ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Kemunculan King Aldrego



Hari sudah gelap saat Alena tiba dirumahnya. Dia disambut oleh kapten Stone yang langsung mencecar nya dengan sejumlah pertanyaan. Tampak wajah cemas diwajah tua pria paruh baya yang masih terlihat gagah itu. Pasalnya siang tadi dia mendengar kabar jika Alena kembali diganggu oleh sekelompok orang tak dikenal. Tentu saja dia begitu mencemaskan keadaan putri nya, apalagi Alena baru tiba malam ini.


"Alena kau baik baik saja bukan?" tanya kapten Stone dengan mata yang mengamati seluruh tubuh Alena.


Alena langsung tersenyum dan mengusap lengan ayah nya.


"Tidak dad, aku baik baik saja. Bukankah tadi aku sudah bilang" jawab Alena, pasal nya sejak dia berada diapartemen Kenzo tadi, ayah nya ini sudah berulang kali menghubungi nya


"Daddy hanya takut kau diganggu lagi nak" Ucap kapten Stone


"Hanya preman jalanan, dan Jack bisa mengatasi nya" sahut Alena yang merangkul lengan kapten Stone masuk kedalam rumah


"Lalu kenapa pulang selarut ini" tanya kapten Stone lagi, dia memandang wajah Alena yang terlihat berbeda. Wajah nya tidak semurung biasa nya. Saat ini putri nya itu terlihat lebih segar dan ceria. Bahkan senyum yang dua minggu ini menghilang kini sudah dapat dia lihat kembali.


"Pekerjaan ku banyak dad" jawab Alena singkat


"Benarkah? Tapi seperti nya ada yang membuat putri daddy senang hari ini" ucap kapten Stone. Alena langsung memalingkan wajah nya yang tersenyum simpul. Entah dia bisa menyembunyikan keberadaan Kenzo atau tidak, rasa nya dia ingin mengadu pada ayah nya jika Enzo nya sudah kembali. Namun permintaan Kenzo membuat nya harus bisa menjaga sikap agar tidak ketahuan. Ini benar benar hal yang sulit untuk Alena lakukan.


"Ya, aku senang karena gaun yang aku siapkan untuk ajang diperusahaan Barrent's Agency sudah hampir jadi. Daddy harus menilai nya nanti, gaun itu begitu indah, semoga saja bisa menjadi salah satu yang terbaik" ungkap Alena pada kapten Stone yang langsung mengangguk dan mengusap kepala Alena


"Tentu, hasil rancangan mu pasti menjadi yang terbaik" jawab kapten Stone.


Saat ini mereka sudah berada diruang keluarga rumah mewah itu. Reymond belum kembali dari perusahaan, seperti nya kakak Alena itu sedang lembur malam ini.


"Apa daddy sudah makan?" tanya Alena pada kapten Stone, dia menyandarkan kepala nya dibahu kapten Stone yang mengusap lembut kepala nya.


"Sudah, daddy makan diluar bersama Joice sore tadi" jawab kapte Stone


"Joice, agen wanita itu?" tanya Alena dan kapten langsung mengangguk


"Ya, hari ini lumayan sibuk, ada rapat besar dikantor, tidak sempat makan siang, jadi Joice membawa daddy makan sore tadi" ungkap kapten Stone


"Daddy begitu dekat dengan dia" ucap Alena menatap kapten Stone dengan wajah polos nya.Kapten Stone langsung menarik gemas hidung Alena, seperti nya memang ada yang berbeda dengan Alena. Dua minggu berlalu dan baru hari ini mereka mengobrolkan sesuatu. Biasa nya sepulang dari butik Alena pasti akan langsung kembali mengurung diri dikamar.


"Joice merupakan agen terbaik diagensi. Daddy mengenal nya sejak daddy bertugas di California empat tahun yang lalu" jawab kapten Stone


"Daddy yang menugaskan nya disini?" tanya Alena lagi. Kini dia duduk dengan tegak dan menghadap pada kapten Stone yang mengangguk


"Ya, setelah dia membantu mengungkap bisnis ilegal Mike diHawai, daddy membawa nya ke Newyork. Dia cukup bisa diandalkan dalam setiap situasi" jawab kapten Stone


"Seperti nya dia wanita yang cukup tangguh" gumam Alena


"Umur nya sudah dua puluh lima tahun. Hanya berbeda dua tahun dengan mu. Dia sudah daddy anggap seperti putri daddy sendiri. Dia tidak lagi memiliki orang tua apalagi saudara" ungkap kapten Stone membuat Alena langsung terperangah


"Benarkah?" tanya Alena dan kapten Stone langsung mengangguk


"Hmm, orang tua nya adalah sahabat daddy. Mereka juga merupakan anggota FBI yang tewas akibat ledakan bom yang terjadi saat kerusuhan di Calivornia delapan tahun yang lalu" jawab kapten Stone dengan wajah yang terlihat mengiba.


"Dia sebatang kara, daddy kasihan melihat nya, apalagi saat itu daddy juga masih larut dalam kesedihan akibat kehilangan mu. Jadi dia yang bisa sedikit menghibur hati daddy" ungkap kapten Stone lagi


"Kenapa daddy tidak pernah membawa nya kemari?" tanya Alena


"Membawa nya kemari" kata kapten Stone lagi dan Alena langsung mengangguk antusias


"Ya, agar aku bisa berteman dengan nya, aku ingin menjadi wanita tangguh juga seperti dia" sahut Alena. Kapten Stone langsung tertawa lucu mendengar nya. Dia mengusap gemas pucuk kepala Alena yang terlihat bingung kenapa ayah nya malah tertawa. Padahal dia memang ingin bisa belajar bela diri dan tidak menyusahkan Enzo nya lagi.


"Cukup jadi putri daddy yang manis sayang. Tidak perlu menjadi wanita tangguh. Menjadi wanita tangguh hanya akan membawa mu dalam bahaya setiap saat" balas kapten Stone. Alena langsung mengerucutkan bibir nya dengan kesal.


"Dad, sepaling tidak aku bisa menjaga diriku sendiri dan tidak menyusahkan orang lain lagi" sahut Alena


"Kenapa berfikir seperti itu, bukankah kau sudah aman sekarang. Ada daddy dan Reymond yang melindungi mu. Kau cukup jadi princess daddy saja. Karena daddy juga yakin jika mendengar suara tembakan saja pasti kau sudah ketakutan" goda kapten Stone


"Daddy" rengek Alena pada kapten Stone yang tertawa lucu.


"Ah daddy benar benar merindukan putri daddy yang seperti ini. Dua minggu ini rumah benar benar sepi karena kemurungan mu" ungkap kapten Stone. Alena langsung terkesiap dan menatap sendu ayah nya


"Maaf dad, tidak seharus nya aku terpuruk dalam kehilangan itu. Tapi rasa nya benar benar sakit" ungkap Alena


Kapten Stone langsung mengusap wajah Alena dengan penuh kasih sayang


Alena langsung tersenyum getir mendengar nya, dia tertunduk dengan perasaan bersalah. Dia tahu ayah nya sudah begitu sibuk selama dua minggu ini untuk menangani kasus kehilangan Kenzo yang belum juga ditemukan, belum lagi tuntutan dari orang orang diluar sana terutama orang tua Kenzo. Tapi Alena juga tidak bisa memberitahukan nya karena Kenzo masih ingin bersembunyi dan menghancurkan musuh musuh nya. Alena juga tidak ingin menghancurkan rencana pria itu, apalagi Kenzo juga bilang jika dia tidak ingin melibatkan ayah nya dalam rencana nya ini. Jadi Alena harus bisa menahan diri untuk tidak memberi tahu siapapun, termasuk pada Clara.


Pilihan yang sulit, tapi dia harus bisa menjadi berguna untuk pria yang sudah menolong nyawa nya.


...


Dimarkas Black Eagle....


Thomas memandang datar beberapa orang yang berlutut dihadapan nya, tangan nya memainkan gelas berisi wine yang tinggal separuh lagi. Rahang nya mengeras namun senyum sinis terbit diwajah sangar itu.


Orang orang yang dia tugaskan untuk membunuh Alena baru saja tiba dan memberi kabar jika mereka digagalkan oleh seorang pria bertopeng yang tidak lain adalah king Aldrego yang selama ini mereka cari. Tentu saja itu menjadi kabar baik untuk nya, namun juga menjadi pertanyaan baru, kenapa king Aldrego bisa menolonng Alena? Sebuah kebetulan atau memang mereka saling kenal?


"Dia muncul secara misterius dan menolong gadis itu, ini sebuah kejutan. Apa mereka saling mengenal" gumam Thomas


"Seperti nya tidak tuan, dia hanya datang sendiri dan seperti biasa setelah menolong gadis itu dia juga langsung pergi tanpa melakukan apapun lagi" sahut salah seorang anggota kepercayaan nya, Domanic


"Aku harap begitu. Gadis itu harus mati, dia adalah orang yang harus bertanggung jawab atas kematian Mike" geram Thomas


"Kami akan berusaha kembali tuan" sahut Domanic


Thomas hanya terdiam namun mata nya langsung menoleh kearah pintu masuk dimana seorang pria yang merupakan anggota nya masuk dengan tergopoh gopoh membuat Thomas memandang nya dengan heran


"Lapor tuan, king Aldrego muncul dimarkas persenjataan kita dibukit Shine" ungkap pria itu membuat Thomas langsung berdiri dari duduk nya


"King Aldrego" gumam nya menggeram.


Dia langsung berjalan keluar diikuti oleh semua anggota nya. King Aldrego muncul, ini bukanlah suatu kebetulan. Entah apa yang direncakan oleh pria misterius itu. Namun Thomas memang harus waspada dengan kedatangan nya ini. Pria itu sudah membuat bisnis nya hancur sekali, dan kali ini tidak akan dia biarkan lagi. Dia rasa kekuatan nya bersama Jesica pasti akan bisa memusnahkan pria bertopeng yang tidak pernah dia tahu bagaimana rupa nya itu.


...


Diatas bukit dimana sinar bulan begitu terang menyinari langit malam kota Newyork malam itu. Seorang pira bertopeng dengan begitu gagah berdirj diatas puncak bukit tepat dipinggir tebing menghadap kegurun safana yang temaram karena sinar bulan.


Pandangan mata nya begitu tajam, seolah ingin membelah apapun yang lewat dipandangan nya. Tangan kanan nya memegang sebuah pistol andalan nya. Meski kecil, namun memiliki daya tembak yang luar biasa.


Tubuh tinggi, kekar dan begitu gagah dibalut dengan jaket kulit hitam membuat nya benar benar mempesona namun juga terlihat mematikan.


Dibelakang nya berdiri orang kepercayaan nya, pria berbadan besar yang memakai topeng itu juga tampak menatap datar kearah gurun dimana ada sebuah markas kecil berupa gedung tua yang menjadi target mereka malam ini.


"Apa semua sudah dipasang?" tanya pria yang tak lain adalah king Aldrego itu


"Sudah king, tinggal menunggu mereka datang" ungkap Edward


King Aldrego hanya tersenyum tipis nan sinis. Permainan akan dimulai, sudah lama sekali dia tidak bermain dengan senjata dan darah. Dan saat ini dia akan kembali kedunia hitam nya, meninggalkan sejenak nama baik dan popularitas nya sebagai presdir Kenzo Barrent pemilik model model cantik didunia.


Mulai malam ini dia akan keluar sebagai king Aldrego untuk membasmi orang orang yang ingin mengusik ketenangan nya. Meski dia tahu ini tidak akan mudah, apalagi jika mereka bersatu dan menemukan markas besar Aldrego milik nya.


Mata Kenzo berkilat dari balik topeng saat melihat rombongan Thomas telah tiba dimarkas nya. Malam ini dia hanya akan memberi peringatan untuk memulai permainan pada mereka.


"Lakukan Ed" ucap Kenzo


Edward langsung mengangguk dan membidik markas dibawah sana dengan senjata berkaliber besar yang dia letakan diatas bahu nya. Senjata yang jika ditembakan akan meledakan apapun yang terkena hantaman nya.


Dibawah sana mata Thomas langsung dapat menangkap dua orang bertopeng diatas bukit, karena memang cahaya bulan cukup terang malam itu.


"Sial!!" geram nya yang tidak jadi keluar dari malam mobil


"Lari menjauh semua!!" teriak Thomas pada seluruh anggota nya yang berlarian kedalam mobil mereka semua untuk menjauh dari markas persediaan senjata mereka.


Duaaarrrrrr


Ledakan besar langsung membuat gedung tua itu roboh separuh, puing puing nya tampak berhamburan dan menghantam apa saja yang ada disana. Bahkan beberapa orang orang Thomas ikut terpental terkena ledakan itu.


Kenzo tersenyum sinis dan membalikan tubuh nya meninggalkan tempat itu diikuti oleh Edward yang setia menemani nya. Dia juga puas dengan kemampuan nya yang sudah lama tidak diasah. Menjadi asisten seorang Kenzo Barrent sangat membosankan, dan malam ini dia seperti hidup kembali.


...


Jauh di ujung pinggiran tebing dibawah pohon, tanpa Kenzo dan Edward ketahui, seorang mata mata suruhan Jesica sejak tadi memantau pergerakan mereka.