan bisa lagi bertahan.
"Apa kita pergi bos?" tanya salah seorang anggota nya
"Ya, kita harus pergi. Kekuatan kita melemah. Kita rencanakan lagi strategi yang lain. Dan yang terpenting kita tahu sekarang, jika king Aldrego adalah Kenzo Barrent" jawab Jesicca
Sementara ditempat Kenzo. Dia masih memperhatikan Jorge, tangan kanan Angel itu tampak begitu ganas memberondong peluru pada orang orang Jesica.
Entah bagaimana mereka bisa tahu jika dia ada disini, apa Edward yang memberi tahu Angel jika mereka sedang mengalami masalah saat ini?
Satu helikopter mendekat kearah Kenzo. Dan bisa Kenzo lihat seseorang berdiri dipintu itu dan memandang nya dengan wajah yang terlihat menjengkelkan Dimata Kenzo.
"Hei, tuan Amerika. Tidak bisakah kau bermain ditempat lain!!!! Ayo cepat naik!!!" teriak Cristian dari atas sana
Kenzo mendengus dan menoleh kearah Edward yang masih terombang ambing diatas serpihan kapal
"Turunkan orang orang mu. Bantu aku membawa Edward" teriak Kenzo pula
Cristian berdecak kesal dan memerintahkan orang orang nya untuk turun kebawah.
Dia masih selalu tidak habis fikir, kenapa Kenzo masih suka sekali berperang dan mempertaruhkan nyawanya. Dan lagi, apa dia tidak ada tempat lain untuk bertarung selain ditengah laut seperti ini. Apa dia tidak jera setelah dulu hampir mati.
Akhirnya dengan sedikit susah payah dan usaha, Kenzo dan Edward berhasil naik ke heli yang dibawa Cristian.
Kenzo harus cepat kembali kemansion, Edward butuh pertolongan, dan juga dia harus melihat keadaan Alena. Semoga saja gadis itu baik baik saja.
Lagi pula situasi disini sudah bisa diatasi, orang orang Jesicca sudah hampir habis dibantai oleh klan nya dengan bantuan Jorge dari atas. Jesicca sudah kabur. Dan nanti dia pasti akan menangkap nya, Kenzo tidak akan membiarkan wanita itu bebas dan merencanakan hal hal yang merugikan dia lagi.
"Kenapa kau bisa ada disini?" tanya Kenzo dengan nafas yang masih tampak bergemuruh
Cristian yang duduk didepan nya mendengus sinis memperhatikan Kenzo yang penuh luka ditambah dengan luka tembak dibahu nya.
"Itu karena kau. Kenapa suka kali berperang ditengah laut seperti ini. Seperti tidak ada tempat lain saja" dengus Cristian
Kenzo hanya menarik nafas nya dalam dalam dan memandang keluar dimana wilayah laut Aldrego sudah seperti lautan sampah
"Ini tempat favorit ku" jawab Kenzo
"Dasar kau ini. Menyusahkan saja. Apa kau tidak jera juga dilaut Jepang kemarin sudah hampir mati" gerutu Cristian
Mantan rival Kenzo ini memang terlihat kesal, membuat Kenzo hanya menggeleng dan tersenyum tipis
"Aku tidak meminta mu datang Cris. Lagipula kenapa kau bisa tahu aku ada disini? Apa Edward yang memberitahu kalian?" tanya Kenzo
Cristian kembali mendengus
"Insting mantan kekasih mu itu begitu kuat. Dia tahu kau sedang dalam masalah saat ini. Jadi ketika Edward datang dan meminta Brian kemari,.dia langsung menyiapkan orang orang nya untuk membantumu" ungkap Cristian
"Lalu kenapa kau juga ikut?" tanya Kenzo heran
"Kenapa memang nya?" tanya Cristian begitu sinis
"Yah tidak ada. Tapi jika Rose yang membantuku itu lebih baik kan" jawab Kenzo dengan senyum sinis
Cristian langsung menendang kuat kaki Kenzo
"Kurang ajar kau. Dia milikku, bukan Rose mu" ucap nya kesal. Namun Kenzo langsung tertawa dengan sedikit ringisan diwajah nya. Bahunya sudah terasa nyeri sekarang.
"Kau masih saja cemburu" gumam Kenzo dengan memejamkan sedikit matanya
"Heh, kau sudah memiliki gadis lain tapi malah masih saja memanggil Angel ku dengan Rose" gerutu Cristian
"Seharus nya jika kau tahu kau tidak akan cemburu bodoh." sahut Kenzo yang kini memejamkan matanya. Mengatur nafasnya yang masih terasa berat
Cristian terdiam, memandang Kenzo dengan lekat. Dia tahu sebenar nya. Dia tahu perasaan Kenzo sudah tidak ada lagi untuk istrinya. Bahkan dia juga sudah tahu jika Kenzo sudah sangat lama merelakan Angel nya.
"Apa kau benar benar mencintai gadis itu?" tanya Cristian terdengar serius.
Kenzo membuka matanya dan memandang Cristian
"Apa kau masih tidak percaya padaku" tanya Kenzo pula
Cristian langsung mendengus senyum dan menggeleng pelan
"Aku percaya.Jika kau tidak mencintainya kau tidak akan berbuat seperti ini. Tuan Amerika dengan sejuta pesona dan keangkuhan bisa sampai meminta bantuan ke Argentina hanya demi untuk menyelamatkan seorang gadis" jawab Cristian
Kini Kenzo yang tersenyum dan menarik nafas nya dalam dalam
"Kali ini aku tidak ingin kehilangan lagi" ungkap Kenzo
"Tidak akan. Maka dari itu kami akan membantumu" sahut Cristian pula
"Dimana keponakan ku, apa mereka juga pergi?" tanya Kenzo
"Ya, mereka sudah dimansion mu" jawab Cristian
...
Sementara dimansion Kenzo..
Hari sudah siang, matahari juga sudah panas dan menyinari mansion itu.
Diruang bawah tanah, Angel berdiri tidak jauh dari ranjang Alena. Memandangi gadis itu yang baru saja sadar dari pingsan nya..
Wajah nya masih pucat, tapi sudah terlihat lebih baik.
Alena hanya perlu istirahat dan mendapatkan suntikan serum hasil racikan nya. Dan jika imun tubuh Alena baik, maka dia akan cepat pulih. Ya, meski Brian tidak bisa menyembuhkan jantung nya. Jantung Alena akan tetap lemah untuk seumur hidupnya. Dia tidak akan bisa mendapatkan kejutan atau hal hal yang membuat jantung nya terkejut. Dan Brian harap, Alena bisa menjaga jantung nya dengan baik setelah ini.
"Bagaimana keadaan nya?" tanya Angel saat Brian berjalan mendekat kearah nya
"Sudah lebih baik Queen. Nona Alena hanya perlu mendapatkan suntikan serum selama tiga hari berturut-turut" jawab Brian
"Apa sarafnya baik baik saja?" tanya Kapten Stone pula
"Semua nya baik baik saja tuan. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Nona Alena hanya perlu menjaga jantung nya mulai saat ini" jawab Brian
Kapten Stone yang ada disamping Alena langsung mengusap pucuk kepala putri nya. Dia benar benar sangat bersyukur melihat Alena yang sudah sadar dan bisa melewati masa kritis nya. Malam tadi dia sungguh tidak berdaya melihat Alena yang berada diambang batas antara hidup dan mati
"Kamu dengar sayang. Harus berhati hati mulai sekarang" kata Kapten Stone pada Alena
Alena langsung mengangguk dan tersenyum tipis. Sejak tadi saat membuka mata, dia mencari dimana Enzo nya. Tapi kenapa malah Angel yang ada diruangan ini.
"Nona Angel" panggil Alena masih terdengar begitu lemah.
Angel yang sedang berbicara dengan Brian langsung menoleh kearah nya.
Angel langsung berjalan mendekat kearah Alena, sedangkan kapten Stone segera beranjak dan membiarkan Angel mendekat pada Alena.
Dia belum tahu siapa wanita ini, tapi sepertinya dokter Richard dan juga profesor Brian terlihat begitu menghormati nya. Kapten Stone mengajak profesor Brian keluar, dia ingin mengetahui bagaimana keadaan Alena yang lebih detail. Berbicara didepan Alena sama saja akan membuat nya khawatir.
"Anda sudah lama disini?" tanya Alena memandangi wajah Angel yang terlihat begitu cantik, namun tatapan matanya terkesan tajam
Angel tersenyum tipis dan mengangguk pelan
"Apa anda tahu dimana Enzo berada?" tanya Alena
"Sebentar lagi dia akan datang" jawab Angel
"Dia kemana?" tanya Alena lagi
Angel hanya menghela nafasnya dan menggeleng pelan
"Kamu tidak perlu tahu. Kamu hanya harus sehat dan pulih kembali. Jangan sia siakan semua yang sudah dilakukan nya" ucap Angel
Alena terdiam, memikirkan apa yang dimaksud oleh Angel. Dia masih memandang wajah Angel yang memang tidak bisa untuk berpaling. Meskipun dia terlihat dingin dan datar, tapi aura nya benar benar memikat.
Dan wanita inilah yang dulu membuat hati Kenzo porak poranda.
Ada rasa yang tidak bisa dijabarkan saat melihat Angel, entah apa. Dia pun tidak tahu. Apa dia merasa terusik? Apa dia cemburu? Apalagi dia tidak tahu kenapa Angel bisa ada disini.
"Kenapa memandangku seperti itu?" tanya Angel. Alena langsung terkesiap dan mengerjapkan matanya beberapa kali.
Dia tersenyum canggung dan menggeleng pelan
"Maaf, tapi saya ingin berterimakasih pada anda" ucap Alena
"Untuk?" tanya Angel
"Karena pertolongan nona waktu itu, saya bisa sampai ditempat ini dan bisa bertemu dengan Enzo" jawab Alena
Angel langsung mendengus senyum dan mengangguk tipis. Dia menarik kursi dan duduk disamping Alena.
"Kau mencintainya?" tanya Angel
Alena mengernyit bingung, namun dia langsung mengangguk dengan cepat
"Jika begitu, kamu harus bisa menjaga hatinya dengan baik" ujar Angel lagi. Dia juga tidak menyangka jika seseorang yang menggantikan posisi nya dihati Kenzo adalah gadis ini. Gadis yang pernah dia tolong dulu. Dan tidak disangka juga jika dia sendirilah yang mengantarkan Alena pada Kenzo. Sungguh lucu.
"Saya memang bisa menjaga hatinya, tapi sayang nya saya tidak bisa menjaga diri saya sendiri, sehingga saya selalu saja menyusahkan nya" gumam Alena tertunduk dengan mata yang berkaca kaca
Angel kembali tersenyum memandang gadis muda yang sungguh cantik ini.
Pilihan Kenzo memang tidak pernah salah
"Itu memang sudah tugas nya Alena. Meski dia selalu mengorbankan nyawanya untukmu, tapi setidak nya dia masih memiliki hati yang utuh, kau hanya perlu menjaga hatinya, membahagiakan nya dan mencintainya. Maka kau akan tahu seberapa besar dia membalas semua yang kau lakukan Alena" balas Angel
Alena kembali memandang Angel dengan lekat
"Anda begitu tahu tentang dia" ucap Alena
"Kau pasti tahu siapa aku bukan." tanya Angel dan Alena langsung mengangguk dengan ragu
"Anda adalah orang yang sangat berarti dihatinya" jawab Alena namun Angel malah menggeleng dan tersenyum
"Itu dulu Alena. Aku hanya menjadi seseorang yang pernah singgah dihatinya. Tapi pemilik yang sesungguhnya adalah dirimu" jawab Angel
"Cukup aku yang menghancurkan hatinya. Dan aku harap kau tidak melakukan hal yang sama denganku." pinta Angel
"Masuk kedalam hati nya begitu sulit nona. Bahkan terlihat mustahil disaat semua nya sudah dia beri pada orang lain. Dan disaat saya bisa merebutnya, saya tidak akan mungkin dengan mudah melepaskan nya lagi" jawab Alena
Angel tersenyum dan mengangguk. Dia yakin, jika Alena memang lah gadis yang ditakdirkan untuk Kenzo. Dan dia memang berharap demikian.
Kebahagiaan Kenzo adalah pelengkap kebahagiaan nya.
"Jika begitu, berjuanglah untuk sembuh. Kenzo sangat membutuhkan cintamu" kata Angel lagi
"Saya berjanji nona." jawab Alena
Tiba tiba pintu terdengar terbuka. Angel dan Alena langsung menoleh kearah pintu dimana Kenzo masuk bersama Cristian.
Mereka langsung tersenyum melihat kedatangan kedua pria itu. Pria tampan pemilik hati mereka masing masing.
Kenzo memandang Alena yang sudah sadar dan memandang Angel yang duduk disamping ranjang.
Dua gadis penghuni hatinya nya.
Yang dulu, dan sekarang....