ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Sikap Hangat Kenzo



Clara mematung diatas tempat tidur. Matanya membendung air yang kembali ingin tumpah, memandang kesal namun penuh rindu seorang pria bermasker yang ada dihadapan nya kini. Pria dewasa yang sangat dia rindukan selama ini. Pria yang dia kira sudah menghilang dan tidak akan kembali lagi, ternyata kini ada didepan nya. Antara marah, kecewa, bahagia semua bercampur aduk menjadi satu.


"Kenapa, kau tidak ingin melihatku?" tanya Kenzo yang baru datang kerumah sakit itu. Dia tidak bisa diam saja, apalagi tadi dia sempat mendapatkan ancaman dari Alena. Dan melihat kondisi adik kesayangan nya kini juga membuat hatinya sedikit merasa bersalah.


"Kau jahat kak, kau membohongiku" kata Clara yang kini mulai menangis terisak kembali. Dia menangkup wajah nya dengan kedua tangan. Hati nya benar benar kesal karena selama ini dia berfikir telah dibohongi oleh Alena dan Kenzo.


Alena yang berdiri diantara mereka menatap Kenzo dengan penuh rasa bersalah, apalagi melihat Clara yang menangis kembali seperti itu. Sudah dia duga ini pasti bukan hal yang baik. Clara pasti kecewa padanya.


Kenzo tersenyum tipis, berjalan mendekati Clara dan duduk disampingnya. Dia meraih kedua lengan Clara dan menarik Clara masuk kedalam pelukan nya


"Sejak kapan kau jadi lemah begini hmm? Kau yang paling tahu aku bukan. Aku tidak akan mati dengan mudah" kata Kenzo sembari mengusap punggung Clara dengan lembut.


Mendapat perlakuan seperti itu dari Kenzo tentu Clara semakin menangis, dia memeluk tubuh Kenzo dengan erat dan menangis tersedu sedu disana. Dia begitu merindukan kakak manekin nya ini. Sebulan lebih tidak bertemu dan tidak tahu kabarnya membuat hati Clara benar benar bahagia tidak terkira


"Tapi tetap saja aku takut kau tidak kembali.. huuuuuu" jawab Clara dengan isak tangis nya memeluk erat tubuh Kenzo yang sangat dirindui nya itu.


Kenzo mengecup sekilas pucuk kepala Clara. Dia tersenyum tipis dan melepaskan pelukan nya. Memandang wajah Clara sembari mengusap air mata nya.


"Aku pasti kembali, aku sudah berjanji untuk membawamu jalan jalan bukan" kata Kenzo


"Lalu kenapa kakak tidak pernah muncul? Semua orang mencari kakak, tapi kakak tidak juga keluar. Hanya Alena yang tahu, dan kalian benar benar keterlaluan" dengus Clara begitu kesal


Alena langsung tersenyum canggung melihat wajah marah Clara


"Jangan marah padaku. Tanyakan pada kakakmu itu, dia yang ingin aku merahasiakan keberadaan nya selama ini" sahut Alena cepat


Clara kembali memandang Kenzo yang tersenyum dibalik masker nya


"Aku punya alasan untuk itu. Setelah misi ku selesai, aku pasti kembali pada kalian" ucap Kenzo


"Misi apa?" tanya Clara bingung. Suara nya terdengar serak dan sengau,dia sudah terlalu banyak menangis hari ini. Dan semua karena Alena dan Kenzo


"Hanya misi kecil, dan tugas mu cukup diam jika kau ingin aku cepat kembali" jawab Kenzo membuat Clara langsung mendengus kesal. Namun dia kembali memeluk kakak nya itu dengan begitu manja


"Baiklah, tapi berjanji untuk datang menemui ku sesekali. Jangan hanya Alena saja yang kau temui, aku cemburu" kata Clara. Kenzo dan Alena langsung tertawa kecil mendengar nya


"Baiklah. Aku tidak bisa berlama lama disini. Aku sudah harus pergi" kata Kenzo. Clara langsung melepaskan pelukan nya dari Kenzo, dan langsung mendongak menatap kakaknya


"Kenapa cepat sekali?" protes Clara dan tanpa sadar Alena juga mengangguk, bahkan dia belum merasakan pelukan hangat itu


"Aku tidak ingin ada yang menyadari kehadiran ku disini" jawab Kenzo


Clara langsung tertunduk sedih, baru juga beberapa detik, tapi sudah harus berpisah lagi. Bahkan rasa rindunya belum terobati sama sekali,


"Aku pasti akan datang menemui mu lagi. Cepatlah sembuh, perusahaan menantimu" kata Kenzo


"Kau sengaja kan kak membuat ku pusing setiap hari" gerutu Clara. Kenzo langsung mengusap kepala nya sekilas


"Tidak juga. Tapi kau memang harus belajar bertanggung jawab. Dan aku bangga padamu. Kau hebat. Kau sudah bisa mempertahankan perusahaan bersama daddy mu itu, dan aku akan memberikan hadiah untuk mu nanti" ucap Kenzo


"Dia juga daddymu" dengus Clara


Kenzo hanya tersenyum dan mengusap kepala Clara kembali. Dia beranjak dari duduk nya, menatap Clara dan Alena bergantian. Dua gadis kesayangan nya yang akan dia jaga hingga tetes darah penghabisan.


"Aku pergi, kau harus sembuh" kata Kenzo membuka masker nya dan mengecup dahi Clara dengan begitu hangat. Bahkan Clara sampai tertegun melihat nya. Tidak pernah nya Kenzo bersikap semanis ini padanya sejak dulu. Tapi kenapa sekarang berubah? Apa karena sudah lama tidak bertemu atau jangan jangan kepala nya yang terbentur sesuatu?


Bahkan mata Clara dibuat kembali terbelalak saat Kenzo kini mendekati Alena, dia mengecup singkat bibir Alena yang juga tampak terkejut karena malu dilihat oleh Clara, namun Kenzo seakan tidak perduli


"Aku sudah menuruti keinginan mu. Dan jangan lagi coba coba mengancam ku ataupun Edward," ucap Kenzo. Dia mencium kembali bibir Alena dan langsung beranjak pergi meninggalkan kedua gadis itu yang mematung ditempat mereka masing masing.


Suara pintu yang tertutup membuyarkan keterpanaan mereka masing masing. Alena langsung memalingkan wajahnya yang merona saat Clara menatap nya dengan begitu takjub.


Alena mendengus dan duduk disisi ranjang Clara, namun enggan menatap wajah Clara yang masih terlihat terperangah


"Kau fikir dia siapa kalau bukan kakakmu" jawab Alena sembari mengusap wajah nya yang memerah


"Sebulan tidak bertemu dan dia sangat sangat berubah" gumam Clara


"Berubah apanya?" tanya Alena bingung. Dia langsung menatap wajah Clara. Apa mungkin Clara merasa dia sedang bermimpi, tapi sekarang Alena yang serasa sedang bermimpi. Karena ternyata Kenzo benar datang dan menuruti keinginan nya. Dia jadi merasa terharu dengan itu. Dia fikir Kenzo tidak akan datang mengingat bagaimana angkuh dan keras kepala nya lelaki itu.


"Sifat nya berubah hangat, bahkan dia tidak pernah sehangat ini padaku. Memeluk ku dengan belaian nya yang lembut bahkan mencium dahiku. Aku bahkan sudah lupa kapan terakhir kali dia memperlakukan ku seperti itu. Sudah sangat lama Alena. Lama sekali" ungkap Clara dengan mata yang kembali berkaca kaca


Alena tersenyum, mengusap lengan Clara dengan begitu lembut


"Itu karena dia juga begitu merindukan mu Clara. Enzo sangat menyayangimu. Kau pasti tahu itu, mungkin selama ini luka hatinya yang membuat nya dingin. Bukankah kau tahu itu" kata Alena dan Clara langsung mengangguk setuju


"Dan semua karena kau yang telah membuat nya kembali Alena. Kau telah mengobati luka hatinya. Dan aku juga bisa melihat jika dia sangat bahagia bertemu dengan mu. Dia pasti sudah menemukan cinta nya didalam dirimu" ungkap Clara yang langsung memeluk tubuh Alena yang seketika mematung.


Cinta?


Apa benar sudah ada cinta dihati Kenzo untuknya. Tapi sampai sejauh ini Kenzo sama sekali belum ada mengucapkan kata kata sakral itu. belum pernah sekalipun. Lalu apa Alena harus percaya jika cinta itu memang sudah ada? Kenzo memang memperlakukan nya seperti begitu mencintainya, tapi dibeberapa waktu tidak jarang Alena juga kecewa dengan sikap pria itu. Ya, Alena masih belum begitu memahami semua tentang Kenzo.


Clara melepaskan pelukan nya dan menatap Alena


"Aku benar benar kesal sebenarnya dengamu, kau begitu tega menyimpan rahasia ini begitu lama. Kau menyembunyikan keberadaan kakak ku dan membiarkan kan ku sedih setiap hari" ucap Clara


"Clara untuk itu aku minta maaf. Kenzo meminta aku untuk merahasiakan keberadaan nya" jawab Alena merasa tidak enak


Clara menghela nafas nya dan menggeleng pelan


"Tapi melihat sikapnya tadi, aku sudah melupakan kekesalanku. Aku sudah cukup bahagia melihat kemajuan sikapnya yang sudah tidak sedingin dulu dan selalu mengabaikan ku. Sekarang dia sudah berubah dan aku sudah bersyukur sekali. Apalagi mengetahui jika dia sudah baik baik saja. Aku hanya berharap jika kau mau menemui nya kau harus mengajak ku dilain waktu" pinta Clara begitu serius.


Dan kali ini Alena yang menghela nafas nya dengan kesal


"Bagaimana aku mau mengajak mu. Jika aku saja tidak tahu pasti dimana keberadaan nya. Setiap bertemu dia selalu menculikku seperti penjahat bertopeng" gerutu Alena terlihat kesal


"Menculikmu?" tanya Clara lagi dan Alena langsung mengangguk. Dia memang tidak tahu dimana Kenzo tinggal, entah dimarkas nya atau diapartemen. Pria itu sudah seperti penjahat betulan sekarang yang tidak memiliki tempat tinggal tetap. Terkadang Alena merasa heran, kenapa ada seorang presdir yang dijuluki sebagai tuan Amerika itu hidupnya seperti terlunta lunta dan bahkan seperti penjahat yang sesungguhnya, yah padahal dia memang mafia juga.


"Hanya Edward yang tahu dimana keberadaan Kenzo. Kau bisa mencari tahu pada pria batu itu" ucap Alena


"Edward, ya pria batu itu ternyata juga sudah membohongi ku selama ini. Awas saja dia nanti" geram Clara dengan mata yang memicing kesal.


"Jadi selama ini kau menghilang adalah karena ulah kakakku?" tanya Clara. Alena tertawa kecil dan mengangguk


"Sejak kapan kau tahu dia masih hidup?" tanya Clara


"Sejak dua hari aku datang kebutik" jawab Alena


Clara terdiam sesaat, namun langsung mengangguk dengan senyum sinis nya


"Yah, seharus nya aku sudah mencurigai itu. Dua minggu kau seperti mayat hidup karena hilang nya kakak ku. Bahkan tidak mempan dengan semua perkataan ku dan orang lain. Tapi tiba tiba saja kau menjadi segar kembali." ucap Clara dengan tawa sinis nya. Dia memang bodoh tidak mengetahui itu.


"Maaf" ucap Alena dengan wajah yang begitu menyebalkan bagi Clara. Ya tapi mau bagaimana lagi. Dia tidak akan bisa marah terlalu lama pada Alena. Gadis ini memang menyebalkan, tapi karena dia Clara dan keluarga nya bisa bersatu lagi. Ayahnya yang mulai perduli, dan Kenzo yang sudah bisa kembali seperti Kenzo yang dulu, penuh kehangatan dan senyum yang indah.


Dan dari sini Clara harus semakin sadar. Jika cintanya pada Reymond memang harus dia buang jauh jauh. Dia tidak akan mengorbankan kebahagiaan yang sulit dia dapatkan dengan cinta nya. Biarlah cinta nya yang pergi, yang terpenting dia bisa melihat senyum diwajah orang orang tersayang nya.


Tidak apa sakit sebentar, mungkin sulit untuk membuka hati kembali. Apalagi Clara tahu jika cinta nya terbalas, dan dia juga masih sering bertemu dengan Reymond. Tapi dia akan mencoba biasa, biasa seperti hari hari sebelum nya. Bukan kah dia sanggup, dan mulai sekarang dia juga harus terbiasa dengan kebiasaan nya untuk menutupi hatinya yang luka itu.


Tidak ada kebahagiaan yang lebih indah selain melihat kakak nya bahagia. Cintanya untuk Reymond hanya sebatas singgah, bukan untuk menetap dan tinggal.