
Keesokan hari nya...
Alena tampak tertawa kecil mendengar cerita Clara yang begitu menggelitik ditelinga nya. Bukan karena dia mentertawakan kesialan Clara, namun dia mentertawakan wajah sahabat nya yang terlihat begitu kesal dan tertekuk. Clara baru kembali dari agensi siang itu, dan dia langsung pergi menuju kebutik Alena dan menceritakan tentang pengalaman nya hari ini, dimana dia harus mempresentasikan dan memimpin rapat untuk acara bergengsi minggu depan. Bukan nya memimpin rapat dengan baik, Clara malah mengacaukan nya karena dia begitu gugup saat dipandang sinis oleh rekan rekan nya terutama para petinggi perusahaan, karena selama ini mereka hanya menganggap Clara sebagai seorang nona muda yang hanya menumpang nama baik Kenzo sebagai kakak nya.
"Jadi pria batu itu hanya diam saja melihat mu kebingungan?" tanya Alena dan Clara langsung mengangguk dengan wajah yang begitu kesal
"Aku sudah memberi nya kode, tapi dia tetap saja tidak mengerti" gerutu Clara, Alena yang baru datang mengambil minuman dingin tidak jauh dari tempat mereka duduk langsung tertawa mendengar nya
"Julukan nya saja sudah pria batu, bagaimana mungkin dia bisa mengerti kode darimu" sahut Alena sembari duduk disamping Clara dan memberikan gadis itu minuman nya
"Hah, jika kakak ku tidak kembali bagaimana, bukan hanya perusahaan yang akan berantakan, aku juga pasti akan mati dengan cepat dibuat pria batu itu" gumam Clara terlihat begitu frustasi, dia langsung merebahkan kepalanya disandaran sofa.
Alena menatap iba pada Clara, tapi dia bisa apa. Dia tidak bisa membantu apapun saat ini, selain memberi nya semangat dan mendengar seluruh keluh kesah nya.
"Jika bukan kau siapa lagi Cla, kau harus tetap semangat, nasib perusahaan ada ditangan mu sekarang, Edward juga tidak akan membiarkanmu kesusahan, hanya sementara" ucap Alena sembari mengusap lembut lengan Clara
"Aku benar benar tidak sanggup Alena, ini terlalu membuat ku pusing, selama ini aku hanya tahu menghabiskan uang nya, aku hanya tahu datang untuk bersenang senang. Dia selalu memintaku untuk belajar, tapi aku tidak pernah mau, dan sekarang seperti nya, dia sedang marah padaku hingga membuat ku seperti ini" kata Clara lagi, wajah nya begitu sedih sekarang
"Aku benar benar merindukan nya, seharus nya sejak dulu aku mau mendengarkan perkataan nya, tapi aku malah membangkang" tambah nya lagi
"Clara" lirih Alena yang masih mengusap lengan nya
"Jika waktu bisa diputar aku pasti akan menjadi adik yang baik untuk nya, aku akan bekerja dengan baik sehingga jika dia tidak ada aku bisa mengurus perusahaan nya, bukan seperti ini, aku malah mengacaukan semua" Clara terlihat mengusap kasar wajah nya yang terlihat begitu lelah
"Clara, tidak ada yang terlambat, kau bisa memulai nya dari sekarang. Kau harus bisa, kau harus semangat, kau tetap menjadi adik yang terbaik untuk nya apalagi jika kau bisa bertahan untuk mengurus perusahaan bersama Edward" jawab Alena, dan Clara hanya menghela nafas nya dengan lelah
Alena tidak mengerti kenapa Kenzo melakukan ini, karena kepergian nya semua terasa berantakan, apalagi Clara. Dan Alena juga tidak habis fikir, kenapa Kenzo membiarkan Clara dan Edward yang mengurus perusahaan, apa dia tidak takut jika perusahaan akan bangkrut nanti nya? Apalagi mendengar cerita Clara yang begitu kesulitan untuk mengurus perusahaan saat ini.
"Apa dia akan kembali?' gumam Clara
"Dia pasti kembali" jawab Alena
"Kau begitu yakin" ucap Clara yang kembali meminum air dingin nya
"Bukankah kau sendiri yang bilang, jika dia tidak akan mati dengan mudah. Dia hanya pergi untuk kembali" jawab Alena dan Clara hanya mengangguk lemah
"Semoga saja" sahut Clara lesu
Alena kembali mengusap bahu Clara sekilas
"Kenapa Edward tidak meminta daddy mu saja yang membantu nya mengurus perusahaan Cla?" tanya Alena . Dan dapat Alena lihat jika Clara sedikit terkesiap mendengar pertanyaan nya
"Tidak mungkin" Clara dengan gelengan kepala nya
"Kenapa tidak mungkin?" tanya Alena pula, dan Clara terlihat menghela nafas nya dengan berat
"Dulu, daddy begitu tidak suka jika kak Ken membangun perusahaan sendiri, daddy ingin kak Ken meneruskan usaha nya atau sepaling tidak mengikuti jejak nya menjadi salah satu petinggi negara. Namun kak Ken menolak, untung saja perusahaan yang dia bangun bisa berhasil dan menjadi seperti sekarang, jadi daddy tidak mempermasalahkan nya lagi. Dan untuk membantu menstabilkan perusahaan, seperti nya itu tidak mungkin Alena, daddy pasti tidak akan mau" ungkap Clara.
Alena yang mendengar nya menjadi terdiam, seperti nya sejak dulu hubungan Kenzo dan orang tua nya memang tidak terlalu baik. Entah siapa yang salah, entah orang tua nya yang terlalu memaksa kehendak, atau karena Kenzo yang tidak suka diatur.
"Tapi jika daddy mu yang membantu aku yakin perusahaan akan normal kembali bukan?" tanya Alena dan Clara langsung mengangguk lemah
"Ya, seharus nya begitu, mereka pasti akan menghormati daddy karena nama baik yang dia punya. Hari ini saja Edward begitu pusing karena rapat kacau, padahal waktu kompetisi tinggal seminggu lagi, tapi banyak dari pemegang saham yang akan menarik kembali saham mereka" jawab Clara begitu lesu. Alena bisa melihat jika saat ini Clara begitu pusing, seperti nya ini bukan masalah yang sederhana.
"Besok adalah keputusan hasil rapat, kompetisi itu memang akan tetap dijalankan, tapi jika para pemegang saham menarik kembali investasi mereka, maka perusahaan akan rugi dalam jumlah besar" ungkap Clara dengan tangan yang langsung menangkup wajah nya. Dia benar benar frustasi sekarang, perusahaan Kenzo diambang kehancuran karena dia yang tidak bisa menjalankan nya dengan baik.
"Pasti ada cara, bagaimana jika coba meminta tolong pada daddy mu, dia tidak akan mungkin menolak, ini menyangkut perusahaan anak nya" kata Alena lagi
"Kau tidak mengerti Alena" sahut Clara cepat
Ting
Pintu butik terbuka membuat Alena langsung menoleh melihat siapa yang datang, ternyata Reymond. Alena langsung berdiri dan menyambut kedatangan Reymond dengan senyum manis nya seperti biasa, dia memeluk Reymond dengan manja, Sedangkan Clara masih duduk ditempat nya dan menoleh sekilas pada Reymond, sekarang gantian dia yang iri melihat Alena, dia jadi merindukan kakak nya sekarang.
"Ada apa dengan wajah mu itu?" tanya Reymond
"Tidak ada" jawab Clara singkat, namun Reymond tahu jika Clara pasti sedang ada masalah. Reymond menoleh pada Alena dengan alis yang sedikit terangkat, dan Alena langsung saja mengangguk pada Reymond
"Kau sedang ada masalah, apa ada yang bisa aku bantu?" tanya Reymond lagi
"Aku memang sedang membutuhkan bantuan, tapi kau bukan orang yang bisa membantu ku Rey" jawab Clara membuat Alena langsung mendengus senyum saat melihat Reymond yang terkesiap karena jawaban dari Clara. Jujur sekali memang
"Hei, kau belum berkata apa masalahmu tapi kau sudah berkata seperti itu" kata Reymond
"Ini masalah perusahaan kak" sahut Alena
"Perusahaan?" tanya Reymond lagi dan Alena langsung mengangguk
"Aku bingung bagaimana cara untuk meyakinkan para pemegang saham untuk tetap bergabung diperusahaan, meski harta kakak ku tidak kurang, tapi aku juga tidak ingin membuat perusahaan nya merugi karena kebodohan ku" ungkap Clara
"Kau tidak bodoh Clara, kau pasti bisa" sahut Alena cepat
"Sayang nya perusahaan ku berbeda genre dengan Barrent's Agency, jika tidak aku pasti akan membantu menanamkan saham disana" gumam Reymond. Dia terlihat menghela nafas nya sejenak dan tidak lama kemudian dia tersenyum menatap Clara
"Selama ini kau hanya tahu cara berlenggak lenggok diatas karpet merah saja bukan" kata Reymond tiba tiba membuat Alena dan Clara langsung memandang nya dengan heran
"Apa kau pernah belajar bagaimana cara meyakinkan orang orang saat kau memimpin rapat?" tanya Reymond lagi, dan Clara langsung menggeleng lesu, dia belum mengerti apa yang dimaksud oleh Reymond
"Clara, selain materi yang harus dikuasai, kau juga harus bisa menguasai ruang, kau harus bisa memanipulasi keadaan dan semua klien mu. Dengan begitu, itu akan bisa menarik sedikit peminat dari peserta rapat" ungkap Reymond
"Apa selama rapat kau begitu gugup?" tanya Reymond lagi dan Clara langsung mengangguk
"Kau takut memandang lawan bicaramu?" Clara kembali mengangguk dengan pertanyaan Reymond
"Itu pasti akan membuat mereka meragukan mu Clara. Meski kau adik kandung Kenzo, tapi jika kau tidak bisa meyakinkan mereka maka mereka tidak akan mungkin bisa mempercayai mu" kata Reymond
"Lalu aku harus bagaimana, besok adalah keputusan dari mereka dan kesempatan terakhir ku untuk meyakinkan mereka, pria batu itu hanya memintaku untuk mengusai materi, tapi tidak mau mengajariku bagaimana harus bersikap" jawab Clara dengan wajah yang begitu menggemaskan dipandangan Reymond
"Aku kan mengajarimu, kau tidak perlu khawatir. Meski tidak bisa membuat perubahan besar, sepaling tidak kau bisa meyakinkan mereka jika kau layak menjadi pengganti Kenzo Barrent" ucap Reymond begitu semangat membuat Clara langsung tersenyum dan mengangguk. Ada secercah harapan dihati nya saat mendengar perkataan Reymond.
....
Sementara ditempat lain....
Mata Kenzo tampak menatap tajam Edward yang berdiri dihadapan nya dengan pandangan tertunduk. Dia berada diapartemen Kenzo saat ini, hari sudah sore dan mereka harus menyiapkan persiapan untuk rencana malam nanti yang akan menggagalkan musuh mereka memasuki kawasan Aldrego. Namun pernyataan Edward membuat Kenzo bertambah pusing saja.
"Jadi mereka ingin manarik kembali saham mereka?" tanya Kenzo dan Edward langsung mengangguk pelan
"Benar king, mereka tidak yakin dengan nona Clara yang menggantikan posisi anda, apalagi untuk acara bergengsi nanti nya. Mereka takut jika acara akan berantakan dan tidak sesuai dengan rencana dan anggaran pendapatan yang sudah diprediksi" ungkap Edward
"Dasar penjilat, bisa bisa nya berfikir seperti itu, apa mereka tidak tahu berapa biaya yang sudah aku keluarkan, lagipula meski aku tidak ada, seharus nya tidak akan mempengaruhi apapun untuk kompetisi itu" geram Kenzo
"Malasah keuntungan dan kompetisi itu mungkin tidak terlalu berpengaruh king, namun masalah pemegang saham ini cukup rumit. Perusahaan bisa rugi besar" sahut Edward lagi
"Apa Clara benar benar tidak bisa meyakinkan mereka?" tanya Kenzo lagi, dan dapat dia lihat Edward menghela nafas nya dengan berat. Seperti nya tangan kanan nya itu begitu pusing sekarang
"Dia sudah berusaha sebisa mungkin king, bahkan nona Clara hanya tertidur sebentar demi untuk menguasai materi pembicaraan yang akan dibahas, tapi kemampuan nya memang belum mampu untuk meyakinkan orang orang itu" jawab Edward
Kenzo terlihat memijat pelipis nya yang terasa berat, malam ini dia harus mengusir lalat yang menganggu tempat nya, namun sekarang beban fikiran nya bertambah dengan masalah perusahaan. Hanya Clara yang bisa dia harapkan, pria tua itu tidak mungkin membantu nya, Kenzo juga tidak ingin dia ikut campur dalam urusan nya. Kenzo benar benar bingung, dia rugi tidak masalah, hanya saja dia sangat menyayangkan jika perusahaan yang dibangun nya dari nol dan perusahaan yang membuat nama nya besar itu harus hancur hanya karena masalah sepele. Untuk keluar sekarang tidak mungkin, dia tidak ingin mengambil resiko dengan musuh yang tahu identitas nya, jika musuh tahu, maka dapat Kenzo pastikan nasib keluarga nya tidak akan aman sekarang.
"Fikirkan itu besok, aku hanya berharap Clara bisa meyakinkan mereka, Jika tidak, juga tidak apa apa. Aku tidak akan jatuh miskin hanya karena kehilangan agensi" jawab Kenzo.
Edward hanya diam dan tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dia memang pusing jika harus mengurus hal tentang perusahaan, yang dia khawatirkan hanya lah nona muda nya.