
Kenzo terbangun dari tidur nya. Dia duduk disamping tempat tidur dengan rambut yang acak acakan, namun tetap saja pesona yang dimiliki nya tidak berubah sedikit pun. Tetap tampan dan sangat seksi untuk ukuran seorang pria dewasa.
Mata nya mengernyit saat hidung nya mengendus sesuatu yang benar benar lezat hingga membuat perut nya terasa lapar sekarang.
Dilirik nya jam yang baru menunjukan pukul delapan pagi.
Ya, tidur dua jam sudah cukup membuat nya bertenaga kembali.
Kenzo masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan diri nya disana.
Setelah selesai, dan mengenakan pakaian nya. Hanya kemeja bewarna biru muda dan celana hitam. Namun cukup membuat nya terlihat sangat segar dan tentu nya mempesona.
Kenzo berjalan keluar kamar mencari dimana sumber aroma itu berada. Dia tahu jika ini pasti ulah Alena.
Dan benar saja, ketika sampai didapur nya, dia melihat Alena sedang menghadap kearah kompor dan tengah mengaduk sesuatu yang dimasak nya disana.
Lagi lagi Kenzo harus melihat pemandangan yang membuat mata nya segar hari ini, ya meskipun jantung nya mulai bergemuruh sekarang.
Bagaimana tidak, lagi lagi gadis itu hanya memakai kemeja nya, dan kaki jenjang yang mulus itu terpampang indah dihadapan Kenzo. Apalagi dengan rambut yang digulung asal dan menampilkan leher nya yang menggoda. Benar benar mampu membuat seorang Kenzo Barrent tergoda melihat nya.
Kenzo langsung meraup wajah nya dengan kasar
'sial, apa yang aku fikirkan' batin nya.
Ratusan, bahkan sudah ribuan wanita cantik dan seksi bahkan nyaris telanjang sudah pernah dilihat nya. Tapi kenapa dengan Alena dia terasa berbeda. Gadis itu seperti memiliki aura yang sangat kuat yang mampu memikat nya.
Bahkan dengan kekasih nya dulu Kenzo tidak seperti ini. Dengan Alena , nafsu nya seperti selalu bergejolak hebat, padahal Alena hanya lah orang asing yang tiba tiba masuk kedalam kehidupan nya, atau dialah yang mungkin masuk kedalam kehidupan Alena.
Alena mematikan kompor nya. Dan langsung menaruh masakan nya diatas piring.
Lagi lagi dia tertegun saat membalikan badan ternyata Kenzo telah ada disana dan berdiri menatap nya
"Kau sudah bangun" sapa Alena sembari meletakan seporsi sayuran dengan irisan daging cincang itu
"Hmm, apa kau sudah mandi?" Tanya Kenzo menatap Alena dengan wajah datar nya. Namun pertanyaan itu seolah sedang mengejek nya
Alena mencebikan bibir nya sembari mengambil dua buah piring didalam lemari
"Bahkan aku sudah berendam didalam bak mu berjam jam" dengus Alena
"Dan kau mencuri kemeja ku lagi" balas Kenzo yang kini sudah duduk dikursi nya
Alena meletakan piring untuk Kenzo dihadapan pria itu yang mengamati pergerakan Alena dengan tenang
"Akan aku kembalikan En, kau ini pelit sekali. Aku tidak punya baju disini" jawab Alena
"Kau mau yang mana" tanya Alena yang berdiri disamping Kenzo, sangat dekat hingga Kenzo dapat merasakan aroma harum tubuh gadis muda itu
"Semua nya" jawab Kenzo membuat Alena langsung tertawa
"Kau terlihat sangat lapar tuan" ucap Alena yang mengambil kan beberapa macam masakan yang dimasak nya
"Hmm" gumam Kenzo yang melirik Alena disebelah nya.
"Apa?" Tanya Alena saat tahu Kenzo memperhatikan nya
"Jangan bilang kau juga tidak mengganti dalaman mu Alena" kata Kenzo membuat Alena langsung bergeser menjauh dan menutup kedua aset kembar nya
"Aku tidak memakai nya" ucap Alena terbahak namun Kenzo malah mendengus. Karena sedari tadi itulah yang tampak dimata nya.
Dua bukit kembar itu benar benar menghancurkan otak cerdas nya, dan membuat fikiran nya melayang entah kemana.
"Dasar gila" umpat Kenzo membuat Alena berdecak kesal sembari duduk dikursi nya
"Enak saja kau mengatai ku gila. Aku memakai ****** ***** mu yang masih baru, tapi sayang nya kau tidak memiliki bra" ucap Alena asal membuat Kenzo hampir tersedak air minum yang baru diminum nya
"Alena" seru Kenzo dengan wajah kelam nya
"Hehe, aku bercanda Enzo. Kau ini cepat sekali marah nya" gerutu Alena yang mengerucutkan bibir nya
"Kau benar benar. Lain kali bawalah pakaian ganti mu" kata Kenzo kesal. Alena selalu bisa merubah mood nya dengan cepat, terkadang gadis ini membuat nya iba, terkadang membuat nya tersenyum dan terkadang seperti ini, terasa sangat menyebalkan dengan wajah polos nya itu.
"Iya" jawab Alena menurut
Mereka makan dalam diam, namun tampak lahap. Meski Alena makan seada nya karena dia tidak begitu berselera.
Kenzo hampir menghabiskan semua masakan Alena, dan tentu saja itu membuat Alena merasa sangat dihargai dan senang bukan kepalang.
Alena membersihkan meja makan itu dan mencuci piring nya setelah mereka selesai makan. Sedangkan Kenzo seperti biasa sibuk dengan ponsel nya diruang tamu.
Setelah beres, Alena langsung menyusul Kenzo keruang tamu dan langsung duduk disamping Kenzo yang hanya melirik nya sekilas. Mata nya masih sibuk dengan segala laporan yang ada disana. Dan beberapa kali pula dia menerima telepon dari seseorang.
'dia orang yang selalu sibuk' batin Alena memperhatikan Kenzo dengan lekat. Terkadang dia tersenyum dan terkadang dia menghela nafas nya karena bosan.
Hingga hampir lima belas menit Alena menunggu barulah Kenzo meletakan ponsel nya dan menatap Alena yang duduk disebelah nya
"Aku mau pergi bekerja. Kau mau disini atau kembali kebutik?" Tanya Kenzo
"Kebutik saja. Aku ingin menyelesaikan tugas ku. Pesanan pelanggan ku juga banyak sekarang" jawab Alena
"Baiklah" kata Kenzo yang langsung kembali melihat ponsel nya, namun beberapa saat kemudian dia kembali menatap Alena dengan mata yang memicing.
"Kenapa kau masih disni?" Tanya Kenzo, membuat Alena mengernyit
"Aku menunggu mu. Ini tasku" jawab Alena yang dengan begitu polos sembari menunjuk tas yang berada diatas paha nya
Cletak
"Kau mau keluar dengan baju seperti ini" ucap Kenzo menatap Alena yang langsung melihat tubuh nya
"Kenapa memang nya?" Tanya Alena yang masih belum mengerti membuat Kenzo mendengus frustasi. Dia sudah menahan segala fikiran liar nya melihat gundukan yang tidak terlindungi itu. Untung nya kemeja itu tebal sehingga tidak transparan. Namun tetap saja bentuk nya sesekali menonjol membuat imajinasi Kenzo melayang
"Alena, cukup aku yang melihat mu seperti ini. Dan jangan yang lain." Kata Kenzo dengan tatapan tajam nya membuat Alena mengerut takut
"Lalu aku harus pakai apa" lirih Alena tertunduk
"Astaga, menyusahkan saja" gerutu Kenzo . Dia langsung menghubungi Edward dan meminta nya untuk membelikan Alena pakaian.
Alena langsung tersenyum manis melihat perhatian Kenzo pada nya.
Dan tidak lama kemudian, hanya lima belas menit Edward tiba diapartemen Kenzo.
Dia memencet bel apartemen itu, membuat Alena berdiri dan hendak membukakan pintu, namun Kenzo langsung menarik tangan nya hingga Alena terduduk kembali dan menatap Kenzo dengan bingung
"Diam disini" kata Kenzo tegas membuat Alena mau tidak mau mengangguk pasrah
Kenzo langsung berjalan dan membuka pintu apartemen nya, namun hanya sedikit membuat Edward mengernyit bingung.
Kenzo hanya menjulurkan tangan nya dan meraih paper bag yang ada ditangan Edward, lalu menarik nya dan langsung menutup pintu itu kembali membuat Edward terkesiap bingung.
"Ada apa, apa aku melakukan kesalahan" gumam Edward bingung
Kenzo langsung berjalan mendekati Alena dan duduk disamping gadis itu sembari meletakan paper bag itu diatas pangkuan Alena yang benar benar kembali membuat mata nya mengkilat karena paha mulus itu terpampang begitu jelas
"Ganti baju mu" kata Kenzo datar dan memalingkan wajah nya kearah ponsel yang ada dimeja
"Terimakasih, kau terbaik" ucap Alena yang langsung merangkul lengan Kenzo dan mengecup singkat pipi pria itu, membuat Kenzo tertegun dan menatap kearah Alena yang sudah berlari masuk kedalam kamar
"Astaga, apa dia sudah gila" gumam Kenzo dengan wajah yang tidak bisa diartikan
Sementara didalam kamar Alena menutup pintu dan bersandar didaun pintu itu sembari memegang dada nya yang bergemuruh
"Aku memang sudah gila, dia pasti marah setelah ini." kata Alena dengan wajah yang memerah
"Ah masa bodoh. Aku harus menikmati waktu ku dengan nya sebelum aku pergi dari kehidupan nya nanti" gumam Alena, namun kali ini, nada suara nya terdengar begitu getir
...
Ditempat lain....
Dimansion keluarga Frederick, Thomas dan Mike sedang sarapan bersama pagi itu.
Wajah Mike terlihat begitu kesal dan dingin membuat Thomas mengernyit bingung melihat nya.
"sejak semalam kau terlihat gelisah. Ada apa?" tanya Thomas
Mike langsung menatap kakak nya dengan tatapan datar
"apa kau tahu sesuatu tentang Kenzo Barrent?" tanya Mike membuat Thomas mengernyit
"ada apa dengan tuan Amerika itu?" tanya Thomas kembali, dan kali ini Mike terlihat menghela nafas nya
"hei, jangan bilang kau bermasalah dengan orang itu" terka Thomas
Mike langsung mengendikan bahu nya
"seperti nya begitu. Kau tahu kak, dia terlihat dekat dengan gadis itu" ungkap Mike dan kali ini Thomas kembali mengernyit
"benarkah, aku tidak pernah mendengar jika tuan Amerika itu menjalin hubungan dengan seorang gadis. Dan aku rasa itu hal yang mustahil Mike, mengingat dia adalah orang nomor satu dinegara ini, tidak mungkin selera nya hanya gadis biasa, apalagi gadis penebus hutang itu" kata Thomas yang belum tahu siapa Kenzo Barrent sebenar nya
"entah lah. Tapi aku lihat dia seperti menjaga gadis itu" sahut Mike
"mungkin hanya sekedar kenal" sanggah Thomas
"ya semoga saja. Jika lebih dari itu, maka dia akan menjadi musuh ku nanti nya" kata Mike geram dan Thomas langsung terkekeh melihat nya
"kau harus berhati hati Mike. Dia bukan orang sembarangan. Kehidupan nya terlihat misterius, dan kau juga harus ingat, dia bisa membuat bisnis mu hancur dalam sekejap jika kau mengusik nya" ucap Thomas, dan Mike langsung berdecih sinis mendengar nya
"aku tidak perduli. Gadis itu milik ku, meskipun dia hebat aku tidak akan takut untuk menghadapi nya" kata Mike begitu kesal jika mengingat saingan nya adalah seorang Kenzo Barrent pria yang sangat berpengaruh di Amerika
"hahaha, seperti nya kau sudah jatuh cinta pada mainan mu" goda Thomas
"maka dari itu aku tidak akan melepaskan gadis itu meski saingan ku adalah pria itu" kata Mike begitu yakin, bahkan tatapan mata nya benar benar tajam sekarang
"terserah kau saja. Aku sudah memperingatkan mu, aku bisa saja membantu mu, tapi nanti ketika aku sudah berhasil menghabisi king Aldrego" ungkap Thomas
"ya, tidak masalah" jawab Mike
Mereka belum mengetahui, jika orang yang mereka perdebatkan adalah orang yang sama. Orang yang ingin mereka hancurkan.
Dan apa reaksi mereka jika mengetahui mereka memiliki musuh yang sama?
Apakah mereka akan hancur nanti nya, atau Kenzo yang akan hancur?
...
*next ..
jangan lupa like dan komen nya ya
terimakasih sudah membaca*