ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Wanitanya Presdir



Seminggu berlalu...


Pagi ini Alena sudah rapi dengan dress ketat bewarna putih yang dia padukan dengan blazer bewarna moccha. Rambut yang terurai dengan sedikit makeup yang menghias wajahnya membuat penampilan Alena benar benar cantik dan begitu segar.


Tidak ada yang tahu jika dia pernah berjuang dalam hidup dan mati ketika melihat penampilan nya yang sekarang.


Saat ini Alena sedang sarapan bersama kakak dan Daddy nya diruang makan.


"Kau benar sudah ingin ke Agensi sayang?" tanya kapten Stone


"Iya dad. Ada yang harus aku kerjakan bersama Clara" jawab Alena.


"Kau ingin bekerja atau melihat tuan Amerika itu hmm?" goda Reymond.


Alena langsung tersenyum malu mendengar nya.


"Sekalian kakak. Lagi pula sudah dua hari tidak bertemu. Aku juga ingin melihat gaun pengantin ku hari ini" jawab Alena dengan senyum lepas nya.


"Baiklah, tapi Joice harus menemanimu, jangan pergi sendiri" ujar Kapten Stone


"Kapan Daddy akan meliburkan dia. Daddy tidak kasihan melihat nya. Bekerja terus" sahut Reymond.


Alena dan kapten Stone langsung menoleh kearah Reymond. Dan sedetik kemudian mereka langsung mendengus senyum mendengar itu.


"Kenapa kau yang mengatur. Dia masih anak buah Daddy" ucap kapten Stone


"Sudah mulai Posesif ternyata" goda Alena.


Reymond langsung mendengus jengah.


"Aku hanya kasihan, waktu ku bersama nya jadi tidak ada. Kalian meminta ku untuk mendekatinya, tapi Daddy selalu saja memintanya mengurus ini dan itu" gerutu Reymond.


Alena dan kapten Stone langsung tertawa mendengar itu.


"Daddy akan melepaskan nya jika kalian sudah menikah, jika belum maka dia masih harus menyelesaikan tanggung jawab nya" ucap kapten Stone


"Yes, dan hari ini tugasnya adalah mengantar ku ke agensi. Setelah itu pergi kebutik bersama Clara juga. Bukankah dia juga harus memiliki gaun pesta diacara nanti, sekalian saja kan" ujar Alena.


"Yah benar juga. Tapi pilihkan yang bagus untuknya" jawab Reymond.


Kapten Stone mendengus senyum memandang Reymond. Entah apa yang sudah terlewatkan, dulu Reymond begitu enggan walau hanya sekedar melihat Joice, namun sekarang dia sudah cukup posesif pada gadis itu.


"Tenang saja, dia akan menjadi yang paling cantik dipesta ku nanti" jawab Alena seraya mengedipkan sebelah matanya.


Pagi itu sebelum pergi, mereka menghabiskan pagi bersama sama. Menikmati waktu dan saling bercanda riang setelah sekian lama tidak seperti ini. Kesehatan Alena yang sudah membaik membuat rumah itu kembali hidup.


Setelah sarapan, mereka semua berjalan berdampingan keluar untuk pergi ketempat tujuan masing masing. Reymond keperusahaan, Kapten Stone kekantor nya sedangkan Alena akan ke agensi.


Saat tiba diluar rumah, bertepatan dengan mobil Joice yang baru tiba.


"Hati hati disana Alena. Jangan terlalu lelah oke" ujar kapten Stone seraya mengecup sekilas dahi Alena.


"Tentu dad. Daddy juga jangan makan terlambat" jawab Alena


"Tentu, Daddy duluan ya. Ada meeting penting pagi ini" ucap kapten Stone pada Reymond dan Alena.


"Ya dad. Hati hati" jawab mereka bersamaan.


"Joice, jaga Alena dengan baik" ujar kapten Stone pada Joice seraya dia yang masuk kedalam mobilnya.


"Siap kapten" jawab Joice seraya membungkukkan sedikit tubuhnya. Dan setelah itu kapten Stone langsung pergi bersama supir nya meninggalkan mereka.


"Jangan bekerja terlalu lelah oke" ucap Reymond seraya mengusap wajah Alena sekilas.


"Iya kak, tenang saja" jawab Alena dengan senyum manis nya.


Dan kini Reymond beralih pada Joice yang berdiri disamping mobil memandangi mereka dengan senyum nya.


Reymond tersenyum dan berjalan mendekati Joice, sedangkan Alena langsung masuk kedalam mobil karena dia tidak ingin mengganggu dua manusia yang sepertinya sedang saling berbunga itu. Terlihat sekali dari wajah mereka.


"Berhati hatilah" ucap Reymond


"Tentu" jawab Joice.


Reymond tersenyum dan melirik kedalam mobil sekilas, namun kembali memandang pada Joice yang pagi ini terlihat cantik meski hanya mengenakan jaket dan celana jeans saja, bahkan rambut nya seperti biasa dia ikat keatas. Tapi entah kenapa semakin dia membuka hati, maka Joice juga semakin terlihat cantik dipandangan matanya.


"Joice" panggil Reymond sedikit berbisik


Joice mengernyitkan dahinya memandang heran pada Reymond.


Namun sedetik kemudian dia langsung terbelalak saat tiba tiba Reymond mengecup singkat bibirnya.


"Pergilah, aku titip Alena" ucap Reymond yang langsung berlalu menuju mobil nya. Namun sebelum itu dia sempat mengusap wajah Joice, membuat gadis itu langsung mematung dengan wajah yang begitu merona. Bisa bisanya Reymond mencium nya saat ada Alena.


"Joice" seru Alena dari dalam mobil.


"Sepertinya setelah aku menikah kau juga harus cepat menyusul" goda Alena.


"Sepertinya memang begitu" jawab Joice tanpa sadar. Membuat Alena langsung terbahak lucu, apalagi melihat wajah Joice yang terkesiap dan semakin memerah.


Ternyata Alena melihat apa yang dilakukan oleh kakaknya tadi. Jiwa keingintahuan Alena begitu besar, hingga dia bisa melihat kecupan manis dari Reymond untuk calon istrinya ini. Ah, Alena jadi merindukan Kenzo sekarang.


Baru dua hari tidak bertemu tapi dia sudah merasa begitu rindu.


Ini adalah hari pertama Alena masuk kembali ke Agensi. Semalam dia masih mengunjungi butik nya, yang ternyata masih berjalan baik dan lancar dengan ketiga karyawan nya. Meski belum ada barang baru yang mereka produksi, namun masih banyak pelanggan yang tetap bertahan disana. Bahkan pelanggan baru juga mulai banyak berdatangan, mereka begitu menyukai hasil rancangan Alena terdahulu.


Hari ini Alena pergi ke Agensi tanpa sepengetahuan Kenzo. Dia ingin memberi kejutan untuk kekasih nya itu. Sekaligus ingin melihat bagaimana pesona tuan Amerika yang membuat seluruh kaum hawa jatuh cinta padanya.


Alena sudah janjian dengan Clara. Dan tentu saja calon adik iparnya itu juga setuju.


Satu jam kemudian akhirnya mereka tiba di agensi. Gedung megah dan sangat mewah yang selalu saja membuat Alena takjub melihat nya.


"Ayo Joice" ajak Alena pada Joice.


"Aku menunggu disini saja Alena" ucap Joice.


"Jangan begitu, kau bisa menunggu didalam. Kau bukan pengawal ku lagi kakak ipar" goda Alena yang langsung menarik lengan Joice dengan cepat.


"Ah, tapi ..."


"Sudah lah ayo. Kau tahu aku begitu gugup sekarang. Ini pertama kalinya aku datang kemari disaat Kenzo ada" ucap Alena langsung.


"Kenapa memang nya jika tuan Ken ada. Bukan kah itu bagus?" tanya Joice begitu heran. Dia akhirnya dengan pasrah mengikuti langkah kaki Alena masuk kedalam gedung.


Semua orang memandang nya dengan pandangan datar, namun ada juga yang ramah yang sudah mengenalnya sebagai desainer tetap di agensi itu.


"Entah lah, tapi aku tidak tahu harus apa. Tidak ada seorang pun yang tahu tentang hubungan kami." jawab Alena seraya berjalan menuju meja resepsionis.


Namun belum lagi tiba didepan meja itu, dia sudah disambut oleh Jack disana.


"Nona Alena" sapa Jack. Pengawal tampan itu tampak begitu rapi dengan setelan jas formalnya. Dia memang multitalenta.


"Oh hai Jack" Alena langsung tersenyum manis pada Jack, membuat laki laki itu tampak salah tingkah.


Sedangkan Joice langsung mendengus jengah memandang nya.


"Apa nona ingin bertemu tuan?" tanya Jack.


"Ah tidak, aku ingin bertemu Clara" jawab Alena dengan cepat. Dia jadi canggung sekarang, apalagi melihat tatapan para model dan karyawan yang ada disana.


"Nona Alena" sapa seseorang tiba tiba.


Alena langsung menoleh kearah suara itu, dan ternyata Rebecca yang datang. Alena langsung mengernyit memandang penampilan Rebecca pagi ini. Seksi sekali dengan dress ketat bewarna hitam itu. Bahkan hampir seluruh bagian paha nya terekspos. Astaga, apa dia tidak punya uang untuk membeli pakaian.


"Sudah lama anda cuti, dan sekarang baru datang lagi. Saya kira anda sudah tidak ingin lagi bekerja disini" ucap Rebecca begitu sinis.


"Rebecca jaga ucapan mu" ucap Jack terlihat kesal.


"Tidak apa apa Jack, kau bisa pergi, aku akan menemui Clara bersama Rebecca saja" kata Alena pada Jack.


"Anda yakin nona?" tanya Jack.


"Sudah lah Jack, nona muda juga meminta ku menjemput nona Alena disini. Kau ini seperti siapa saja, hanya sekedar desainer saja" gerutu Rebecca.


Jack langsung melebarkan matanya mendengar itu, apa Rebecca mau mati karena sudah begitu berani meremehkan kekasih tuan Amerika ini?? namun disaat dia ingin membantah perkataan Rebecca, Alena kembali memotong nya.


"Jack, pergilah" ujar Alena.


Jack menghela nafas pasrah dan langsung mengangguk, seraya membungkukkan sedikit tubuhnya.


"Baik nona, saya permisi" pamit Jack yang langsung pergi meninggalkan Alena dan Rebecca bersama Joice.


Rebecca sebenarnya heran, kenapa Jack begitu hormat pada Alena. Seperti dia yang menghormati Clara saja.


Tapi, apa pedulinya.


"Maaf aku baru datang sekarang, ada banyak hal yang harus aku selesaikan. Bukan kah Clara sudah mengatakan itu padamu" ucap Alena.


Rebecca hanya berdecak gerah dan sedikit mengibaskan rambutnya dengan angkuh. Dan sungguh, Joice benar benar muak melihatnya. Tunggu saja sampai dia tahu jika Alena adalah kekasih Presdir mereka.


"Yah sudahlah, kau terampuni karena kau teman nya. Ayo ikut aku, kau menganggu waktu terbaik ku saja" gerutu Rebecca yang langsung berjalan menuju lift khusus para petinggi.


"Apa kau begitu sibuk?" tanya Alena


"Tentu saja, Presdir sudah kembali. Dan pekerjaan ku juga banyak. Oh ya, kau harus jaga sikap mu jika bertemu Presdir nanti. Jangan sepeti wanita murahan. Yah, itupun jika kau bisa dipandang oleh nya" ungkap Rebecca seraya masuk kedalam lift.


Alena dan Joice saling pandang dan menahan senyum mereka. Lihat saja nanti, siapa yang dia sebut wanita murahan itu. Tidak tahu saja, jika Alena.... adalah wanitanya Kenzo Barrent..Ah Alena sudah tidak sabar untuk membuat mata Rebecca keluar nanti.