ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Kegundahan Alena



Saat ini Kenzo sedang berada di balkon kamar nya. Dia duduk termenung memandang tajam langit dimalam itu. Langit yang penuh bintang, namun tidak terkesan indah bagi Kenzo. Karena dia belum menemukan keindahan lain selain wajah itu. Wajah yang masih mengisi hati nya hingga saat ini.


Setelah meredakan tangisan Alena, mereka makan bersama meski tidak saling selera. Tapi karena untuk mengisi perut, maka semua makanan yang dipesan Kenzo habis tidak tersisa.


Selesai makan, Kenzo menyuruh Alena untuk tidur dan beristirahat. Karena memang hari sudah begitu larut.


Cerita Alena yang menyedihkan menjadi pengantar tidur untuk mereka.


Kenzo belum bisa memejamkan mata nya, dan disinilah dia berada sekarang, duduk menyendiri dibalkon kamar nya. Sedangkan Alena sudah terlelap masuk kedalam mimpi nya, mungkin karena dia kelelahan akibat terlalu banyak menangis.


Kenzo meraih ponsel nya dan langsung menghubungi Edward.


"Selamat malam king, apa yang harus saya kerjakan?" Tanya Edward begitu sigap


"Cari tahu tentang Alena, dan siapa yang menguntit nya selama ini" kata Kenzo


"Siap king" jawab Edward langsung


"Apa kau sudah bisa menemukan petunjuk tentang kalung itu" tanya Kenzo lagi


"Sudah king, tapi belum tahu pasti siapa orang yang dimaksud" jawab Edward


"Baiklah, kita bicarakan lagi besok" kata Kenzo


"Baik king" jawab Edward. Dan Kenzo langsung mematikan ponsel nya.


Kenzo beranjak dari tempat duduk nya dan berjalan menuju tempat tidur dimana Alena terbaring disana.


Namun ada yang aneh, Alena terlihat gelisah, bahkan dia seperti bergumam sesuatu.


Kenzo mengernyit heran, dia langsung duduk disisi tempat tidur Alena dan memperhatikan gadis itu dengan lekat.


"Jangan, tolong jangan" gumam nya terus menerus


Keringat dingin menetes dipelipis nya, bahkan wajah Alena mengernyit dalam.


"Alena, hei" panggil Kenzo sembari menepuk pelan wajah gadis itu


Namun Alena tidak bergeming, dia terus mengigau dan ketakutan dalam tidur nya, membuat Kenzo bingung harus melakukan apa.


"Jangan, tolong, aku takut" gumam nya lagi . Dan itu terjadi berkali kali


Kenzo langsung naik keatas tempat tidur dan berbaring disebelah Alena. Dia menarik Alena masuk kedalam pelukan nya dan mengusap punggung gadis itu dengan lembut.


"Tenang lah, ada aku. Aku disini" bisik Kenzo terus menerus. Dan ternyata bisikan itu mampu membuat Alena tenang kembali. Wajah nya yang ketakutan kini berubah menjadi tenang dan damai.


Membuat Kenzo menatap nya dengan lekat.


Baru kali ini dia melihat wajah Alena begitu dekat. Tidak ada cela sedikitpun. Cantik dan begitu mulus. Meski tanpa make up, wajah Alena sudah terlihat jelas kecantikan nya. Seperti terpancar dari dalam hati nya.


Alis nya yang terukir indah, mata nya yang sedikit lebar namun memiliki tatapan yang sendu dilengkapi dengan manik biru yang berbinar indah. Bulu mata Alena sangat lentik dan cantik, hidung nya juga bangir dan indah. Dan lagi, bibir nya yang bewarna merah muda alami dan sedikit bervolume membuat nya terlihat ... Seksi.


Kenzo langsung mengerjapkan mata nya dan menghela nafas perlahan. Fikiran nya benar benar sudah mulai berkelana, apalagi dengan jarak yang sedekat ini. Dia benar benar bisa khilaf, apalagi melihat wajah Alena yang benar benar lembut dan damai.


Kenzo mulai merenggangkan pelukan nya, namun ketika dia ingin menarik lengan nya agar tidak lagi memeluk Alena, Alena malah semakin merapat ketubuh nya, seolah tidak ingin jauh dari Kenzo yang berhasil menenangkan nya dari mimpi buruk.


Kenzo mengernyit dalam saat melihat reaksi Alena. Dia kembali menghela nafas, dan kali ini sedikit kasar.


Seperti nya malam ini dia tidak akan bisa tidur nyenyak. Batin nya. Tapi memang nya sejak kapan dia bisa tertidur dengan nyenyak. Bahkan dia lupa kapan terakhir kali nya dia tidur dengan nyenyak.


Ya, sudah lama, yang dia tahu, saat seseorang itu masih ada bersama nya, namun setelah orang itu pergi, kehidupan Kenzo juga berubah. Bahkan untuk tidur pun tidak lagi bisa membuat nya tenang.


Kenzo kembali menatap wajah Alena yang sudah masuk kembali kedalam dekapan nya. Gadis asing yang entah kenapa bisa masuk kedalam kehidupan seorang Kenzo Barrent yang terlalu sempurna.


Dimana banyak gadis dengan nama yang berkilau, status yang tinggi bahkan seorang anak petinggi negara saja berusaha mengejar ngejar nya. Tapi kali ini, Kenzo malah bertemu dengan Alena, seorang gadis biasa yang hidup nya sudah ternoda, bahkan status nya pun tidak jelas.


Kenzo tersenyum getir sembari mengusap punggung gadis itu.


Dia yakin dia hanya iba pada gadis yang kini ada dalam pelukan nya. Dan dia tahu jika cinta nya masih pada mantan kekasih nya yang kini telah menjadi teman dekat nya itu.


Kebaikan Alena, ketulusan nya, keceriaan nya, dan kesedihan nya, mampu membuat Kenzo terusik hati nya. Dan dia bertekad untuk membantu gadis itu, seperti gadis itu yang pernah menyelamatkan nyawa nya dahulu.


Lama Kenzo berkelana dengan fikiran nya, hingga akhir nya mata nya tidak lagi mampu untuk bertahan lebih lama. Dia juga terpejam dan menyusul Alena kedalam mimpi nya.


....


"Astaga" gumam nya saat menyadari tangan nya yang sedang memeluk pinggang Kenzo. Dan yang lebih membuat nya terkejut, ternyata dia juga berada dalam kungkungan Kenzo saat ini.


Alena mengerjap perlahan dan mendongak sedikit untuk menatap wajah Kenzo. Bibir nya langsung merekah indah saat melihat Kenzo masih tenang dalam tidur nya.


Nafas nya terasa hangat menerpa wajah Alena.


'ya tuhan, bahkan sedang tidur pun dia begitu tampan' batin Alena yang terus tersenyum menatap dan memuja wajah tampan itu


'bahkan didalam mimpi pun aku memimpikan mu yang menjadi malaikat penolong ku En' kata Alena yang hanya dalam hati.


Dia begitu menikmati wajah damai Kenzo yang tertidur begitu pulas itu. Waktu masih menunjukan pukul enam pagi. Dan Alena masih ingin seperti ini sebentar lagi.


Entah apa yang terjadi malam tadi, hingga pagi ini dia terbangun dalam dekapan Kenzo.


Rasa nya ini seperti mimpi bagi Alena. Bahkan dia tidak mampu memudarkan senyuman nya itu. Rasa sakit dan ketakutan nya seketika lenyap saat bersama dengan Kenzo. Entah lah, dia tidak berharap banyak jika perasaan nya terbalas, yang dia harapkan hanya perkataan Kenzo yang akan selalu melindungi nya. Dan itu sudah cukup untuk nya.


Hampir lima belas menit Alena menatap wajah Kenzo. Mengagumi setiap pahatan sempurna diwajah itu. Wajah yang sempurna tanpa cela sedikitpun.


Dulu wajah itu sedikit brewok, namun kini wajah itu bersih sempurna, bahkan sangat mulus untuk ukuran seorang laki laki.


'andai saja ini menjadi milikku' batin Alena tersenyum getir. Namun dia tahu diri untuk tidak berharap terlalu jauh. Dia terlalu hina untuk seorang Kenzo Barrent yang sangat berkuasa dan penuh dengan keistimewaan.


Alena melepaskan dekapan Kenzo perlahan, dan beranjak dengan sangat hati hati. Sudah cukup mengagumi wajah tampan itu. Sekarang waktu nya kembali kedalam kehidupan nyata .


Alena langsung bergegas kekamar mandi, dia mandi begitu cepat. Setelah dirasa bersih dia langsung keluar dengan hanya menggunakan bathrob milik Kenzo yang kebesaran ditubuh nya.


"Aku sudah seperti orang orangan sawah sekarang" gumam Alena tertawa lucu melihat penampilan nya . Namun saat mata nya menoleh kearah tempat tidur, dia terkesiap saat melihat Kenzo sudah duduk disisi tempat tidur dan menatap nya dengan tatapan datar


"Kau sudah bangun" sapa Alena begitu canggung


"Hmm" gumam Kenzo yang masih memperhatikan Alena. Meski hanya memakai bathrob yang kebesaran kenapa dia masih saja tetap terlihat cantik, batin Kenzo.


"Aku aneh ya?" Tanya Alena dengan senyum canggung nya melihat Kenzo yang masih memperhatikan nya tanpa berkedip.


"Ya, seperti makhluk luar angkasa" jawab Kenzo asal membuat Alena mendengus kesal


"Aku kan tidak punya baju ganti. Lalu aku harus memakai apa?" Tanya Alena lagi


"Aku sudah menyuruh Edward untuk membawakan nya" jawab Kenzo yang langsung beranjak kekamar mandi


"Hei itu memalukan tahu" teriak Alena


"Dari pada aku yang mencari. Itu lebih memalukan" jawab Kenzo yang langsung menutup pintu kamar mandi nya


Alena terdiam sesaat namun kemudian dia terbahak sendiri


"Haha, iya juga ya. Lucu juga jika seorang Presdir membelikan baju untuk seorang pemilik butik yang kini menumpang dirumah nya" gumam Alena tertawa lucu


Dia beranjak menuju dapur Kenzo, dia ingin membuat sesuatu, namun lemari pendingin Kenzo kosong. Dan hanya ada kopi disana. Jadilah untuk menghangatkan tubuh batin nya.


Alena membuat dua gelas kopi, dia duduk dimeja makan itu sembari menyesap kopi nya. Sangat hangat dan bisa sedikit menangkan hati nya.


Namun tidak lama, dia kembali tertegun saat mengingat jika Mike sudah ada dikota ini.


"bagaimana selanjut nya. Apa yang harus aku lakukan" gumam Alena. Hati nya benar benar resah jika mengingat itu. Ketakutan dan rasa trauma nya benar benar menghantui diri nya.


"bahkan aku belum menikmati hasil butik ku, tapi dia sudah menemukan ku, dan menghancurkan semua harapan ku" Alena menghela nafas berat, tertunduk dengan mata yang berkaca kaca


Dia tidak menyangka, ketenangan yang dirasakan nya hanya sebentar. Entah kapan dia bisa menikmati hidup nya jika pria itu masih ada, dan bagaimana Alena bisa lepas dari dia. Sungguh Alena benar benar bingung saat ini.


Meski Kenzo menawarkan diri untuk membantu nya, tapi Alena benar benar tidak ingin membuat Kenzo terlibat, karena dia tahu Mike adalah orang yang sangat kejam.


Dia takut Enzo nya akan celaka nanti nya. Tapi bagaimana, Alena hanya punya Kenzo sekarang. Hanya Kenzo yang dekat dengan nya, apakah Alena harus memanfaatkan Kenzo lagi, apa Alena harus menyusahkan pria itu selalu.


Alena mengusap wajah nya dengan kasar. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Sungguh jika boleh memilih dia ingin mati saja jika mengingat kehidupan nya yang begitu rumit ini.


...


*next .....


terimakasih yang sudah mampir


Like dan komen kalian jangan lupa ya cinta*