ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Angel Yang Mengerihkan



Orang orang Jesica dibagian mansion sebelah kiri sudah mulai bisa diatasi oleh Xavier dan kapten Stone. Saat ini mereka sudah mulai beranjak menuju depan mansion. Membantu Kenzo karena dibagian depan pertahanan musuh begitu kuat.


Kenzo dan Angel masih berusaha melumpuhkan Jesica. Sudah ada dua luka tebas dilengan dan kaki wanita itu.


Tentu saja itu membuat Jesica sudah mulai melemah. Dia tidak menyangka jika Kenzo Barrent mendapat bantuan langsung dari Queen Rose. Jesica sudah pernah kalah sekali oleh ratu mafia ini. Dan apa sekarang dia juga akan kalah?


"Rose, jangan kau bunuh dia. Aku masih ingin membuat perhitungan pada wanita ini" ucap Kenzo disela sela pertarungan mereka.


"Apa kau yakin. Mertua mu adalah seorang agen. Kau tidak akan bisa memiliki tubuh nya Al. Jadi serahkan dia padaku." jawab Angel


Kenzo mendengus sinis. Sial dia lupa jika kapten Stone ada disini. Tentu sebentar lagi pihak agen dan kepolisian pasti akan hadir disini. Mansion ini memang cukup jauh dari pusat kota sehingga aparatur negara itu pasti akan memakan waktu yang cukup lama. Apalagi Kenzo memfasilitasi mansion nya dengan kode sandi sehingga pesawat maupun helikopter tidak akan bisa masuk dengan mudah. Jesica saja menggunakan jalur darat masuk kewilayah nya. Apalagi anggota kapten Stone, pasti tidak akan bisa masuk dengan cepat.


Angel tersenyum sinis melihat Jesicca yang sudah mulai melemah. Karena terluka dibeberapa bagian.


"Kau masih belum mau menyerah juga" kata Angel memandang Jesica yang terlihat mengatur nafas nya yang menggebu


"Aku tidak akan mengalah sebelum aku menghancurkan mu" jawabnya dengan begitu angkuh


"Mulutmu terlalu besar. Kau sudah pernah aku lepaskan sekali. Dan kali ini aku tidak akan melepaskan mu lagi" ungkap Angel yang kembali menyerang Jesica


Kenzo masih berusaha melumpuhkan tangan kanan Jesica, Gery. Karena Jorge sudah terluka dibantai nya.


Dor


satu tembakan terlepas dan mengenai bahu Gery. Xavier yang baru tiba disana bersama dengan kapten Stone dan juga Reymond. Joice menyusul dibelakang mereka seraya masih berusaha melumpuhkan beberapa musuh yang tersisa.


Hanya sedikit lagi, karena mereka bisa melawan mereka semua. Hanya tinggal orang orang terpilih Jesicca yang masih berusaha melumpuhkan Kenzo.


Reymond memandang Angel dengan begitu ngerih. Begitu pula dengan Joice dan kapten Stone. Mereka tidak menyangka jika istri dari rekan bisnis Reymond benar benar begitu lincah dalam bertarung dan memainkan pedang. Padahal sebelum nya dia terlihat begitu anggun dan sangat elegan. Sifat keibuan nya membuat dia seperti wanita biasa pada umumnya. Tapi yang mereka lihat kali ini, sungguh sangat berbeda. Mereka tidak tahu saja siapa Angel yang sebenarnya.


Angel tidak menghiraukan mereka yang ada disana. Dia hanya berharap jika dia bisa melumpuhkan Jesica secepatnya.


Namun tiba tiba


Buk


Satu tendangan membuat Angel tersungkur kebelakang, namun dengan sigap Kenzo menangkap tubuh nya. Dan disaat itu pula Jesica berlari dan menghunuskan pedang nya kearah mereka


"Awas!!!" teriak Reymond yang sedari tadi memperhatikan mereka


Dan matanya langsung terbelalak saat Angel langsung menaikkan pedang nya dan menahan nya didepan dada saat mata pedang Jesicca mencoba menghunus jantung Angel


Beberapa detik waktu terasa terjeda. Jantung semua orang langsung berdenyut ngilu melihat tangan Angel yang bergetar menahan serangan pedang Jesica. Hingga akhirnya Kenzo yang berada dibawah tubuh Angel langsung memutar tubuh nya dan menendang Tangan Jesica dengan kuat.


Klang


dor


Disaat pedang Jesica terjatuh disaat itu pula kapten Stone langsung menembak kaki wanita itu membuat Jesica langsung jatuh berlutut diatas tanah.


Angel tidak tinggal diam, dia langsung beranjak dari tubuh Kenzo dan langsung menebaskan pedangnya ketubuh Jesicca


dan


Srakkk


Darah segar langsung menyembur keluar dari dadanya.


Mata Jesicca melebar sempurna memandang Angel yang tersenyum sinis dengan cipratan darah diwajah cantik nya


"You lost" ucap Angel dengan senyum kemenangan nya


Dia menaikkan pedang nya dan ingin menghunuskan kembali pedang itu pada Jesica namun kapten Stone langsung berseru pada nya


"Jangan nona" seruan kapten Stone membuat tangan Angel mematung. Dia melirik kapten Stone dengan pandangan mata yang mengerihkan, membuat Reymond dan Joice terlihat bergidik ngerih


dor


Brak


Tembakan dari Gery hampir saja mengenai Angel jika saja Kenzo tidak menarik tubuhnya dengan segera.


Joice dan Xavier langsung bergerak dengan cepat memberondong peluru pada Gery, hingga akhirnya lelaki berbadan besar itu juga jatuh tidak berdaya.


"Kau ini, untung saja" dengus Kenzo yang berada diatas tubuh Angel.


Angel tertawa kecil seraya mendorong tubuh Kenzo untuk beranjak dari atas tubuhnya. Posisi mereka terlalu intim,.jika Cristian melihat dia pasti akan menggerutu lagi.


"Aku masih ingin mencincang tubuh nya Al" gumam Angel yang masih terduduk lelah diatas tanah bersama Kenzo.


Kenzo juga merasa begitu lelah, bahunya terasa berdenyut nyeri karena ditendang oleh Gery, bahkan darah terasa keluar lagi sekarang.


"Sudah lah, kau lihat anggota Kapten Stone sudah tiba" jawab Kenzo yang melirik kearah gerbang mansion


"Hei kalian tidak apa apa?" tanya Reymond yang mendekat kearah Kenzo


"Tidak apa apa" jawab Kenzo. Sementara Angel hanya diam. Dia melirik kearah Reymond, namun lelaki itu malah langsung memalingkan wajah nya. Dia seperti nya benar benar takut pada Angel. Apalagi wajah Angel yang dipenuhi dengan cipratan darah, membuat nya terlihat mengerihkan.


Karena Jesica telah kalah, akhirnya anak buahnya juga menyerah. Mereka semua dilumpuhkan oleh orang orang Kenzo, dan juga anggota Kapten Stone yang sudah berada didaerah itu.


"Sebaiknya kalian kembali kedalam, obati luka kalian. Biar orang orang ini akan menjadi urusanku" ucap Kapten Stone pada Kenzo dan Angel


Tebasan pedang ditubuhnya begitu dalam, mungkin juga sudah mengenai jantung nya.


"Kau masih berhutang penjelasan padaku tuan Kenzo Barrent" kata Kapten Stone yang langsung menghentikan langkah kaki Kenzo


Kenzo berbalik arah dan memandang calon ayah mertua nya itu dengan senyum tipis.


"Aku pasti akan bertanggung jawab kapten" jawab Kenzo yang segera berlalu bersama Angel. Dia masih saja membawa pedang nya. Membuat Reymond yang sejak tadi memandang nya tampak tidak percaya jika ada wanita setangguh itu. Benar benar gila


"Hei, apa yang kau lihat" kapten Stone tampak mengejutkan Reymond


Reymond langsung menoleh kearah ayah nya. Dia menggeleng pelan dan kembali memandang Kenzo dan Angel yang telah menjauh


"Wanita itu benar benar mengerihkan bukan dad. Bisa bisa nya dia menebas seseorang dengan begitu tenang, seperti menebas sebuah kayu saja" ungkap Reymond begitu ngerih


Kapten Stone langsung tersenyum tipis dan memandang kearah Jesica yang sudah dibawa anak buah nya


"Mereka bukan orang sembarangan. Kau tahu siapa Kenzo. Maka orang orang yang ada didekatnya juga bukan orang yang lemah" jawab kapten Stone


"Huh, pantas saja tuan Cris bisa tenang didalam bersama Alena. Jika istrinya saja setangguh ini" gumam Reymond lagi


"Sudah lah. Kenapa malah membahas dia. Sekarang kau lihat Joice disana, kau antarkan dia kerumah sakit sekarang" ujar kapten Stone yang menunjuk Joice yang sedang terduduk di pinggiran taman kecil sembari mengikat lengan nya dengan sebuah sapu tangan


Reymond ikut memandang Joice yang nampak kelelahan dan kesakitan, namun sama sekali dia tidak mengeluh. Bahkan Joice terluka karena menolong nya tadi.


Dan tanpa berkata apapun Reymond segera berjalan kearah Joice. Joice sedikit terkesiap saat tiba tiba Reymond meraih sapu tangan itu dan mengikatkan nya dilengan nya yang terluka


"Kita kerumah sakit sekarang" ajak Reymond. Joice sedikit mengernyit, namun dia segera menggelengkan kepala nya


"Tidak tuan, tidak perlu. Saya masih harus menolong teman teman yang lain" sahut Joice


Namun Reymond langsung berdecak dan segera menarik lengan nya. Membuat Joice langsung berdiri dan berjalan mengikuti Reymond yang membawanya kearah parkiran mobil mereka.


Puluhan orang tampak kesana kemari membawa mayat mayat yang gugur bergelimpangan disana. Sangat banyak, dan mayoritas nya adalah orang orang orang Jesica.


Tengah malam itu, semua orang disibukkan oleh penyerangan dimansion Kenzo. Namun kapten Stone sama sekali belum ada mengklarifikasi tentang apa yang sebenar nya terjadi, ataupun tentang Kenzo Barrent yang ternyata masih hidup. Dia masih menutup mulut. Semua akan dia serahkan pada Kenzo. Tuan Amerika itu harus mempertanggung jawabkan perbuatan nya yang telah membohongi publik selama ini.


...


Sementara didalam mansion, Angel dan Kenzo berjalan beriringan menuju kekamar Alena. Namun saat ditengah jalan, langkah Angel langsung terhenti dan menoleh pada Kenzo yang terlihat meringis sakit memegangi bahunya.


"Apa kau baik baik saja?" tanya Angel


"Ya, hanya luka ku yang terbuka lagi. Tidak masalah" jawab Kenzo


"Sepertinya kita tidak bisa menemui mereka dalam keadaan seperti ini" ucap Angel memperhatikan tubuh nya dan tubuh Kenzo. Tubuhnya penuh dengan bercak darah, sedangkan tubuh Kenzo juga sama, karena bahunya yang kembali berdarah.


Kenzo memperhatikan penampilan Angel yang sangat mengerihkan. Dress putih nya sudah dipenuhi dengan darah. Namun bukan nya ngerih, dia malah tertawa kecil


"Seperti nya kau terlalu bersemangat malam ini" goda Kenzo


Angel tersenyum dan mengangguk. Dia memandang pedang yang sudah berlumuran darah yang sejak tadi belum dilepaskan nya


"Aku sudah seperti psikopat bukan" jawab Angel dengan tawa kecil nya


"Bahkan lebih gila dari itu. Seperti nya jiwa pembunuh berdarah dingin mu masih begitu melekat Rose" kata Kenzo memandangi Angel yang berdecak sinis


"Yah, terkadang aku merindukan saat saat seperti ini. Kau tahu bahkan aku masih sering berlatih diam diam jika Cristian tidak ada" ucap Angel dengan senyum lucu nya membuat Kenzo juga ikut tertawa


"Pantas saja kemampuan mu masih begitu hebat. Bahkan aku tidak menyangka jika istri seorang raja bisnis bisa setangguh ini" goda Kenzo. Angel langsung tertawa kecil mendengar nya. Mereka sambil berjalan kembali kearah kamar Angel dan Cristian.


"Apa kau lupa, dulu aku pernah menjadi kekasih king Aldrego. Setiap hari hanya pedang ini yang selalu aku pegang" jawab Angel


Kenzo terkekeh pelan dan mengangguk


"Kau benar. Rasanya waktu berputar begitu saja. Dulu aku tidak tahu bagaimana aku hidup tanpa mu. Tapi sekarang, semua terlewati begitu saja" gumam Kenzo


Angel langsung memandang wajah Kenzo. Wajah tampan yang pernah mengisi masa masa sulit nya dahulu


"Kau masih bisa bahagia tanpa aku bukan. Dan sekarang, kau sudah menemukan kebahagiaan itu. Kebahagiaan yang akan menjadi milikmu" ucap Angel


Kenzo tersenyum dan mengangguk. Dia juga membalas tatapan mata tajam yang dulu sangat digilai nya. Wanita yang menjadi permata hati nya. Wanita tangguh satu satunya dalam kehidupan seorang Kenzo Barrent


"Meskipun begitu, aku tetap berharap kau juga selalu bahagia bersama Cristian" pinta Kenzo


"Tentu saja. Dan kebahagiaan ku akan lengkap jika kau juga bisa bahagia bersama Alena" balas Angel


"Tentu. Tetap lah jadi Angel yang lemah lembut. Jangan lagi geluti dunia hitam itu" pinta Kenzo


Angel mendengus senyum dan mengangguk


"Sejak kejadian itu, aku sudah melepaskan semua nya Al. Dan mulai dari sekarang, kau pun harus begitu. Menjadi seorang tuan Amerika dengan sejuta pesona dan hidup bahagia bersama Alena. Jangan lagi menggila dengan semua eksperimen mu" balas Angel pula


"Akan aku usahakan" jawab Kenzo


"Yah, jika tidak. Aku pastikan Alena mu akan jantungan setiap hari" ucap Angel yang kembali melanjutkan langkah nya


"Kau benar. Dan sekarang aku merasakan apa yang kau rasa" kata Kenzo lagi


Mereka tertawa bersama malam itu. Malam yang benar benar melelahkan. Tapi semua nya sudah berakhir. Musuh Kenzo sudah tidak berkutik lagi. Meski Kenzo sedikit kecolongan, namun semua bisa teratasi. Dan lagi lagi, semua berkat pertolongan Angel dan Cristian. Yah, mungkin hidup Kenzo memang tidak bisa jauh dari mereka. Tidak ditakdirkan untuk bersama sebagai pasangan hidup, tapi mereka ditakdirkan untuk tetap saling membantu dan mendukung.