ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Kericuhan Di Butik Alena



Siang itu dibutik Alena terjadi kericuhan akibat Mike dan orang orang nya yang mencoba menerobos masuk kedalam.


Lian dan karyawan Alena yang lain tampak begitu ketakutan, begitu juga beberapa pengunjung yang menjadi sandra nya, pasal nya orang orang yang berjaga didepan butik mereka sudah tidak banyak lagi, hanya tersisa tiga orang saja. Dan tentu saja itu membuat Mike dengan mudah menghadapi mereka. Jhon bahkan sudah tergeletak lemas disudut luar gedung butik itu.


Mike mengenakan masker dan sebuah topi untuk menyamarkan keberadaan nya, dia tidak ingin para polisi yang sedang mencari nya bisa menangkap nya dengan mudah.


Dia berjalan masuk kedalam dengan tatapan mata yang begitu tajam, pandangan mata nya mengedar kesegala penjuru butik. Semua karyawan Alena terlihat meringkuk ketakutan disudut ruangan, begitu pula dengan Lian.


Dia tidak tahu siapa pria ini, namun sedari tadi hanya Alena yang dicari nya, sedangkan Lian sendiri tidak tahu dimana Alena berada, dia hanya diberi tahu Edward jika urusan butik kini menjadi tanggung jawab nya, Alena akan membantu nya bekerja dari jauh, dan pria batu itu tidak memberi tahu nya dimana Alena kini berada.


"Aku tanya sekali lagi, dimana Alena!!!" Teriak Mike dengan suara yang begitu menggelegar membuat Lian dan karyawan yang lain begitu ketakutan


"Ka.. kami tidak tahu tuan!!" Ucap Lian dengan suara yang bergetar penuh


"Kau asisten nya bukan, mustahil jika kau tidak tahu. Jika kau tidak ingin memberi tahu dimana keberadaan nya, maka kau yang aku habisi" desis Mike menatap tajam Lian yang berlutut didepan nya. Gadis itu benar benar ketakutan saat ini, ingin meminta tolong dan menghubungi Edward namun ponsel mereka semua sudah diambil alih oleh Mike dan orang orang nya.


"Nona Alena sudah dua hari tidak datang kebutik tuan, sungguh kami tidak tahu dimana keberadaan nya" ucap Lian yang sudah ingin menangis sekarang


Bruakkk


Mike langsung menendang Lian hingga gadis itu tersungkur menabrak meja. Karyawan dan beberapa pengunjung langsung berteriak histeris melihat nya.


"Dasar tidak berguna!!" Bentak nya


Dua orang anak buah nya baru saja turun dari lantai atas butik itu dan langsung mendekat kearah Mike.


"Nona Alena tidak ada diatas tuan, hanya ada pekerja nya disana" ungkap pria itu pada Mike


"Sialan, dia pasti dikediaman Kenzo Barrent " gumam nya begitu murka


"Hancurkan butik ini dengan cepat dan bersih, jangan sampai polisi menemukan jejak kita" ungkap Mike pada orang orang nya. Mereka langsung mengangguk dan mulai menghancurkan butik milik Alena. Semua pakaian yang terpajang rapi mereka hamburkan bahkan ada beberapa yang mereka sobek.


Kaca kaca etalase butik itu mereka pecahkan hingga membuat Lian dan yang lain nya menangis ketakutan. Mike segera pergi meninggalkan butik itu, dia harus menemukan keberadaan Alena. Dan dia harus merencanakan sesuatu yang besar untuk menghancurkan Kenzo Barrent. Dan dia akan meminta bantuan Jesica dan kakak nya kali ini.


Kenzo Barrent tidak bisa dibiarkan, dia yakin mereka pasti selamat setelah terjun kedalam sungai malam itu. Kenzo Barrent bukan lah orang yang lemah, dan Mike tahu itu.


.....


Di Barren'ts Agency....


Kenzo baru saja tiba diperusahaan nya setelah sebelum nya dia mengadakan meeting di sebuah perusahaan cabang nya.


Dia berjalan dengan penuh wibawa hingga membuat semua karyawan dan juga model model yang berseliweran digedung itu menoleh kagum pada pesona nya.


"Selamat siang Presdir" sapa mereka semua dengan tubuh yang membungkuk hormat. Kenzo hanya diam tanpa membalas sapaan mereka. Dia terus berjalan bersama Edward dan para staf lain dibelakang nya menuju ruangan nya dilantai atas gedung megah itu.


Didalam lift tiba tiba ponsel Edward bergetar, dia langsung mengecek nya dan ternyata sebuah pesan dari penjaga dibutik Alena yang mengabarkan jika ada komplotan yang menghancurkan butik Alena, dan mereka tidak bisa menghadang nya karena mereka kalah jumlah.


Edward langsung menoleh pada Kenzo yang berdiri sedikit didepan nya.


"Tuan" panggil Edward membuat Kenzo langsung menoleh kearah nya


Edward langsung menyerahkan ponsel nya pada Kenzo agar staf mereka tidak ada yang mengetahui pembicaraan ini.


Wajah Kenzo terlihat mengeras setelah membaca pesan diponsel Edward. Dia kembali menyerahkan ponsel itu pada Edward tanpa berbicara apapun. Dan pada saat itu juga pintu lift terbuka karena telah tiba ditempat yang dituju. Kenzo segera melangkahkan kaki nya untuk masuk kedalam ruangan nya diikuti oleh Edward. Sedangkan staf yang lain masuk kedalam ruangan mereka masing masing.


Didalam ruangan, Kenzo duduk dengan wajah menatap tajam pada Edward yang berdiri didepan meja nya.


"Kau tidak menempatkan orang dibutik itu?" Tanya Kenzo dengan raut wajah yang begitu kelam membuat Edward sedikit gentar melihat nya


"Hanya ada beberapa orang king, Jack dan lain nya bertugas menjaga disekitaran rumah kapten Stone" jawab Edward


"Sialan Mike, seperti nya dia tidak takut dengan nyawa nya yang diincar polisi" geram Kenzo


"Pergilah urus orang orang dibutik Alena, dan perbaiki kembali butik itu, jangan sampai Alena mendengar berita ini." Ucap Kenzo pada Edward yang langsung mengangguk.


"Baik king, saya permisi" pamit Edward dan Kenzo hanya mengangguk saja.


Edward segera keluar dari ruangan Kenzo dan bergegas pergi menuju kebutik milik Alena. Jangan sampai ada sesuatu hal yang membuat nya marah nanti.


Sedangkan saat ini Kenzo terlihat memikirkan sesuatu. Dia harus menggencarkan aksi nya malam ini, tidak bisa dibiarkan. Mike harus segera musnah, jika tidak Alena dan orang orang nya pasti akan susah karena kelakuan pria gila itu.


...


Hampir dua jam mengendarai mobil nya dan Edward baru tiba dibutik milik Alena, orang orang nya sudah lebih dulu membereskan kekacauan itu. Dan kini yang tersisa hanyalah butik kosong yang tampak berantakan dengan kaca kaca yang hancur dan berserakan dilantai.


Edward berdiri dengan tangan yang dimasukan kedalam saku celana nya. Pria berwajah datar dan sangar itu terlihat mengeraskan rahang nya. Seperti nya musuh king nya kali ini memang akan menghancurkan apa saja yang didapat nya. Dia hanya orang bodoh yang tidak sayang nyawa, dan sial nya dia memiliki backingan yang cukup berat sehingga mereka tidak bisa bertindak gegabah.


Edward tampak menoleh kebelakang dimana sebuah mobil Lamborghini Gallardo mewah tampak berhenti. Dia tahu siapa pemilik mobil ini, dan sebentar lagi kepala nya pasti semakin pusing.


Seorang gadis keluar dengan kaca mata hitam dimata nya, namun dia segera melapaskan nya dengan mata yang terbuka lebar bahkan mulut nya terlihat terperangah menatap butik Alena.


"Oh my God!!! Apa yang terjadi Ed???" Tanya gadis yang tidak lain adalah Clara itu. Dia benar benar terkejut melihat kaca depan butik Alena yang hancur berantakan, bahkan dapat dia lihat orang orang Edward masih memunguti pakaian yang berserakan didepan butik itu. Sedari pagi setelah dari mansion Kenzo, Clara kesana kemari mencari keberadaan Alena, dan siang ini dia kembali kebutik Alena untuk menunggu Alena disini, namun dia malah dibuat terkejut dengan penampakan ini.


Clara hendak masuk kedalam butik itu untuk memastikan apa yang terjadi, namun Edward langsung menarik tangan nya dengan cepat.


"Jangan masuk nona, bahaya, banyak pecahan kaca didalam sana" ucap Edward sembari melepaskan tangan Clara


"Apa yang sebenar nya terjadi, siapa yang melakukan ini" tanya Clara dengan wajah cemas nya


"Mike dan orang orang nya yang mencari keberadaan nona Alena" jawab Edward


"Oh my God, kurang ajar. Alena pasti sedih jika mengetahui ini" gumam Clara terlihat sedih menatap butik yang hancur itu, dia tahu ini adalah butik impian Alena dari kakak nya


"Nona Alena tidak akan tahu jika anda tidak memberitahu nya" ucap Edward membuat Clara mendengus kesal menatap nya


"Sebaik nya anda kembali kerumah nona, jangan berkeliaran dan menyusahkan orang lain" ucap Edward yang langsung berbalik arah meninggalkan Clara yang melebarkan mata nya mendengar perkataan Edward.


"Kurang ajar kau. Beri tahu aku dulu dimana Alena berada!!" Teriak Clara pada Edward yang belum jauh dari tempat nya berdiri.


"Edward!!!" Teriak Clara lagi membuat Edward langsung menghela nafas lelah. Suka sekali nona nya ini berteriak, seperti dihutan saja.


"Dirumah teman anda" jawab Edward membuat Clara lagi lagi berdecak kesal. Pria batu ini memang tidak jauh berbeda dari kakak manekin nya itu. Memang menjengkelkan.


Clara langsung berlari dan menarik lengan Edward membuat pria itu langsung menghentikan langkah nya yang ingin masuk kedalam mobil nya.


Dia berbalik dan menatap Clara dengan wajah datar nya


"Beri tahu aku dimana dan siapa teman ku itu, kau ini seperti kak Ken saja, menyebalkan, kalian kira aku cenayang yang bisa menebak maksud kalian ha" seru Clara kesal, tangan nya masih memegang lengan Edward dengan kencang


"Saya tidak ingin memberi tahu nya" jawab Edward


"Jika kau tidak ingin memberi tahuku, maka aku tidak akan melepaskan mu" ancam Clara dengan mata yang memicing


"Coba saja" tantang Edward yang kembali memutar langkah nya dan ingin masuk kedalam mobil namun tangan Clara masih menahan nya


"Ayo lah Ed, beritahu aku" pinta Clara yang terlihat begitu kesal


Edward berniat melepaskan lengan nya, namun Clara malah semakin mencengkram nya dengan erat


"Beritahu aku dulu!!" Teriak Clara ditelinga Edward membuat pria itu sedikit meringis dan menatap Clara dengan sedikit kesal.


"Bukan wewenang saya memberitahu nya nona" kata Edward sedikit menekan suara nya. Adik Kenzo Barrent ini memang sedikit lain dan selalu menyusahkan nya sejak dulu


"Aku tidak perduli, cepat katakan Ed" ucap Clara lagi


"Tidak" sahut Edward


"Edward!!!!" Teriak Clara sembari tangan nya menarik narik lengan Edward membuat pria berbadan tegap itu benar benar risih saat ini. Apalagi orang orang nya yang kini mencuri pandang pada mereka.


"Edward jika kau tidak memberitahuku, maka aku akan mengikutimu kemana pun kau pergi" ucap Clara yang langsung masuk kedalam mobil Edward. Edward menatap nya dengan jengah, seperti nya dia akan sibuk satu hari ini


Edward membiarkan Clara yang sudah duduk didalam mobil nya dengan wajah yang ditekuk, dan dia juga masuk kedalam mobil dan duduk dibelakang kemudi.


Edward mulai menjalankan mobil nya dengan wajah datar nya tanpa memperhatikan Clara yang menatap nya dengan sadis. Dia ingin tahu seberapa lama Clara bisa bertahan didekat nya.


"Kau benar benar tidak ingin memberitahuku ya" ucap Clara menatap Edward yang hanya fokus pada jalanan didepan nya


"Tidak" jawab Edward singkat


"Oke, tidak masalah, aku akan menghantui mu setiap saat" ancam Clara dan Edward hanya mengendikan bahu nya.


Clara mendengus kesal melihat nya, dia melipat tangan nya didepan dada dan menatap kearah jendela dimana jalanan ini malah menuju kesebuah rumah sakit milik ayah nya.


"Untuk apa kita kerumah sakit?" Tanya Clara pada Edward


"Untuk menjenguk orang sakit" jawab Edward


"Aku tahu Ed!!! Tapi siapa yang sakit, astaga!!" Geram Clara


"Manusia" jawab Edward masih dengan jawaban yang begitu singkat dan terdengar begitu mengesalkan bagi Clara


"Mati saja kau!!! Dasar pria batu!!!" Umpat Clara dengan wajah yang begitu kesal dan Edward hanya tersenyum tipis melihat nya, sangat tipis.


Dia memarkirkan mobil nya didepan lobi rumah sakit, dan langsung disambut oleh sekuriti disana. Setelah melemparkan kunci mobil nya pada sekuriti itu, Edward langsung berjalan masuk kedalam rumah sakit itu dan masih diikuti oleh Clara. Meski kesal namun gadis itu juga begitu penasaran siapa yang ingin dijenguk oleh Edward.


Mereka memasuki ruang VVIP dan dapat Clara lihat seorang gadis terbaring dengan kepala nya yang diperban.


"Lian" gumam Clara membuat gadis yang ternyata adalah Lian itu langsung menoleh dan begitu terkejut dengan kedatangan Edward bersama dengan Clara.


"Nona Clara" sapa Lian sembari berusaha untuk duduk namun Clara langsung menghalangi nya.


"Jangan bergerak, berbaring saja." Ucap Clara yang kini sudah berdiri disamping nya, sedangkan Edward berdiri dibelakang Clara menatap kondisi Lian yang hanya berani melirik nya saja


"Bagaimana keadaan mu, apa yang terjadi?" Tanya Clara


"Kondisi saya tidak apa apa nona, hanya cidera sedikit dikepala. Saya juga tidak mengerti apa yang terjadi, tapi tadi seorang pria datang bersama anak buah nya, mereka mencari nona Alena dan menghancurkan butik nona Alena" ungkap Lian dengan wajah yang masih terlihat ketakutan dan begitu sedih


Clara langsung mengusap lengan gadis itu


"Tidak apa apa, semua bisa diperbaiki lagi. Sekarang fokus lah pada kesehatan mu" ucap Clara


"Tapi bagaimana dengan butik, saya tidak bisa menjaga nya dengan baik" ungkap Lian melirik Edward yang masih menatap nya dengan wajah datar


"Bukan salahmu. Dan jangan berlebihan. Kau bisa bekerja dari rumah setelah ini, aku akan mengantarmu ketempat nona Alena jika keadaan mu sudah pulih" ucap Edward pada Lian membuat Clara langsung menoleh kearah nya dengan begitu sadis


"Hei, sedari tadi aku bertanya tapi kau tidak ingin memberi tahu dimana Alena berada, dan sekarang dengan mudah nya kau ingin mengantarkan Lian pada Alena, kau memang pilih kasih Ed" geram Clara begitu kesal


"Nona Alena butuh Lian untuk menyelesaikan tanggung jawab nya" jawab Edward


"Aku sahabat nya, dan dia pasti butuh teman" ucap Clara masih dengan wajah kesal


"Untuk masalah itu bukan urusan saya" sahut Edward membuat Clara terlihat begitu murka.


"Mati saja kau!!!" Bentak Clara dan ingin menendang kaki Edward, namun dengan sigap Edward mengelak dan menatap Clara dengan wajah datar nya


Lian hanya menatap heran mereka berdua, ada apa dengan nona muda itu, batin nya bingung.