ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Cemburu



Dua hari kemudian dimansion black rose...


Kenzo baru selesai mandi dan berganti pakaian. Namun saat keluar dari kamar mandi, dia tidak mendapati Alena dikamar itu. Kenzo memperhatikan seluruh sudut kamar, dan memang tidak ada.


"Kemana Alena" gumam Kenzo seraya mengusap rambutnya yang masih basah dengan handuk kecil. Dia berjalan kemeja rias Alena dan menyisir sedikit rambutnya yang masih acak acakan seraya memikirkan kemana perginya Alena.


Gadis itu sudah cukup pulih, jadi dia sudah tidak lagi betah berada dikamar. Besok juga mereka akan kembali ke Newyork karena sudah diperbolehkan oleh professor Brian. Kondisi Alena yang pulih dengan cepat dua hari ini membuat Kenzo cukup senang, apalagi melihat semangat Alena yang sudah kembali. Bahkan wajah kekasihnya itu juga sudah berbinar kembali.


Setelah melihat penampilan nya rapi, Kenzo segera beranjak dari sana untuk mencari Alena. Seperti nya dia memang keluar dan menemui Angel dan anak anaknya. Mereka baru saja tiba pagi tadi, mungkin Alena bermain bersama mereka sekarang.


Kenzo meraih jaket nya yang ada diatas meja, dan langsung berlalu keluar dari kamar itu seraya memakai jaket.


Mansion itu nampak sepi, entah kemana semua orang. Bahkan Jorge dan Jack yang biasa ada disekitar sana kini tidak kelihatan.


Kenzo mencoba menuju taman belakang untuk mencari Alena, namun saat tiba diruang tengah dia berpapasan dengan seorang pelayan.


"Apa kau melihat Alena dan Angel?" tanya Kenzo pada pelayan itu.


"Nona Alena ada ditempat latihan anggota bersama Queen tuan" jawab pelayan itu seraya membungkukkan tubuhnya dihadapan Kenzo.


Kenzo langsung menghela nafas kasar mendengar nya. Ternyata Angel benar benar membawa Alena nya kesana. Apa ratu mafia itu ingin membuat Alena mengikuti jejaknya? Dia sudah membuat Clara jago bela diri, apa sekarang Alena lagi???


...


Sementara dilaman pelatihan anggota black Rose, Alena begitu terperangah melihat ratusan orang yang berlatih berbagai macam pelatihan bela diri. Dari memanah, pedang, menembak bahkan berkuda, dan masih banyak lagi, Alena sampai tidak bisa menyebutkan nya satu persatu.


Dia berdiri bersama Angel memperhatikan mereka, bahkan Alena cukup takjub saat melihat orang orang berbadan besar itu menyapa Angel begitu hormat dan takut. Sama seperti orang orang Kenzo ditempatnya.


Bahkan ketika berada disini, Alena merasa aura Angel menjadi berubah, padahal dia hanya diam dan memperhatikan orang orang nya. Ternyata aura seorang ratu mafia memang masih begitu melekat didiri Angel, pantas saja Cristian takut padanya. Hanya melihat bagaimana cara dia memandang orang orang nya saja sudah membuat Alena takut.


"Kenapa memandangi ku seperti itu?" tanya Angel tiba tiba. Alena langsung terkesiap kaget mendengarnya.


"Ah tidak nona, saya hanya tidak menyangka jika mereka begitu tunduk pada anda" jawab Alena dengan senyum getir nya.


Angel tersenyum dan memandang Alena sekilas.


"Apa kau juga takut padaku?" tanya Angel.


Alena mengerucutkan bibirnya sekilas dan menggeleng pelan.


"Tidak juga, tapi saat melihat anda serius saya cukup takut" jawab Alena dengan polosnya.


Angel kembali tersenyum tipis dan menggeleng.


"Apa kau sudah puas berkeliling? Ini tempat terakhir dimansion ku yang bisa dilihat" tanya Angel


"Tapi disebelah sana belum" kata Alena seraya menunjuk disamping mansion sebelah selatan dimana terdapat sebuah gedung yang dilingkari dengan tembok tinggi.


"Jangan, aku bisa dibunuh Kenzo jika membawamu kesana?" jawab Angel


"Kenapa?" tanya Alena. Membunuh? Yang benar saja Kenzo mau membunuhnya, bahkan untuk melukai nya sedikit pun Alena rasa Kenzo tidak akan sanggup. Ah, kenapa dia jadi kesal sekarang.


"Disana tempat terlarang, bahkan Cristian saja tidak pernah aku bawa kesana" jawab Angel seraya melangkah kan kakinya dari tempat mereka berdiri. Alena segera mengikuti langkah kaki Angel menuju sebuah tempat yang lebih lapang, namun sepertinya itu tempat orang orang berlatih pedang.


"Apa itu tempat berbahaya nona?" tanya Alena


Angel langsung mengangguk dan meraih satu pedang yang tersedia disana. Mata pedang itu sangat mengkilap tajam, bahkan Alena sampai merinding melihatnya.


"Ya, tidak boleh sembarang orang yang masuk kesana" ujar Angel seraya memeriksa mata pedang nya.


Alena memperhatikan Angel dengan lekat, dulu dia tidak pernah percaya jika Angel ratu mafia seperti yang dibicarakan oleh Clara. Tapi sekarang, setelah melihat semua nya, memang tidak diragukan lagi.


"Nona..." panggil Alena sedikit ragu.


Angel langsung menoleh kearahnya.


"Apa saya boleh belajar bela diri seperti nona?" tanya Alena.


Mendengar itu Angel langsung tersenyum dan memandang Alena dengan lekat.


"Aku yakin Kenzo tidak akan memperbolehkan nya" ucap Angel


Alena langsung mengerucutkan bibirnya dengan kesal.


"Saya juga ingin bisa bela diri seperti nona. Sepaling tidak bisa melindungi diri sendiri" ujar Alena.


Namun Angel tetap menggeleng.


"Alena..." panggil Angel


"Kau sudah memiliki Kenzo yang kuat yang bisa melindungi mu. Kau tidak perlu menjadi seperti aku. Bisa bela diri juga tidak menjamin kita bisa aman dan bahagia" ujar Angel


Alena terdiam memandang Angel dengan lekat.


"Kau pasti tahu siapa aku bukan. Dan menjadi aku yang kuat seperti ini juga tidak mudah. Ada banyak bahaya yang selalu mengancam. Dan sekuat kuatnya aku, aku juga butuh lelaki yang mencintaiku. Wanita hanya butuh cinta Alena, bukan hanya sekedar perlindungan" kata Angel lagi.


"Tapi saya selalu menyusahkan Enzo" gumam Alena dengan sedih. Namun Angel malah tersenyum dan mengusap bahunya sekilas. Gadis muda yang menjadi pengganti nya untuk seorang Kenzo Barrent.


"Yakinlah, Kenzo hanya butuh senyum dan cintamu. Sesusah apapun dia, itu hanya ujian untuk cinta kalian. Cristian juga begitu, dia tidak butuh wanita yang kuat, dia hanya butuh aku yang selalu jadi istri yang penuh senyum dan selalu memberikan nya cinta. Maka itu berlaku juga pada Kenzo" ujar Angel.


"Apa nona tidak pernah menunjukkan keahlian nona saat bersama tuan Cristian?" tanya Alena.


"Tidak, kalau aku berkelahi didepan nya aku yakin dia akan lari dan tidak mengakui ku sebagai istrinya" jawab Angel.


Alena langsung tertawa mendengar itu.


"Pantas saja tuan Cris membiarkan anda melawan orang orang jahat itu sewaktu dimansion Kenzo waktu itu" ucap Alena


Angel mengangguk pelan dan tersenyum.


"Dia memang begitu, jika aku dan Kenzo sudah bergabung, maka dia tidak akan berani melihat" jawab Angel.


"Setakut itu dia" gumam Alena.


"Ya, suamiku memang penakut, tapi aku tidak melihat itu. Yang aku lihat adalah cintanya dan bagaimana usaha dia untuk merubah ku menjadi lebih baik" jawab Angel.


"Kau tahu kenapa aku tidak ditakdirkan untuk Kenzo?" tanya Angel


Alena masih terdiam dan hanya mengerjapkan matanya sekali


"Itu karena aku dan dia tidak pernah cocok. Sekuat apapun usaha kami untuk bersatu, tidak akan pernah berhasil karena kami hanya ditakdirkan untuk bertemu, bukan bersatu. Aku dan Kenzo sama, sama sama kaku dan kejam. Bisa kau bayangkan jika kami bersama, akan jadi apa???" ujar Angel seraya tertawa getir


Alena langsung mendengus senyum mendengar nya. Ya, Tuhan memang begitu adil. Dia dan Cristian memang didatangkan untuk membuat kedua pemimpin klan mafia ini lebih manusiawi lagi, jika mereka tidak ada, entah bagaimana jadinya.


"Anda benar nona. Tuhan memang adil"  ucap Alena


"Maka dari itu, jangan cemburu lagi padaku" ujar Angel seraya tersenyum dan kembali memainkan pedangnya


Alena langsung mengerucutkan bibirnya, jika cemburu itu kan hal yang lain. Nama nya juga hati.


Namun tiba tiba


klang


Suara dentingan pedang membuat Alena terlonjak kaget. Dia langsung menoleh kesamping nya dimana Kenzo yang tampak menyerang Angel dengan pedang nya.


"En....." gumam Alena yang terperangah tidak percaya melihat Kenzo yang bisa bisanya menyerang Angel secara tiba tiba, dan yang lebih menakjubkan lagi adalah Angel yang bisa menangkisnya dengan cepat.


"Minggir sebentar Alena, aku akan memberi pelajaran pada ratu mafia ini. Dai sudah berani membawamu melihat hal hal yang tidak seharusnya dilihat" ucap Kenzo yang masih memandang lekat kearah Angel.


Angel tertawa sinis mendengar nya.


"Apa kau takut kesayangan mu ini lecet king Aldrego" ucap Angel tak kalah tajam


Bibir Alena bahkan sampai sedikit terbuka melihat kedua orang ini.


"Ya tentu saja, dia bukan dirimu yang terbiasa terluka Queen" balas Kenzo pula.


Dan sungguh, kenapa Alena jadi merinding sekarang. Mereka tidak akan benar benar berkelahi bukan???


"Hei nona..." panggil seseorang.


Alena langsung menoleh kebelakang. Dan ternyata Cristian yang sedang bersandar dengan santai dipilar bangunan tidak jauh dari tempat nya berdiri.


"Jangan ganggu mereka, cukup lihat dari sini" ujar Cristian


Alena kembali menoleh pada Kenzo dan Angel yang masih tegak pada posisi mereka masing masing. Apa tidak pegal???


"Aku pinjam kekasihmu sebentar Alena. Sepertinya tuan Amerika mu ini masih saja meremehkan kekuatan ku" ujar Angel membuat Kenzo langsung mendengus senyum.


"Sebentar sayang" kata Kenzo pula.


Alena langsung berdehem dan segera memalingkan wajahnya yang merona mendengar panggilan sayang yang sangat jarang didengarnya itu. Bahkan dia langsung berjalan menuju Cristian.


"Ternyata king Aldrego yang kejam bisa juga berbicara hal yang manis" kata Angel dengan senyum menggodanya.


Kenzo terkekeh namun dia langsung menebaskan pedang nya pada Angel. Angel dengan sigap memutar badan nya dan membalas kembali serangan Kenzo.


"Ya, aku juga tidak menyangka jika seorang Queen rose yang sadis sudah terlihat anggun dengan gaun nya setiap hari" ledek Kenzo pula.


Dan kini Angel yang tertawa


"Apa kau masih bisa melawan mantan ratu mafia ini Al?" tanya Angel


"Tentu saja. Ini yang sejak lama aku nantikan" jawab Kenzo.


Mereka berdua tersenyum namun lama kelamaan wajah mereka berubah menjadi serius seiring dengan tebasan pedang yang begitu cepat dan lihai.


Alena yang sudah berada disamping Cristian langsung terperangah melihatnya.


"Bagaimana jika ada yang terluka. Pedang itu sangat tajam" gumam Alena begitu ngerih bahkan dia sudah takut sekarang.


Cristian menghela nafas dalam dalam dan menggeleng pelan.


"Kau tahu, jika bertemu hal ini lah yang paling mereka inginkan. Bisa berduel bersama, mana mereka perduli dengan ketakutan kita" jawab Cristian terdengar kesal.


Alena langsung menoleh pada Cristian dan memandang nya dengan lekat.


"Pasti tidak mudah menjadi anda tuan Cris, saya yang baru beberapa kali melihat mereka saja sudah cemburu" jawab Alena dengan wajah cemberutnya. Membuat Cristian langsung tertawa mendengar itu.


"Kau benar, tapi aku bisa apa. Aku memang cemburu, tapi aku percaya pada mereka" ucap Cristian.


Alena mengangguk dan menoleh pada Kenzo dan Angel yang semakin terlihat begitu seru bertarung pedang tanpa pengaman. Bahkan Angel terlihat lincah meskipun dia memakai gaun sekarang.


Ya, sama seperti Alena. Dia juga cemburu melihat Kenzo dan Angel, tapi dia juga percaya pada Kenzo jika pria itu memang mencintainya, dan bukan lagi Angel.


Namun tiba tiba Alena langsung tersenyum sinis dan kembali menoleh pada Cristian.


"Tuan..." panggil Alena


Cristian yang sedang melihat Angel dan Kenzo langsung menoleh pada Alena


"Bagaimana jika kita minum teh saja ditaman" tawar Alena


"Minum teh?" tanya Cristian


Alena langsung mengangguk dan tersenyum penuh arti. Dan Cristian tahu arti dari senyuman itu.


"Kau ingin membalas mereka hm?" tanya Cristian yang tidak bisa menahan tawanya.


Alena langsung tertawa dan mengangguk


"Ya, tidak adil bukan jika hanya kita yang kesal melihat mereka asik berdua. Sesekali mereka harus merasakan nya. Itu juga kalau mereka punya rasa cemburu" ujar Alena


Cristian tampak terdiam sejenak, namun sedetik kemudian dia langsung mengangguk setuju.


"Ah kau benar, aku juga belum pernah melihat Angel cemburu. Kalau begitu ayo, dari pada sport jantung disini" ajak Cristian dan Alena langsung mengangguk.


Mereka langsung meninggalkan tempat itu dan pergi tanpa pamit. Bahkan Kenzo dan Angel juga tidak sadar jika mereka pergi, dan itu membuat mereka berdua semakin kesal.