ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Pesta Kembang Api



Langit kota Newyork malam itu tampak cerah dimusim panas ini. Bintang juga tampak banyak menebar diatas langit malam sehingga siapapun tidak akan pernah jenuh untuk memandang keindahan nya. Saat ini Alena sudah berada didalam mobil untuk kembali pulang kerumah nya. Seharian dirumah orang tua Kenzo benar benar tidak terasa membosankan, bahkan dia sampai lupa waktu berada disana.


Memasak, bercerita, bahkan dia merancangkan satu desain pakaian pesta untuk ibu Kenzo, yang ternyata sangat hamble pada nya. Ya, dia berjanji pada wanita itu untuk datang lagi dilain hari, tentu nya bersama Kenzo.


Alena menoleh pada Jack yang sedang mengemudikan mobil nya. Pengawal setia itu sudah bekerja saja untuk menjemputnya malam ini, padahal Alena dapat melihat jika bekas luka masih tertera begitu jelas diwajah Jack.


"Jack" panggil Alena


"Ya nona" sahut Jack yang melirik Alena dari kaca depan mobil nya


"Kau tahu jika Kenzo masih hidup kan?" tanya Alena membuat Jack tampak terdiam dan menggeleng pelan


"Jangan bohong Jack, kau keterlaluan tidak memberitahukan nya padaku" cecar Alena dengan wajah kesal nya


"Saya memang tidak tahu nona. Saya hanya ditugaskan untuk menjaga anda dan nona Clara. Masalah king yang menghilang itu hanya tuan Edward yang tahu" ungkap Jack


"Jadi Edward sebenar nya tahu?" tanya Alena lagi, dan Jack langsung mengangguk.


Alena langsung mendengus kesal. Dia memalingkan wajah nya kearah jendela. Pria batu itu memang sangat pintar menyembunyikan rahasia. Bahkan ayah nya yang seorang kepala agen saja bisa Edward kelabui. Dasar Edward, awas saja jika Alena bertemu dengan nya nanti.


Mobil Jack tiba tiba berhenti mendadak membuat Alena terkejut karena hampir saja terhantuk kursi didepan nya. Dia langsung memandang kedepan, dan lagi lagi didepan nya sudah ada seseorang yang menghadang mereka dengan menggunakan motor sport besar.


"Jack, siapa dia?" tanya Alena mulai takut. Namun Jack masih tampak begitu tenang, dia malah turun dari mobil nya. Jack mengitari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Alena. Alena memandang nya dengan bingung.


"Ada apa Jack?" tanya Alena takut


"Keluarlah nona, dia menunggu anda. Kita akan bertemu lagi nanti" jawab Jack sembari menoleh pada pria yang masih duduk dengan gagah diatas motor nya


"Dia, siapa?" tanya Alena takut. Pasal nya orang itu memakai helm dan berpenampilan seperti penjahat, dengan setelan serba hitam nya.


"Anda tidak mengenal nya?" tanya Jack dengan senyum tipis nya. Dia begitu lucu melihat wajah takut Alena


Alena kembali menoleh pada pria itu, tubuh gagah nya, gaya nya, dan pembawaan nya, Alena seperti mengenal pria itu.


"Enzo" gumam Alena


"Ya, jangan sampai king menggantung saya diatas patung Liberty karena menunggu anda terlalu lama disini" ucap Jack, Alena langsung tersenyum dan meninju lengan pria itu dengan kesal.


"Kenapa tidak bilang dari tadi" ucap nya yang langsung turun dari mobil dan berlari menuju Kenzo yang menunggu nya diatas motor.


Jack tersenyum dan membungkukan tubuh nya dihadapan king Aldrego yang tampak kesal dengan nya, entah kenapa.


"En, kau datang?" ucap Alena begitu senang. Dia memandang Kenzo yang membuka kaca helm nya, membuat mata tajam itu terlihat jelas memandang nya penuh rindu.


"Ya, aku ingin membawa mu berkeliling" jawab Kenzo sembari memakaikan helm pada Alena yang dengan senang hati menerima nya. Tatapan mata nya tak lepas dari wajah tampan dengan segala daya tarik nya itu.


"Aku sudah menunggu mu sejak pagi, tapi kau tidak muncul muncul" ucap Alena dengan bibir yang mengerucut kesal


"Kau merindukan ku?" tanya Kenzo


"Tentu saja. Malam ini kau harus membuatku senang, setelah membuat ku menguras air mata selama dua minggu ini" kata Alena lagi


Kenzo langsung tertawa kecil mendengar nya, tangan nya mencubit gemas hidung Alena membuat semburat merah diwajah cantik Alena langsung keluar.


"Ayo naik" ajak Kenzo yang kembali memasang kaca helm dan bersiap diatas motor nya


Alena langsung naik keatas motor yang begitu tinggi dan memposisikan tubuh nya dengan baik.


"Berpeganglah yang kuat, aku akan membawa mu terbang menembus awan" kata Kenzo membuat Alena langsung tersenyum dan memeluk pinggang nya dengan erat. Untuk sesaat kedua nya saling memandang dari balik helm masing masing, tersenyum dan saling mengagumi satu sama lain. Perasaan hangat terasa menjalar kehati mereka, hingga membuat kedua nya tersenyum malu.


"Kau siap?"tanya Kenzo dan Alena langsung mengangguk


"Siap" jawab Alena yang langsung menyandarkan kepala nya dipunggung kokoh Knezo, membuat nya merasakan kenyamanan yang begitu aman dan damai.


Kenzo menarik tangan Alena dan mengusap nya sekilas agar Alena lebih erat memeluk tubuh nya. Setelah itu dia langsung melajukan motor sport nya dengan kencang membelah jalanan Newyork malam itu.


Kenzo melajukan motornya menyelusuri jalanan malam yang masih padat, namun sama sekali tidak menghalangi laju motor nya yang begitu kencang. Alena hanya diam dan memejamkan matanya, meski takut dan ngerih, namun kehangatan tubuh Kenzo benar benar membuat Alena terbuai dan melupakan ketakutan nya. Ya, Kenzo adalah obat dari segala rasa.


"Kita sebenar nya mau kemana En?" tanya Alena sedikit kuat


"Nanti kau akan tahu" jawab Kenzo, dia masih melajukan motor nya dengan begitu lihai, memotong dan menyalip kendaraan lain dengan cepat. Alena masih memejamkan mata nya dan semakin memeluk Kenzo dengan erat. Kenzo memang gila membawa motor, seperti punya nyawa lebih dari satu saja.


Beginilah, jika mempunyai kekasih seorang mafia, kehidupan yang dilalui Alena memang sedikit ekstrem.


Tidak berapa lama kemudian, Alena merasa jika laju motor Kenzo mulai memelan, dai langsung membuka mata dan menatap kagum jalanan didepan mereka yang dipenuhi oleh ratusan orang yang menyebar diseluruh tempat itu.


Mata Alena semakin melebar saat melihat kembang api yang meletus diatas jembatan tua dimana Kenzo memarikirkan motor nya saat ini.


Dia turun dari atas motor, dengan pandangan mata yang menatap takjub keatas, sangat indah karena kembang api itu meletus tanpa henti dan meledak dengan begitu indah diatas sana. Alena terkesiap saat Kenzo mengetuk helm nya beberapi kali.


"Buka dulu helm mu" ucap Kenzo sembari membuka pengait helm dileher Alena yang kini tertawa kecil memandang Kenzo. Karena indah nya dia sampai lupa membuka helm.


Setelah helm terbuka, Kenzo langsung memasangkan hoodi dikepala Alena, membuat Alena mengernyit bingung, dari mana Kenzo mendapatkan benda ini, fikir nya. Dan dia juga melihat Kenzo yang sudah memakai masker dan topi nya saat ini.


"Kenapa ditutup?" tanya Alena bingung


"Kau mau semua orang disini heboh karena kemunculanku?" tanya Kenzo menjentik pelan dahi Alena, membuat gadis itu mengerucut kesal dan mengusap dahi nya


"Aku lupa" jawab Alena sembari memandang Kenzo yang tengah memandang daerah sekitar nya


Kenzo yang berjalan disamping, langsung menoleh pada Alena, dapat dia lihat mata biru indah itu berbinar menatap keatas langit.


"Malam ini ada pesta kembang api dan karnaval malam hari yang diadakan pihak swasta untuk acara ulangtahun salah seorang pewaris nya" ungkap Kenzo dengan mata yang juga memandang kembang api yang meledak diatas sana


"Wah, kenapa aku tidak tahu" gumam Alena yang masih memandang keatas


"Waah indah sekali" seru Alena dengan mata yang berbinar indah. Dia langsung berlari kepinggir jembatan dengan pemandangan yang lebih terbuka untuk melihat kembang api yang terus menerus meledak dan memercikkan keindahan dilangit malam itu.


Senyum Alena begitu lepas membuat wajah cantik itu benar benar terasa memikat, sehingga tidak pernah jemu untuk dipandang. Dia sangat antusias melihat kembang api yang sangat jarang dilihat nya ini, apalagi sebesar ini, sungguh menakjubkan.


Alena tidak sadar, jika sedari tadi Kenzo tidak pernah lepas dari wajah bahagia nya. Seolah olah senyum Alena lebih indah dari pada pemandangan diatas sana. Senyum Alena, tawa nya dan binar mata indah nya, adalah hal yang sangat dirindukan Kenzo dua minggu ini. Dan malam ini dia dapat melihat lagi semua itu. Tanpa sadar, dia juga ikut tersenyum menatap Alena. Gadis lemah yang perlahan benar benar mengisi hati nya, dan mungkin Alena lah yang memang menjadi pemilik hati nya saat ini.


"Kau bahagia?" tanya Kenzo membuat Alena sedikit terkesiap, namun langsung menoleh pada Kenzo.


"Hmm, ini sangat indah, aku sangat bahagia, apalagi bisa menyaksikan nya bersama dirimu" jawab Alena, membuat Kenzo tersenyum di balik masker nya


"Jika keadaan sudah aman, aku berjanji akan membawa mu kesuatu tempat yang dipenuhi oleh kembang api yang lebih besar dari ini" ucap Kenzo, mata Alena semakin berbinar dengan indah mendengar nya


"Benarkah?" tanya Alena dan Kenzo langsung mengangguk


"Aku akan menagih nya nanti" ucap Alena dan Kenzo kembali mengangguk sembari mengusap pucuk kepala Alena.


Alena tersenyum dan kembali memandang keatas sana. Kali ini bukan hanya memandang, namun juga berisi sebuah harapan. Harapan untuk bisa terus bersama dengan orang yang begitu dicintai nya, selamanya, sepanjang nafas yang diberikan oleh Tuhan. Alena begitu berharap, semoga Kenzo nya akan selalu baik baik saja dan bisa menemani nya selalu hingga akhir waktu.


Alena sedikit terkesiap saat tangan nya digenggam oleh tangan Kenzo. Alena memandang Kenzo yang menatap nya dengan lekat. Dia tahu jika pria itu tengah tersenyum pada nya,membuat Alena juga menerbitkan senyum nya dan membalas genggaman tangan yang terasa begitu menghangatkan.


"Berjanjilah, untuk selalu menjadi Alena yang kuat yang bisa selalu menerangi hari hari ku" pinta Kenzo terasa begitu dalam


"Aku berjanji" jawab Alena begitu yakin


"Tapi kau juga harus berjanji, untuk selalu baik baik saja dan tidak akan pergi meninggalkan aku lagi" pinta Alena pula, dan Kenzo langsung mengangguk


"Aku berjanji" jawab Kenzo


"Aku mencintaimu En" ucap Alena begitu dalam hingga mampu membuat hati Kenzo kembali terketuk


"Aku tahu" jawab Kenzo yang mengusap wajah Alena dengan lembut.


Alena tampak tersenyum getir mendengar jawaban Kenzo, dia memalingkan wajah nya dan memandang keatas kembali, di mana langit masih bercahaya dan penuh warna. Dia bahagia malam ini, benar benar bahagia karena Enzo nya telah kembali. Tapi satu yang masih mengganjal dilubuk hati nya, yaitu tentang jawaban cinta yang sampai saat ini belum dia dengar dari mulut pria itu.


Padahal Alena merasa jika Kenzo memang sudah memberi nya harapan, bahkan Kenzo juga sudah meminta restu pada ayah nya. Tapi kenapa sampai saat ini Alena belum mendengar kata kata cinta dari mulut nya? Apa Kenzo belum bisa mencintai nya? Apa Kenzo memang hanya menganggap nya sebagai obat, apa dia hanya pelarian untuk pria itu?


Genggaman tangan Kenzo tampak mengerat ditangan Alena, membuat Alena langsung memandang nya. Kenzo tampak menatap datar keatas langit. Wajah tampan dibalik masker itu tampak bersinar karena cahaya kembang api diatas sana.


....


Aku pernah kehilangan cinta


Pernah merasa kecewa yang begitu dalam dan menyiksa


Rasa sakit itu membuat ku tidak ingin lagi membuka hati yang pecah


Karena aku hanya menginginkan senja yang pernah membuat ku terluka


Tapi kau datang tanpa sengaja


Kau datang membawa harapan pada hatiku yang patah


Kau menjadi obat hatiku yang terluka


Dan kau pula yang menghangatkan hatiku dengan senyum dan tawa


Alena


Tanpa sadar nama itu sudah menetap dihati dan jiwa


Nama yang mampu mengikis perasaan lama


Alena


Cintamu yang besar adaalah kekuatanku


Cintamu yang tulus adalah pelindungku


Dan cintamu yang manis pasti akan aku jaga dan kubalas dengan nyawaku


Alena


Kata kata cintamu akan aku balas disaat waktu yang paling indah


Disaat tidak ada lagi kesakitan yang kau rengkuh


Disaat dunia sudah bisa kau raih


Janjiku padamu


~Kenzo Barrent~