ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Malam Yang Indah



Alena memberontak sekuat tenaga saat tangan besar itu merengkuh tubuh nya dan membekap mulut nya dengan erat.


Entah siapa yang membawa nya, dia benar benar takut sekarang.


Alena mencoba menggigit tangan orang itu yang kini telah membawa nya masuk kedalam lift.


"Alena kau suka sekali menggigit ku" seru orang itu yang langsung melepaskan tangan nya dari mulut Alena.


Alena langsung berbalik badan dengan nafas yang memburu, mata nya langsung melebar sempurna saat melihat ternyata Kenzo yang membawa nya.


"En!!!! kenapa kau menculikku lagi???" tanya Alena kesal. Kenzo hanya mendengus dan mengusap tangan nya yang digigit Alena


"Kalau aku tidak menculikmu bagaimana aku bisa membawa mu" jawab nya membuat Alena mendengus, namun dia juga sangat bahagia akhirnya bisa bertemu dengan Kenzo nya setelah beberapa hari ini mereka tidak ada bertemu


"Yah jika kau yang menculik, setiap hari pun aku rela" kata Alena yang langsung memeluk Kenzo dengan erat


"Apa kau tahu aku menang?" tanya Alena mendongak menatap Kenzo


Kenzo menoleh pada Alena dan mengangguk dengan senyum manis nya


"Tentu saja, kau begitu hebat, dan aku bangga padamu" ucap Kenzo


"Apa aku sudah bisa pantas berada di sampingmu?" tanya Alena lagi, tangan nya masih ada dileher Kenzo, sementara tangan Kenzo memeluk pinggang ramping


"Menang atau tidak nya kau tetap pantas berada didekat ku Alena" jawab Kenzo


"Benarkah?" tanya Alena dan Kenzo langsung mengangguk


"Kau adalah orang nomor satu di Amerika. Mereka bilang tipe mu adalah seseorang dengan kelas tinggi. Aku akan merasa rendah diri jika tidak memiliki kemampuan apapun untuk berada di dekatmu" ungkap Alena


Kenzo langsung tersenyum dan mengecup singkat bibir manis itu membuat Alena terkesiap sekilas namun langsung tersenyum malu


"Tipe ku memang harus yang hebat dan berkelas. Dan kau sudah memenuhi kriteria ku. Bukankah kau sudah membuktikan dengan keberhasilan mu hari ini" sahut Kenzo


"Kau senang?" tanya Alena dan Kenzo langsung mengangguk


"Tentu saja, aku bangga padamu, kau hebat. Dan aku juga senang kau bisa mewujudkan impian mu. Setelah ini tugas dan tanggung jawab mu akan lebih berat" jawab Kenzo dan Alena langsung mengangguk setuju


"Aku tahu. Tapi kau juga harus ingat, keberhasilan ku ini juga berkat bantuan Clara" kata Alena lagi, yang masih setia memandang wajah tampan dibalik topeng itu


"Ya, aku tahu. Clara juga sudah berusaha semaksimal mungkin. Dan aku juga tidak menyangka jika dia bisa merayu Daddy untuk membantu meyakinkan investor diperusahaan ini" ungkap Kenzo dan Alena hanya tersenyum saja sembari kembali memeluk tubuh itu. Aroma maskulin yang selalu dirindukan nya.


"Mereka sudah bekerja keras untuk mu. Tidak kah kau ingin kembali, mereka semua merindukan mu" kata Alena


"Aku pasti kembali, tapi tidak untuk saat ini" jawab Kenzo


"Ini sudah sebulan En. Bahkan banyak dari orang orang yang sudah menganggapmu hilang dan tidak akan kembali lagi" lirih Alena


Kenzo langsung melepaskan nya dan menatap wajah Alena yang terlihat sendu.


"Kau tahu aku ada, dan itu sudah cukup. Semua tidak akan menjadi seperti sekarang jika aku masih ada. Daddy tidak akan tahu bagaimana perusahaan yang aku bangun, Clara tidak akan tahu cara nya bekerja dan bertanggung jawab untuk sesuatu hal, dan mommy, mommy tidak akan pernah merasa kehadiran ku yang begitu penting untuk mereka. Kepergian ku membawa manfaat Alena, dan aku tidak menyesal" jawab Kenzo panjang lebar.


Alena terdiam sejenak, menatap wajah tampan nan mempesona yang terlihat tenang meski tatapan mata di balik topeng itu begitu tajam. Kenzo benar, kepergian nya memang membawa manfaat untuk keluarga nya. Alena tahu jika keluarga Kenzo memang tidak pernah memikirkan satu sama lain, namun sejak kepergian Kenzo, semua terasa berbeda. Sekarang, mereka terlihat bahu membahu menjaga apa yang menjadi milik Kenzo yang mereka anggap telah menghilang.


"Jadi kapan kau akan kembali?" tanya Alena lagi


"Saat misiku sudah selesai" jawab Kenzo


"Kau harus berjanji untuk pulang dalam keadaan baik baik saja dan tidak kurang satu apapun" pinta Alena dan Kenzo langsung mengangguk dengan senyum indah nya


"Aku berjanji" jawab Kenzo yang langsung menyergap bibir Alena yang sejak tadi sudah menggoda nya


Alena diam dan mencoba menikmati nya, sekarang dia sudah terbiasa, dan terkadang dia juga merindukan sentuhan ini. Trauma nya sudah hilang, tapi entah untuk yang lain


Ting


Pintu lift terbuka, membuat Kenzo langsung melepaskan ciuman nya pada Alena


Dia mengusap sekilas bibir Alena yang basah dan menarik lengan nya untuk keluar.


"Kita mau kemana ?" tanya Alena yang bingung mengikuti langkah kaki Kenzo


"Kita harus merayakan keberhasilan mu" jawab Kenzo yang terus menarik lengan Alena dengan lembut


Alena memandang bingung tempat itu, dia tahu ini adalah lantai teratas gedung megah itu. Kenzo masuk keruangan nya dan membuka sebuah pintu kecil yang terletak didalam ruang istirahat. Alena yang bingung hanya diam saja dan terus mengikuti langkah kaki Kenzo yang entah membawa nya kemana.


Mereka menaiki beberapa anak tangga, dan tidak lama kemudian, Kenzo membuka sebuah pintu diatas kepala nya, tepat diujung anak tangga yang terakhir


"Ayo pelan pelan" kata Kenzo yang menjulurkan tangan nya pada Alena.


Alena meraih tangan Kenzo dan keluar perlahan melalui tangga itu hingga akhir nya kaki nya menapak diatas gedung megah itu


"Wow indah sekali" seru nya dengan girang


Alena langsung berlari kecil menuju pinggiran gedung. Dari atas sana seluruh kota Newyork tampak begitu memukau dengan lampu lampu gedung dan bangunan bangunan kecil lain nya. Gedung megah Barren'ts Agency adalah gedung pencakar langit yang paling tinggi dikota Newyork, jelas saja jika suasana kota Newyork dapat dilihat dengan jelas dari atas sini, ditambah lagi dengan ribuan bintang diatas sana.


Angin malam yang menerpa tubuh Alena serasa tidak terasa lagi bagi nya, karena dia benar benar takjub dengan pemandangan ini. Dirinya serasa berada diantara galaksi Bima sakti yang dipenuhi oleh jutaan bintang diatas kepala dan disetiap mata nya memandang. Sungguh indah


Alena langsung menoleh kearah Kenzo yang datang dan berdiri disebelah nya


"Kau suka?" tanya Kenzo melihat wajah Alena yang berbinar indah. Dan tentu saja Alena langsung mengangguk senang


"Tentu saja, ini begitu indah. Bagaimana bisa ada pemandangan seindah ini disini" gumam Alena begitu takjub


Kenzo langsung mendengus senyum dan pandangan nya tidak pernah lepas dari wajah Alena. Hanya seperti ini, namun Alena sudah sangat bahagia, ya, tidak sulit untuk membahagiakan gadis ini


Kenzo langsung meraih pinggang Alena membuat gadis itu kembali menghadap kearah nya


"Semua nya tidak bisa lebih indah dibanding dirimu" ungkap Kenzo membuat Alena langsung tersenyum malu dan memejamkan mata nya saat lagi lagi Kenzo menyambar bibir nya


Tangan Alena langsung memeluk leher Kenzo, menikmati lembut nya ciuman yang begitu membuai itu


Kenzo selalu candu untuk merasakan manis nya bibir itu, bibir yang selalu bisa membuat hasrat kelelakian nya naik dengan begitu mudah. Tapi untuk sekarang dia harus bisa menahan nya.


Masih betah menikmati bibir Alena, namun tangan Kenzo menjentik keatas, dan tidak lama kemudian.


Duar


Duar


Duar


Beberapa ledakan terdengar begitu besar dan mengejutkan membuat Alena langsung melepaskan diri dari Kenzo dan menatap kelangit dimana kembang api besar meledak dengan indah disana. Cahaya letusan nya yang bewarna warni dan meledak sempurna benar benar begitu indah menghiasi langit malam itu diatas kota Newyork yang memang sudah begitu indah


"En.... ini" ucapan Alena tertahan saat melihat Kenzo mengangguk dan tersenyum


"Untuk matahariku yang tetap selalu bersinar meski bumi sedang tidak baik baik saja" jawab Kenzo begitu puitis


Alena langsung memeluk erat tubuh Kenzo dengan begitu haru dan bahagia. Ternyata seorang Kenzo Barrent bisa juga melakukan hal yang romantis seperti ini


"Terimakasih, ini begitu indah" ucap Alena


Kenzo hanya mengangguk dan tersenyum saat Alena mendongak dan menatap nya. Topeng yang Kenzo kenakan tampak bersinar dengan indah terkena ledakan kembang api yang begitu besar itu. Entah bagaimana cara nya ada kembang api malam ini, tapi Alena tahu ini pasti ulah Kenzo. Pria kaya raya ini pasti memiliki kuasa apapun untuk melakukan semua yang dia inginkan


"Cantik sekali" gumam Alena yang kembali menatap takjub keatas


Tangan nya masih berada dalam genggaman tangan Kenzo yang tidak melepaskan nya sejak tadi.


"Kau yang merencanakan ini?" tanya Alena menoleh kearah Kenzo yang hanya mengangguk


"Jadi lampu tadi kau juga yang membuat nya?" tanya Alena lagi


"Ya, hanya kejutan kecil untuk mereka" jawab Kenzo terlihat santai dengan senyum tipis nya


"Bukan kejutan kecil, tapi kejutan besar karena setelah ini Daddy dan Joice pasti akan mengerahkan orang orang nya untuk mencarimu" gerutu Alena


Namun Kenzo hanya mendengus senyum dan kembali menarik Alena kedalam rengkuhan nya. Dia menyingkirkan anak rambut Alena dengan lembut


"Tidak akan, untuk beberapa saat ini kau bisa aman" jawab Kenzo. Dia kembali menarik tengkuk Alena dan mencium bibir nya kembali, Alena ingin memberontak, namun sungguh, bagaimana mungkin dia bisa menolak pesona dan sentuhan tuan Amerika ini yang begitu membuai


Dibawah ribuan bintang yang bertabur diatas langit, dan diatas suasana kota Newyork yang berhiaskan cahaya jutaan lampu, mereka berciuman dengan segenap perasaan masing masing, yang tanpa sadar jika perasaan mereka, semakin lama semakin mendalam.


...


Sementara ditempat lain..


Sesaat setelah lampu mati dan sebelum Alena diculik Kenzo..


Lampu yang tiba tiba mati membuat Joice merasa ada yang aneh, apalagi diujung sudut ruangan samar samar dia melihat seseorang yang memakai topeng berdiri memperhatikan mereka. Langsung saja tanpa permisi Joice bergegas mengejar pria bertopeng itu dan meninggalkan orang orang disana.


Sedangkan Reymond, hati nya benar benar tidak menentu saat melihat reaksi Clara yang berubah menjadi dingin saat Kapten Stone memberitahu perihal calon istrinya tadi. Dan lampu yang mati ini dia jadikan kesempatan untuk mencari dimana Clara berada, sehingga tanpa permisi dia juga meninggalkan meja itu.


Saat lampu telah hidup, kapten Stone dan nyonya Monica tampak saling pandang bingung karena ketiga anak anak mereka sudah hilang dan tidak ada ditempat, menyisakan Lian yang juga sama bingung nya


Tapi Edward tiba tiba datang dan memberitahu jika Alena dan Clara sedang dipanggil kebelakang oleh para juri dan panitia kompetisi. Sedangkan Reymond dan Joice dia berkata jika mereka berada ditaman belakang gedung ini untuk menikmati hiburan yang tersedia


Dan tanpa berfikir apapun, kapten Stone dan nyonya Monica percaya saja apa yang dikatakan oleh pria batu ini, begitu pula dengan Lian. Mereka kembali melanjutkan obrolan mereka tanpa tahu apa yang sebenar nya terjadi


Dan yang sebenar nya terjadi adalah....


*yuk, tunggu part selanjutnya ya☺️