
Saat ini Alena dan Clara sedang berada didapur mansion Kenzo.
Hari sudah sore, dan Alena berniat untuk memasak sesuatu untuk makan malam mereka nanti.
Alena begitu bersemangat berada didapur itu, semua peralatan nya benar benar canggih, dan juga semua bahan masakan begitu lengkap didalam lemari pendingin yang super besar.
Alena sudah mengumpulkan semua bahan yang akan dimasak nya diatas meja, dimana Clara duduk disana dengan pandangan bingung nya.
"Kau benar bisa memasak Ale?" Tanya Clara untuk yang kesekian kali nya hingga membuat Alena kesal sekarang. Saat ini dia sedang mengiris daging ayam dengan sangat telaten.
"Kau ini, cukup lihat dan rasakan nanti. Jangan meremehkan ku masalah masak memasak oke" jawab Alena membuat Clara langsung terbahak. Dia langsung meraih wortel dan memainkan nya dengan tangan nya sembari menatap Alena yang tampak sudah terbiasa itu.
"Ya, masalah nya aku belum pernah melihat mu memasak. Dan kau juga harus tahu, kakak manekin ku itu pemilih dalam hal makanan" ungkap Clara
Alena hanya melirik nya sekilas dan kembali melanjutkan pekerjaan nya
"Tapi setiap aku memasak dia selalu menghabiskan nya" jawab Alena membuat Clara terkesiap dan langsung mencondongkan tubuh nya kearah Alena
"Benarkah, kapan kau memasak untuk dia?" Tanya Clara begitu ingin tahu
"Beberapa kali sewaktu diapartemen nya" jawab Alena
"What!!! Kau juga pernah diapartemen nya Ale?" Seru Clara membuat Alena sedikit terkesiap dan menatap nya dengan sinis
"Hei, jangan berteriak begitu" sahut Alena
"Serius, kau pernah keapartemen nya?" Tanya Clara lagi dan Alena langsung mendengus sembari tangan nya yang terus bekerja
"Iya, sewaktu aku mabuk dia membawa ku keapartemen nya" jawab Alena
"Kau tidur dimana?" Tanya Clara hingga mampu membuat Alena terhenti sejenak dan menatap nya bingung
"Dikamar nya" jawab Alena membuat Clara kembali berteriak
"What!!!! Dikamar nya!!!" Teriak Clara lagi . Alena langsung meringis sembari mengusap telinga nya yang terasa berdenging
"Hei, jangan berteriak. Kau ini kenapa, memang nya kenapa , apa yang aneh??" tanya Alena dengan wajah bingung dan terkesan polos dimata Clara.
"Sialan Kenzo Barrent, dia memperbolehkan mu tidur dikamar nya, sedangkan aku berada lama sedikit saja sudah diusir" gerutu Clara yang terlihat sangat kesal, dia kembali menatap Alena dengan mata yang memicing
"Aku yakin kalian memang sudah menjalin hubungan kan, ayo mengaku" tuding nya dengan wortel yang mengarah ke Alena yang menghela nafas nya dengan jengah
"Harus berapa kali aku bilang, aku dan dia itu seperti langit dan bumi. Bagaimana bisa menjalin hubungan, jangan gila Clara" dengus Alena
"Heh, aku tidak percaya. Kak Ken tidak pernah membawa seorang manusia pun keapartemen nya selain aku dan Edward. Apalagi membiarkan nya tidur didalam kamar keramat nya itu" ungkap Clara yang masih terlihat begitu kesal
"Mana aku tahu. Mungkin dia hanya kasihan jika membiarkan ku tidur disofa" sahut Alena yang kini kembali mengarah kemeja kompor dan Clara terus mengamati gerak gerik gadis itu
"Aku yakin dia memang sudah jatuh hati padamu Alena" ungkap Clara membuat Alena melirik nya sekilas dengan bibir yang berdecak kesal
"Kau sendiri yang bilang, aku bukan tipe nya. Bagaimana mungkin dia jatuh hati padaku. Yang aku tahu dia selalu kesal dengan sikap ku" kali ini gantian Alena yang menggerutu kesal
Clara langsung tertawa dan beranjak mendekati Alena.
"Iya sih. Kau memang bukan tipe nya. Tapi aku benar benar heran, tidak ada satu orang pun wanita yang bisa dekat dengan nya, hanya kau Alena, hanya kau" ucap Clara begitu serius
"Mungkin dia hanya kasihan, dan mungkin saja sebagai balas budi karena aku pernah menolong nya dulu" kata Alena yang masih asik dengan kegiatan nya
"Tidak sesederhana itu. Aku sudah pernah bilang kan" sahut Clara. Dan Alena hanya mendengus, dia kembali kearah meja tempat sayuran sayuran nya berada dan mulai memotong motong untuk membuat salad. Clara terus saja mengekori nya tanpa ingin membantu.
"Sudah lah, jangan bahas itu. Aku tidak ingin berharap lebih. Lebih baik kau ceritakan saja bagaimana Rose itu, aku benar benar penasaran" ungkap Alena membuat Clara langsung berdecih sinis
"Heh, apa kau tidak cemburu, sedari siang tadi kita sudah selalu membahas nya Alena" kata Clara membuat Alena tertawa kecil mendengar nya.
"Jelas saja aku cemburu, tapi dari ceritamu aku juga kagum dengan gadis itu. Apalagi gadis tangguh yang bisa melindungi diri nya sendiri. Aku ingin menjadi seperti itu agar tidak menyusahkan orang lain" ungkap Alena menatap Clara dengan wajah sendu nya
"Sudah lah, untuk apa ingin menjadi orang lain. Belum tentu menjadi wanita tangguh seperti kak Rose itu mudah, jadilah dirimu sendiri Alena. Kau sudah terlahir seperti ini dan jangan berharap menjadi orang lain, kak Ken memerlukan wanita seperti mu, bukan wanita tangguh lagi" kata Clara membuat Alena langsung menatap nya kesal dengan bibir yang mencebik.
"Aku kan hanya ingin. Ah, iya, lalu seperti apa suami kak Rose, apa dia lebih hebat dari Enzo ku?" Tanya Alena menatap Clara yang sedang memakan wortel didepan nya.
Clara langsung menggeleng dan tersenyum dengan malu, membuat Alena menatap nya dengan aneh
"Suami kak Rose adalah pria tampan yang sangat baik dan begitu lembut. Dia sangat penyayang dan begitu menyenangkan. Ramah dan sangat perhatian, dia begitu manis dan seksi" ungkap Clara dengan tangan yang menangkup kedua pipi nya membuat wajah Alena langsung mengkerut dan terasa geli
"Hei, suami orang dan kau malah membayangkan nya" ucap Alena membuat Clara langsung tertawa
"Aku bertanya serius Clara" seru Alena kesal. Clara kembali tertawa dan kembali mengunyah wortel nya.
"Dia tidak lebih hebat dari kak Ken, bahkan dia tidak bisa melihat darah dan bermain senjata dengan baik" ungkap Clara tertawa namun Alena malah mengernyit bingung
"Maksud mu, dia hanya pria biasa?" Tanya Alena dan Clara langsung mengangguk
"Dia hanya seorang CEO properti yang hidup nya biasa biasa saja. Tapi dia hebat dalam menaklukan hati seorang ratu mafia. Cinta nya yang lembut dan penuh kasih sayang bisa mengalahkan cinta nya seorang Kenzo Barrent yang penuh dengan kekuasaan" ungkap Clara membuat Alena langsung tertegun
"Sudah lah, menceritakan tentang mereka tidak akan pernah ada habis nya" ucap Clara membuat Alena langsung terkesiap dan mengangguk, dia kembali melanjutkan pekerjaan nya
"Apa kau punya foto nya?" Tanya Alena tiba tiba membuat Clara yang sedang melihat ponsel nya kini menatap nya dan menggeleng perlahan
"Tidak ada, dulu punya, tapi ponsel ku hilang, dan kenangan bersama mereka juga hilang" jawab Clara, dan Alena lagi lagi hanya mengangguk.
Lama mereka berkutat didapur mansion itu. Beberapa kali Clara bertanya tentang apa yang dimasak oleh Alena. Dan dia benar benar takjub dan begitu kagum melihat Alena yang ternyata sangat jago memasak, dan makanan nya juga sangat pas dilidah nya. Benar benar enak dan sangat lezat.
Hampir dua jam, dan semua makanan sudah selesai dimasak Alena.
Alena menata nya diatas meja makan dengan begitu rapi. Wajah nya penuh senyum meski keringat mulai merembes membasahi dahi nya.
"Kau begitu bersemangat nona" goda Clara yang ikut membantu Alena menata meja makan besar itu. Mereka tidak memperoleh kan bibi Khoi dan pelayan lain nya membantu, karena Alena ingin menyiapkan nya sendiri.
"Tentu saja, ini hobi ku yang lain. Rasa nya sudah lama tidak memasak" sahut Alena
"Ya, inilah kelebihan mu, dan aku sangat setuju jika kau yang menjadi kakak ipar ku" goda Clara lagi membuat Alena berdecak sinis
"Jangan membuat ku banyak berharap Clara. Hanya memasak, siapapun bisa" sahut Alena
"Aku tidak bisa, dan banyak wanita diluar sana yang tidak bisa memasak. Apalagi sampai selezat ini. Dan inilah keunggulan mu dari kak Rose, kau pintar memasak dan bisa memanjakan lidah tuan Amerika itu" ungkap Clara dengan begitu menggebu namun Alena hanya menggeleng dan terus menyiapkan makanan nya
"Sudah ku bilang, jangan membuatku berharap lebih. Kau tidak tahu bagaimana payah nya aku memendam perasaan ini Clara." Kata Alena menatap Clara dengan lekat hingga gadis itu langsung terdiam dan menghela nafas pelan
"Hmh, baiklah maafkan aku" ucap nya begitu pelan
"Jika takdir ku memang dia, kami pasti bersatu. Tapi jika bukan aku takdir nya, maka aku selalu berdoa semoga kau mendapatkan kakak ipar yang bisa membahagiakan Enzo" ungkap Alena sembari mengusap bahu Clara, dan langsung berlalu kembali kedapur meninggalkan Clara yang tersenyum menatap punggung Alena yang mulai menghilang disebalik dinding.
"Meski aku tidak setiap saat berada didekat kalian. Tapi aku tahu bagaimana kakak ku Alena, tanpa sadar, aku yakin dia memang sudah jatuh hati padamu. Dan aku berharap, jika kalian memang ditakdirkan untuk bersama" gumam Clara.
...
Diperusahaan Barrent's Agency .....
Kenzo masih betah duduk dikursi nya dengan tangan yang terus mengetik sesuatu dikomputer nya, padahal hari sudah mulai senja, dan perusahaan sudah mulai sepi karena jam kerja telah usai satu jam yang lalu.
Tangan Kenzo berhenti sekilas saat melihat Edward masuk keruangan nya dan berdiri dengan tegap didepan nya.
"King nona Clara meminta anda pulang cepat malam ini" ungkap Edward pada Kenzo yang masih terus mengetik
"Bilang aku masih banyak pekerjaan" sahut Kenzo tanpa menoleh kearah Edward
"Dia dan nona Alena sudah memasak banyak, dan mereka menunggu anda untuk makan malam bersama" kata Edward lagi. Dan kali ini sukses membuat tangan Kenzo berhenti.
Pria tampan itu tampak terdiam dan menatap sekilas pada Edward yang masih berdiri tegap didepan nya.
"Hmm" gumam Kenzo. Edward langsung mengernyit dan menatap king nya yang terlihat mematikan komputer nya itu.
"Apa yang kau lihat?" Tanya Kenzo membuat Edward sedikit terkesiap
"Kita pulang sekarang king?" Tanya nya lagi.
"Sejak kapan kau lupa bahasa manusia Ed" ucap Kenzo menatap tajam Edward yang langsung mengangguk dan sedikit membungkukkan tubuh nya.
"Maaf king, baik kita pulang" ucap nya cepat. Mana Edward tahu jika ingin pulang, lalu bahasa manusia yang bagaimana yang dimaksud tuan Amerika itu, jika hanya gumaman yang keluar dari mulut nya.
Dan Edward sedikit bingung mengenai sikap king nya, jika nona Clara yang meminta pulang, Edward tahu jika Kenzo selalu enggan, tapi tadi, saat dia bilang Alena sudah memasak dan ingin makan malam bersama, dia langsung dengan sigap mematikan komputer nya. Dan memang sejak Alena berada dimansion Kenzo, Kenzo tidak pernah lagi lembur terlalu lama, dia pasti mengusahakan untuk pulang secepat mungkin.
Ya, Edward tahu sekarang, king Aldrego memang sudah berubah haluan, gadis malang itu ternyata mampu merebut perhatian dari seorang Kenzo Barrent.
..
*guys, terimakasih yang masih setia bersama Alena dan Kenzo ya.
semoga cerita ini bisa sedikit menghibur waktu luang kalian.
oh iya, selagi menunggu up Alena dan Kenzo.
kalian boleh mampir dicerita OH MY LADY.
bagi kalian yang ingin tahu tentang Kenzo dan masa lalu nya, kalian bisa baca karya ku yang lain ya.. Judul nya OH MY LADY.
cerita itu mengisahkan tentang kehidupan Kenzo dulu nya bersama mantan kekasih nya yang merupakan ratu mafia.
cus lah
jangan lupa tinggalin jejak ya.
love you all