ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Kenangan Manis



Kenzo berdiri memandang orang orang black rose yang sedang berlatih bela diri dihalaman belakang mansion. Disebelahnya berdiri Angel yang juga memandang kearah yang sama. Wajah wanita itu datar seperti biasa. Tatapan matanya tajam dan juga dingin. Tapi meskipun begitu, wanita inilah yang menjadi cinta pertama bagi seorang Kenzo Barrent.


Cristian sedang melihat anak anak mereka yang sedang tidur, sedangkan kapten Stone dan dokter Richard melihat Alena. Jadi Kenzo memutuskan untuk mengobrol ringan dengan Angel terlebih dahulu, dan tentu nya sudah atas persetujuan suami Angel yang begitu posesif itu.


"Terimakasih sudah mau membantu ku untuk yang kesekian kali nya Rose" ucap Kenzo, seraya memandang wajah Angel yang semakin lama tampak begitu berubah. Lebih lembut dan tentu nya lebih anggun. Cristian memang bisa membuat nya menjadi wanita seutuhnya. Sangat berbeda dengan Angel ketika masih bersama Kenzo dulunya. Angel yang penuh dengan kekejaman tanpa belas kasih.


Angel mendengus senyum dan menoleh pada Kenzo.


"Jangan sungkan, bukan kah memang sudah seharusnya begitu" ucap Angel


"Ya, tapi sejak dulu, selalu kau yang membantuku. Bahkan meski kalian sudah kehilangan calon bayi kalian, kalian masih mau membantuku sampai sekarang" ungkap Kenzo.


"Aku tidak tahu bagaimana jadinya Alena jika tidak ada kau dan Cristian. Aku pasti tidak akan pernah bertemu professor Brian" tambah Kenzo lagi.


"Sudah takdir nya" jawab Angel, dengan helaan nafas yang pelan.


"Aku bahagia jika kau sudah menemukan seseorang yang menjadi pengganti ku Al. Setidak nya itu bisa mengobati rasa bersalahku padamu" ucap Angel.


Kenzo tersenyum tipis dan menggeleng.


"Kau tidak perlu merasa bersalah atas apa yang sudah terjadi. Aku juga salah karena tidak bisa memperjuangkan mu waktu itu, malah menghancurkan mu. Aku yang salah" balas Kenzo pula.


"Semoga kau bahagia bersama Alena. Dia gadis yang baik" ucap Angel memandang Kenzo.


"Aku pasti bahagia, apalagi melihat mu dengan Cristian juga bahagia, kebahagiaan ku terasa lengkap" sahut Kenzo.


Angel terkekeh pelan dan mengangguk, dia kembali memandang kedepan dan menghela nafas nya sejenak.


"Terkadang ... aku masih tidak menyangka jika takdir kita akan seperti ini" ucap Kenzo yang juga ikut memandang kedepan.


"Kita hanya ditakdirkan bertemu, bukan bersatu" tambah nya.


Angel tersenyum dan mengangguk


"Jika tidak begitu, maka tidak akan ada yang bisa kita kenang bukan"kata Angel pula. Dan kali ini Kenzo yang tertawa.


"Kau benar. Meski aku sudah mencintai dia, tapi kau tetap permata hatiku" ucapan Kenzo membuat Angel langsung menoleh kearahnya, dan memandang Kenzo dengan lekat.


"Kau sadar dengan yang kau ucapkan Al?" tanya Angel


Kenzo tersenyum dan mengangguk, dia memandang Angel sekilas dan kembali menoleh kedepan.


"Terdengar kurang ajar memang. Tapi tidak ada satupun manusia dibumi ini yang bisa melupakan kenangan yang sudah tercipta begitu saja. Apalagi kenangan yang cukup berarti. Kita pernah sama sama berjuang, kita sama sama pernah sehidup semati. Tidak ada salah mu dan salahku dalam hubungan kita. Bagaimana bisa dilupakan jika semua hal yang terjadi adalah hal yang penuh dengan perjuangan???" tanya Kenzo.


Angel masih terdiam memandang Kenzo. Hatinya menjadi mendung mendengar ungkapan ini. Karena bagaimana pun hubungan mereka dimasa lalu hanya terhalang restu.


"Aku hanya menyimpan mu sebagai kenangan, bukan berarti aku mengenang nya lagi. Melihatmu bahagia bersama Cristian, aku bahagia. Dan aku juga sangat berterima kasih padamu. Kau pergi, tapi kau juga yang mengirimkan Alena padaku" ujar Kenzo


Angel mendengus senyum dan mengangguk


"Kau membuatku ingin menangis sialan" gerutu Angel membuat Kenzo kembali tertawa.


"Aku hanya tidak tega melihat wajah sedihmu saat dikamar Alena tadi" ucap Kenzo


Angel berdecak gerah


"Mana ada wajah sedih" sanggah Angel


"Lalu, apa itu wajah cemburu?" goda Kenzo


Angel langsung menampar lengan Kenzo dengan kesal. Namun Kenzo hanya tertawa saja melihat wajah kesal itu. Dia tahu Angel sudah bahagia dengan Cristian, hanya Kenzo masih ingin menggodanya. Wajah tidak enak itu terlihat jelas saat dia menenangkan Alena tadi.


"Aku hanya tidak suka menjadi orang ketiga disana, untuk apa melihat kalian yang bermesraan. Lebih baik aku bermesraan dengan suamiku juga" jawab Angel


"Sekarang tidak lagi bukan" kata Angel


"Tentu saja, aku sudah tidak iri lagi" jawab Kenzo


Angel tersenyum dan mengangguk.


"Aku harap kau selalu bahagia Al" ujar Angel memandang wajah Kenzo


"Ya, dan kau juga harus bahagia" pinta Kenzo


"Tentu" jawab Angel.


Mereka saling memandang beberapa saat, namun sedetik kemudian langsung memalingkan wajah masing masing dan tertawa lucu.


Takdir hidup yang tidak pernah terduga.


Dulu, mereka pernah saling berjuang bersama,


Pernah berada dalam harapan yang sama. Namun kini semua hanya tinggal cerita dan kenangan. Cinta mereka telah terganti dengan cinta yang lebih indah lagi. Harapan mereka juga telah berganti dengan harapan yang lain. Namun kebaikan masing masing pastinya hanya akan mereka kenang dalam hati mereka sendiri.


Tangis, tawa dan cinta yang pernah tercipta, ternyata hanya sekedar singgah dan bukan menetap. Takdir mereka sudah memilih jalan nya masing masing. Dan kini mereka hidup dengan cinta terbaik yang telah menjadi hadiah terindah untuk perjuangan mereka yang pernah gagal.


Tidak ada kata menyesal dan tidak ada kata andai saja. Sekarang yang ada, adalah kata 'semoga'. Ya, semoga mereka bisa sama sama bahagia bersama cinta mereka yang baru.


"Mommy... uncle... apa kalian sudah selesai membuat daddy cemburu" suara seruan Cristian membuat Angel dan Kenzo langsung berpaling dan menoleh kebelakang. Mereka langsung tersenyum saat melihat Cristian datang dengan membawa kedua anak nya.


Wajah sembab bangun tidur Michella dan Michael benar benar menggemaskan.


"Sayang, sudah bangun" Angel langsung meraih Michael dan mencium nya dengan penuh cinta.


"Dia tidak akan membiarkan kalian berduaan terlalu lama" kata Cristian, membuat Kenzo langsung mendengus gerah


"Bilang saja kau yang membangunkan mereka lebih awal" sahut Kenzo seraya meraih Michella dari gendongan Cristian


"Enak saja kau. Mereka juga tahu, bagaimana kelakuan mu" kata Cristian terdengar kesal


"Apa memang nya yang sudah kulakukan" tanya Kenzo seraya menciumi wajah Michella yang tampak menggemaskan. Bahkan dengan manja nya dia langsung merebahkan kepala nya dibahu Kenzo.


"Lihatkan, dia masih mengantuk. Pasti kau yang membangunkan nya" tuding Kenzo membuat Cristian lagi lagi mendengus kesal.


"Michael terbangun, jadi Michella juga ikut terbangun. Dia ingin bersama mommynya" jawab Cristian seraya melihat Angel yang sedang menimang nimang Michael.


Kenzo tersenyum melihat Michael yang begitu manja, sangat berbeda dengan Michella


"Kenapa mereka bisa berbeda, bagaimana cara kalian membuatnya?" tanya Kenzo asal membuat Angel langsung melebarkan matanya dan Cristian menampar bahu Kenzo dengan kesal.


"Apa kau kira ini roti, minta spill cara pembuatan nya??? Kau saja yang kalah dengan ku. Bukankah kau sudah sering melakukan nya. Kenapa tidak jadi jadi?" tanya Cristian dengan senyum meremeh nya.


"Melakukan apa?" tanya Kenzo dengan heran


"Heh... jangan berpura pura bodoh tuan Kenzo Barrent. Kau diam diam ternyata seseorang yang licik" sinis Cristian.


"Apa yang sudah aku lakukan?" tanya Kenzo yang masih belum mengerti. Tangan nya masih betah menepuk nepuk bokong Michella yang begitu tenang dalam dekapan nya.


"Dasar berpura pura amnesia, padahal Alena sendiri yang bilang jika kalian sudah sering tidur bersama" kata Cristian, Angel langsung tertawa lucu mendengar nya, apalagi melihat wajah Kenzo yang kesal dan terkejut.


"Kau percaya ucapan nya?" tanya Kenzo


"Jelas saja dia lebih bisa dipercaya. Kau mencintai gadis polos dan lugu begitu. Sudah jelas kau sudah mengajarinya hal yang aneh aneh" tuding Cristian


"Astaga... bahkan untuk mencium nya saja butuh waktu yang lama, apalagi membuat bayi" gumam Kenzo begitu getir