
Pandangan mata Alena memandang jalanan kota Newyork yang masih terlihat padat disore hari itu. Edward mengemudikan mobil nya dengan kecepatan yang lumayan tinggi karena dia harus memburu waktu saat ini.
Sebenar nya Kenzo benar benar dilema harus pergi atau tidak. Jika dia tidak pergi Cristian pasti akan kecewa, apalagi dia sudah mengundur waktu yang seharus nya acara diadakan dua minggu yang lalu. Namun karena ulah Mike, membuat nya tidak bisa pergi saat itu.
Dan sekarang jika dia pergi, bagaimana dengan Alena.
Kenzo langsung menoleh pada Alena yang masih asik menikmati perjalanan nya.
Apa dia bisa tenang meninggalkan Alena dikota ini, apalagi Mike masih berkeliaran diluar sana.
Meski sudah ada kapten Stone dan orang orang nya, tapi entah kenapa hati Kenzo benar benar tidak bisa jauh dari gadis polos ini.
Kenzo menghela nafas nya sejenak, dan Kembali fokus kedepan saat mobil yang dikendarai Edward telah tiba didepan rumah sakit tempat Reymond dirawat.
"Alena" panggil Kenzo, membuat Alena langsung menoleh kearah nya
"Ya" sahut Alena
"Aku tidak ikut mengantarmu kedalam" ucap Kenzo membuat Alena mengernyit heran menatap nya.
Alena menoleh sekilas kearah Edward yang keluar dari dalam mobil, pria itu tampak hanya berdiri kaku didepan mobil mereka menghadap kearah yang lain.
"Apa pekerjaan mu masih banyak?" Tanya Alena, namun Kenzo langsung menggeleng dan tersenyum tipis
"Aku akan pergi" jawab Kenzo
"Kemana?"
"Argentina"
Deg
Entah apa sebab nya, tapi tiba tiba saja jantung Alena terasa seperti diketuk sesuatu, ada rasa tidak nyaman mendengar nama negara itu. Dia menatap nanar Kenzo yang masih menatap wajah nya dengan lekat
"Apa ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Alena begitu lirih
"Hanya acara pembukaan hotel" jawab Kenzo singkat
"Tapi besok malam tuan Ponix mengundang kita keacara nya" kata Alena lagi
"Aku tidak berjanji untuk bisa cepat pulang, dan jika aku tidak ada, kau bisa pergi bersama Jack. Tidak apa apa bukan?" Tanya Kenzo namun Alena malah tertunduk lesu
"Jangan khawatir, tidak akan ada yang berani mengusik mu, aku sudah menempatkan orang orang ku untuk menjaga mu" ungkap Kenzo .
Alena hanya tersenyum getir memandang nya. Dia mengangguk dengan pelan
"Baiklah, hati hati" jawab Alena terasa begitu berat. Bukan takut Mike datang lagi, tapi hati nya yang begitu resah membiarkan Kenzo pergi kesana. Padahal hanya sekedar pembukaan hotel, seharusnya bisa diwakilkan bukan. Alena benar benar dibuat resah saat ini.
Kenzo meraih tangan Alena dan menggenggam nya dengan lembut, membuat Alena langsung menatap nya dengan lekat.
"Ada apa?" Tanya Kenzo pada Alena, namun Alena segera menggeleng dan tersenyum kecut
"Kau takut Mike mengganggumu?" Tanya Kenzo namun Alena langsung menggeleng
"Lalu?" Tanya Kenzo dengan kernyitan didahi nya
Alena hanya menggeleng pelan, namun tangan nya terlihat membalas genggaman tangan Kenzo dengan erat, seolah dia ingin Kenzo merasakan kegelisahan nya. Dan ya, Kenzo tahu itu hingga dia langsung tersenyum menatap wajah resah Alena.
"Matahari ku ada disini. Bagaimana mungkin aku akan bisa berlama lama disana." ungkap Kenzo membuat Alena langsung tertegun
"Disana hanya sebuah senja yang pernah hadir, namun telah menghilang dan digantikan dengan kehangatan yang abadi" ungkap Kenzo pada Alena.
"Benarkah?" Tanya Alena menatap wajah Kenzo yang langsung mengangguk dan tersenyum
"Bagaimana jika senja itu lebih indah dari pada matahari, bagaimanapun senja itu pernah membuat mu terbuai dengan keindahan nya" ucap Alena
Kenzo terlihat mengusap tangan Alena dengan lembut
"Ya, dulu memang aku begitu terbuai dengan keindahan nya. Aku mencintai senja, namun dia lebih mencintai langit, sehingga dia tenggelam begitu saja. Dan sekarang, aku lebih memilih matahari, karena dia akan selalu ada. Tenggelam didasar bumi, dan terbit diatas langit, tidak akan ada awan yang sanggup menutupi keindahan nya" ungkapan Kenzo benar benar membuat Alena merasa begitu terharu.
"Aku harap perkataan mu bukan sebuah gurauan En" ucap Alena
"Apa wajahku terlihat seperti seseorang yang suka bergurau" tanya Kenzo namun Alena langsung menggeleng dan tersenyum
"Sama sekali tidak, kau hanya seorang pria datar dan kaku yang sangat menyebalkan" ucap Alena membuat Kenzo langsung mengernyitkan alis nya
"Tapi aku cinta" ucap Alena lagi membuat Kenzo langsung mendengus senyum nya.
"Kalau begitu, pejamkan matamu" pinta Kenzo
"Untuk apa" tanya Alena bingung
"Lakukan saja" jawab Kenzo
Alena langsung mengangguk ragu dan menutup mata nya, menunggu apa yang akan dilakukan oleh Kenzo selanjut nya.
Cup
Mata Alena langsung terbuka lebar saat Kenzo tiba tiba mengecup singkat bibir nya
"En!!!" Seru Alena tertahan menatap wajah Kenzo yang terlihat tersenyum puas
"Sedikit terapi dariku" sahut Kenzo
"Terapi apa, dasar mesum" ucap Alena seiring tangan nya yang menampar lengan Kenzo, namun wajah nya benar benar memerah sekarang.
Kenzo langsung terkekeh melihat nya, dia langsung menarik Alena kedalam pelukan nya. Membuat Alena langsung terdiam seketika
"Selama aku tidak ada, jaga dirimu baik baik, jangan pernah jauh dari Jack" ucap Kenzo sembari mengusap lembut pundak Alena yang mengangguk dalam pelukan nya
"Kapan kau akan pulang?" Tanya Alena sedikit mendongak menatap Kenzo
"Aku usahakan secepatnya" jawab Kenzo pada Alena
"Jadi aku pergi sendiri besok?" Tanya Alena dengan wajah cemberut nya
"Jack akan menemanimu" jawab Kenzo
"Tapi aku ingin bersama mu" kata Alena dengan begitu manja, membuat Kenzo bertambah gemas saja melihat bibir merah muda yang selalu menggoda itu
"Meski aku tidak ada, tapi aku akan selalu bersamamu" ungkap Kenzo membuat Alena mengernyit dan melepaskan pelukan nya dari Kenzo. Dia menatap wajah itu dengan lekat
"Kau bilang kau mencintaiku, maka aku akan selalu ada dimanapun kau berada" jawab Kenzo
"Kau memang ada dihatiku. Tapi aku ingin ragamu disampingku. Kau tahu, aku selalu takut jika kau jauh" ungkap Alena, Kenzo langsung tersenyum mendengar nya
"Kau akan baik baik saja selama aku masih hidup" sahut Kenzo, membuat Alena langsung menghela nafas lelah
"Hmh, berjanjilah untuk segera pulang." Kata Alena dan Kenzo langsung mengangguk
"Aku berjanji" jawab Kenzo
"Kirimkan salamku pada nona Angel. Aku harap dia masih mengingatku" kata Alena
"Dia pasti mengingatmu. Jika keadaan sudah membaik, aku akan membawamu untuk bertemu dengan nya" ucap Kenzo membuat Alena langsung berbinar cerah
"Benarkah?"
"Hmm"
"Kenapa tidak sekarang saja" ucap Alena begitu menggebu
Cletak
"Auuuhh" Alena langsung meringis saat dahi nya dijentik oleh Kenzo
"Kau mau ayahmu menangkap ku karena membawa putri nya pergi jauh, lagi pula siapa yang akan merawat kakak mu jika kau tidak ada" ungkap Kenzo membuat Alena seketika langsung lemas ditempat nya
"Benar juga. Yasudahlah. Kau harus cepat pulang. Aku menunggumu" kata Alena
"Iya" sahut Kenzo
"Jaga dirimu baik baik disana" kata Alena lagi dan Kenzo langsung mengangguk
"Kau juga harus menjaga dirimu disini. Ingat jangan kemanapun tanpa persetujuan ayah mu dan tanpa pengawalan dari Jack" ucap Kenzo
"Iya, aku tahu" jawab Alena
"Kalau begitu boleh aku pergi sekarang" tanya Kenzo membuat Alena terlihat cemberut kembali
"Hmm, baiklah. Aku pasti merindukan mu" kata Alena yang langsung memeluk kembali tubuh Kenzo.
Edward yang menunggu mereka diluar mobil sudah terlihat gelisah, karena hari sudah mulai sore dan pesawat mereka akan terbang sebentar lagi.
Apa king nya itu lupa, batin nya.
Edward sedikit terkesiap saat pintu mobil terbuka, dan Alena keluar dari mobil itu.
"Masuklah" ujar Kenzo
"Hati hati" kata Alena pada Kenzo yang masih duduk manis dimobil nya
"Iya" jawab Kenzo dengan senyum nya, senyum yang hanya untuk Alena seorang.
Meski berat, namun Alena tidak mungkin melarang Kenzo pergi.
Dia melambaikan tangan nya pada Kenzo sesaat, dan langsung membalikan tubuh nya meninggalkan Kenzo yang masih menatap kepergian nya hingga dia masuk dan tidak terlihat lagi.
"Apa ini yang nama nya cemburu. Padahal aku tahu mereka tidak akan mengulang kisah mereka lagi. Tapi kenapa begini ya" gumam Alena sembari menyentuh dada nya yang terasa sedikit berdenyut membayangkan Kenzo dan mantan nya bertemu disana.
Alena menoleh kebelakang, dimana mobil Kenzo yang sudah pergi dari sana. Dia meraba bibir nya dengan lembut, rasa hangat itu masih begitu membekas meski hanya sekilas dirasakan nya.
"Aku tidak takut saat seribu wanita mendekatimu En, tapi aku begitu takut saat kau yang mendekat kepada senja yang pernah membuat hatimu tenggelam. Menyembuhkan nya bukanlah hal yang mudah" gumam Alena seiring langkah nya yang terus berjalan menuju ruang perawatan Reymond.
...
Alena langsung membuka pintu ruangan Reymond tanpa mengetuk nya. Dan dia langsung dibuat terkejut melihat dua orang didalam kamar yang juga terkejut melihat keadaan Alena.
"apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Alena menatap Clara dan Reymond yang terlihat saling duduk diatas lantai tepat disamping ranjang Reymond.
"Alena" seru Clara yang langsung berdiri menatap Alena dengan wajah sedikit cemas dan gugup.
Alena memandang Reymond yang terlihat meringis dan berusaha untuk bangkit, namun terlihat begitu kepayahan.
"ya ampun kakak" ucap Alena yang langsung berlari mendekati Reymond, membuat Clara juga langsung terkesiap melihat nya
"oh astaga" seru Clara yang juga ikut membantu Reymond berdiri dan naik keatas ranjang bayi bersama Alena.
Dengan susah payah mereka membenarkan posisi Reymond diatas tempat tidur nya. Wajah Reymond benar benar pucat, bahkan luka nya tampak berdarah lagi membuat Alena dan Clara menjadi panik.
Clara langsung memencet tombol pemanggil dokter, sedangkan Alena membenarkan infus yang ada ditangan kakak nya itu.
"sebenar nya apa yang kalian lakukan ha?" tanya Alena menatap Clara dan Reymond bergantian
"i itu, aku" Clara terlihat terbata bata saat Alena menatap nya dengan curiga, sementara Reymond sama sekali enggan menatap wajah Alena sejak tadi.
Alena terlihat memicingkan mata nya menatap Clara dan Reymond bergantian. Seperti nya ada sesuatu yang tidak dia ketahui saat ini.
"Clara, kakak" panggil Alena dengan nada yang sedikit ditekan membuat Clara dan Reymond saling pandang canggung namun langsung memalingkan wajah mereka masing masing.
"kalian.." perkataan Alena langsung terhenti saat dokter dan seorang perawat masuk kedalam ruangan itu.
"emm Alena, aku harus pergi, mommy sudah menungguku dirumah. Besok aku akan kemari lagi. okey, by" ucap Clara yang langsung menyambar tas kecil nya diatas meja balas dan segera pergi meninggalkan Alena yang menatap nya dengan bingung. Kini perhatian Alena langsung tertuju pada Reymond yang diperiksa oleh dokter, kakak nya itu terlihat meringis dan memejamkan mata nya saat lagi lagi jarum suntik menghunus kulit tipis nya.
'ada apa dengan mereka' batin Alena bingung.
...
*next...
terimakasih yang sudah setia membaca
jangan lupa dukungan kalian guys
like dan komen yah.
oh iya, follow Instagram aku yuk. nanti aku follback loh
@Mulyani Syahfitri