
Malam ini, setelah selesai makan malam. Semua orang berkumpul kembali dikamar Alena. Semua nya lengkap. Mulai dari Alena dan keluarga nya, bahkan Joice juga ada disana, tapi dia lebih memilih menunggu diruang depan.
Clara dan Alena masih asik bermain diatas tempat tidur dengan baby Tweens Angel.
Kenzo bersama kapten Stone, Reymond dan Cristian duduk disofa sedang membahas tentang Lian yang telah berhasil mereka tangkap.
"Aku tidak menyangka jika Lian yang meracuni ku. Kenapa dia begitu tega, padahal selama ini kami baik baik saja. Dia sudah ku anggap sebagai teman ku" ungkap Alena terlihat begitu bersedih. Lian adalah asisten nya, bahkan Lian adalah orang yang pertama kali dia kenal setelah tiba ditempat ini. Tapi nyatanya dia adalah orang yang membuat nya seperti ini.
"Aku juga tidak menyangka. Dia adalah orang kepercayaan mu tapi malah dia yang ingin membunuhmu, hanya karena alasan terpaksa" gerutu Clara pula
"Orang yang patut dicurigai memang orang terdekat. Semua bisa saja terjadi, apalagi jika kalian tengah bermasalah seperti saat ini" sahut Angel yang duduk dikursi
Clara langsung mengangguk, tangan nya masih asik menepuk nepuk bokong Michael yang sudah mulai mengantuk
"Tapi aku sedih. Dia pasti melakukan itu karena memang terpaksa. Selama ini dia begitu baik padaku, bahkan mengurus butik ku dengan baik disaat aku tidak ada" gumam Alena tertunduk sedih dan memeluk Michella yang masih menonton film diipad nya
"Sudah lah, kau ini. Dia sudah hampir membunuhmu tapi kau masih juga memikirkan nasibnya. Aku bahkan belum puas menghajar nya tadi" omel Clara
"Bagaimana pun dia pernah baik padaku Clara. Dia orang kepercayaan Edward, sudah pasti dia memang orang yang terpilih. Dia pasti memang terpaksa melakukan itu" jawab Alena
Clara sedikit terkesiap, dia langsung memperhatikan semua orang yang ada didalam sana. Kenzo dan lelaki yang lain masih asik bercerita tentang Thomas dan Lian yang saling berhubungan
Tapi Clara bergeming, kenapa seperti ada yang kurang. Sudah lama sekali dia tidak melihat orang itu, terakhir kali sejak Alena dibawa kemansion ini dan dia pergi menjemput profesor Brian. Tapi kenapa sampai sekarang tidak ada. Bahkan kakak nya malah selalu memerintahkan Jack, bukan dia.
"Kemana Edward?" gumam nya tanpa sadar
"Edward?" tanya Alena memastikan gumaman Clara
Kenzo yang mendengar nama Edward disebut langsung menoleh pada Clara. Begitu pula dengan Reymond.
"Ya, aku tidak ada melihat nya sama sekali sejak kepergian nya menjemput Brian. Dia kemana?" kini Clara beralih pada Kenzo yang masih diam memperhatikan nya.
Reymond terlihat bereaksi saat Clara menanyakan nama itu. Tapi dia tidak bisa bilang apapun
Cristian langsung menoleh pada Kenzo yang terlihat menghela nafas nya sejenak
"Dia ada diruang bawah tanah" jawab Kenzo
Clara mengernyit bingung
"Ruang bawah tanah?" gumam Clara. Dia sedikit terkesiap saat Angel mengambil Michael dari tangan nya
"Sedang apa dia disana?" tanya Alena dengan polosnya
"Apa dia terluka?" tanya Clara
"Ya" jawab Kenzo
Clara terdiam, dia langsung memperhatikan kakak nya dari jauh. Dan dia baru sadar jika Kenzo memang penuh luka disekujur tubuhnya. Dan pasti mereka habis bertarung lagi. Jika Kenzo saja begitu, berarti Edward lebih parah sehingga dia bisa berada diruang bawah tanah. Astaga, kenapa Clara tidak sadar sejak awal, bahkan dia baru mengingat pria itu ketika Alena menyebut nama nya tadi.
Clara langsung beranjak dan turun dari tempat tidur, membuat semua orang kembali memandang nya dengan heran
"Mau kemana?" tanya Alena
"Aku keluar sebentar" jawab Clara yang langsung berlari keluar.
Reymond memandang nya tidak berkedip, ada sesuatu yang membuat hatinya terusik. Tapi, apa yang bisa dia lakukan selain diam. Clara bukan urusannya dan dia harus selalu mengingat itu.
"Apa dia mau melihat Edward?" gumam Alena
"Sudah lah, biarkan saja" jawab Angel yang masih ingin menidurkan anak nya
"Seperti nya anak anak sudah mengantuk baby" kata Cristian yang langsung beranjak dari tempat nya dan mendekat kearah Angel.
"Ya, pergilah beristirahat. Hari sudah cukup malam untuk mereka" sahut Kenzo pula
"Uuhhh tapi si cantik ini masih asik menonton" gumam Alena yang mengusap gemas pucuk kepala Michelle
"Kau juga harus beristirahat Alena" ucap Angel
Alena tertawa dan mengangguk
"Ah iya, siap nona" jawab nya
Reymond memandang Cristian yang dengan begitu hangat menggendong anak nya. Mereka memang keluarga bahagia. Bahkan dapat dia lihat jika pria itu selalu memandang istrinya dengan penuh cinta. Dia juga tidak menyangka jika wanita itu adalah mantan Kenzo dulunya yang pernah menolong Alena hingga membawa nya Kekota ini. Dan yang lebih membuat tidak menyangka adalah ternyata Cristian adalah rekan bisnis nya sendiri. Dunia memang benar benar sempit.
Kenzo beranjak dan mendekat kearah mereka. Mengusap kepala Michelle yang mendongak dan memandang nya
"Kau belum mengantuk girl?" tanya Kenzo pada bayi perempuan itu. Dan dengan lucunya Michelle malah langsung menggeleng pelan membuat semua orang langsung tersenyum melihat nya
"Ooohh lucunya" Alena benar benar gemas melihat anak anak Angel ini
"Kakak nya sudah ingin tidur tapi dia masih asik bermain" kata Cristian yang sudah menggendong Michael
Kenzo hanya tertawa dan kembali menoel pipi Michelle yang masih ada dipangkuan Alena
"Baik lah, kami istirahat dulu aunty. Besok kita bermain lagi" kata Angel seraya meraih Michelle dari Alena
"Ok,.selamat malam dan selamat tidur sayang" jawab Alena mencubit gemas pipi nya
Namun tiba tiba suara pintu yang terbuka dengan tiba tiba membuat mereka semua terkesiap kaget
"Kakak gawat" seru Clara tiba tiba. Dia datang bersama dengan Joice dan juga Jack. Dibelakang mereka tampak beberapa orang anak buah Aldrego.
"Ada apa?" tanya Kenzo
"Tuan, Wearloft menyerang mansion. Mereka sudah mengepung mansion ini. Wanita bertopeng itu ada digerbang dan mulai menyerang bersama anggota nya" jawab Jack terdengar begitu panik
Alena langsung mengkerut takut. Dia langsung menoleh pada Kenzo yang tampak menggeram. Bagaimana mungkin Jesica bisa masuk kewilayah nya. Padahal Kenzo sudah menjaga ketat area mansion itu. Jesica benar benar tidak bisa diremehkan, padahal Kenzo tahu jika dia sedang terluka saat ini, tapi wanita itu masih saja nekad menyerang nya. Bahkan rencana nya telah terdahului oleh mereka.
Kapten Stone dan Reymond langsung beranjak dan mendekat. Mereka terlihat panik mendengar jika mansion Kenzo diserang musuh. Sebenarnya entah apa yang terjadi. Tapi kapten Stone langsung menghubungi anggota nya. Dia tidak bisa hanya mengharapkan orang orang Kenzo. Keselamatan mereka semua adalah tanggung jawabnya.
"Rose , bawa anak anak mu kemansion bawah bersama Jack. Disana ada jalan menuju keluar, pergilah menjauh dari mansion ini" kata Kenzo pada Angel. Namun Angel malah menggeleng.
Angel memandang Cristian yang juga memandang nya
"Clara, kau lebih tahu membawa anak anak ku kemana. Tolong bawa mereka, aku akan membantu disini" kata Angel yang langsung menyerahkan Michella pada Clara yang tampak terkesiap. Dia tidak bisa membiarkan Kenzo melawan wanita licik itu sendiri. Jesica adalah lawan nya. Sejak dulu, bahkan hingga saat ini sampai dia tewas nanti.
"Cris" panggil Angel pada Cristian yang tampak menghela nafas nya dan menyerahkan anak nya pada Jack dengan pasrah. Jack tampak terkejut dan begitu kaku menggendong bayi laki laki yang sudah terlelap itu
"Baik baik bersama aunty sayang. Jangan nakal oke. Mommy harus bekerja dulu" pamit Angel pada Michella
"Kau tidak bisa menghadapi nya sendiri En, kau sudah terluka dan anggota mu juga tidak cukup kuat sekarang" jawab Angel pada Kenzo
"Kau terluka En?" tanya Alena langsung
Kenzo tersenyum dan menggeleng pelan
"Tidak, hanya luka kecil" jawab Kenzo pada Alena
"Pergilah, jaga anak ku baik baik" pinta Angel pada Clara yang langsung mengangguk
"Jack, jika lecet sedikit saja, kepala mu aku tebas" kini Angel beralih pada Jack yang segera mengangguk cepat. Dia langsung bergetar dan memeluk Michael dengan erat, dia begitu takut jika bayi itu terjatuh dan itu pasti akan membuat kepala nya hilang. Dia sudah bagai membawa sesuatu yang sangat berharga sekarang. Apalagi bayi itu adalah milik Queen Rose.
"Hei, jangan seperti itu juga, kau membuat nya tidak bisa bernafas" omel Cristian yang membenarkan pegangan tangan Jack
"Ma...maaf tuan" jawab Jack begitu takut.
"Nah seperti ini, pergilah" kata Cristian
"Pergilah cepat" seru Kenzo pula
Clara dan Jack langsung mengangguk dan dengan segera beranjak keluar kamar diikuti oleh anak buah Kenzo yang lain yang memang bertugas untuk membantu mereka.
"Kita bagi tugas" kata Angel langsung
Kenzo langsung mengangguk
"Aku akan menghadang Jesica dari depan. Kau bisa dari pertahanan disebalah kiri, disana pasti dia menempatkan tangan kanan nya karena itu juga salah satu pintu masuk yang bisa dengan mudah dicapai" ujar Kenzo pada Angel
Angel langsung mengangguk dan segera mengikat rambut nya. Alena memandang Angel dengan lekat, dia takut tapi melihat Angel yang begitu membuat dia begitu takjub. Wanita itu sama sekali tidak gentar sedikitpun.
"Kapten Stone, kalian bisa dari sebelah kanan, disana ada beberapa penjagaku yang akan membantu" kini Kenzo beralih pada Kapten Stone yang sedang memainkan ponsel nya
"Ya, tentu" jawab nya tanpa melihat. Tapi Kenzo tahu dia sedang meminta bantuan pada orang orang nya. Dan akhirnya status nya akan diketahui oleh semua orang. Tapi apa boleh buat, saat ini keadaan cukup genting.
"Cris, kali ini aku percayakan Alena padamu" pinta Kenzo begitu serius
"Aku ???" gumam Cristian seraya menunjuk dirinya sendiri
"Sebisa mungkin kami tidak akan membiarkan nya masuk. Kau hanya perlu berjaga jaga didalam. Aku percaya padamu" kata Kenzo yang segera berlari keluar, namun sebelum itu dia mengusap sekilas kepala Alena yang masih terperangah takut
"Aku pergi dulu" pamit Angel yang ingin pergi, namun tangan nya segera ditarik oleh Cristian kembali
"Hati hati baby" ujar Cristian yang langsung mencium bibir Angel sekilas
"Aku janji" jawab Angel yang tersenyum dan berlari keluar kamar
"Tuan Cris, aku percayakan Alena padamu" kata Kapten Stone pada Cristian
"Ah siap kapten" jawab Cristian cepat
"Tetap lah disini, jangan kemana mana" kata Reymond pada Alena
"Berhati hatilah kak, dad" pinta Alena
Kedua lelaki itu mengangguk dan tersenyum, mereka segera berlari keluar kamar menyusul yang lain nya.
Cristian menghela nafas nya dengan berat dan langsung duduk dikursi nya. Yah setelah dua tahun berlalu, hari ini semua terjadi lagi. Mau seperti apapun dia merubah Angel, namun tetap saja, mantan ratu mafia itu tidak akan berdiam diri jika orang terdekat nya berada didalam bahaya seperti ini.
"Tuan Cris..." panggil Alena pada Cristian. Sekarang tinggal mereka berdua dikamar itu. Suara tembakan yang begitu nyaring membuat jantung Alena berdenyut sakit. Dia benar benar takut sekarang.
Cristian langsung menoleh pada Alena. Dan dapat dia lihat jika wajah kekasih Kenzo ini sudah begitu pucat. Dan terlihat jelas jika dia ketakutan sekarang.
"Tidak apa apa. Jangan takut. Mereka sudah bergabung maka semua akan aman" ucap Cristian
"Benarkah?" tanya Alena dengan ragu
"Kau tidak tahu saja bagaimana sadis nya istriku itu jika sudah menghadapi musuh musuh nya. Kenzo saja kalah" gumam Cristian, wajah nya terlihat kesal, karena sampai sekarang pun jika membayangkan aksi Angel membasmi musuh musuh nya dia masih takut
"Apa nona Angel memang seorang mafia?" tanya Alena berusaha untuk tenang. Suara tembakan diluar sana sungguh membuat nya tidak tenang. Namun untung nya ada Cristian disini
Cristian mengangguk lemas
"Ya, beginilah nasib kita jika memiliki pasangan seorang mafia. Kau harus bisa menerima mereka" ujar nya pada Alena
"Tapi aku selalu takut jika Kenzo terluka" gumam Alena tampak sedih.
Cristian tersenyum dan menggeleng. Sekarang dia benar benar yakin jika Kenzo memang merasakan karma nya. Mendapat wanita cengeng bahkan penakut seperti Alena. Yah, dia begitu puas sekarang, karena bagaimana kesal nya dia dulu jika Kenzo selalu meremehkan nya karena penakut.
"Aku juga takut Alena. Tapi kita tidak bisa berbuat apapun selain menerima" jawab Cristian
"Lalu kenapa tuan tidak membantu nona Angel?" tanya Alena
Cristian mendengus gerah mendengar nya
"Kita itu sama, maka mereka meninggalkan kita berdua disini" jawab Cristian terdengar kesal
"Tuan tidak bisa bertarung juga?" tanya Alena takjub
"Hmm, aku hanya suka berbisnis bukan bertarung" jawab Cristian
Alena langsung tertawa kecil mendengar nya. Pantas saja Kenzo meminta Cristian disini bersama nya. Alena kira Cristian yang akan menjaga nya, namun yang terjadi adalah mereka berdua yang sedang dilindungi oleh Kenzo dan Angel. Lucu sekali.
"Kalau tuan takut, lalu kenapa tuan bisa jatuh cinta dan menikah dengan nona Angel?" tanya Alena begitu heran. Dia bahkan melupakan ketakutan nya sekarang. Kisah cinta antara Kenzo, Cristian dan Angel langsung menjadi hal yang menarik hatinya hingga dia bisa mengabaikan suara tembakan dan teriakan yang mengerihkan diluar sana.
Cristian tersenyum dan bersandar dikursi nya. Mengingat kembali bagaimana pertemuan nya dengan Angel. Pertemuan yang didasari oleh kebencian namun seiring berjalan nya waktu dia malah jatuh cinta pada ratu mafia itu
"Kisah kami begitu rumit. Aku saja tidak menyangka jika aku bisa jatuh cinta pada nya, bahkan bisa menikah dan memiliki anak" gumam Cristian
"Aku ingin tahu. Apalagi ini berkaitan dengan Kenzo. Bukan kah seharusnya kalian bermusuhan, tapi yang aku lihat kalian malah bisa berteman dekat" tanya Alena lagi
Cristian menoleh pada Alena. Tampak nya gadis ini sudah tidak begitu takut lagi. Padahal dia sendiri saja begitu berdebar mendengar suara tembakan diluar sana. Dia sangat mencemaskan istrinya. Tapi dia percaya, jika Kenzo pasti bisa menjaga Angel dengan baik.
Dan sekarang tugas nya adalah membuat Alena tenang, agar jantung nya tidak bermasalah lagi. Dia belum pulih tentu suara tembakan itu akan membuat nya tidak menentu sekarang.
"Baiklah, kau ingin tahu kan. Tapi kau tidak boleh cemburu ya" kata Cristian
Alena tersenyum dan langsung mengangguk.
"Dengarkan ini. Ini dimulai saat aku bermasalah dengan orang tua Angel......." Cristian memulai cerita nya, dan Alena mendengar kan nya dengan antusias, mengabaikan suara tembakan yang bergemuruh diluar sana.