
Argentina waktu setempat....
Belasan jam berada didalam pesawat membuat Alena merasa benar benar lelah. Untung nya pesawat yang membawa mereka adalah pesawat pribadi milik Kenzo hingga suasana didalam nya sangat nyaman dan indah. Alena bisa tidur disebuah kamar yang memang ada didalam pesawat itu. Sungguh canggih dan sangat memukau.
Dokter Richard yang memang ikut dalam perjalanan panjang itu pun berulang kali memeriksa denyut nadi Alena. Karena sungguh, berada diatas ketinggian terlalu lama bisa membuat jantung Alena yang lemah menjadi terganggu.
Dan kini, akhirnya mereka mendarat sempurna dibandara pribadi milik black rose. Ya, Kenzo memutuskan untuk menempati mansion black rose untuk beberapa waktu ini. Karena Professor Brian juga ada disana dan lab nya juga ada disana. Mungkin jika keadaan tidak memungkinkan barulah Alena dibawa kerumah sakit. Tapi semoga saja Professor Brian mempunyai solusinya.
Alena merangkul lengan Kenzo dengan erat saat mereka turun dari pesawat. Hari sudah senja saat mereka tiba disana. Mereka disambut oleh Jorge dan juga Cristian tentu nya.
"Apa ini bandara pribadi?" tanya Alena yang mengamati suasana sekitar nya
"Ya, ini adalah mansion milik istri Cristian" jawab Kenzo
"Waw apa kita akan menginap disini, ditempat nona Angel dan twins baby?" tanya Alena begitu senang
"Tidak, twins baby tinggal dirumah utama Cristian Ale, ini adalah mansion black rose, tempat tinggal Angel saat masih menjadi mafia dulu" ungkap Kenzo
Alena sampai terperangah mendengar itu
"Benarkah?" tanya Alena dan Kenzo langsung mengangguk dan tersenyum melihat wajah terkejut Alena
Mereka berdua berjalan kearah Cristian dan Jorge, diikuti oleh dokter Richard bersama Jack dan juga kapten Stone yang sejak tadi terdiam memandangi bandara pribadi ini. Sungguh luar biasa, dan dia yakin Cristian dan istrinya memang bukan orang sembarangan.
"Selamat datang di mansion black rose tuan dan nona" sapa Cristian seraya membungkukkan sedikit tubuhnya didepan Kenzo dan Alena
"Kapten Stone, selamat datang ditempat kami" Cristian bergantian menyapa kapten Stone
"Terimakasih tuan Cris" jawabnya
"Hai tuan Cris, dimana nona Angel?" tanya Alena dengan senyum diwajah nya yang pucat
"Mungkin besok pagi Angel baru akan kemari. Michael sedikit demam, dan dia tidak bisa dibawa kemana mana. Agak rewel" jawab Cristian
"Oh ya ampun. Padahal aku merindukan mereka" gumam Alena
"Tenang saja. Besok mereka pasti kemari. Ayo ke mansion. Kalian harus beristirahat. Perjalanan jauh tentu pasti melelahkan bukan" ajak Cristian
"Maaf merepotkan Cris" ucap Kenzo
Cristian tersenyum dan menepuk sekilas pundak Kenzo
"Kau ini seperti dengan siapa saja. Aku sudah menunggu lama. Brian juga sudah ada didalam" ujar Cristian
Kenzo tersenyum dan mengangguk. Dan dia segera mengikuti langkah kaki Cristian untuk berjalan kearah mansion. Tidak terlalu jauh untuk orang sehat, namun bagi Alena ini cukup menguras energi nya, sehingga membuat Alena terlihat kelelahan. Bahkan wajah nya semakin pucat sekarang.
Kenzo yang menyadari itu langsung menoleh kearah Alena karena memang tangan nya yang sedikit bergetar
"Ale, kenapa?" tanya Kenzo mulai cemas saat melihat Alena sudah berkeringat dingin
Alena menggeleng dan meraba dadanya
"Sakit En.." gumam Alena
Dan tanpa berkata apapun lagi, Kenzo langsung mengangkat Alena kedalam gendongan nya.
Cristian cukup panik melihat itu, tapi senyum Kenzo membuat nya langsung mengangguk mengerti, jika memang seperti itulah yang sering terjadi. Alena cukup lemah sekarang.
Mereka berjalan sedikit lebih cepat agar sampai kedalam mansion.
Cristian membawa Kenzo kesebuah kamar yang memang sudah disediakan untuk mereka.
Kenzo langsung merebahkan tubuh Alena diatas tempat tidur, dan ternyata Alena sudah tidak lagi sadarkan diri sekarang.
"Ale" panggil Kenzo seraya menepuk wajah Alena dengan lembut, namun percuma karena Alena memang sudah pingsan.
"Nak, Alena" panggil kapten Stone pula. Dia juga cemas melihat keadaan putrinya yang begitu lemah ini.
"Ken, apa memang begini?" tanya Cristian yang cukup khawatir melihat Alena seperti ini. Wajahnya sangat pucat, dan nafasnya yang terlihat terputus putus
"Ya, efek racun itu membuat jantung nya tidak sehat lagi." jawab Kenzo yang terus menggenggam tangan Alena dengan erat. Cristian bisa melihat jika Kenzo benar benar menyimpan ketakutan yang besar dibalik wajah datarnya.
Mereka langsung menoleh kearah pintu saat tiba tiba dokter Richard dan Professor Brian masuk kedalam sana dengan peralatan masing masing.
Mereka terlihat berbincang sekilas tentang penyakit Alena.
"Selamat sore king. Biarkan saya memeriksanya" ujar Professor Brian
Kenzo mengangguk dan langsung beranjak untuk membiarkan Professor Brian memeriksa Alena. Begitu pula dengan kapten Stone.
Sedangkan dokter Richard langsung memasangkan alat bantu pernapasan untuk Alena setelah Jack masuk dengan membawa sebuah tabung oksigen.
Kamar itu sudah berubah menjadi kamar rumah sakit untuk Alena sekarang.
Wajah Professor Brian terlihat begitu serius. Dan tentu saja itu membuat Kenzo dan kapten Stone terlihat cemas sekarang. Dia benar benar takut jika melihat Alena seperti ini. Kenzo sangat berharap Alena bisa sembuh kembali dan bisa hidup bahagia bersama nya. Masih banyak mimpi yang belum mereka raih, masih banyak cita cita yang belum mereka gapai. Kenzo benar benar menggantungkan harapan nya pada Professor Brian saat ini.
"King" panggil Professor Brian saat dia telah selesai memeriksa Alena. Kini mereka duduk disofa tidak jauh dari ranjang itu. Cristian juga ada disana untuk mendengarkan tentang kesehatan kekasih Kenzo.
Dia cukup prihatin dengan kisah cinta tuan Amerika ini.
Kapten Stone tetap duduk diranjang, menemani Alena yang tertidur, dia sangat sedih melihat Alena yang seperti ini.
"Bagaimana keadaan nya?" tanya Kenzo
"Cukup lemah" jawaban Professor Brian membuat Kenzo langsung menghela nafasnya yang terasa berat
"Apa ada cara untuk menyembuhkan jantung nya kembali?" tanya Kenzo
"Untuk saat ini saya belum bisa memastikan. Saya harus memeriksa jantung nona terlebih dahulu. Jika keadaan nya sudah stabil. Nona harus dibawa ke laboratorium saya. Saya akan melihat bagaimana kondisi jantung nya secara menyeluruh. Mungkin jika bisa, besok anda bisa mengantarkan nya ketempat saya. Karena disanalah alat alat saya yang lengkap" ungkap Professor Brian
"Apa tidak bisa dibawa kemari, bukankah lab mu juga ada disini?" tanya Cristian pula
"Maaf tuan, cukup rumit untuk memindahkan semua nya. Banyak alat dan partikel perlengkapan yang tidak bisa sembarangan berpindah tempat" jawab Professor Brian
"Tidak apa apa. Jika Alena lebih baik, aku akan membawanya ketempat mu" sahut Kenzo
"Malam ini saya sudah meminta dokter Richard untuk menyuntikkan serum ketubuh nona. Perjalanan jauh membuat nya kelelahan.Dan mungkin dia akan tidur sampai besok pagi karena efek serum itu. Anda jangan risau king" ujar profesor Brian
"Ya, aku percaya padamu" jawab Kenzo begitu pasrah
"Jika begitu saya permisi dulu. Saya harus menyiapkan semua nya" pamit pria tua itu
Kenzo dan Cristian langsung mengangguk dan membiarkan Professor Brian keluar dari kamar itu. Kini hanya tinggal mereka berdua yang ada didalam kamar dengan Alena yang masih tertidur dengan wajah tenang nya.
"Dia pasti sembuh" ucap Cristian pada Kenzo.
Kenzo tersenyum tipis dan mengangguk
"Ini salahku, aku tidak bisa menjaganya dari musuh musuhku. Dan akhirnya dia malah terkena imbasnya. Aku lupa jika Alena hanya seorang gadis biasa, dan aku malah terlalu santai" ungkap Kenzo dengan helaan nafas yang cukup panjang
"Dia memang tidak bisa menjaga dirinya seperti Angel. Tapi percayalah, dia gadis muda yang kuat. Lihat, bahkan sampai saat ini dia masih bisa bertahan. Bukankah sejak awal Professor Brian pun sudah cukup was was dengan racun itu" ujar Cristian dan Kenzo langsung mengangguk setuju
"Aku benar benar berharap dia bisa sembuh kembali" gumam Kenzo
"Yakinlah, semua pasti baik baik saja." ucap Cristian
"Lagi lagi aku menyusahkan kalian. Kalian sudah cukup banyak membantuku selama ini" ungkap Kenzo
Cristian langsung tertawa mendengar itu
"Kau ini kenapa begitu sungkan ha. Bukan kah kita teman, ya walaupun aku masih dendam dengan kau yang pernah menghajar wajah tampan ku waktu itu" jawab Cristian
Kenzo langsung terkekeh kecil mendengar nya. Dia jadi mengingat masa itu, masa dimana dia masih begitu membenci Cristian
"Itu agar kau bisa lebih kuat lagi" jawab Kenzo
"Hmh, mau seperti apapun aku berlatih, tetap saja aku tidak akan bisa mengimbangi mu. Apalagi ratu mafia itu." kata Cristian sedikit kesal, hingga Kenzo lagi lagi hanya bisa tersenyum lucu
"Ya, tapi sekarang kau sudah bisa merubah nya menjadi seorang wanita yang anggun bukan" ucap Kenzo
Cristian langsung mengangguk dan memandang Alena yang terbaring disana
"Kau tahu Ken. Bukankah Tuhan itu begitu adil pada kita" kata Cristian dengan senyum teduh nya
Kenzo langsung memandang kearah nya
"Kau pernah ditakdirkan bertemu dengan Angel, menjalin kisah yang cukup lama dengan nya. Tapi hanya sebatas mencintai, bukan memiliki. Dan sekarang kau bertemu dengan Alena yang mungkin akan menjadi milikmu. Kau pasti bisa merasakan perbedaan yang jauh bukan, antara Angel dan Alena" Cristian memandang Kenzo yang nampak tertegun.
Kenzo mengerjapkan matanya perlahan dan kembali membayangkan masa masa saat dia masih berhubungan dengan Angel, istri Cristian. Hanya darah dan senjata yang menjadi mainan mereka setiap hari. Sangat berbeda saat dia bersama dengan Alena, dia bisa merasakan cinta yang sesungguhnya, cinta yang mampu membuat nya tertawa dan tersenyum begitu lepas. Sifat polos Alena, kecerewetan nya, sifat manja nya dan sifat menyebalkan nya, semua mampu merubah Kenzo yang kaku menjadi lebih hangat dan murah senyum. Apalagi jika saat bersama nya.
Ya,.Alena adalah matahari dikehidupan nya.
"Tuhan sudah mempersiapkan sesuatu yang lebih indah disaat kau kehilangan apa yang kau mau" ucapan Cristian kali ini membuat Kenzo tersadar dan langsung tersenyum
"Ya, kau benar. Aku dan Angel memang bukan pasangan yang ditakdirkan. Tidak tahu akan seperti apa jika kami tetap bersatu" ucap Kenzo dengan senyum lucunya jika membayangkan itu bahkan Cristian sudah tertawa sekarang
"Kalian pasti akan menjadi pasangan yang paling ditakuti diseluruh dunia. Dan aku yakin, hidup mu tidak akan bewarna, hanya warna merah saja yang kau dapat" ejek Cristian membuat Kenzo kembali mendengus senyum
"Angel memang beruntung bertemu denganmu. Kau bisa merubahnya menjadi lebih baik" ucap Kenzo
"Tentu saja, aku memang tercipta untuk dia. Dan kau juga beruntung bertemu Alena. Dia sudah merubahmu menjadi pria yang lebih hangat sekarang. Sangat berbeda dengan Kenzo yang dulu" ucap Cristian
Kenzo langsung tersenyum dan mengangguk
"Ya, aku memang beruntung bertemu dengan nya" jawab Kenzo yang kini memandang Alena
"Jika begitu, berjuanglah untuk dia. Kau harus kuat dan yakin, jika Alena mu pasti akan sembuh" kata Cristian yang memberi semangat
"Tentu, terimakasih Cris"