ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Sudah Berakhir



Keesokan harinya...


Alena dan Kenzo sudah berada dilaboratorium profesor Brian siang ini. Keadaan Alena sudah cukup pulih sehingga Kenzo sudah bisa memeriksakan keadaan Alena dan membawa nya untuk ditelititi. Semoga saja jantung Alena sudah membaik dan kesakitan yang dia rasakan selama ini tidak sia sia. Kenzo sungguh sangat berharap Alena bisa sembuh tanpa harus operasi lagi.


Alena sudah berbaring diatas ranjang, disekitar dadanya sudah dipasang alat alat berupa kabel dan peralatan lain nya. Kenzo tidak mengerti itu. Namun dia tahu dan dapat melihat jika alat alat itu cukup membuat Alena ketakutan dan tidak nyaman.


Kenzo hanya menunggu sedikit jauh dari sana, memperhatikan Alena dengan lekat. Wajah Alena sudah tidak terlalu pucat tadi pagi. Namun karena harus menjalani pemeriksaan lagi, Alena menjadi takut hingga membuat wajahnya memucat kembali. Bahkan kini Alena tampak memejamkan matanya. Alena sama sekali tidak memperbolehkan Kenzo pergi meninggalkan nya sendirian. Dia benar benar sudah trauma dengan semua alat alat ini, dan juga dengan hasil pemeriksaan nya nanti.


Kapten Stone menunggu diluar bersama dengan Cristian yang memang ikut menemani Kenzo. Mantan rival nya itu cukup setia, padahal dia mempunyai pekerjaan yang cukup banyak. Namun karena ada Kenzo dia menjadi sering libur keperusahaan.


Cukup lama professor Brian memeriksa Alena, entah apa saja yang dia teliti dari layar monitor yang menampilkan detak jantung Alena disana. Namun dari raut wajah professor Brian, Kenzo sedikit tenang karena raut wajah itu tidak setegang pemeriksaan sebelumnya.


Satu jam kemudian, professor Brian mulai melepaskan kembali alat alat dari tubuh Alena, membuat Kenzo langsung berjalan mendekat kearah mereka.


"King.." panggil professor Brian langsung. Padahal Kenzo baru saja tiba dihadapan nya.


"Selamat, usaha kita membuahkan hasil" ucap Professor Brian begitu bahagia. Bahkan dia langsung meraih tangan Kenzo dan menjabatnya dengan bangga.


Kenzo tertegun sejenak, namun beberapa detik kemudian dia langsung tersenyum seraya memandang Alena dan juga professor Brian bergantian.


"Anda serius proff?" tanya Kenzo


Professor Brian langsung mengangguk dengan yakin.


"Ya, jantung nona Alena sudah sembuh dan normal kembali. Hanya tinggal masa pemulihan saja. Selebihnya sudah tidak ada yang perlu dirisaukan" jawab professor Brian.


"Ah ya Tuhan. Terimakasih. Terimakasih proff, aku berhutang nyawa padamu" Kenzo begitu bahagia, bahkan dia langsung memeluk sekilas lelaki tua berkepala botak itu.


"Ya, ini berkat kegigihan dan keyakinan anda king" balas professor Brian.


Kenzo kini beralih pada Alena yang tampak sudah menangis. Dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Akhirnya kesakitan nya sudah berakhir.


"Alena, kau dengar itu. Kau sembuh Ale. Kau sembuh" ucap Kenzo yang langsung memeluk Alena dengan erat.


Alena langsung terisak dalam pelukan Kenzo. Dia menangis begitu bahagia mendengar ini.


"Aku sembuh En.. Aku sudah tidak sakit lagi???" tanya Alena dengan isak tangisnya.


"Ya, kau sembuh sayang. Kau sembuh. Terimakasih sudah mau berjuang untuk ku" kata Kenzo seraya menciumi wajah Alena karena begitu bahagia.


"Ini berkat perjuangan mu juga" kata Alena.


Kenzo dan Alena tertawa bahagia dan kembali berpelukan. Hal yang paling mereka nantikan selama dua minggu ini. Kesakitan, ketakutan, dan kesedihan begitu menyayat hati. Dan sekarang, semuanya telah terbayar dengan kesembuhan Alena. Semoga Alena bisa sehat kembali dan ceria lagi. Hidup bahagia bersama Kenzo dan memiliki keluarga kecil sendiri.


Professor Brian tersenyum penuh haru memandang Kenzo dan Alena yang begitu bahagia. Dia juga ikut bahagia dan tentunya begitu berbangga diri, karena serum ciptaan pertama nya berhasil menyembuhkan kembali jantung Alena yang sempat rusak. Hanya dalam dua minggu, bukan kah itu menakjubkan. Sungguh, bahkan professor Brian sendiri tidak menyangka jika ini akan berhasil. Dia sudah sempat pesimis dan berkecil hati, juga sudah pasrah jika kepala nya akan dipenggal karena gagal menyelamatkan nyawa Alena. Namun nyatanya, dia malah berhasil, tentu saja dia begitu bahagia. Dia akan menjadi seorang ilmuan pertama yang berhasil menyembuhkan kerusakan pada jantung manusia dengan serum ciptaan nya.


Tidak lama kemudian, kapten Stone masuk bersama Cristian setelah dipanggil oleh professor Brian. Wajah kapten Stone begitu berbinar dan berkaca kaca mendengar professor Brian yang berkata jika usaha yang mereka lakukan selama dua minggu ini telah berhasil dan Alena sudah dinyatakan sembuh.


Kapten Stone langsung mendekat kearah Alena yang kini sudah duduk dan bersandar diranjang nya. Kenzo langsung mundur dan membiarkan kapten Stone meluapkan rasa bahagia nya itu.


"Terimakasih, aku benar benar bahagia. Dan ini juga berkat bantuan mu" jawab Kenzo.


Cristian tertawa seraya menepuk nepuk bahu Kenzo.


"Hei... kami hanya menyediakan tempat Ken, kau ini berlebihan" jawab Cristian. Dan kini gantian Kenzo yang tertawa seraya dia yang melepaskan pelukan nya.


"Ah, aku baru tahu jika tuan Amerika secengeng ini" ledek Cristian saat melihat mata Kenzo yang berkaca kaca.


"Sialan kau, aku begitu bahagia, bukan cengeng" sanggah Kenzo.


"Ya ya ya.. aku tahu. Kau hanya malu mengakui nya. Dan aku salut melihat Alena. Dia bisa merubah pria kaku sepertimu menjadi pria berhati lunak" kata Cristian lagi


Kenzo mendengus tawa dan menggeleng pelan. Dia kembali memandang Alena yang masih berada dalam pelukan ayahnya. Ya, Alena. Dia memang bisa membuat Kenzo yang kaku menjadi Kenzo yang cengeng. Entah sudah berapa banyak air mata yang Kenzo keluarkan akhir akhir ini. Air mata ketakutan yang begitu besar karena kesakitan Alena.


"Setelah ini kau harus segera menikahinya. Jangan lagi hanya sekedar tidur berdua" ujar Cristian


Kenzo mendengus dan mengangguk


"Sepulang dari sini aku pasti akan menikahinya. Kau kira aku tahan harus selalu menahan diri" jawab Kenzo.


Cristian mengernyit memandang Kenzo dengan heran.


"Apa kau belum merasakan nya?" tanya Cristian


Kenzo terkekeh pelan dan menggeleng.


"Aku tidak semurah itu Cris" jawab Kenzo.


"Kau tahu Alena begitu polos dan lugu bukan. Aku memang sudah beberapa kali tidur bersama nya. Tapi sama seperti saat ini. Hanya tidur berdua dan tidak ada hal yang aku lakukan" ungkap Kenzo.


Cristian langsung menahan tawa mendengar nya.


"Itu pasti begitu menyiksa" kata Cristian dengan kepala yang menggeleng iba


"Yah... sungguh sangat menyiksa. Apalagi dua minggu ini." gumam Kenzo membuat Cristian langsung tertawa.


"Ya, setelah pulang dari sini, kau memang harus segera menikah dengan nya" ujar Cristian.


Kenzo langsung mengangguk. Karena itulah tujuan akhirnya. Menikah dengan Alena dan melepaskan segala rasa yang tertahan selama ini.


"Tentu, dan kalian harus datang menyaksikan pernikahanku" pinta Kenzo.


"Tentu, kami pasti akan datang" jawab Cristian.


Kenzo tersenyum dan mengangguk, kini dia kembali menoleh pada Alena yang tampak sedang mengusap air matanya. Sepertinya dia benar benar bahagia dengan kesembuhan nya kali ini. Ya, bukan hanya Alena, tapi semua orang yang ada disana. Perjuangan mereka selama dua minggu ini terbayar sudah. Rasa takut dan cemas setiap malam kini tidak akan lagi mereka rasakan. Alena telah dinyatakan sembuh, dan dia bisa sehat seperti dulu lagi. Menjadi gadis ceria dan penuh dengan tawa.


Gadis lugu yang menjadi obat hati seorang Kenzo Barrent.