
Sudah dua hari Reymond berada dirumah sakit milik keluarga Barrent. Keadaan nya sudah mulai membaik, hanya tinggal pemulihan beberapa hari lagi.
Saat ini, Alena sedang menyuapi nya makan siang. Dia hanya sendiri menemani Reymond disana, karena ayah nya harus mengurus laporan laporan terkait keberadaan Mike bersama agen kepercayaan nya, Joice.
Namun meskipun begitu, Kapten Stone sudah menempatkan beberapa penjaga disekitar rumah sakit itu, begitu juga dengan Kenzo, dia juga menempatkan beberapa orang orang dari klan Aldrego nya untuk menjaga Alena. Mereka tidak akan membiarkan Mike dapat dengan mudah mengusik Alena.
"Aku sudah kenyang Ale" ucap Reymond dengan gelengan kepala nya saat Alena ingin menyuapi nya kembali
"Tapi kakak baru makan sedikit" kata Alena
"Aku tidak berselera. Benar benar tidak enak makanan dirumah sakit ini" ucap Reymond
"Ini sudah sesuai seperti anjuran dokter kak, sedikit lagi ya" rayu Alena namun Reymond tetap menggeleng
"Aku bisa muntah lama lama" gerutu Reymond, dan Alena hanya menghela nafas nya saja melihat kakak nya yang entah kenapa bisa menjadi manja begitu.
Ceklek
Pintu ruangan itu terbuka, hingga perhatian Alena dan Reymond langsung menoleh pada siapa yang masuk kedalam.
"Clara" sapa Alena begitu bahagia melihat yang datang ternyata adalah Clara
"Hai Ale" balas Clara yang langsung memeluk Alena sekejap. Kini Clara tertuju pada Reymond yang berada diatas tempat tidur
"Bagaimana keadaan mu Rey. Sorry baru bisa menjenguk mu sekarang" ucap Clara pada Reymond yang hanya mengangguk dan tersenyum
"Tidak apa apa, aku sudah lebih baik" jawab Reymond
"Emm maafkan aku ya, gara gara menyelamatkan aku kau jadi terluka" kata Clara lagi, tangan nya masih memegang sebuah paper bag yang entah apa isi nya.
"Tidak apa apa, bukan salah mu. Sudah seharusnya aku melindungi mu. Tapi yang terjadi malah aku juga tidak mampu" jawab Reymond dengan tawa kecil nya membuat Clara langsung tersenyum simpul menatap nya. Alena hanya berdiri dan memperhatikan mereka berdua saja tanpa ingin mengganggu.
"Tapi itu sudah cukup membuktikan jika kau terhebat. Kau memang temanku yang paling baik" ungkap Clara
"Kau terlalu berlebihan Clara" sahut Reymond
"Hebat apa nya, dengan jarum suntik saja dia takut" gumam Alena melirik Reymond yang langsung memandang nya dengan kesal
"Benarkah?" Tanya Clara yang ternyata mendengar gumaman Alena
"Jangan dengarkan Alena , Cla." Sahut Reymond cepat membuat Alena langsung tertawa lucu melihat nya
"Ya, jangan dengarkan aku,tapi kau lihat saja nanti jika dokter masuk. Wajah nya pasti berubah pucat" goda Alena pada Reymond langsung melebarkan mata nya
"Astaga Reymond, aku tidak menyangka, ternyata pria dingin seperti mu takut jarum suntik, oh my God" gumam Clara menatap lucu Reymond
Reymond hanya menghela nafas nya dengan jengah. Berdebat juga tidak mungkin, karena begitulah kenyataan nya.
"Hahaha, sudah lah. Siapa tahu jika ada kau disini dia tidak akan takut lagi disuntik" goda Alena lagi sembari mengedipkan sebelah mata nya pada Reymond
"Alena, awas kau jika aku sudah sembuh nanti" ancam Reymond
"Aku tidak takut" ucap Alena sembari menjulurkan wajah nya
"Ck, kalian ini, sudah lah, ini aku membawakan makanan untuk mu. Ini buatan mommy, sup ikan tuna" ucap Clara sembari mengeluarkan sebuah kotak makan dari dalam paper bag itu
"Wah, kebetulan sekali. Kak Rey sejak semalam begitu sulit untuk makan makanan dari rumah sakit. Kau terlihat begitu pengertian" goda Alena lagi pada Clara yang sedikit salah tingkah
"Kau ini, dia temanku, dan karena aku dia ada disini. " Gerutu Clara membuat Alena tertawa geli melihat nya
"Sudah lah, sebaik nya kau makan, selagi masih hangat" ucap Clara yang kini menoleh pada Reymond yang terlihat terdiam menatap nya
"Dia mana bisa makan, lihat tangan nya. Kau bisa menyuapi nya kan. Aku masih ada pekerjaan yang harus ku selesaikan" sahut Alena membuat Clara sedikit terkesiap dan menoleh pada Alena yang sudah beranjak menuju sofa dimana terdapat sebuah laptop dan banyak kertas diatas sana
"Astaga, yasudah lah" ucap nya yang langsung duduk dikursi dan mulai membuka kotak makanan itu
"Kau meminta mommy mu yang memasak ini?" Tanya Reymond saat Clara telah menyuapkan sup itu kedalam mulut nya
"Ya, kau tahu kan aku tidak bisa memasak" jawab Clara membuat Reymond langsung mendengus
"Ya, kau hanya tahu makan dan bermain saja" ucap Reymond membuat Clara terlihat begitu kesal mendengar nya
"Kenapa memang nya, itu menyenangkan." Dengus Clara sembari terus menyuapkan makanan itu pada Reymond.
"Ya ya ya, semua memang menyenangkan bagi anda nona." Jawab Reymond
"Dengan siapa kau kesini, tidak mungkin hanya sendiri kan?".tanya Reymond
"Tentu saja tidak. Setelah kejadian kemarin apa kau fikir kak Ken akan membiarkan ku pergi sendiri. Hari hari sebelum nya saja dia selalu menempatkan orang orang nya bersama ku, apalagi sekarang. Malah semakin banyak, bahkan Edward yang mengawalku langsung saat kemari tadi" ungkap Clara terdengar kesal
"Edward" gumam Reymond
"Hmm" sahut Clara dan Reymond langsung terdiam sembari terus menikmati setiap suapan dari Clara.
Apalagi besok malam adalah hari pesta diperusahaan Starlight. Dan hari ini gaun gaun nya harus dikirim keperusahaan itu.
Alena terlihat menopang dagu nya dan menatap percakapan nya dengan Lian dilaptop nya.
Lian memberi tahu jika hari ini Alena harus keperusahaan Starlight untuk menyerahkan gaun gaun itu serta ada beberapa hal yang harus diurus. Lian tidak bisa menemani karena harus mengurus pelanggan mereka yang lain nya.
Dan Alena benar benar bingung saat ini, bagaimana dia harus keluar, ayah dan Enzo nya tidak membiarkan dia pergi kemana pun saat ini. Bahkan untuk pulang kerumah saja Alena tidak diperbolehkan. Ya, seketat itu mereka menjaga nya.
Mike, benar benar bisa membuat hidup Alena berantakan dan begitu rumit seperti sekarang.
"Alena!!!" Suara teriakan Clara langsung membuat Alena terperanjat kaget. Dia menatap Clara dengan wajah aneh nya
"Ada apa?" Tanya Alena
"Aku memanggil mu sedari tadi, kau malah melamun. Apa yang sedang kau fikirkan ha?? Kakak ku lagi, tenang lah dia tidak pergi kemana pun selain keperusahaan" ucap Clara yang kini sudah duduk disamping nya
Alena terlihat menghela nafas nya dalam dalam.
"Aku bingung, aku harus pergi keperusahaan Starlight hari ini untuk mengantarkan gaun gaun pesanan mereka. Tapi Daddy dan Enzo melarang ku untuk kemanapun" gerutu Alena dengan wajah gelisah nya
"Ck, begitu saja bingung. Kenapa kau tidak minta diantarkan saja, kak Ken pasti mau mengantarmu" kata Clara membuat Alena menatap Clara dengan wajah polos nya
"Benarkah, tapi dia begitu sibuk. Dari semalam juga belum ada kesini" ungkap Alena dengan bibir yang sedikit mengerucut
Clara langsung menampar lengan nya dengan gemas. Reymond yang berada diranjang nya hanya menatap mereka dengan jengah.
"Biar aku yang menelfon nya" kata Clara yang langsung mengeluarkan ponsel nya dan segera menghubungi ponsel Edward
"Kenapa Edward?" Tanya Alena yang melihat nama Edward sekilas diponsel Clara
"Walaupun aku adik nya, aku tidak bisa sembarangan menelfon nya Ale. Dia orang yang benar benar sibuk" ungkap Clara
"Kalau begitu bagaimana bisa dia menemaniku" gumam Alena tak yakin
Tidak lama, Edward yang baru saja tiba diperusahaan langsung menerima panggilan nya.
Clara memberi tahu jika Alena ingin pergi keperusahaan Starlight.
Dan Edward yang sedang berjalan masuk menuju ruang Presdir sedikit mengernyit mendengar nya.
Dia tidak bisa memutuskan sesuatu dan dia harus membicarakan ini pada Kenzo.
Dan benar saja, diperusahaan Barrent's Agency, Edward segera menuju keruangan dimana Kenzo berada.
Pria tampan berwajah datar dan dingin itu terlihat mengerjakan sesuatu dikomputer nya.
"Ada apa?" Tanya Kenzo tanpa menoleh pada Edward
"Nona Alena ingin pergi keperusahaan Starlight king" jawab Edward, dan tangan Kenzo langsung terhenti. Mata nya kini beralih pada Edward yang berdiri kaku didepan nya
"Apa ada hal yang penting?" Tanya Kenzo
"Hari ini dia harus mengantarkan gaun pesanan mereka dan juga harus mengurus beberapa hal disana. Lian tidak bisa mewakili nya karena dibutik juga banyak yang harus diurus" ungkap Edward begitu lugas
Kenzo tampak terdiam dan menatap datar kearah data data dikomputer nya
"Jam berapa rapat nanti? Tanya Kenzo
"Jam dua king" jawab Edward
"Batalkan" ucap Kenzo yang mulai mengetik kembali dikomputer nya.
"Baik king" sahut Edward
"Tapi, jam empat kita sudah harus stand by king. Pesawat akan berangkat pukul empat nanti" ucap Edward lagi, dan kali ini Kenzo kembali menghentikan ketikan nya.
Dia terlihat menghela nafas nya. Ya, dia baru ingat jika sore ini dia harus terbang ke Argentina untuk acara pembukaan hotel nya. Memang tidak penting sebenar nya, tapi dia sudah berjanji pada Cristian akan datang, ini saja sudah lewat dua minggu dari kesepakatan mereka.
Tidak mungkin dia meminta diundur kembali, itu bukan sifat nya. Tapi pergi dengan keadaan seperti ini, Kenzo dibuat dilema.
"Hmm, urus saja" jawab Kenzo dengan sedikit ragu. Dia hanya ragu untuk meninggalkan Alena, bukan yang lain.
"Baik lah, jika begitu saya permisi king" pamit Edward namun Kenzo kembali menghentikan langkah nya
"Bagaimana dengan persiapan kita?" Tanya Kenzo menatap Edward dengan lekat
"Sudah siap king. Semua sesuai rencana" jawab Edward
"Bagus. Meski ini akan sedikit menggemparkan dunia. Tapi hanya jalan ini yang akan menyelamatkan semua nya" gumam Kenzo dan Edward hanya mengangguk saja, ya rencana mereka berubah total karena Mike dan komplotan nya yang sudah berani mengganggu keluarga Kenzo.
Mereka tidak ingin kejadian dua tahun yang lalu terulang lagi, dan kali ini, meski beresiko besar, namun harus tetap dijalankan.