ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Kepergian Kenzo Barrent



Alena terduduk dipinggir tebing dengan pandangan mata yang begitu kosong. Air mata diwajah nya sedari tadi tidak berhenti menetes, namun Isak tangis tidak lagi terdengar.


Desiran angin pagi hari itu menerpa wajah nya yang terlihat begitu menyedihkan. Suara helikopter, spead boat dan juga teriakan lantang manusia begitu memekakkan telinga namun tidak mampu membuat Alena beranjak dari tempat nya.


Tubuh nya terbalut mantel tebal milik kapten Stone yang kini masih terlihat kesana kemari mengamati keadaan disekitar puncak bukit itu.


Malam ini adalah malam yang paling menggemparkan bagi dunia, apalagi untuk warga Amerika Serikat, khususnya kota Newyork. Seorang pria yang paling berpengaruh dinegara itu menghilang ditelan ombak ganas laut kebanggaan mereka.


Kenzo Barrent, sudah dua jam berlalu ketika dirinya jatuh bersama Mike kedalam sana, sampai detik ini pihak tim SAR maupun orang orang kapten Stone dan orang orang yang diturunkan Edward belum berhasil menemukan keberadaan nya.


Seluruh area laut disekitaran tebing sudah mereka jelajahi dengan kapal maupun Speedboat , namun tetap saja, keberadaan Kenzo sama sekali belum diketahui.


Sinar matahari pagi mulai menyilaukan mata. Mata sayu Alena menatap nanar matahari yang baru keluar dari ufuk timur, dari balik lautan luas yang telah menenggelamkan kekasih hati nya itu.


Hati nya hancur seperti butiran embun yang memercik kewajah nya saat ini. Jiwa nya seakan melayang terbawa arus ombak yang saling bersahutan dibawah sana.


Dia benar benar tidak menyangka, jika malam ini dia akan kehilangan Enzo nya.


"Alena, sebaiknya kita kembali kerumah nak" ucap kapten Stone yang telah berlutut disamping Alena.


Alena menoleh kearah kapten Stone, tatapan nya begitu sendu dan tampak hancur. Air mata kembali menetes diwajah pucat nya.


"Dad, apa Enzo akan meninggalkan aku" tanya Alena begitu lirih. Kesakitan dan ketakutan akan kehilangan Kenzo membuat nya benar benar lemas tidak bertulang.


Kapten Stone segera memeluk putri nya. Hati nya juga begitu risau saat ini. Dia tidak tahu apakah Kenzo bisa selamat atau tidak, karena bagaimana pun keadaan laut yang memang memiliki kedalaman yang cukup ekstrim serta ombak yang juga kuat membuat siapapun yang masuk kedalam nya akan terasa sulit untuk ditemukan.


"Kenzo pasti baik baik saja Alena" ucap kapten Stone sembari mengusap pundak Alena dengan lembut


"Aku takut dad, aku takut dia pergi. Aku takut dad" lirih Alena yang mulai terisak kembali dalam pelukan kapten Stone. Tangisan yang begitu pilu dan terasa menyesakkan dada membuat Kapten Stone juga ikut merasakan kepedihan putri nya.


"Dia tidak akan pergi nak, dia pasti selamat" gumam kapten Stone


"Ini semua karena aku dad, ini karena aku. Aku yang membuat nya dalam bahaya" Isak Alena lagi. Tangan nya bergetar mencengkram kuat kemeja ayah nya, dada nya benar benar sesak karena rasa bersalah, kehilangan dan kesakitan yang bercampur menjadi satu.


Bagaimana jika Kenzo tidak kembali, bagaimana jika Kenzo tidak selamat. Apa jadi nya dia? Apa yang bisa dia lakukan tanpa Enzo nya.


"Tidak Alena. Jangan berkata seperti itu" sahut Kapten Stone


"Huuuuu..... Aku, aku ingin menyusul nya dad. Dia, dia pasti kedinginan dibawah sana" ucap Alena langsung melepaskan pelukan kapten Stone. Mata nya menatap kebawah tebing dimana ratusan orang masih berusaha mencari jejak mereka.


Alena langsung beranjak dan hendak berjalan menuju tepian tebing, namun kapten Stone segera menarik nya kembali.


"Alena jangan!" Seru kapten Stone yang berusaha menahan langkah Alena


"Lepas dad, aku ingin menolong nya. Karena aku dia celaka, jika dia mati, aku juga akan menyusul nya!!!" Teriak Alena frustasi, dia memberontak kuat dari pegangan kapten Stone


"Alena, jangan nak. Kenzo pasti selamat"


"Lepas dad, aku ingin pergi" seru Alena lagi


"Kenzo!!!!!!!" Teriak Alena pada lautan yang begitu luas dihadapan mata nya


"Kenzo pulang lah En" seru nya lagi, dia terus berusaha menarik lengan nya dari kapten Stone


"Alena!" Seru kapten Stone menghentakkan tubuh Alena yang langsung terhuyung kedalam pelukan nya kembali


Alena menangis meraung sekuat kuat nya dalam pelukan kapten Stone. Sungguh dia tidak bisa menerima kenyataan yang begitu menyakitkan ini


"Kenzo Daddy, selamatkan dia......." Pinta Alena yang langsung jatuh terduduk dengan derai air mata kepedihan nya


Kapten Stone terus saja memeluk tubuh nya yang bergetar dan sudah melemah, namun tangisan nya tidak berhenti sedari tadi.


Kapten Stone menoleh pada Joice yang mendekat kearah mereka. Dia sedikit membungkukan tubuh nya dihadapan kapten Stone


"Lapor kapten, Mike sudah berhasil ditemukan, tapi dia sudah tidak bernyawa lagi" ungkap Joice. Alena langsung menoleh pada Joice dengan wajah nya yang begitu menyedihkan


"Enzo ku, dimana Enzo ku. Dia baik baik saja bukan" tanya Alena begitu menggebu. Joice hanya bisa menatap iba nona muda itu, dia menggelengkan kepala nya perlahan, membuat Alena kembali menangis dan terkulai dalam pelukan kapten Stone.


"Enzo" lirih nya begitu pelan, dan dia langsung terkulai dan tidak sadarkan diri dalam pelukan Kapten Stone.


"Alena!" Panggil kapten Stone namun Alena sudah lemah dan tidak berdaya lagi.


....


Alena duduk melamun diatas ranjang rumah sakit. Pandangan mata nya menatap hampa pemandangan diluar jendela ruangan itu. Wajah Alena begitu pucat dan lesu, seperti tidak ada semangat kehidupan didalam hati nya.


Pagi ini dia baru sadar dari tidur panjang nya selama dua hari. Hal pertama yang dia cari adalah Enzo nya. Dia berharap malam itu hanyalah sebuah mimpi buruk saja, dan ketika dia bangun, Enzo nya masih ada disamping nya. Tapi kenyataan nya, saat dia membuka mata, Reymond lah yang dilihat nya pertama kali, bukan Kenzo.


Clara dan Reymond yang duduk disofa tidak jauh dari ranjang Alena hanya menatap iba gadis itu. Wajah mereka berdua juga menunjukan kesedihan yang mendalam. Apalagi Clara, mata nya begitu bengkak saat ini, karena setiap hari dia hanya menangis menantikan kabar kakak nya yang sama sekali belum diketahui.


Clara baru tiba siang ini menjenguk Alena. Dan dia sama sekali belum mampu mengajak Alena untuk berbicara apapun. Bahkan saat dia datang, Alena masih tertidur karena diberi obat penenang oleh dokter. Reymond memberi tahu nya, jika Alena kembali histeris saat sadar dari tidur panjang nya. Hanya nama Kenzo yang selalu dia sebutkan.


"Aku takut Rey" gumam Clara tiba tiba setelah sedari tadi mereka berdua hanya diam tak bicara.


Reymond langsung menoleh pada Clara, dapat dia lihat wajah gadis itu yang juga memendam kesedihan yang mendalam, mata nya juga berkaca kaca sekarang


"Aku takut kakak ku tidak kembali lagi" ucap Clara dengan ringisan diwajah nya, sebisa mungkin dia menahan Isak tangis nya saat ini.


Reymond langsung mengusap pundak gadis itu dengan lembut


"Tuan Kenzo orang hebat. Dia pasti kembali, bersabarlah Cla" jawab Reymond. Dia kini menoleh pada Alena yang masih diam tanpa bergeming sedikitpun


"Aku sungguh berharap tuan Kenzo bisa selamat. Aku sungguh tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Alena nanti nya. Dia begitu merasa bersalah dengan apa yang kakakmu alami saat ini" gumam Reymond, Clara juga ikut menoleh pada Alena dengan air mata yang jatuh kepipi nya


"Hanya Kenzo yang menjadi semangat nya selama ini, bahkan aku dan Daddy saja tidak bisa membuat nya bahagia tanpa bantuan Kenzo" kata Reymond dengan raut wajah bersalah nya


Clara hanya terdiam sembari mengusap air mata nya. Dia tahu bukan hanya dia yang kehilangan kakak nya, tapi Alena juga. Cinta gadis itu begitu besar pada Kenzo, namun karena rasa bersalah nya membuat Alena seperti orang yang depresi saat ini.


"Daddy sudah mengerahkan seluruh anggota kepolisian dan juga angkatan laut nya untuk mencari keberadaan kakakmu. Pencarian belum berhenti sampai detik ini. Semoga semua tidak akan sia sia" gumam Reymond


"Tapi ini sudah dua hari" ucap Clara tertunduk pedih


"Clara, semoga ada keajaiban. Jangan berkecil hati, teruslah berharap, dan berdoa. Semoga tuan Kenzo baik baik saja" pinta Reymond yang menggenggam lengan Clara


Clara hanya menatap nya dengan sendu, dan kembali tertunduk menatap lantai tempat nya berpijak


"Clara" panggil Reymond dan Clara langsung menoleh kearah nya


"Aku tahu, kau pasti begitu kehilangan. Tapi aku mohon, tolong jangan salahkan Alena dengan kejadian ini" pinta Reymond dengan wajah sedih nya


Clara langsung tersenyum tipis dan menggeleng


"Bagaimana mungkin aku menyalahkan nya. Dia sahabatku Rey. Aku tahu kisah mereka sejak awal mereka bertemu. Dan aku tahu, jika ini memanglah kemauan kakak ku. Apapun akan dia lakukan untuk wanita yang dicintai nya, meskipun dia harus kehilangan nyawa" ungkap Clara terdengar begitu getir.


"Alena terpuruk bukan karena kesedihan nya kehilangan Kenzo, tapi rasa bersalah nya yang begitu besar lah yang membuat nya menjadi seperti itu" kata Reymond lagi


"Perlahan, dia pasti bangkit. Dia gadis yang penuh semangat." Ucap Clara menatap Alena, dan Reymond hanya mengangguk saja melihat nya.


Saat ini, mereka masih begitu diselimuti duka yang mendalam. Baik dari Alena dan keluarga nya, dan juga keluarga Kenzo. Terutama kedua orang tua nya.


Mereka benar benar tidak percaya jika putra kebanggaan mereka bisa tenggelam didasar laut lepas itu. Bahkan sampai hari ini sama sekali belum ada ditemukan jejak keberadaan dari Kenzo Barrent.


Bukan hanya pihak Kapten Stone dan negara yang mengerahkan tenaga untuk mencari keberadaan Kenzo, namun juga kedua orang tua Kenzo yang menurunkan orang orang nya untuk mencari anak kebanggan nya yang telah lama tidak mereka temui.


"Kenzo pasti baik baik saja mom" ucap tuan Wesley Barrent sembari menepuk pundak istri nya yang masih menangis sepanjang hari


"Mommy takut dad, mommy takut Kenzo pergi. Mommy masih ingin bertemu dengan nya dan meminta maaf" Isak nyonya Monica, ibu Kenzo


"Kita sudah mengerahkan seluruh orang orang kita untuk mencari nya. Kenzo pasti baik baik saja. Bukan hanya kali ini dia menghilang dan dalam bahaya. Percayalah, putra kita tidak akan mati semudah itu" ungkap tuan Wesley


Dia tahu siapa putra nya. Dia tahu sehebat dan selicik apa seorang Kenzo Barrent. Dan dia yakin Kenzo masih hidup saat ini. Entah apa yang sedang direncakan nya, tapi tuan Wesley tahu jika anak nya yang bergelar tuan Amerika itu punya seribu cara untuk menjatuhkan seseorang.


...


*hai guys. Apa kabar? Semoga sehat selalu ya untuk kalian pembaca setia ku.


Semoga Rezky kalian selalu berlimpah supaya bisa selalu baca karya aku. aamiin 🤭


jangan lupa tinggalin jejak ya guys. dukungan kalian adalah semangat ku .


see you next time


enjoy your time