ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Rencana Clara



Beberapa hari berlalu, dan malam ini Kenzo baru saja melangkahkan kaki dimansion mewah nya. Wajah nya tampak lelah dan kusut, namun sama sekali tidak menghilangkan pesona nya sebagai pria yang dikagumi oleh banyak kaum wanita dikota itu.


Jas nya sudah berada ditangan kepala pelayan yang menyambut kedatangan nya. Hingga menyisakan kemeja bewarna biru tua yang membalut tubuh kekar nan gagah nya.


"Kakak!!!!" Teriak Clara yang sejak tadi telah menanti kedatangan nya


Kenzo menatap jengah adik nya itu. Rasa lelah nya benar benar sempurna sekarang.


Clara berdiri dan langsung memeluk kakak kesayangan nya yang selalu berwajah datar dan dingin itu.


"Aku lelah Clara" kata Kenzo namun tetap membalas pelukan Clara


Clara hanya acuh dan langsung melepaskan pelukan nya, menatap kagum kakak kebanggaan nya itu yang selalu tampan dan sempurna.


Kenzo membuka sebagian kancing kemeja nya dan langsung menghempaskan tubuh nya diatas sofa mewah yang benar benar empuk.


Clara terlihat memicingkan mata nya melihat penampilan Kenzo hingga membuat pria itu berdecak kesal


"Apa" tanya nya ketus


"Kak, kau mendapatkan kemeja itu dari mana?" Tanya Clara benar benar serius membuat Kenzo mengernyitkan dahi nya


"Bukan urusan mu" jawab nya acuh, kepala nya langsung direbahkan kesandaran sofa itu, dengan mata yang terpejam, namun terbuka kembali saat Clara menarik nya hingga terduduk kembali


"Clara!" Sergah Kenzo kesal


Clara tidak memperdulikan itu, dia langsung melihat kearah kerah belakang kemeja itu dimana sebuah bordiran emas dengan inisial ALE terlihat jelas disana


"Ini dari Alena!" kata Clara begitu takjub namun mampu membuat Kenzo mengernyit bingung


"Dari mana kau tahu" tanya Kenzo


"Tentu saja, ada bandrol nama nya disana" jawab Clara sembari menunjuk arah kerah kemeja Kenzo


"Lalu kenapa, terserah aku mau mendapatkan nya dari butik manapun" sahut Kenzo lagi namun Clara malah menggeleng dan tersenyum sinis


"Kau bukan membeli nya kan, dia yang memberi kan nya padamu" kata Clara membuat Kenzo mendengus


"Jangan sok tahu" jawab Kenzo kembali merebahkan kepala nya


"Hei, dia itu sahabatku, jelas aku tahu. Bahkan kemeja itu adalah kemeja pertama yang dibuat nya" ungkap Clara


"Sejak kapan kau bersahabat dengan orang asing " tanya Kenzo


"Sejak aku bertemu Alena. Dia gadis yang baik dan begitu polos. Sifat kami sama, dan aku menyukai nya" jawab Clara membuat Kenzo tertegun. Pasal nya adik nya ini sangat susah untuk mempercayai orang lain, terlebih dia sudah pernah dikhianati oleh teman teman nya yang hanya menyandang popularitas keluarga nya.


"Kau yakin dia tidak sama seperti teman teman mu?" Tanya Kenzo yang bahkan sudah tahu jawaban nya karena dia yang lebih dulu bertemu dengan Alena


"Tentu saja. Sudah lebih dari sebulan aku mengenal nya, dan dia benar benar baik. Bahkan sampai saat ini dia tidak tahu tentang siapa aku yang sebenar nya" jawab Clara


"Jadi dia juga tidak tahu jika kau adik ku?" Tanya Kenzo tanpa menatap wajah Clara yang mengangguk cepat


"Ya, apa dia juga tidak tahu siapa kau yang sebenar nya?" Tanya Clara sedikit takjub


"Hmm" gumam Kenzo


"Wah, dia benar benar polos. Bagaimana mungkin satu dunia tahu kita, tapi dia malah tidak tahu. Ckckck, aku rasa dia berasal dari planet lain" gumam Clara menggeleng takjub namun Kenzo hanya terdiam dan tersenyum tipis, sangat tipis sehingga Clara tidak mampu untuk melihat nya.


"Ah, lalu bagaimana kalian bertemu kak, atau kau sudah mempunyai hubungan khusus dengan nya ya" tanya Clara terkejut


Cletak


"Aaauhhh" teriak Clara mengusap dahi nya yang sakit karena ulah Kenzo


"Jangan berfikiran yang macam macam, dia hanya temanku" jawab Kenzo ketus


"Benarkah, tapi tidak biasa nya kau mau menerima pemberian orang lain. Lagi pula aku tahu jika butik itu dari mu kan" kata Clara dengan senyum sinis nya membuat Kenzo lagi lagi mendengus


"Bukan urusan mu" sahut Kenzo membuat Clara terbahak


"Hahah, aku tahu itu, Alena memang tidak bilang padaku siapa teman nya yang memberikan butik itu, tapi aku tahu ketika dia sedang menjahit kemeja ini, dia bilang jika kemeja ini spesial untuk teman nya yang sudah berbaik hati memberikan nya butik itu" ungkap Clara , lagi lagi Kenzo hanya terdiam dengan fikiran nya


"Kau tahu kak, dia gadis yang penuh dengan semangat, dia bilang dia ingin punya banyak uang agar bisa mencari orang tua kandung nya" ungkap Clara lagi dan kali ini Kenzo sedikit bereaksi


"Orang tua kandung nya" gumam Kenzo


"Ya, waktu kecil dia ditemukan oleh seorang wanita disebuah jalanan kosong dikota Hawai, dan wanita itu yang merawat nya hingga dia remaja. Tapi saat dia berusia lima belas tahun wanita itu meninggal. Maka dari itu Alena ingin mencari keberadaan orang tua kandung nya" ungkap Clara panjang lebar.


Kenzo tertegun mendengar cerita Clara. Jadi selama ini Alena hidup sebatang kara dan hanya bibi Grace yang dia miliki.


"Apa dia bilang siapa nama orang tua kandung nya?" Tanya Kenzo


"Tidak, aku tidak menanyakan nya. Aku tidak ingin mengungkit luka nya saat dia tengah berbahagia." Jawab Clara


"Hei, kenapa tidak kau tanyakan saja pada nya. Ku rasa kalian lebih dari sekedar dekat kan" goda Clara


"Tidak" jawab Kenzo datar


"Hei, ayolah kak, move on. Ini sudah setahun berlalu" kata Clara membuat Kenzo mendengus


"Jangan ikut campur. Kau masih kecil" jawab Kenzo membuat Clara berdecak


"Aku sudah dua puluh tiga tahun, dan bukan anak kecil lagi" ketus Clara


"ck, sudah pergilah kau pulang, kenapa malam malam ketempat ku" tanya Kenzo sinis dan lagi lagi membuat Clara kesal


"Kau ini pelit sekali. Aku kesepian. Alena sibuk dibutik. Aku tidak punya teman" jawab nya


Clara terkesiap dan langsung menepuk dahi nya ketika mengingat sesuatu, membuat Kenzo mengernyit jengah


"Astaga, aku lupa. Aku kan kemari mau meminta izin padamu" kata Clara kemudian


"Aku tidak akan mengizinkan mu pergi berlibur lagi" jawab Kenzo langsung hingga membuat Clara langsung tertawa


"Bukan itu, kau ini menyebalkan sekali" dengus Clara


"Alena itu desainer baru Clara, dia belum mengerti tentang dunia fashion, apalagi untuk sekelas modeling kita" jawab Kenzo begitu datar


"Tapi kak, kemampuan nya tidak bisa diragukan. Kau lihat sendiri kan hasil karya nya, baru sebulan dia membuka butik itu, tapi sudah banyak pelanggan yang mengantri memesan pakaian pada nya" kata Clara lagi. Dia benar benar mencoba untuk meyakinkan Kenzo yang penuh dengan kesempurnaan itu.


Kenzo terdiam sejenak dan menghela nafas nya dalam dalam. Dia tahu kemampuan Alena yang memang bisa diperhitungkan. Tapi jika mengikuti ajang itu, saingan nya bukan orang sembarangan, melainkan dari desainer desainer ternama dunia. Dan dia takut jika Alena gagal, maka gadis itu akan kecewa nanti nya.


"Aku yakin Alena bisa kak. Ya walaupun tidak menjadi juara, setidak nya dia telah mengikuti ajang bergengsi itu. Setelah dari situ aku yakin nama nya pasti dikenal dunia, apalagi jika dia sampai meraih tiga besar" kata Clara lagi


"Kau yakin, aku takut dia kecewa nanti nya" kata Kenzo ragu membuat Clara langsung tersenyum penuh arti


"Aku akan mengajari nya, dan aku sendiri yang akan membawakan gaun nya kak" sahut Clara begitu yakin


"Kau itu sama saja mempermudah jalan nya. Jangan curang Clara" gerutu Kenzo


"Hei, bukan kah juri nanti didatangkan dari Paris, salah satu nya adalah nyonya Hamingston. Dia seorang yang profesional, tidak akan ada yang bisa bermain curang, bahkan nama besar kita juga tidak berpengaruh pada nya kan" jelas Clara membuat Kenzo terbungkam


"Kau benar. Tapi apa kau yakin jika kau dan dia sanggup mengikuti ajang itu?" Tanya Kenzo lagi


"Tentu saja. Aku juga ingin membuktikan pada mommy jika aku bisa menjadi apa yang dia mau" jawab Clara membuat Kenzo mendengus


"Baiklah, terserah kau saja. Tapi berhentilah berlatih bela diri jika tidak mau otot mu membesar nanti nya" kata Kenzo yang langsung beranjak untuk kekamar nya


Clara terkesiap kaget mendengar perkataan Kenzo


"Eh, dari mana kakak tahu" gumam nya dengan senyum yang getir


"Kau tidak bisa membohongi ku clara. Mata ku ada dimana mana" jawab Kenzo datar namun terlihat menakutkan bagi Clara


"Ini pasti ulah kak Cris, selalu saja bocor" geram nya kesal.


...


Sementara saat ini Alena sedang makan malam disebuah resto tempat nya biasa makan.


Hari sudah larut, dan lagi lagi dia terlambat untuk makan karena benar benar sibuk dibutik nya. Sebenar nya dia bisa saja meminta tolong Jhon untuk membelikan nya makanan, tapi Alena bukan orang yang suka menyusahkan orang lain. Apalagi dia juga sekalian ingin menghirup udara segar setelah seharian berada didalam butik dan mengurus segala nya.


Saat tengah makan, ternyata hujan mengguyur dengan deras nya membasahi kota New York malam itu.


Alena berdecak kesal, pasal nya dia mesti harus menunggu lebih lama dibutik itu.


Hampir dua jam Alena menunggu barulah hujan sedikit mereda. Tidak mau lebih lama menunggu, akhir nya Alena keluar dari resto itu untuk pulang.


Dia berdiri didepan resto sembari memperhatikan sekeliling nya yang sudah sepi karena hujan masih turun, hanya ada sebuah mobil yang terparkir diujung jalan tidak jauh dari butik nya.


"CK, pulang sajalah, hujan nya pasti lama" gumam Alena sembari membenarkan jaket ditubuh nya.


Alena langsung menerobos hujan yang masih lumayan deras meski sudah sedikit reda. Dia menengadahkan kepala nya dengan mata yang terpejam menikmati setiap tetesan air yang menerpa wajah nya.


Bibir nya mengulas senyum, ada kepuasan tersendiri bagi nya ketika merilekskan tubuh nya seperti ini. Meski masalah hidup nya berat, namun dia tidak ingin berlarut, dia gadis kuat, dan dia harus bisa bertahan dan bersemangat, itulah moto hidup Alena.


Alena berjalan cepat dengan tangan yang dimasukan kedalam jaket Hoodie nya.


Namun mata nya memicing, dan langkah nya mulai meragu, saat melihat seorang pria tengah mengecek mobil nya yang terparkir tidak jauh dari butik Alena


"apa mobil nya mogok" gumam Alena semakin berjalan mendekat kearah pria yang sudah basah kuyup itu


"permisi tuan, apa mobil anda mogok?" tanya Alena , dia ingin mengabaikan , namun dia merasa iba, karena pria itu sudah basah dan kelihatan kesusahan


Pria itu terkesiap kaget karena fokus nya masih pada mobil nya


"ah, nona kau mengagetkan ku" ucap pria itu sembari mengusap wajah nya dengan lengan tangan nya


"maafkan aku, aku hanya lewat dan kebetulan melihat mu disini" jawab Alena


"lewat ditengah hujan?" tanya pria itu heran membuat Alena langsung tertawa kecil mendengar nya, tidak mungkin kan jika pria ini takut, fikir Alena.


"haha, aku dari resto diujung jalan sana, hujan tidak kunjung berhenti, jadi aku memutuskan untuk kembali dalam hujan" ungkap Alena membuat pria itu langsung mengangguk


"oh aku kira kau hantu" jawab pria itu, membuat Alena mendengus


"mana ada hantu secantik aku" gumam Alena


"ya kau benar. Em bolehkah aku meminjam ponsel mu nona, aku ingin menelpon asisten ku, ponsel ku mati, sungguh aku tidak tahu bagaimana memperbaiki mobil ini" ungkap pria itu membuat Alena mengangguk setuju


"boleh, tapi ponsel ku ada dibutik. Jika anda mau anda bisa kebutik ku, sekaligus menunggu disana" ujar Alena


"oh benarkah, baiklah, aku sudah cukup kedinginan berada tiga jam disini" balas pria itu


Akhir nya Alena membawa pria itu kebutik nya. Jhon terlihat ragu saat Alena menerima tamu asing, namun Alena meyakinkan jika pria itu tidak akan macam macam pada nya. Dan memang benar pria itu kelihatan nya baik dan sopan. Dia begitu sangat berterimakasih karena Alena yang memperbolehkan nya menunggu asisten nya ditempat itu, setelah sebelum nya mengganti pakaian nya dengan pakaian yang ada dibutik Alena.


"kopi mu tuan" kata Alena sembari menyerahkan segelas capuccino hangat pada pria itu yang tengah duduk disofa


"ah, terimakasih, aku begitu merepotkan anda ditengah malam seperti ini" jawab pria itu menatap wajah Alena yang sangat cantik dimata nya, namun terlihat tidak asing.


"jangan sungkan" jawab Alena yang juga duduk tidak jauh dari pria itu


"jadi anda pemilik butik ini?" tanya pria itu dan Alena langsung mengangguk


"ya, Alena" ucap Alena dengan senyum nya membuat pria itu semakin tertegun menatap nya


"hei, kenapa anda memperhatikan saya seperti itu, apa ada yang aneh" tanya Alena pula


"ah tidak maaf, tapi wajah mu seperti tidak asing" jawab pria itu membuat Alena kembali tertawa


"ya, orang cantik memang pasaran" kata Alena dan kini pria itu yang terbahak


"haha, mungkinlah. Oh iya, aku Reymond, senang bertemu dengan mu Alena" ucap pria itu


"ya, aku tahu" jawab Alena dengan tawa nya


Hampir satu jam Reymond berada dibutik Alena , mereka mengobrol banyak hal untuk menghabiskan waktu, dan setelah asisten nya tiba dia pamit pada Alena untuk kembali kerumah nya karena hari memang sudah lewat tengah malam.