
Pandangan mata Edward menajam dan begitu fokus pada kemudi nya. Dia melajukan mobil nya dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Disebelah nya Clara duduk dengan air mata yang masih menetes diwajah nya. Gadis itu terlihat masih begitu syok dan ketakutan. Apalagi sekarang hati nya benar benar cemas memikirkan tentang bagaimana nasib Alena yang menyerahkan diri nya pada Mike.
Dia menoleh kearah Edward sekilas dan kembali tertunduk, tangan nya saling meremas satu sama lain. Hati nya benar benar tidak tenang saat ini.
"Anda baik baik saja nona?" Tanya Edward melirik sekilas pada Clara
"Aku takut" jawab Clara begitu pelan
"Anda sudah aman. Tenanglah. Saya akan membawa anda ke mansion tuan Ken" ucap Edward. Namun Clara hanya diam saja tanpa ingin menanggapi perkataan Edward seperti biasa. Dan tentu saja itu membuat Edward kembali menoleh kearah nya. Dia melihat Clara yang seperti nya memang sedang tertekan saat ini, wajah gadis itu benar benar pucat.
Edward membawa Clara kemansion Kenzo karena tidak ingin orang tua mereka mengetahui tentang masalah ini. Kenzo tidak ingin orang tua nya ikut campur lagi dalam masalah nya, sehingga dia meminta Edward membawa Clara kemansion nya.
Hampir satu jam kemudian mobil yang dikendarai Edward tiba didepan mansion Kenzo. Dia segera turun dari dalam mobil dan berjalan dengan cepat untuk membuka kan pintu mobil untuk gadis itu.
"Ayo nona" ajak Edward. Clara menatap Edward sekilas sembari menghapus air mata diwajah nya yang terdapat beberapa memar.
Dia keluar perlahan dari dalam mobil namun langkah nya sedikit terhuyung karena tubuh nya benar benar lemas saat ini. Edward dengan sigap langsung memegang lengan Clara dan membantu gadis itu berjalan masuk kedalam mansion.
"Ed, apa kakak ku bisa menyelamatkan Alena?" Tanya Clara pada Edward yang masih memapah nya untuk berjalan
"Tuan pasti menyelamatkan nona Alena" jawab Edward
"Aku takut terjadi sesuatu pada mereka. Karena menolongku Alena rela menyerahkan diri pada pria kejam itu" ungkap Clara begitu sedih
"Mereka pasti baik baik saja nona" ucap Edward
Clara segera menghentikan langkah kaki nya, dia menatap Edward dengan lekat. Wajah sendu nan pucat dan penuh luka itu benar benar membuat hati Edward tersentuh.
"Ed, pergilah cari mereka. Kak Ken pasti membutuhkan bantuan mu" pinta Clara
"Saya akan pergi setelah memastikan kondisi anda baik baik saja" sahut Edward
"Tapi mereka dalam bahaya" ucap Clara lagi
"Anda dan nona Alena sama berarti nya untuk tuan Ken. Setelah anda baik baik saja saya pasti akan pergi" kata Edward, dia menatap wajah Clara dengan lekat membuat gadis itu juga menatap nya dengan sendu, ada harapan yang terpancar diwajah nya untuk Edward.
"Ed, kau yang paling tahu bagaimana kakak ku. Hanya Alena yang bisa mengobati kesakitan nya setelah ditinggal oleh kak Rose. Aku mohon pergilah selamatkan dia. Aku baik baik saja disini" pinta Clara
"Anda yakin?" Tanya Edward dan Clara langsung mengangguk namun beberapa detik kemudian dia kembali oleng dalam pelukan Edward.
"Nona!" Panggil Edward saat Clara sudah tidak sadarkan diri dalam pelukan nya.
Edward langsung membawa Clara kekamar nya yang berada dilantai dua untuk segera diperiksa oleh dokter Richard nanti nya.
....
Sementara didalam hutan diatas bukit, Alena terlihat meringis kesakitan saat tangan nya ditarik paksa oleh Mike. Mike membawa nya kedaerah perbukitan dimana hutan yang masih terasa begitu asri dan rimbun.
Mobil nya ditinggalkan nya begitu saja dipinggiran hutan, dan dia membawa Alena masuk lebih dalam kehutan itu.
Jalanan yang licin dan juga gerimis yang sejak tadi turun membuat langkah mereka terlihat kepayahan, apalagi mereka berjalan dalam gelap, hanya diterangi oleh senter kecil yang sengaja dibawa mike.
Nafas Alena tersengal berat karena sedari tadi Mike tidak berhenti menarik nya. Rasa takut, cemas, khawatir, semua bercampur menjadi satu dalam hati nya.
Air mata Alena sejak tadi terus keluar bersamaan dengan tetes air hujan dan embun yang membasahi wajah nya.
Alena tidak tahu, apa dia bisa selamat saat ini. Ingin berharap Kenzo menolong nya, tapi apa mungkin Kenzo dapat menemukan nya didalam hutan ini. Mike sudah terlalu jauh membawa nya kedalam hutan, dan lagi hutan ini juga dijaga oleh anak buah Thomas dan Jesica. Jadi mustahil jika Kenzo bisa menemukan nya dengan mudah.
Alena hanya berharap, jika pun dia mati malam ini, Kenzo dan keluarga nya akan baik baik saja.
Bruk
Alena langsung jatuh berlutut diatas tanah, membuat langkah kaki Mike langsung terhenti. Dia berbalik dan melihat Alena yang tampak begitu pucat dengan nafas yang terengah engah.
"Cepat lah, berdiri!" Seru Mike namun Alena segera menggeleng dan menatap Mike dengan takut
"Aku...aku tidak kuat lagi Mike" lirih Alena sembari memegang dada nya yang terasa sesak. Dia benar benar kelelahan saat ini
Mike menoleh keatas dimana puncak bukit itu tidak jauh lagi disana.
Dia kembali pada Alena dan berlutut didepan gadis itu.
"Ayo naik" ucap nya, namun Alena langsung menggeleng dan memundurkan langkah nya
"Naik Alena!" Seru Mike lagi
"Ti tidak mau" teriak Alena dengan Isak tangis nya, membuat Mike langsung menoleh kearah nya dengan pandangan tajam
"Mike, aku mohon bunuh saja aku, aku tidak mau ikut dengan mu" pinta Alena yang terus memundurkan langkah nya namun Mike segera menarik nya kembali
"Kau tidak akan aku biarkan mati dengan mudah." Geram Mike yang langsung menarik kuat tangan Alena, hingga gadis itu langsung berdiri dan berjalan dengan tertatih tatih karena Mike kembali menyeret nya dengan paksa.
"Mike sakit" teriak Alena
"Aku sudah berbaik hati padamu, tapi kau tidak tahu diri. Maka rasakan akibat nya" sahut Mike yang terus menarik Alena menaiki bukit itu.
Alena terus menangis karena dia benar benar tidak sanggup lagi. Sudah sangat lama mereka berjalan, bahkan kaki Alena sudah dipenuhi oleh luka sayatan dari semak berduri dan ranting ranting kayu. Sepatu high heels nya sudah terlepas entah dimana sehingga saat ini dia berjalan tanpa alas kaki.
"Ughh" Alena kembali terjatuh karena kaki nya yang tertusuk ranting.
"Alena kau" geram Mike berbalik arah menatap Alena yang meringis kesakitan memegangi kaki nya yang terlihat berdarah
"Mike aku benar benar tidak kuat" kata Alena menatap Mike dengan wajah nya yang menyedihkan
Mike langsung berlutut dan memeriksa kondisi kaki Alena yang memang sudah dipenuhi oleh luka. Seketika hati nya menjadi merasa bersalah, karena sebenci apapun dia dengan Alena, tapi sungguh, Alena adalah satu satu nya wanita yang berhasil membuat hati nya luluh lantak.
Tanpa berkata apapun Mike langsung berbalik badan dan mengangkat Alena keatas punggung nya.
"Mike turunkan aku" teriak Alena, tubuh nya langsung bergetar karena dia begitu takut dengan pria ini
"Diam, atau ku lemparkan kau kebawah sana" ancam Mike yang terus menggendong Alena dipunggungnya.
Tangan nya memegang paha Alena agar gadis itu tidak terjatuh.
Dia tahu Alena ketakutan, karena dapat dia rasakan tubuh Alena yang bergetar diatas punggung nya.
"Mike, turunkan aku" lirih Alena yang menahan Isak tangis nya. Tangan nya memegang ragu pundak Mike yang hanya diam dan terus berjalan menuju atas bukit.
"Aku takut" gumam Alena
"Pejamkan matamu, anggap saja aku orang yang berarti dalam hidup mu, maka kau tidak akan takut lagi" kata Mike dengan ringisan diwajah nya, karena jalanan yang begitu licin, sehingga dia harus menjaga keseimbangan nya.
Tangan nya yang sebelah berusaha menarik akar akar pohon yang menggantung disana, sedangkan yang satu nya memegang Alena agar tidak terjatuh.
"Mana bisa begitu" ucap Alena masih dengan tangis nya
"Cobalah, aku tahu aku orang yang paling jahat. Tapi setidak nya malam ini, biarkan aku menjadi orang baik Alena" ungkap Mike membuat Alena langsung tertegun sejenak. Dia menatap wajah Mike dari samping dengan pandangan nanar
"Mike" lirih Alena
"Jika kau ingin menjadi orang baik, kenapa kau membawaku kemari, kenapa kau melukai orang yang tidak bersalah, hiks" ucap Alena
"Itu karena aku menginginkanmu. Cintaku yang membuatku tidak bisa membiarkan mu bersama nya. Dia sudah merebut semua milik ku. Dia menghancurkan bisnisku, merebutmu, dan yang kulakukan bahkan belum sebanding dengan dia yang telah menghancurkan hidupku Alena" ungkap Mike hingga lagi lagi Alena terdiam dengan Isak tangis nya.
"Dari dulu kau adalah milikku. Seharus nya kau tahu itu" ucap Mike, dia melirik sekilas Alena yang menangis dibelakang nya
"Aku bukan milik siapapun Mike" sahut Alena
Mike menurunkan Alena saat mereka sudah tiba diatas puncak bukit. Alena langsung memundurkan tubuh nya sedikit dan bersandar dibatang pohon yang lumayan besar. Kaki nya benar benar sakit, luka sayatan dan luka tertusuk ranting benar benar menyakitkan, bahkan darah masih terus keluar.
Mike mendekat kearah Alena yang langsung mengkerut takut. Dia melirik Alena sekilas dan kembali menatap kaki Alena.
Tangan nya terulur ingin menarik gaun panjang Alena yang telah sobek tersangkut akar pohon dan ranting tajam yang mereka lewati, namun Alena malah menarik kaki nya.
"Ma mau apa?" Tanya Alena yang bergetar takut
"Diamlah, aku hanya memeriksa kaki mu" ucap Mike namun Alena tetap saja tidak ingin disentuh. Mike benar benar kesal, namun dia tahu Alena memang penakut.
Mike langsung memegang kaki Alena dengan kuat membuat gadis itu langsung terpekik kuat.
"Mike jangan!!" Teriak Alena namun Mike tidak perduli. Dia mengeluarkan sebuah pisau kecil dari balik jaket nya, dan tentu saja itu semakin membuat Alena ketakutan.
Mike mendekatkan pisau itu pada kaki Alena, gadis itu langsung memejamkan mata nya dengan kuat, dia benar benar takut jika Mike akan melukai nya. Namun beberapa menit terpejam dia tidak merasakan apapun, malah dia merasa jika kaki nya diseka dengan begitu lembut.
Alena membuka mata nya perlahan, dan mengintip Mike dari balik bulu mata nya. Pria itu terlihat menyobek gaun bagian bawah nya dan mengikat luka dikaki nya dengan gaun itu.
Mata Alena mengerjap perlahan, membuat air mata yang terbendung langsung jatuh diwajah nya.
"Auuh" ringis nya tertahan saat Mike mengikat kaki nya
Mike langsung menoleh kearah Alena yang terlihat meringis namun juga menggigil takut. Wajah nya pucat, entah karena takut atau karena kedinginan karena hawa dingin akibat hujan yang tadi turun. Apalagi mereka telah berada diatas bukit saat ini. Penerangan mereka hanya senter kecil yang dibawa Mike sedari tadi. Hujan mulai berhenti, dan langit mulai menampakan sinar Aurora nya karena hari sudah lewat dini hari.
"Jika kau menurut, maka kau tidak akan merasakan kesakitan seperti ini Alena" ucap Mike yang menatap Alena dengan lekat
"Apa dengan aku menurut kau tidak akan menyakitiku?" Tanya Alena dan Mike hanya menatap nya dengan lekat
"Sedari awal kita bertemu, kau sudah selalu menyakitiku Mike" ucap Alena lagi.
Mike hanya menghela nafas nya dengan berat. Dia duduk disamping Alena saat ini. Alena ingin menghindar, namun kaki nya benar benar tidak bisa digerakkan, alhasil dia hanya pasrah dengan ketakutan nya.
Mike menatap nanar hamparan laut luas yang terbentang jauh dibawah bukit sana. Meski gelap, namun sedikit cahaya Aurora membuat pemandangan malam itu tampak temaram.
"Kau tahu Alena. Sejak dulu aku tidak pernah memiliki perasaan dalam hal apapun." Ucap Mike membuat Alena langsung menoleh kearah nya
"Tapi sejak mengenalmu, hati ku mulai kacau" Kata Mike lagi, dia masih menatap lautan luas diujung mata nya
"Aku selalu menepis perasaan ku terhadapmu. Tapi sejak kau ku bawa kemansion ku waktu itu, aku benar benar sudah jatuh hati padamu" ungkap Mike, kali ini dia menatap kearah Alena yang masih menatap nya
"Hanya kau gadis pertama yang paling aku inginkan. Aku mencintaimu Alena. Sangat mencintaimu" ungkap Mike pada Alena yang terperangah melihat nya, namun dia segera menggeleng pelan
"Kau bukan mencintaiku Mike. Kau hanya terobsesi padaku" ucap Alena
"Apa yang kau tahu tentang perasaanku" sahut Mike tidak suka
"Aku tahu, aku mengerti. Cinta itu kasih sayang untuk saling menjaga Mike. Bukan untuk menyakiti" ucap Alena lagi membuat Mike mendengus senyum
"Ya, aku tahu. Aku sudah selalu menyakitimu. Meskipun aku bilang aku mencintaimu beribu kalipun kau tidak akan terima. Karena yang kau tahu aku hanya bisa menyakitimu, berbeda dengan Kenzo Barrent yang selalu melindungi mu" gumam Mike
"Alena, bahkan hanya untuk mendapatkan mu sekarang, aku sudah mengorbankan segala nya. Hidupku, hartaku, dan kebebasanku" ungkap Mike pada Alena
Alena memandang Mike dengan lekat. Untuk seumur hidup nya selama mengenal Mike, baru kali ini Alena melihat ketulusan diwajah pria itu, atau mungkin baru kali ini Alena berani menatap nya dengan lekat.
"Cintaku yang membuatku begitu terobsesi padamu. Aku tahu aku hanya seorang monster dimatamu. Monster kejam yang selalu mengusik dan menghancurkan hidup mu."
"Tapi aku sudah membayar nya dengan kehancuranku sendiri Alena." ucap Mike lagi. Pandangan Alena masih menatap nya dengan sendu
"Kenzo Barrent sudah menghancurkan bisnis yang ku bangun dengan susah payah, dia juga sudah membuat ku menjadi buronan di dua negara. Dan aku tidak mempermasalahkan itu, aku sudah hancur sekarang. Bahkan aku tahu hidupku sudah tidak akan lama lagi, karena pihak agen maupun Kenzo pasti tidak akan membiarkan ku hidup lebih lama" ungkap Mike.
"Mike" lirih Alena
"Saat ini yang ku inginkan hanya dirimu Alena. hanya dirimu" ucap Mike
"Tapi aku tidak ingin bersama mu Mike" sahut Alena
"Kenapa?" tanya Mike tidak suka.
"Karena aku sudah mencintai orang lain" jawab Alena
"Siapa?".
"Kenzo Barrent"
Mike langsung tersenyum sinis, dia langsung mendekat kepada Alena yang terlihat begitu takut. Dia ingin menghindar namun Mike sudah mengungkung tubuh nya dibatang pohon besar itu.
"Walaupun kau mencintainya, tapi aku akan merebut mu dari dia" bisik Mike ditelinga Alena
"Mike, kau memang kejam" ucap Alena begitu lirih
"Aku memang kejam, dan semua karena dirimu" desis Mike.
Mata Alena terpejam dengan air mata yang kembali mengalir diwajah nya. Kepala nya langsung terkulai dilengan Mike yang dengan sigap menangkap nya.
"Alena!" panggil Mike pada Alena yang sudah tidak sadarkan diri.