
Gemerlap lampu berbagai warna menerangi sebuah gedung berlantai tiga dengan berbagai ruang yang saling menyekat.
Hiruk pikuk orang orang dari berbagai kalangan atas saling berbaur disana. Gadis gadis cantik dan seksi saling menari dengan banyak pria pria tampan.
Banyak juga yang hanya duduk untuk minum dan saling mengobrol. Bahkan ada yang saling bercumbu mesra tanpa memperdulikan yang lain nya.
Alena mengerjapkan mata nya beberapa kali dengan pemandangan yang baru kali ini dilihat nya.
Dia mengikuti langkah kaki Clara yang membawa nya entah kemana.
Seketika ada rasa tidak nyaman dengan itu, karena selama ini Alena lebih sering berada ditempat yang sepi dan tenang. Namun malam ini, dia seperti berada didunia lain, dimana dipenuhi oleh dentuman suara musik dan DJ yang terasa memekakkan telinga nya.
"Cla, apa seperti ini" tanya Alena ragu
"Kenapa, berisik?" Tanya Clara sedikit keras dan Alena langsung mengangguk
"Tenang saja. Tempat kita bukan disini. Ayo. Teman teman ku sudah menunggu didalam" ajak Clara dan menarik lengan Alena
Clara berjalan mendekati sebuah bar dimana pemilik club' itu berada
"Halo nona, sudah lama kau tidak kemari" sapa pemilik club' itu
"yah, maklum lah aku harus melarikan diri terlebih dahulu dari tuan Amerika itu" jawab Clara membuat pria itu terbahak
"Haha, dan aku bisa mati jika dia tahu kau berada disini lagi" sahut nya
"Tenang lah Brian, aku akan tanggung jawab. Tempat ku aman bukan?" Tanya Clara lagi
"Tentu, teman teman anda sudah ada disana. Dan seperti biasa. Semua aman dan tidak akan ada yang menganggu
"Okey" jawab Clara sembari menyerahkan sebuah kartu gold pada Brian yang langsung menerima nya
"Apa dia teman anda nona?" Tanya Brian
"Oh iya. Alena , kenalkan dia Brian temanku, sekaligus pemilik club' ini" ucap Clara pada Alena yang langsung tersenyum dan menyambut uluran tangan Brian
"Halo nona. Kau cantik sekali. Apa kau sudah punya kekasih. Jika belum bolehkah aku menemani mu malam ini" goda Brian membuat Alena tersenyum malu namun Clara langsung meninju lengan nya
"Jangan ganggu dia Brian, dia milik Kenzo Barrent" kata Clara hingga Alena dan Brian langsung terbelalak kaget
"Wow benar kah?" Tanya Brian tak percaya
"Tidak Brian, jangan dengarkan dia. Clara kau ini" dengus Alena kesal membuat Clara terbahak
"Wah, jika benar. Maka aku harus menambah personil untuk menjaga dua berlian tuan Amerika malam ini" ungkap Brian membuat Clara berdecak
"ck, jangan berlebihan. Sudah lah. Antar kami" perintah nya angkuh. Alena hanya diam dan memperhatikan sekeliling nya, karena dia tahu sedari tadi Brian selalu mencuri pandang pada nya
"Oke. Mari" jawab Brian membimbing langkah kaki Clara dan Alena.
Sebenar nya tidak ada orang diclub itu yang berani mengganggu Clara, karena mereka semua tahu siapa Clara sebenar nya. Mana ada yang berani berurusan dengan seorang Kenzo Barrent dan keluarga nya. Jika ada, maka dalam sekejap maka tamatlah riwayat mereka.
Brian mengantar Clara dan Alena kesebuah ruangan VVIP, tempat dimana para orang orang kaya berkumpul.
"Selamat bersenang senang nona" ucap Brian sembari mengedipkan sebelah mata nya pada Alena yang tersenyum canggung
"Kau benar benar cari mati Brian" ancam Clara membuat Brian langsung tergelak
"Haha, aku hanya menggoda sedikit nona. Aku juga tidak ingin kehilangan leher ku" ungkap Brian .
Setelah gadis gadis itu masuk, Brian pun pergi dan kembali ketempat nya
"Hai guys!!" Sapa Clara pada teman teman nya yang tengah menikmati minuman mereka
Dua orang wanita dan tiga orang lelaki tampan.
"Hai Cla, kau lama sekali" kata salah satu dari mereka
"Wow, siapa yang kau bawa Cla" tanya Jemmy, salah satu teman Clara
"Dia Alena, sahabatku. Dan Alena kenalkan mereka teman teman malam ku" kata Clara memperkenalkan mereka semua
"Hai aku Alena" sapa Alena dengan senyum manis nya menyapa mereka satu persatu , namun pandangan mata nya tertegun pada seorang pria yang juga sedikit terkejut melihat kedatangan nya
"Oh Alena kau sungguh cantik dan girly" ungkap Selly
"Terimakasih. Kau lebih cantik Selly" jawab Alena
"Seperti nya malam ini akan bertambah seru dengan kedatangan mu Alena" ucap David
"Aku bahkan tidak tahu harus apa sekarang" jawab Alena begitu jujur membuat teman teman Clara terbahak
"Oh Clara, kau membawa anak gadis orang yang masih suci" kata Kelly pada Clara yang langsung terbahak
"Haha, kau benar, maka dari itu aku ingin mencemari sedikit otak nya saat ini" jawab Clara tergelak
"Tapi seperti nya aku pernah melihat mu Alena" ungkap Selly
"Ya, dia pemilik Ale boutiq. Tentu saja kau pernah melihat nya. Kau pernah kubawa kesan" jawab Clara dan Selly langsung mengangguk sembari menepuk dahi nya sekilas
"Ah, iya aku lupa" jawab Selly
"Wah benarkah, seperti nya kau akan mendapatkan pelanggan baru setelah ini" ucap Jemmy pada Alena yang menatap nya bingung
"Tentu saja, aku juga akan menjadi pelanggan setia nya nanti" sahut David pula
"CK berisik sekali kalian. Alena jangan dengarkan dua orang pria penggila wanita cantik ini. Sebaik nya kau nikmati waktu mu dan minumlah" kata Raymond yang sedari tadi hanya diam dan memperhatikan wajah bingung Alena. Dia tahu gadis itu baru pertama kali ketempat ini, terbukti dengan sikap nya. Dan Reymond memang benar benar tidak menyangka dengan kedatangan Alena
"kau disini juga Rey?" tanya Alena membuat Clara dan teman teman nya yang lain menatap bingung mereka
"ya, mereka yang memaksa ku datang" jawab Reymond terkekeh kecil
"kalian saling mengenal?" tanya Clara langsung dengan tangan yang menunjuk Alena dan Reymond bergantian
Alena dan Reymond langsung mengangguk serempak
"ya, sudah beberapa kali bertemu" jawab Alena
"benarkah?" tanya Clara menatap wajah Alena dan Reymond penuh arti
"hei sudahlah, untuk apa dibahas. Ayo kita nikmati waktu kita" ajak Kelly dan Clara langsung mengangguk
Reymond menyerahkan segelas anggur kepada Alena yang menatap nya dengan ragu.
"Kalau kau tidak ingin aku akan memesan kan jus untuk mu Ale" ucap Clara
"Oh ya ampun. Ayo kita berpesta. Aku sudah lama tidak berjoged" ungkap Kelly yang langsung menarik lengan Selly
David dan Jemmy langsung mengikuti langkah dua gadis itu kelantai dansa, dimana suara musik DJ sudah diperdengarkan oleh seorang DJ andalan mereka
"Kau mau mencoba Ale" ajak Clara
"Tapi aku tidak tahu cara nya" sahut Alena terdengar malu membuat Clara dan Reymond tergelak mendengar nya
"Ya ampun Clara. Kau bisa mati jika orang tua nya tahu" ucap Reymond tak habis fikir dengan kepolosan Alena
"Hahaha, bukan orang tua nya Rey, tapi ka....," Ucapan Clara langsung berhenti ketika Alena langsung membungkam mulut nya dengan tangan nya
"Pergilah, aku akan menyusul" usir Alena pada Clara yang kembali tergelak
"Haha, oke oke. Rey, jaga teman ku. Jangan kau usik dia jika kau tidak mau riwayat mu tamat malam ini" ancam Clara pada Reymond yang hanya mengangguk pasrah.
"Dia sudah seperti ibu mu saja" ucap Reymond saat Clara sudah pergi dari sana
"Ya, dia memang teman yang baik" jawab Alena sembari mata nya melihat Clara yang mulai berjoged dengan leluasa disana
"Kau benar benar baru pertama kali ketempat ini?" Tanya Reymond
"Hmm, baru malam ini" jawab Alena yang masih memperhatikan Clara dan teman teman nya tanpa tahu jika Reymond memandang nya penuh kekaguman
"Seharus nya jika kau tidak nyaman kau bisa kembali Alena" kata Reymond lagi membuat Alena kini menoleh pada Reymond yang duduk disebelah nya
"Tidak, mungkin ini hanya awal nya saja. Tapi kurasa lama kelamaan aku akan terbiasa. Aku butuh hiburan juga, ya walaupun tempat ini terlalu bising" jawab Alena dengan tawa renyah nya
"Kau gadis baik dan polos. Beruntung kau mendapat teman seperti Clara. Jika tidak maka aku bisa pastikan kau akan dirusak dengan mudah" ucap Reymond lagi sembari meneguk minuman nya
"Jadi menurut mu yang datang kesini bukan orang baik?" Tanya Alena pada Reymond yang langsung mengangguk
"Ya," jawab Reymond singkat
"Kenapa?" Tanya Alena
Reymond tersenyum menatap Alena yang begitu polos itu.
"Alena, semua yang datang kesini pasti memiliki tujuan untuk bersenang senang. Ya memang tidak semua nya. Tapi kau bisa lihat diluar tadi bukan, mereka bahkan tidak malu untuk merusak diri mereka sendiri dihadapan orang banyak" ungkap Reymond membuat Alena langsung mengangguk pelan
"Tapi Clara tidak kan" gumam Alena menatap Clara yang masih asik berjoged itu
"Tidak, dia tidak merusak diri nya, tapi dia sedikit nakal. Kau lihat saja, nanti dia akan melupakan kehadiran mu karena terlalu banyak minum. Dia begitu hanya untuk mencari kesenangan saja, bahkan terkadang dia melupakan bagaimana marah nya seorang Kenzo Barrent jika melihat nya seperti itu" ungkap Reymond dengan tawa kecil nya
"Ya, memang dia takut jika kakak nya tahu dia kesini. Tapi dia tetap saja nekad" ungkap Alena membuat Reymond mengangguk
"Apa minuman itu enak?" Tanya Alena membuat Reymond kembali menatap nya
"Bagi kami pecinta minuman beralkohol tentu saja ini enak, bahkan nikmat. Tapi jika tidak terbiasa kau pasti bilang ini tidak enak" jawab Reymond
"Aku ingin mencoba nya" pinta Alena mengambil botol anggur itu namun Reymond langsung menjauhkan nya
"Jangan yang ini. Ini terlalu keras. Coba dulu yang ini untuk pemula" kata Reymond menuangkan whisky yang lain digelas kecil
"Sedikit sekali" kata Alena menatap gelas ditangan nya hanya paling hanya satu teguk itu
Reymond langsung tertawa mendengar nya. Dia benar benar gemas pada Alena. Gadis yang ceria dan sangat menggemaskan
"Coba dulu, jika kau tidak kuat, maka satu teguk itu sudah bisa membuat mu mabuk" jawab Reymond
"Oh begitu ya. Kau baik sekali" ungkap Alena
"Baik apa nya. Aku akan membuat mu mabuk tapi kau bilang aku baik. Dasar aneh" cibir Reymond membuat Alena tertawa lucu hingga membuat Reymond ikut tersenyum dan terpana melihat tawa itu. Tawa yang benar benar tidak asing dalam hidup nya dulu.
"Kan aku yang mau" jawab Alena lagi
"Tapi aku tidak bertanggung jawab ya. Jika nanti Clara marah padaku" kata Reymond lagi
"Iya tenang saja" sahut Alena cepat
Dia langsung menenggak habis minuman itu namun setelah itu, Alena langsung terbelalak dan ingin muntah dibuat nya
"Huek, ini tidak enak, pahit dan aneh" kata Alena dengan wajah yang begitu jelek, membuat Reymond tertawa keras melihat nya
"Hahaha, memang begitu rasa nya Alena. Astaga, bagaimana mungkin Clara bisa membawa gadis kecil seperti mu ketempat ini" ejek Reymond membuat Alena langsung menampar bahu nya dengan kuat
"Enak saja, aku sedang belajar dewasa sekarang" dengus Alena membuat Reymond semakin tergelak.
Ya ampun, mood nya benar benar bagus setelah bertemu Alena. Tidak sia sia dia dipaksa dua teman brengsek nya itu malam ini, karena dia akhir nya bisa menemukan kesenangan nya sendiri, dan aneh nya gadis itu adalah Alena. Gadis yang tidak sengaja ditemui nya beberapa waktu lalu Gadis yang selalu mengingatkan nya pada masa lalu nya.
Alena langsung menyambar air mineral didalam botol dan meneguk nya dengan cepat
"Mau lagi" tawar Reymond
"No, sudah cukup. Apa yang enak begitu. Tubuh ku jadi panas dibuat nya" gerutu Alena
"haha, maka dari itu jangan lagi mencoba nya. Aku akan membelikan mu banyak ice cream dan pie besok, minuman disini tidak ada yang cocok untuk mu" kata Reymond dan kali ini Alena yang tergelak
"yah kau benar. aku memang lebih suka ice cream dan pie mu" jawab nya membuat Reymond kembali tertawa.
"Apa kau ingin berjoged bersama mereka" tanya Reymond
Alena kini menoleh pada Clara yang tidak ada lelah nya berjoged dilantai dansa itu. Terlihat begitu asik
"Tapi aku tidak bisa" gumam Alena
"Kau hanya perlu menggerakan tubuh mu asal dan mengikuti irama musik. Kau akan merasakan sensasi berbeda nanti nya. Ayo, aku akan menemani mu".ajak Reymond dan langsung menarik lengan Alena yang mau tidak mau mengikuti nya
Clara yang melihat Alena datang pun langsung menyapa nya dengan nafas yang bergemuruh serta keringat yang mulai membasahi tubuh nya
"Oh Alena, akhir nya kau turun juga. Ayo berjoged. Lepaskan semua beban yang ada didalam hatimu" teriak Clara dan menarik tangan Alena ketengah tengah bergabung bersama yang lain nya
Alena melirik Reymond yang juga sudah mulai bergoyang mengikuti irama musik.
Entah karena tubuh nya sudah mulai mabuk karena seteguk minuman tadi atau karena pengaruh Clara dan teman teman nya, membuat tubuh Alena lama kelamaan ikut bergerak mengikuti irama musik itu
"Nikmati malam ini Alena" teriak Selly dengan keras, seperti nya kedua teman clara itu sudah mulai mabuk terlihat dari gerakan mereka yang begitu lincah dan lihai
"Anggap kau tidak memiliki beban apapun Alena. Malam ini adalah malam mu. Lepaskan semua beban yang ada di hatimu" ucap Reymond yang bergoyang disebelah nya
Alena tersenyum dan mengangguk
'lupakan sejenak masalah mu Alena. Malam ini biarkan otak dan hatimu bersenang senang' batin Alena