ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Serangan Mike



Di Mansion keluarga Frederick.


Suara pecahan vas vas bunga dan beberapa pajangan terlihat saling bersahutan didalam mansion itu. Ruangan tengah mansion itu kini sudah seperti kapal pecah yang baru saja terkena serangan bom atom.


Semua pelayan dan penjaga ketakutan dan bersembunyi disebalik dinding untuk menghindari amukan Mike yang menggila. Tidak ada satupun dari mereka yang berani mendekati pria itu.


Pria bertato itu baru saja mengetahui jika perusahaan dan semua bisnisnya berada diujung tanduk dan diambang kehancuran.


Semua bisnis ilegalnya terkuak di media, dan saat ini dirinya sedang dalam pencarian polisi dan agen Hawai. Bahkan dia tahu sebentar lagi anggota kepolisian Amerika pasti akan mencarinya disini.


Wajah Mike memerah bahkan terkesan sangat menyeramkan. Tangannya bahkan sudah nyaris terluka akibat memukul dinding dan beberapa vas bunga yang ada di depannya.


"Aaaarggghhhh, sialaaaan!!!!!!" Teriaknya begitu menggelegar di seluruh sudut mansion, hingga membuat para pelayan semakin bergetar ketakutan.


"Apa yang kau lakukan Mike!!" Teriak Thomas yang baru tiba di mansion itu bersama dengan seorang wanita cantik dibelakangnya.


Dia langsung pulang kerumah ketika mendapat panggilan dari kepala mansion jika Mike sedang mengamuk saat ini.


"Mike berhenti!" seru Thomas kembali.


Dia menghentakkan tubuh Mike Kedinding dengan kuat, hingga membuat pria bertato itu terdiam dan tertunduk.


"Hancur, kau lihat kak, semua nya hancur! semua bisnis ku hancur, aaarrgghhh!!!" Teriak Mike. Dia kembali menendang sebuah guci besar yang ada di dekatnya.


Thomas langsung menghindar dan menatap tajam Mike yang menggila itu. Sedangkan wanita cantik yang datang bersama Mike hanya berdiri diam sembari memainkan jari kukunya, dan tidak lama dia langsung berjalan menuju sofa tidak jauh dari tempat Mike berada. Dia duduk santai melihat kemarahan kedua kakak beradik itu.


"Mike, diam dan tenang lah, jangan gila seperti ini!" Thomas berseru kuat, namun Mike tidak perduli.


Thomas yang melihat itu menggeram, dia langsung memukul wajah Mike hingga pria itu terpelanting kebelakang.


"Dasar bodoh. Redakan emosi mu itu! Kau tidak akan mendapatkan apapun jika kau seperti ini!" teriak Thomas begitu kesal.


Mike terdiam, dia mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya karena pukulan Thomas.


"Sekarang duduk dan jelaskan padaku, kenapa itu bisa terjadi!" ujar Thomas. Dia menatap tajam Mike sembari tangan.ya menunjuk sofa yang berada tidak jauh dari tempat mereka berdiri. Dimana wanita yang tidak lain adalah Jesica itu telah duduk dengan tenang disana.


Mike mendengus dan berjalan menuju sofa. Mereka duduk dengan pandangan yang begitu serius.


Dada Mike masih terlihat memburu, bahkan wajahnya masih merah menahan emosi.


"Ini pasti karena kau yang melawan Kenzo Barrent, Mike." ucap Thomas.


Mike berdecih sinis


"Dia yang melawan ku, dan dia yang merebut milik ku kak. Aku sama sekali tidak ada mengusiknya." sahut Mike begitu kesal.


"Sialan, sekarang kau sudah menjadi buronan, dan kau tidak bisa berada di mansion ini lagi." ungkap Thomas


"Kau mengusir ku!" kecam Mike, dia menatap tajam Thomas yang menghela nafas kesal.


"Dasar bodoh, kalau kau disini kau bisa ditangkap Mike, untuk sementara waktu kau bersembunyi ditempat Jesica. Kau akan aman disana!" ujar Thomas.


Mike langsung melirik Jesica yang menatapnya dengan senyum sinis.


"Aku tidak perduli, aku ingin menghancurkan dia seperti dia yang menghancurkan ku, aku juga tidak rela milik ku direbut oleh dia!" ucap Mike begitu geram.


"Tenang lah Mike, aku juga mempunyai dendam dengan Kenzo Barrent, kita bisa bekerja sama untuk itu, cukup hancurkan nama baiknya dan semua perusaahannya, aku rasa lebih mudah dari pada mencari keberadaan king Aldrego." sahut Jesica.


"Kau tidak tahu honey, perusahaan dan bisnisnya tidak pernah memiliki cacat sedikit pun, sangat susah untuk mencari kesalahan tuan Amerika itu." ungkap Thomas pada Jesica.


Wanita itu langsung berdecak sinis.


"Jika tidak bisa menghancurkan bisnisnya, maka kita hancurkan orangnya. Kalian mempunyai orang orang yang tangguh bukan. Dan tentu bukan hal yang susah untuk menghabisi seorang Kenzo Barrent." ucap Mike seraya dia menatap Thomas dan Jesica bergantian.


"Ya, sepertinya itu bukan ide yang buruk. Aku rasa Kenzo Barrent hanya menang nama baik saja." sahut Jesica yang belum tahu siapa sebenarnya Kenzo Barrent.


"Dan musuh kita bertambah sekarang," gerutu Thomas dengan wajah kesalnya.


Jesica terkekeh dan langsung mendekat kearah pria itu. Duduk disampingnya dan mendekatkan diri pada wajah Thomas


"Sabarlah honey, king Aldrego bukan orang sembarangan, kita butuh kekuatan yang cukup untuk menghancurkannya. Dan sembari mengatur siasat, aku ingin menghancurkan Kenzo Barrent terlebih dahulu." bisik Jesica ditelinga Thomas dengan suara yang begitu menggoda, Mike langsung berdecak sinis melihat pemandangan itu.


"Lalu kapan kita mulai melenyapkannya?" tanya Mike pada Jesica


"Malam ini." sahut nya cepat


"Aku begitu benci melihat orang yang berani meremehkan ku." geram Jesica dengan tatapan mata yang berubah menjadi tajam, setajam senyumnya yang mampu membuat orang lain menunduk takut.


...


Sementara di tempat lain.


Kenzo duduk dengan wajah datarnya yang menatap lurus kedepan. Saat ini mereka telah berada diperjalanan menuju mansion.


Hari sudah mulai larut, jalanan kota Newyork malam itu juga sudah mulai lengang.


Edward masih fokus pada kemudinya namun matanya sesekali menilik ke kaca spion mobil.


"Sepertinya ada yang ingin mencari masalah king," ucap Edward.


Kenzo hanya melirik sekilas ke kaca depan mobil.


"Kau tahu apa yang harus kau lakukan," ujar Kenzo , dia masih terlihat begitu santai dan tenang.


Edward tersenyum dan mengangguk.


Dia langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh namun kembali membanting stir dan bermanuver beberapa kali ketika dari arah depan dua buah mobil menghadang jalannya.


Kenzo langsung tersenyum sinis melihat itu.


"Sepertinya mereka sudah mulai bekerja," gumamnya.


"Saya rasa kali ini ulah Mike atau Jesica yang mengincar anda Presdir." Edward mengeluarkan pistol dari balik jasnya dan juga mengotak atik earphone mini ditelinganya.


"Keluarlah Ed, lindungi Presdir mu ini. Aku masih ingin menjaga nama baik ku sekarang," ujar Kenzo.


Edward terkekeh pelan, dia membuka pintu mobil dan langsung keluar.


Ya, kingnya itu harus menjalani dua peran sekaligus saat ini. Sebagai Kenzo Barrent dan seorang mafia Aldrego. Hidupnya selalu saja rumit, batin Edward.


Kenzo masih diam didalam mobil sembari memperhatikan Edward yang telah berdiri didepan mobil dan berhadapan dengan beberapa orang berbadan tegap, dia tahu itu adalah anggota Jesica, mafia Wearloft, terlihat dari tato dileher mereka.


Dari arah belakang juga ada dua mobil sudah mengepung mereka. Dengan orang yang sama pula.


Kenzo langsung mengernyit, saat melihat Mike turun dari mobil didepan nya, benar dugaannya, jika mereka bekerja sama kali ini.


Kenzo hanya menghela nafas sejenak dengan tangan yang bersidekap didada. Dia memperhatikan Edward dan Mike yang tengah adu mulut itu.


"Dimana tuan mu itu, jangan jadi pengecut!" Teriak Mike begitu kuat. Di tangannya memegang sebuah pistol berukuran sedang, lumayan.


"Hei Presdir keluar kau!!!" Teriak Mike dengan segenap emosinya.


"Mau apa kau?" tanya Edward dengan wajah datar nya membuat Mike berdecak sinis.


"Cih, dasar sialan, aku tidak ada urusan dengan mu. Aku hanya ingin tuan Amerika itu. Keluar kau sialan, dan kembalikan milik ku!" teriak Mike lagi . Kenzo yang mendengar itu didalam mobil hanya tersenyum sinis.


"Milik mu, sejak kapan," gumamnya


"Berhentilah berteriak , kau tidak jera hidup mu sudah hancur ha!" seru Edward pula, sepertinya dia sudah mulai terpancing emosi.


"Aku tidak akan puas sebelum kalian juga hancur," desis Mike.


"Kenzo Barrent keluar kau, dasar pengecut!!!" Teriak Mike lagi


"Kau mengatai Presdir pengecut, padahal kau sendiri yang pengecut. Hanya dengan satu tangan Presdir saja kau bisa kalah," ejek Edward. Dan tentu saja perkataannya itu membuat Mike semakin meradang.


Dor


Satu tembakan dilepas oleh Mike, namun dengan mudah Edward langsung mengelak dan membalas tembakan itu. Hingga adu tembak pun terjadi antara Edward melawan beberapa orang. Bukan hal yang sulit, namun cukup merepotkan membuat Kenzo langsung turun dengan gagahnya dari dalam mobil itu.


Mike langsung berdecak sinis melihatnya. Tiga orang anggota Wearloft sudah terkapar karena serangan Edward , kini tinggal dia dan tiga orang lainnya. Serta dari dua mobil dibelakang mereka belum ada yang keluar dan Kenzo tahu siapa yang ada didalam sana.


"Ada apa kau mencari ku" tanya Kenzo dengan wajah datar terkesan santai.


Satu tangannya dia masukan kedalam saku celana.


"Cih, kembali kan milik ku sialan. Aku tidak pernah mengusik mu, tapi kau menghancurkan semua yang ku punya, termasuk gadis itu!" ucap Mike begitu geram.


Namun Kenzo hanya tersenyum sinis.


"Ya kau memang tidak mengusik ku, tapi aku tidak suka caramu yang memperlakukan wanita dengan kasar," jawab Kenzo dengan santai.


"Apa perduli mu ha. Oh, jangan jangan kau juga menyukai gadis itu hm?" ucap Mike dengan senyum sinisnya, namun terlihat jelas amarah yang telah mendarah daging di dalam dadanya.


"Bukan urusan mu" sahut Kenzo.


"Sialan kau," umpat Mike dan dia langsung berlari kearah Kenzo yang masih terlihat tenang.


Satu terjangan kaki mendarat hampir kedada Kenzo namun pria tampan itu langsung menghindar dengan senyum yang terkesan angkuh.


"Kau tidak akan bisa menyentuhnya selama masih ada aku Mike," desis Kenzo sembari terus menghindari pukulan Mike, sementara Edward menghadapi tiga orang lainnya.


"Selera mu benar benar murahan," ucap Mike dengan nafas yang tersengal.


"Dia hanya akan menjadi murahan ditangan orang yang seperti sampah seperti mu!" balas Kenzo membuat Mike semakin meradang.


Namun belum sempat lagi Mike memukul, sebuah tembakan langsung melesat kearah Kenzo dari seorang wanita bertopeng dibelakangnya.


Dor


"Tuan awas!" teriak Edward.


Kenzo langsung mengelak dan peluru tidak sampai bersarang ditubuhnya, hanya lengannya saja yang tergores peluru itu.


Kenzo menatap wanita bertopeng itu dengan tawa kecilnya membuat Mike mengernyit heran begitu pula wanita itu.


Edward langsung berlari kearah kingnya untuk memastikan keadaan pria tampan itu.


"Anda baik baik saja tuan?" tanya Edward terlihat begitu khawatir, namun dibalik itu dia sama sekali tidak khawatir, karena dia tahu luka itu tidak akan terasa bagi seorang Kenzo Barrent.


"Ya, aku hanya sedikit terkejut melihat wanita bertopeng itu," jawab Kenzo.


"Semoga anda tidak tergoda," bisik Edward membuat Kenzo langsung menatap tajam kearahnya


Edward langsung mengalihkan pandangan matanya, karena dia tahu dia hampir saja membangunkan singa yang sedang tertidur.


"Siapa kau?" tanya Kenzo pada wanita bertopeng itu


Wanita itu hanya tersenyum sinis dibalik topeng. Dia kembali menodongkan senjata kearah Kenzo yang sama sekali tidak memegang senjata apapun. Dia memang sengaja, karena dia belum ingin musuhnya mengetahui jati dirinya sekarang.


Edward juga menodong kan senjatanya pada wanita itu, namun wanita itu terkesan santai dan tidak takut sama sekali.


"Menyerah lah Kenzo Barrent, kau akan mati setelah ini!" desis Mike yang juga menodongkan senjatanya, begitu pula beberapa anggota mereka yang lain, semua menodongkan senjata kearah Kenzo yang masih terdiam tanpa takut sedikit pun.


Dia menatap wanita itu dengan begitu serius, dan dia tahu wanita ini adalah Jesica, yang juga tidak ingin diketahui jati dirinya.


"Aku tidak takut," jawab Kenzo


"Kau memang mencari mati," desis Mike


dan


dor !!!!!