ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Terkena Racun



Edward mengemudikan mobilnya dengan kecepatan begitu tinggi. Saat ini mereka sedang menuju kemansion Kenzo. Wajah Kenzo sudah tidak bisa diartikan lagi bagaimana mimiknya. Dia memangku Alena yang sudah tidak sadarkan diri dengan wajah yang begitu pucat bahkan tubuhnya sudah sedikit membiru. Entah apa yang terjadi pada Alena, tapi Kenzo tahu jika jantung Alena pasti sedang bermasalah saat ini.


Beberapa kali Kenzo memanggil nama Alena, mengusap wajah nya yang pucat. Namun Alena sama sekali tidak lagi bergerak, bahkan dapat Kenzo rasakan jika dengut nadi nya benar benar lemah. Kenzo sangat panik, dia benar benar takut terjadi sesuatu pada Alena.


"Lebih cepat Ed!" teriak nya pada Edward. Dia begitu khawatir dengan Alena


Clara sesekali memandangi Alena dari depan. Dia juga cemas melihat Alena yang tidak sadarkan diri, apalagi Alena sudah pucat bagai mayat hidup.


"Alena sadarlah" gumam Kenzo berkali kali. Dia terus memeluk dan mengusap wajah pucat itu dengan cemas. Pandangan matanya menajam, rahang nya mengeras, jantung nya bergemuruh hebat dan hatinya benar benar cemas.


"Apa dia sudah merasakan sesuatu pada tubuhnya hari ini?" tanya Kenzo tanpa menoleh kedepan dimana Edward dan Clara berada.


Clara sedikit memiringkan tubuhnya, menatap Kenzo dengan anggukan kepala


"Beberapa kali dia merasa sesak kak. Tapi ketika ku ajak kerumah sakit dia tidak mau, dia hanya bilang jika dia hanya masuk angin saja" jawab Clara


Edward sedikit bereaksi, dia melirik king Aldrego itu dari kaca depan.


Kenzo memejamkan matanya sejenak, kembali menunduk dan memandang Alena. Mengusap wajah itu dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Melihat apa yang dirasakan Alena, Kenzo dapat memastikan jika Alena terkena racun. Tapi..siapa yang berani meracuni nya?


Kenzo menarik nafasnya dalam dalam, dia jadi ingat perkataan Thomas malam itu. Dia pasti merencanakan sesuatu. Dan Alena adalah target nya.


Thomas, Kenzo tidak akan melepaskanmu!


Dan tidak lama kemudian  mobil yang dikemudikan Edward telah tiba dimansion besar Kenzo. Kenzo langsung membawa Alena keruang bawah tanah. Dokter Richard sudah menunggu nya disana karena Edward sudah menghubungi nya tadi.


Kenzo meletakkan Alena diatas ranjang dan dokter Richard beserta seorang karyawan nya langsung melakukan pemeriksaan pada gadis itu. Kenzo menunggu diluar bersama Clara dan Edward. Dia benar benar mengkhawatirkan keadaan Alena. Apalagi Kenzo melihat tubuhnya yang pucat pasih dan juga sangat dingin, semoga saja Alena hanya mengalami sedikit masalah pada jantung nya. Tapi jika dia memang terkena racun, semoga dokter Richard bisa segera menanganinya.


"King apa ini berhubungan dengan Thomas?" tanya Edward memberanikan diri bertanya pada Kenzo yang masih berdiri disamping pintu ruangan Alena dirawat


Kenzo melirik Edward dari balik topengnya. Dia tampak menghela nafas begitu berat.


"Apa ada orang yang mencurigakan yang mendekatinya selama seminggu ini?" tanya Kenzo pula


Edward terdiam, begitu juga dengan Clara yang masih belum mengerti apa maksud Kenzo.


"Tidak ada yang menganggu nona Alena. Bahkan yang terakhir kali sewaktu anda membawanya kemarkas, setelah itu Jack tidak ada memberi tahu jika ada hal yang membahayakan nona Alena. Semua berjalan seperti biasa" jawab Edward


Kenzo terdiam, memikirkan sesuatu. Namun dia langsung menoleh saat dokter Richard yang keluar dari dalam ruangan Alena dengan wajah yang tampak panik


"Bagaimana?" tanya Kenzo langsung


"Seperti nya nona terkena racun king" jawab dokter Richard membuat Clara yang mendengar nya langsung terkesiap kaget


"Racun, kenapa bisa?" tanya Clara yang sudah mendekat kearah dokter Richard


"Sample darah nya sudah saya ambil, saya akan memeriksa nya sebentar, semoga saja racun itu memiliki penawar yang bisa dicari. Tapi menurut diagnosis saya, racun itu merupakan sebuah serum yang memang sengaja dibuat untuk merusak jantung nya secara perlahan, dan juga akan merusak organ dalam yang lain dalam waktu tertentu" ungkap dokter Richard


Kenzo menggeram begitu kesal, Thomas, ini pasti ulah nya


"Cepat lakukan segera" Kenzo langsung masuk kedalam mengabaikan dokter Richard yang terlihat panik namun segera pergi keruang laboratorium nya untuk memeriksa racun jenis apa yang masuk kedalam tubuh Alena.


Clara mematung ditempat nya. Dia benar benar lemas mendengar penuturan dokter Richard tadi. Siapa orang yang sudah berani beraninya meracuni Alena. Gadis polos itu tidak mungkin melakukan kesalahan yang fatal kan sehingga ada orang yang dengan tega meracuninya


"Nona, apa anda tidak menyadari hal hal yang mencurigakan disekitar nona Alena akhir akhir ini?" tanya Edward tiba tiba


Clara memandang nya dan menggeleng pelan


"Aku tidak tahu Ed. Selama dia diperusahaan tidak ada hal yang aneh. Kau tahu kan aku sibuk diperusahaan, jadi tidak pernah punya waktu untuk kebutik nya. Keluar bersama nya juga baru hari ini" jawab Clara


Edward langsung mengangguk. Benar juga, lalu siapa yang sudah berani meracuni Alena. Apa dia mau kepala nya dicincang habis oleh King Aldrego itu?


"Ah aku tahu harus mencari tahu ini dengan siapa" ucap Clara tiba tiba


"Aku akan pergi menemui Reymond, dia pasti tahu siapa orang yang dekat dengan Alena akhir akhir ini" ungkap Clara lagi. Dia langsung membalikkan tubuhnya dan ingin pergi dari sana. Namun tangan nya langsung dicekal oleh Edward, membuat langkah Clara langsung terhenti dan memandang Edward dengan aneh


"Ada apa?" tanya Clara sembari menatap tangan Edward yang masih mencengkram lengan nya. Edward terkesiap dan langsung melepaskan tangan nya dari lengan Clara


"Reymond sibuk diperusahaan, bagaimana dia bisa tahu tentang nona Alena" ucap Edward dengan nada yang sedikit tidak suka. Ya, dia memang tidak suka melihat Clara yang ingin menemui pria penakut itu. Tidak akan dia biarkan.


Clara mengernyit memandang Edward


"Ed, sejak kapan kau jadi sok tahu begitu?" kata Clara


"Anda tidak boleh pergi nona. Lebih baik anda temani nona Alena disini. King pasti bisa mencari tahu dalang dibalik ini semua." jawab Edward. Clara langsung mendengus dan berdecak kesal melihat Edward. Tapi benar juga jika dia pergi Alena tidak ada teman nya disini. Kenzo tidak akan diam saja melihat Alena yang seperti ini, bahkan hampir mati.


...


Didalam ruangan, Kenzo masih duduk dan memperhatikan Alena dengan lekat. Dia sudah memakai alat bantu pernafasan sekarang. Wajahnya masih sangat pucat, bahkan nyaris sama dengan warna tembok ruangan ini. Bibir ranum yang menggoda itu sudah tidak lagi terasa seksi. Rona merah diwajahnya juga seketika menghilang, dan Kenzo sangat menyesalinya.


"Bertahan lah Ale" gumam Kenzo seraya mengusap wajah pucat Alena yang terasa sangat dingin.


Kenzo memejamkan matanya sejenak. Menarik nafas yang terasa berat. Besok malam Thomas dan Jesicca akan menunggu nya diwilayah perbatasan. Tapi keadaan Alena malah seperti ini. Bagaimana mungkin Kenzo bisa meninggalkan nya yang tengah sekarat seperti ini. Tapi jika dia tidak pergi menjaga wilayah perbatasan, maka klan nya yang akan bisa direbut oleh dua hama itu.


Ya, Kenzo berada dikeadaan yang begitu genting. Semoga saja racun ditubuh Alena bisa cepat diatasi, agar Kenzo bisa dengan tenang pergi berperang malam besok. Semoga.


Kenzo terdiam, dia begitu menyesali kelalaian nya dalam menjaga Alena. Dia kira hanya dengan menjaga nya dari jauh bisa dengan mudah melindungi Alena, dia juga merasa sedikit tenang karena kapten Stone juga menempatkan agen wanita itu disisi Alena. Namun nyatanya musuh nya malah menyerang Alena secara halus. Benar benar licik.


Kekuatan yang dia punya tidak bisa melindungi Alena, dan sekarang mereka malah menggunakan Alena sebagai kelemahan nya. Ya, bagaimana tidak lemah jika untuk meninggalkan Alena dalam keadaan seperti ini, Kenzo tentu tidak akan sanggup.


Satu jam kemudian dokter Richard telah kembali, dia kembali bersama beberapa rekan nya yang lain. Dan saat ini dia bersama Kenzo sedang berada diruangan nya untuk membahas mengenai racun yang masuk kedalam tubuh Alena.


"Jadi Alena memang benar benar terkena racun?" tanya Kenzo kembali memastikan nya


Dokter Richard mengangguk, dia menyerahkan selembar kertas hasil dari lab darah Alena.


Kenzo hanya menoleh nya sekilas, dia tidak mengerti dan dia hanya ingin penjelasan dari dokter Richard


"Sepertinya racun yang masuk kedalam tubuh nona Alena adalah racun yang sengaja dibuat king. Seperti praduga saya sebelum nya, racun itu seperti sebuah serum yang diciptakan oleh seorang ilmuan tanpa penawar, dan anda tahu jika saya bukan ahlinya tentang serum ataupun racun. Apalagi racun ditubuh nona Alena begitu kuat, dia bekerja perlahan namun bisa membuat organ dalam menjadi rusak, terutama jantung dan paru paru."


Kenzo tampak meraup wajahnya dengan kasar, apa apaan ini. Thomas benar benar kurang ajar


"Jika tidak segera ditangani nona Alena akan terus mengalami kesakitan yang tiada terhingga king, racun itu menyerang jantung nya. Saya takut jika dia tidak akan bisa bertahan lebih lama dari dua hari ini." ungkapan dokter Richard membuat jantung Kenzo juga terasa seperti diremas. Tidak, dia tidak akan membiarkan Alena menderita dan pergi meninggalkan nya. Sudah cukup sekali dia kehilangan, dan dia tidak ingin lagi kehilangan untuk yang kedua kalinya.


"Apa ada cara untuk menyembuhkan nya, apa saja" kata Kenzo dengan wajah frustasi nya. Dan dokter Richard dapat melihat itu. Ini yang kedua kali nya dia melihat Kenzo yang seperti ini


"Maafkan saya king. Saya bukan ahli dalam menciptakan penawar itu. Saya hanya bisa membantu mempertahankan nyawa nona Alena dalam dua hari ini saja." jawab dokter Richard begitu menyesal.


"Aaaahhhhh" Kenzo langsung menggebrak meja dihadapan nya membuat dokter Richard langsung terlonjak kaget. Kenzo begitu frustasi, apa yang harus dia lakukan, dimana dia mencari penawar racun itu?


"Kau bisa mencari ilmuan yang hebat bukan. Kau sudah tua seharus nya kau mempunyai kenalan yang bisa membuat penawar racun itu" bentak Kenzo dengan wajah nya yang memerah dibalik topeng. Dia tidak bisa melihat Alena seperti itu, apalagi jika Alena harus meninggalkan nya. Kenzo baru saja merasakan luka hatinya sembuh, dan tidak mungkin dia harus terluka lagi. Sungguh hatinya tidak sekuat itu


"King, racun itu begitu berbahaya. Terbuat dari bahan bahan yang langka, saya benar benar tidak mempunyai kenalan seorang ilmuan yang sehebat itu" ucap dokter Richard. Seolah menyadarkan Kenzo jika nyawa Alena memang tidak akan bisa ditolong lagi


Edward yang mendengarkan perkataan Kenzo dan dokter Richard didepan pintu sedari tadi langsung masuk kedalam tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu


Dia memandang Kenzo yang terlihat begitu frustasi


"King, bukankah profesor Brian adalah seorang ilmuan yang biasa bersentuhan dengan racun dan serum?" tanya Edward langsung


Kenzo langsung memandang Edward. Dia terdiam dengan fikiran yang mencoba mengingat siapa yang dimaksud Edward, namun sedetik kemudian dia langsung tersadar dan terkesiap. Bahkan dia langsung beranjak dan berjalan mendekati Edward. Kenapa dia tidak bisa mengingat tentang pria botak itu sejak tadi. Profesor berkepala botak kepercayaan black rose.


"Suruh Jack menjemputnya sekarang. Cepat" perintah Kenzo begitu menggebu. Edward langsung mengangguk dan segera keluar untuk memerintahkan Jack menjemput orang yang dimaksud. Namun dokter Richard langsung berseru menghentikan langkah Edward.


"Tuan Ed, sebaiknya anda bawa sample darah nona Alena, dan pastikan dia tidak sampai disini lewat dari empat puluh jam" seru dokter Richard begitu serius


Edward langsung mengangguk mengerti dan segera berlalu keluar. Sedangkan Kenzo menghela nafasnya yang benar benar sesak. Dia menatap dokter Richard begitu serius dan penuh pengharapan.


"Aku mohon, selamatkan Alena ku. Aku tidak pernah memohon padamu selama ini. Tapi untuk kali ini, aku memintanya. Kau pasti tahu bagaimana dia untukku" ucap Kenzo pada dokter Richard yang mematung ditempat nya. Namun sedetik kemudian dia langsung mengangguk dan membungkukkan tubuhnya


"Sekuat dan sebisa saya pasti akan mempertahankan nyawa nona Alena king" ucap nya begitu yakin, meski didalam hati dia begitu takut, karena keadaan Alena yang benar benar sudah parah. Meski tidak nampak, tapi racun itu pasti akan menyebar dengan cepat keseluruh tubuhnya.