ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Reymond Dan Clara



Yang sebenarnya terjadi adalah....


Reymond berlari menuju kearah ruang ganti dimana para model banyak berkumpul disana, namun dia tidak juga menemukan Clara. Sudah hampir seluruh sudut gedung dilantai satu itu dia jelajahi, namun dia masih belum melihat Clara. Akhirnya Reymond memutuskan untuk keluar gedung dan kembali melewati orang orang yang masih tampak sibuk kesana kemari dengan penerangan diponsel mereka masing masing. Entah apa yang terjadi, kenapa gedung semegah ini bisa mati lampu, padahal dia tahu apapun milik tuan Amerika itu pasti dipenuhi oleh kesempurnaan. Tapi meskipun begitu, Reymond tidak terlalu memperdulikan nya, saat ini dia hanya ingin mencari dimana Clara berada.


Sudut hati kecil nya benar benar tidak bisa membohongi perasaan nya sendiri, jika dia memang sungguh menyukai gadis itu,gadis yang sudah sangat lama menjadi teman nya, dan perasaan yang sejak dulu telah tumbuh namun tidak berani dia ungkapkan.


Mata Reymond memicing saat melihat seorang gadis duduk dikursi taman belakang gedung. Dari belakang saja Reymond sudah tahu jika itu adalah Clara.


Reymond langsung berjalan dan mendekati Clara yang tampak nya sedang melamun sehingga dia tidak menyadari kehadiran Reymond disana.


Dan ya, dia memang sedang menenangkan hati nya yang entah kenapa begitu terusik saat kapten Stone berkata jika Joice adalah calon istri Reymond. Dia tidak tahu apa yang dirasakan nya, tapi hati nya kenapa sakit dan terasa tidak rela, bahkan dia sampai tidak bisa menahan emosi nya tadi sehingga dia lebih memilih pergi dari sana.


"Clara" panggil Reymond tiba tiba membuat Clara yang sedang melamun langsung terkesiap kaget


"Reymond" ucap Clara yang langsung berdiri dan menatap Reymond dengan pandangan kaget


"Kenapa kau disini?" tanya Clara lagi


Reymond masih diam dan tertunduk sebentar sembari menghela nafas nya dalam dalam. Dia bingung sekarang, rasa nya jika ditahan dan tidak diungkapkan hati nya benar benar sesak. Tapi jika diungkapkan apa itu tidak akan menjadi masalah?


"Aku hanya ingin bertemu dengan mu" jawab Reymond akhir nya. Clara langsung mengernyit dan mendengus sinis. Dia kembali duduk dikursi nya dan memandang nanar kedepan sedangkan Reymond masih menatap wajah cantik itu


"Untuk apa menemui aku. Seharus nya kau menemani calon istrimu didalam" jawab Clara terdengar datar dan dingin. Dia sudah berusaha menahan agar terlihat biasa saja, tapi sungguh ini benar benar sulit


Reymond terlihat menghela nafas kembali dan langsung duduk disamping Clara. Pandangan nya juga menatap nanar kedepan dimana hanya ada tumbuhan yang dibuat seperti pagar yang dihiasi lampu taman, tidak ada yang menarik, namun hanya dengan cara itu mereka bisa menahan perasaan masing masing. Saling tatap hanya akan membuat hati mereka semakin berantakan


"Joice adalah anak dari sahabat daddy, orang tua nya sudah meninggal sejak tiga tahun yang lalu." ungkap Reymond dengan pelan, namun Clara hanya diam, dia tidak ingin mendengar apapun saat ini, tapi kenapa Reymond malah mengatakan hal yang sedang tidak ingin dia dengar


"Daddy dan orang tua nya sudah menjodohkan ku dengan dia sejak lama" tambah Reymond


Clara terlihat memejamkan mata nya sejenak dan menarik nafas nya dalam dalam. Bukankah itu bagus? Tapi kenapa hati nya malah sakit


"Menurut mu, apa pernikahan yang tidak dilandasi dengan cinta bisa berjalan dengan baik?" tanya Reymond. Kali ini dia menoleh pada Clara yang juga tengah memandang nya dengan bingung, namun Reymond tahu, wajah itu terlihat sendu dan sedih


"Kenapa kau bertanya begitu, apa kau tidak menyukai nya?" tanya Clara pula. Nada nya terasa begitu berat, dan jantung nya terasa bergemuruh sekarang


Reymond menghela nafas nya sejenak dan menggeleng pelan


"Aku tidak mengenal nya, aku tidak tahu bagaimana dia. Aku hanya menghargai keputusan daddy" jawab Reymond dengan pandangan yang kembali tertunduk


"Cinta pasti akan tumbuh seiring berjalan nya waktu" gumam Clara


"Benarkah begitu?" tanya Reymond dan Clara langsung mengangguk pelan namun begitu ragu membuat Reymond langsung mendengus senyum sinis


"Kau keliru" ucap Reymond. Clara langsung menoleh kearah Reymond dengan bingung


"Sudah ada seseorang dalam hatiku sejak dulu, sudah sangat lama aku menaruh hati pada nya. Tapi sayang nya aku tidak pernah berani mengungkapkan perasaan ku ini. Dan disaat aku mempunyai keberanian, satu kenyataan langsung mematahkan semangatku, aku harus kembali memendam perasaan cintaku. Setiap waktu aku mencoba menghilangkan nya dan mengganti nya dengan sesuatu yang baru, tapi percuma, semakin lama bukan nya semakin memudar, malah semakin bertambah" ungkap Reymond


Reymond langsung memandang Clara dengan lekat, gadis itu tampak tertegun dan tertunduk dengan wajah yang semakin sendu. Reymond sudah jatuh hati pada gadis lain? Dan kenapa dia tidak tahu, bahkan mereka sudah berteman sejak lama. Dan selama itu pula Clara sudah menyimpan perasaan nya untuk Reymond. Pria dingin namun tetap hangat dan begitu perhatian pada nya.


"Clara" panggil Reymond dan Clara kembali memandang wajah tampan Reymond yang terlihat berbeda malam ini


"Seseorang itu adalah kau" ucap Reymond membuat Clara sedikit terkesiap dan mengerjapkan mata nya beberapa kali. Clara terlihat menggeleng pelan dan memundurkan sedikit tubuh nya


Reymond langsung tersenyum tipis dan memalingkan wajah nya dari Clara, dia tahu ini bukan hal yang pantas, tapi untuk yang pertama dan terakhir kali nya, dia akan mengungkapkan semua isi hati nya pada gadis yang telah dia kagumi sejak beberapa tahun lalu


"Sejak pertama kali kita bertemu disebuah acara pesta ulangtahun perusahaan David, tiga tahun yang lalu, aku sudah mengagumi mu. Gadis cerewet dan begitu lincah namun sangat cantik dengan gaun biru muda nya" ungkap Reymond dengan mata yang berbinar dan bibir yang tersenyum tipis saat mengingat pertemuan pertama mereka


Clara masih diam dan tidak percaya mendengar ini, Reymond masih ingat betul saat saat itu, bahkan dia saja sudah melupakan nya


"Gadis yang sangat menyebalkan tapi aku sangat menyukai nya. Semakin lama rasa suka itu semakin tidak tahu diri, rasa yang awal nya hanya mengagumi semakin lama malah berubah menjadi rasa cinta dan ingin memiliki" sungguh demi apapun ungkapan kata kata Reymond membuat Clara terbungkam dan tidak bisa berkata apa apa


"Rasa cinta dibalik status pertemanan yang kita jalani, aku tidak pernah berani mengungkapkan nya padamu, karena awal nya aku tidak yakin, apalagi kau adalah nona muda dikeluarga Barrent, membuat ku tidak mempunyai keberanian lebih. Berada didekatmu dan berteman dengan mu sudah cukup membuatku bahagia"


"Bahkan seperti nya aku memang tidak ditakdirkan untuk mu. Bukan hanya status mu yang terlalu tinggi, sekarang aku juga tidak bisa memaksakan perasaan ku meski status bukan lagi penghalang. Kau pasti tahu apa kan" kini Reymond menatap Clara dengan lekat. Clara langsung tertunduk dengan mata yang mulai berkaca kaca. Dia tahu apa alasan nya


"Tidak mungkin ada dua pernikahan dalam satu keluarga, aku tidak ingin menyakiti hati nya. Dia baru kembali, dan kebahagiaan nya hanya kakak mu." jawab Reymond dengan nafas yang terasa mencekat dikerongkongan nya


"Maka dari itu kau menerima perjodohan itu?" tanya Clara, setelah sejak tadi dia hanya terdiam


"Ya, ini adalah pilihan terbaik" jawab Reymond dengan senyum getir nya


Clara kembali tertunduk dan menggigit bibir nya, dia benar benar ingin menangis sekarang


"Maafkan aku Cla, tidak seharus nya aku mengungkapkan perasaan ku saat ini. Tapi sungguh dengan begini aku bisa sedikit tenang meski aku tahu ini hanya sia sia. Aku mohon kau tidak membenciku setelah ini" ucap Reymond pada Clara yang tertunduk dan tidak ingin menatap wajah Reymond


Clara hanya diam dan tidak ingin menanggapi ucapan Reymond, membuat pria itu merasa bersalah dan tidak menentu, memang tidak seharus nya dia mengungkapkan nya saat ini, tapi semua sudah terlanjur, dan setidak nya, dia tidak lagi menahan perasaan. Mungkin Clara akan membenci nya setelah ini, tapi apa boleh buat? Reymond sudah pasrah.


"Maafkan aku Cla" ucap Reymond yang mulai beranjak dari duduk nya. Dia berdiri dan ingin melangkah pergi meninggalkan Clara, namun Clara menahan lengan nya membuat Reymond langsung menghentikan langkah nya dan menatap Clara dengan bingung, apalagi melihat Clara yang menangis sekarang


"Aku juga mencintaimu Rey, benar benar mencintaimu" ucap Clara dengan isak tangis nya. Reymond langsung membeku ditempat nya memandang Clara dengan wajah tidak percaya


"Clara, kau" ucapan Reymond tertahan saat tiba tiba Clara langsung memeluk nya dengan erat dan menangis dalam dekapan nya


Apa yang dia dengar tidak salah? Cinta nya terbalas? Benarkah?


Reymond langsung tersenyum begitu getir dan membalas pelukan Clara yang semakin terisak dengan pilu


"Aku sudah menunggu saat saat ini sejak dulu, sejak dulu Rey! Tapi kenapa baru sekarang kau mengucapkan nya.... huuuuuuuuuu" isak tangis Clara yang begitu pilu membuat Reymond juga ikut berkaca kaca mata nya, bahkan rasa nya dia juga ingin menangis seperti Clara sekarang.


"Clara" gumam Reymond yang memeluk Clara dengan erat, bahkan kini dia juga sudah menjatuhkan air mata nya


"Aku sudah menahan nya, tapi kau malah menghancurkan pertahananku, kau benar benar jahat!!!!" isak Clara lagi


"Maafkan aku, maaf" jawab Reymond


Reymond melepaskan pelukan Clara dan menangkup wajah gadis itu. Wajah yang sudah penuh air mata, dengan lembut dia mengusap air mata diwajah sedih itu


"Kenapa kau malah membalas perasaanku, seharus nya biarkan aku yang mencintaimu Clara" ucap Reymond pada Clara yang mendengus dan memukul dada Reymond dengan kesal, dengan ragu dia juga mengusap wajah Reymond yang basah. Perlakuan yang tidak pernah dia lakukan pada siapapun


"Pria kaku sepertimu tidak pantas menangis" ejek Clara pada Reymond, namun air mata nya yang keluar. Dia benar benar sedih dan tidak bisa dipungkiri


"Aku tidak menangis, ini hanya keringat, kau yang seperti anak kecil menangis seperti ini" balas Reymond yang kembali mengusap wajah Clara


"Aku tidak tahu harus bahagia atau bersedih sekarang" gumam Clara yang langsung menundukkan kepala nya dengan pedih. Reymond adalah cinta pertama nya dan kenapa harus seperti ini, tidak ada yang tahu jika dia menyukai pria ini sejak dulu. Orang orang hanya tahu jika dia mengagumi Cristian saja, ya karena sedikit banyak nya Cristian mirip dengan Reymond, kaku namun tetap hangat pada orang terdekat nya, maka dari itu dia mengagumi Cristian, suami mantan kakak nya.


"Clara, apa aku boleh memperjuangkan mu sekarang?" tanya Reymond begitu serius, membuat Clara langsung terkesiap dan melepaskan pelukan nya dari Reymond


"Kau gila Rey" seru Clara langsung, dia memang mencintai Reymond, tapi untuk memaksa bersama itu tidak mungkin. Meski dia tidak tahu kakak nya akan kembali atau tidak, tapi dia tidak ingin mengecewakan Kenzo dan Alena. Apalagi Reymond yang sudah menerima perjodohan dengan orang lain


"Clara, awal nya aku bisa menahan perasaan ku dan membiarkan hatiku terluka sendiri, tapi bagaimana denganmu, kau membalas perasaanku, dan itu arti nya kau juga merasakan sakit yang sama seperti yang aku rasa" jawab Reymond


Clara kembali meneteskan air mata nya dan menggeleng perlahan, ini memang sakit. Tapi mereka harus apa?


"Apa kau tega membuat Alena bersedih? Apa kau tega mengecewakan daddy mu?" tanya Clara menatap Reymond dengan pandangan begitu getir.


Reymond langsung terdiam bingung. Tentu saja dia tidak tega, dia mungkin bisa menerima kesakitan ini sendiri, tapi bagaimana dengan Clara. Bukankah lebih baik Clara tidak menaruh rasa pada nya. Jika sudah begini, dia jadi tidak tahu harus berbuat apa. Perasaan yang awal nya ingin dia hempas dan relakan, tapi melihat Clara yang membalas nya, Reymond menjadi dilema.


"Aku memang mencintaimu Rey, kau adalah cinta pertamaku. Tapi aku bisa apa??" lirih Clara tertunduk getir membuat Reymond semakin pedih hati nya


"Clara" lirih Reymond yang meraih tangan Clara dan menggenggam nya dengan erat


"Aku tidak tahu kakak ku bisa kembali atau tidak, tapi sungguh aku tidak bisa mengecewakan dia dan Alena. Luka yang mereka dapat jauh lebih besar dari apa yang kita rasakan. Aku sudah cukup bahagia kau membalas perasaan ku. Namun untuk bahagia diatas penderitaan orang lain, aku tidak bisa Rey" ungkap Clara begitu getir


Reymond langsung menarik Clara dalam pelukan nya dan memeluknya dengan begitu erat


"Maafkan aku Clara, maafkan aku" ucap Reymond yang kembali meneteskan air mata, sungguh mereka harus mengalah demi orang yang mereka sayangi. Menyakitkan memang


"Jangan memangis, kau tidak salah, takdir kita hanya sebatas bertemu bukan memiliki" kata Clara yang melepaskan pelukan nya dan mengusap air mata Reymond.


Reymond menggeleng pelan dan tersenyum tipis, tangan nya masih berada dipinggang Clara saat Clara mengusap wajah nya yang basah


"Kalau begitu kau juga jangan menangis" balas Reymond yang juga mengusap air mata Clara yang mengangguk dan tersenyum


"Aku tidak pernah menyangka seorang Clara Barrent bisa jatuh cinta padaku" ucap Reymond membuat Calra langsung tertawa kecil


"Aku bodohkan, sekaliĀ  nya cinta malah harus patah" jawab Clara


"Kau pasti akan mendapatkan seseorang yang lebih baik dariku" ucap Reymond


"Aku tahu, semoga kau juga bahagia bersama Joice" balas Clara pula


Mereka saling tertawa kecil dan menangis kembali mengenang kisah mereka yang begitu miris


Reymond kembali memeluk Clara dengan erat bertepatan dengan kembang api yang meledak diatas langit malam itu


Mereka berdua langsung mendongak keatas langit dengan tangan Reymond yang masih berada dipinggang Clara dan tangan Clara yang ada didada Reymond


"Apa mereka sedang merayakan kesedihan kita?" gumam Clara


"Keterlaluan" balas Reymond pula.


Mereka tidak tahu saja diatas puncak gedung sepasang kekasih sedang memadu kasih tanpa mengetahui apa yang terjadi.


Reymod dan Clara kembali saling pandang penuh cinta, setelah selama ini mereka hanya saling pandang sebagai teman namun malam ini semua terasa berbeda. Rasa cinta yang menggebu, dan rasa ingin saling memiliki membuat mereka tidak berdaya


"Untuk malam ini saja, untuk yang pertama dan terakhir kalinya, bolehkan aku menghabiskan waktu bersamamu?" tanya Reymond dan Clara langsung mengangguk


"Hanya beberapa menit" jawab Clara


"Beberapa menit sebagai kekasih?" goda Reymond membuat Clara tersenyum simpul


"Jangan membuat ku semakin tidak bisa melupakan mu" ucap Clara


"Setidak nya sebelum berpisah, aku ingin membuat kenangan manis bersama mu" jawab Reymond


"Apa?" tanya Clara


Tanpa menjawab Reymond langsung mendekatkan wajah nya pada Clara yang terlihat membeku ditempat nya. Apalagi saat wajah Reymond mendekat dan memiringkan nya sedikit membuat Clara langsung memejamkan mata.


Jantung nya bergemuruh hebat saat rasa hangat dan lembut sentuhan bibir Reymond menyentuh bibir nya. ******* lembut itu begitu membuai dan penuh cinta, membuat Clara ikut terbuai. Untuk yang pertama dan terakhir kali nya. Cinta mereka hanya sebatas ini, dan ini adalah kenangan mereka yang tidak akan pernah mereka lupakan nanti nya.


Merasakan beberapa menit sebagai sepasang kekasih dibawah tebaran cahaya kembang api yang begitu indah, meski tidak seindah apa yang mereka rasakan saat ini.


Dan tanpa mereka tahu, sejak tadi dua orang dibalik dinding memandang mereka dengan pandangan nanar dan terlihat getir....