
Alena dan Reymond kini sedang berada disebuah restauran tidak jauh dari butik nya. Mereka tengah menyantap makan siang yang sudah terlambat. Clara dan Edward sudah pergi keperusahaan untuk mengadakan rapat agensi. Dan Alena memilih untuk makan siang bersama Reymond, karena dia memang belum makan saing ini.
Sejak tiba direstauran, Remond lebih banyak diam dan lesu, entah apa yang terjadi, padahal tadi sewaktu dibutik dia terlihat seperti biasa dan bisa bercanda dengan Clara. Tapi sekarang, wajah nya begitu lesu dan tidak bersemangat.
"Kak" panggil Alena, membuat Reymond langsung memandang kearah nya
"Kenapa, kau mau tambah?" tanya Reymond, namun Alena segera menggeleng. Dia mengusap sekilas mulut nya dengan tisu dan kembali memandang Reymond. Seperti nya memang sedang ada yang difikirkan oleh kakak nya ini.
"Kakak terlihat tidak bersemangat, apa makanan nya tidak enak?" tanya Alena, namun Reymond langsung menggeleng dan tersenyum tipis
"Tidak, makanan nya cukup enak, aku hanya sudah kenyang, tadi dikantor Antony membawakan ku makanan ringan" jawab Reymond
"Benarkah?" tanya Alena dan Reymond langusung mengangguk
"Tapi kelihatan nya kakak sedang ada masalah?" tanya Alena, tangan nya terus saja memakan puding yang ada dihadapan nya.
"Tidak" jawab Reymond langsung
"Lalu kenapa wajah kakak kusut begitu?" tanya Alena lagi, Reymond terlihat menghela nafas nya sejenak dan memandang Alena dengan ragu
"Apa Clara dan Edward menjalin hubungan?" tanya Reymond membuat Alena sedikit memicingkan mata nya
"Kenapa kakak bertanya seperti itu?" tanya Alena aneh
"Ah, tidak lupakan" sahut Reymond langsung
Alena langsung tersenyum sinis melihat kakak nya, Reymond terlihat salah tingkah dan gugup, dan itu sudah membuktikan jika sedari tadi kakak nya ini pasti sedang memikirkan Clara.
"Kakak menyukai nya ya" tuding Alena dengan sendok garpu yang mengarah kewajah Reymond membuat pria itu sedikit terkesiap dan menggeleng cepat
"Tidak, aku hanya bertanya, aku lihat mereka begitu dekat sejak dulu, apalagi sekarang, sejak Kenzo tidak ada" jawab Reymond
"Benarkah hanya begitu?" tanya Alena dan Reymond langsung mengangguk. Alena langsung mendengus senyum dan kembali menyuapkan puding kedalam mulut nya. Mata nya memandang Reymond dengan penuh makna, membuat pria itu terlihat kesal
"Jangan berfikiran yang tidak tidak, aku hanya ingin tahu, jika Clara bersama Edward itu akan lebih bagus, setidak nya ada yang melindungi dia setiap saat" ungkap Reymond
"Hmm, kakak terlihat begitu perhatian" sindir Alena
"Tentu saja, dia temanku" jawab Reymond. Namun Alena tahu jika ada sesuatu yang tersimpan dilubuk hati lelaki ini, meski Alena bodoh tapi dia tahu kakak nya pasti menyukai Clara, terlihat dari cara dia memandang sahabat nya itu.
Alena tersenyum tipis dan menggeleng pelan
"Mereka tidak ada hubungan apapun saat ini, hanya sebatas nona dan pengawal" ungkap Alena. Reymond memandang Alena dengan lekat
"Bahkan setiap bertemu mereka seperti anjing dan kucing yang selalu saja bertengkar dan meributkan sesuatu, ya meskipun kebanyakan Clara yang suka mencari masalah" kata Alena lagi
"Ya, Clara memang semenyebalkan itu" gumam Reymond tanpa sadar membuat Alena kembali tersenyum tipis
"Clara pernah bilang padaku, dia begitu menyukai lelaki yang ramah, lembut dan hangat, dan tentu saja Edward bukan tipe nya" tambah Alena lagi
"Benarkah?" tanya Reymond lagi dan Alena segera mengangguk, seperti nya kakak nya ini sudah mulai terpancing, batin nya
"Tapi aku rasa dia lebih cocok jika bersama Edward" gumam Reymond dengan pandangan yang tertunduk, namun nada bicara nya terdengar begitu getir.
"Kenapa, apa kakak tidak ingin berjuang mendapatkan nya?" tanya Alena
"Tidak mungkin" gumam Reymond. Tangan nya terlihat menopang dagu nya dengan lemas, dia belum sadar jika Alena sedang memancing nya saat ini
"Kenapa tidak mungkin?" tanya Alena dengan wajah yang terlihat mencondongkan tubuh nya kearah Reymond, membuat pria itu langsung terkesiap dan menatap Alena yang tengah tersenyum penuh arti melihat nya
"Hei, kau ini" seru Reymond sembari mendorong dahi Alena dengan jari nya, Alena langsung tertawa kecil melihat wajah tampan itu, sangat lucu, wajah wajah frustasi dan bingung
"Kakak benar benar menyukai nya kan" kata Alena masih dengan tawa nya
"Tidak" jawab reymond
"Jangan bohong" kata Alena lagi
"Dia tidak cocok untuk ku Alena, lagipula kau sudah bersama Kenzo, tidak mungkin aku bersama adik nya. Yang benar saja. Lagi pula daddy juga sudah menjodohkan ku dengan seseorang" ungkap Reymond terlihat kesal
"Apa, dengan siapa, kenapa aku tidak tahu?" tanya Alena dengan cepat, dia melihat Reymond yang menghela nafas panjang, seperti nya ini bukan kabar baik, batin Alena
"Joice" jawab Reymond
"What!!!!" seru Alena sembari menggebrak meja membuat Reymond langsung terkesiap dan memandang kesekeliling nya dimana orang orang yang berada disana menatap mereka dengan heran
"Yang benar saja dengan Joice, agen wanita itu kan?' tanya Alena dan Reymond langsung mengangguk
"Sejak kapan?" tanya Alena lagi
"Sejak satu tahun yang lalu. Joice adalah anak dari sahabat dekat daddy yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, dan daddy ingin aku menikahi nya sesuai dengan janji Daddy pada sahabat nya itu" jawab Reymond
Alena langsung menggeleng dan tertawa kecil mendengar nya. Dia begitu terkejut mendengar ini, jika benar terjadi, maka dia akan mempunyai seorang kakak ipar yang tangguh dan jagoan, bukankah itu sangat hebat, dia jadi bisa belajar bela diri dengan nya.
Tapi, Alena langsung menoleh pada Reymond yang terlihat lesu. Seperti nya Reymond tidak begitu menginginkan perjodohan ini.
"Apa kakak tidak menyukai nya?" tanya Alena dan dapat dia lihat Reymond kembali menghela nafas nya dengan berat
"Aku menyukai wanita yang periang, lembut dan penuh tawa yang bisa melengkapi diriku yang kaku seperti ini. Sedangkan dia, dia begitu menyebalkan, dingin dan ketus. Bagaimana aku bisa menyukai nya" jawab Reymond menatap Alena dengan pandangan yang begitu lesu, membuat Alena menjadi tidak tega sekarang
"Kenapa kakak tidak bilang pada daddy jika kakak menolak perjodohan ini, mungkin daddy bisa memaklumi. Perasaan kan tidak bisa dipaksa" kata Alena
"Daddy adalah seorang yang menepati janji, apalagi janji pada sahabat nya. Dia ingin Joice menikah denganku agar wanita itu tidak lagi terjun kedunia nya yang sekarang. Aku juga tidak tega membuat daddy merasa bersalah seumur hidupnya hanya karena aku yang menolak permintaan untuk menikahi wanita itu" ungkap Reymond, wajah nya terlihat putus asa dan tidak bergairah.
Alena terlihat sedih mendengar nya, tapi dia juga tahu jika ayah nya pasti hanya ingin yang terbaik, dan berharap Reymond bisa mewujudkan keinginan nya.
"Lalu apa kakak memang menyukai Clara?" tanya Alena lagi, namun Reymond malah menggeleng
"Dia temanku, dan masalah perasaan aku sudah mengubur semua nya sejak daddy memutuskan perjodohanku dengan Joice" jawab Reymond
"Kak, aku bisa membantumu bicara pada daddy jika kau keberatan" kata Alena namun Reymond langsung menggeleng dan tersenyum tipis menatap nya
"Tidak apa apa, hanya masalah waktu, aku pasti akan terbiasa nanti nya. Lagi pula jika aku menyukai Clara itu tidak mungkin Alena, kau sudah bersama Kenzo, tidak mungkin aku juga menjalin hubungan dengan Clara." sahut Reymond
"Tapi...."
"Sudah lah, Clara juga hanya menganggapku sebagai teman, dan akan tetap seperti itu hingga kapanpun" jawab Reymond.
Alena hanya mengangguk dan tersenyum tipis. Ini bukan hal yang mudah, dia tahu kakak nya pasti menyukai Clara, pasti begitu menyakitkan. Tapi apa yang dibilang oleh Reymond juga ada benar nya, Clara belum tentu menyukai nya, gadis itu sudah dekat dengan Edward sejak kecil, tapi dibeberapa kesempatan Alena pernah memergoki Clara yang terlihat berbeda memandang Reymond. Entah rasa suka atau apa, Alena juga tidak mengerti, yang jelas Alena tidak tahu siapa orang yang disukai oleh Clara. Gadis itu selalu bilang jika dia ingin mempunyai suami seperti tuan Cristian, yang lembut dan penyayang, Edward bukan pria seperti itu, tapi kakak nya? Ah, Alena jadi bingung sendiri.
Dia malas memikirkan nya, masalah percintaan nya saja masih belum jelas hingga kini.
"Bagaimana kalau kita jalan jalan saja ke mall?" ajak Reymond tiba tiba membuat Alena langsung terkesiap
"Ke mall?" tanya Alena lagi, dan Reymond langsung mengangguk
"Dari pada pusing, lebih baik kita jalan jalan saja, kita tidak pernah menghabiskan waktu berdua bukan" ucap Reymond dan Alena langsung mengangguk
"Baiklah ayo, aku ingin belanja" kata Alena begitu bersemangat membuat Reymond langsung tersenyum geli melihat nya
"Mau belanja apa hmm, pakaian mu tidak kurang dibutik" sahut Reymond sembari beranjak dari meja nya diikuti oleh Alena
"Belanja menghabiskan uang mu" sahut Alena dengan tawa nya membuat Reymond langsung mencubit gemas hidung nya
"Tidak masalah, ayo, uang ku tidak akan habis hanya untuk satu orang seperti mu" jawab Reymond
Alena langsung tertawa dan merangkul lengan Reymond dengan manja. Dia begitu bersyukur bisa memiliki kakak yang begitu menyayangi nya.
...
Sementara ditempat lain, seorang pria bertopeng tampak berkejar kejaran seorang agen wanita. Pria bertopeng itu berlari dan memasuki sebuah pusat perbelanjaan terbesar dikota itu. Dia menyelusup diantara kerumunan orang orang yang sedang bergumul berbelanja diskonan yang sedang diadakan disana. Menyelusup menghindari kejaran seorang wanita muda yang begitu gesit dan masih berusaha mengejar untuk nya.
Beberapa kali dia menabrak orang orang yang dilewati nya, berlari kearah jejeran hoody dan menarik satu diantara jaket hoody itu, dan setelah bersusah payah menghindar, akhir nya dia bisa bersembunyi didalam ruang ganti.
Nafas nya tersengal berat, pandangan mata nya menatap tajam kearah cermin didepan nya. Dia membuka topeng itu sehingga menampakan wajah tampan nan tegas yang sangat mempesona. Keringat masih terlihat mengalir didahi, membasahi bulu bulu halus yang tumbuh dirahang tegas nya.
"Agen sialan, bisa bisa nya dia mengira aku adalah seorang buronan. Jika tidak mengingat tempat sudah aku habisi dia" gumam pria itu, pria yang tidak lain adalah Kenzo Barrent.
Siang ini Kenzo bersama anggota klan Ardego nya tengah mengejar seorang mata mata yang berhasil mengetahui lokasi markas milik nya. Mata mata itu lari kearah pusat kota sehingga mau tidak mau Kenzo berusaha untuk terus mengejar nya, dia dan anggota klan nya berpencar untuk mencari mata mata itu, dan sial nya dia malah bertemu dengan Joice, agen wanita milik kapten Stone.
Agen itu mengira jika Kenzo adalah buronan yang menghilang saat penculikan Alena beberapa minggu yang lalu. Pihak agen tidak mengetahui bagaimana rupa Thomas, buronan yang mereka cari, sehingga saat bertemu Kenzo yang sedang berlarian dibelakang gedung gedung tua tidak jauh dari tempat itu, Joice mengira jika Kenzo adalah buronan yang mereka cari.
Kenzo begitu kesal, rencana nya gagal karena agen wanita ini. Ditambah lagi dia disangka adalah seorang penjahat yang menjadi buronan negara.
Kenzo tampak melepaskan jaket kulit nya dan mengganti dengan jaket hoody yang tadi sempat diambil, Wajah nya dia tutup masker, dan jaket hoody bewarna biru muda itu membuat penampilan nya berubah drastis.
Dia keluar dan berjalan dengan santai meninggalkan ruang ganti dimana Joice yang baru tiba ditempat itu dan tidak lagi menemukan keberadaan Kenzo, yang ada hanya tinggal sebuah jaket kulit dan topeng yang tergeletak diatas lantai.