ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Barren'ts Agency



Keesokan hari nya...


Alena sudah siap dengan penampilan seorang desainer muda yang terlihat manis namun nampak elegan.


Balutan dress bewarna pink yang ketat membalut tubuh indah nya, dipadukan dengan blazer dengan warna yang lebih gelap menambah kesan manis nya yang memang memiliki tubuh indah dan semampai.


Rambut cokelat nya dibiarkan tergerai lurus dengan hiasan wajah seada nya, namun tetap saja tidak mengurangi kecantikan alami yang dimiliki Alena.


Sepatu heels bewarna hitam menghiasi kaki jenjang nya. Perfect, penampilan nya benar benar cantik hingga membuat Lian dan karyawan nya yang lain berdecak kagum


"Anda benar benar cantik nona" puji Lian membuat Alena tersipu malu


"Kau bisa saja Lian" jawab nya tertawa pelan


"Lian benar nona, Anda bahkan lebih cocok untuk menjadi model, tidak kalah cantik dari nona Clara" ungkap salah satu karyawan Alena


"Haha, aku tidak suka memamerkan tubuh ku dihadapan orang banyak. Aku lebih suka menghasilkan karya yang bisa dinikmati banyak orang" jawab Alena dengan senyum nya yang selalu bisa memikat hati orang yang melihat nya


Ting


Pintu butik terbuka dan masuk lah Clara dengan wajah cerah nya seperti biasa


"Wow, kau cantik sekali Alena" puji Clara melihat penampilan Alena. Sebab biasa nya gadis itu jarang sekali berdandan, rambut nya juga lebih sering diikat atau digulung, namun kali ini dia tampil dengan gaya yang berbeda. Terlihat sangat cantik dan mempesona.


"Aku memang harus cantik bukan, kau bilang disana banyak model model tampan, siapa tahu ada yang berminat padaku" kata Alena membuat Clara dan Lian terbahak mendengar nya


"Ya, kau benar. Apalagi disana ada satu bintang yang paling bersinar. Aku harap kau tidak pingsan jika melihat nya nanti" ungkap Clara sembari menarik tangan Alena keluar dan mengedipkan mata nya pada Lian yang langsung tersenyum mengerti.


Ya, Lian tahu jika sampai saat ini Alena belum mengetahui siapa Enzo nya yang sebenar nya


"No, hati ku sudah dipenuhi dengan wajah tampan kakak manekin mu itu, tidak ada yang lebih tampan dari dia, ya walaupun dia begitu dingin dan menyebalkan" ungkap Alena membuat Clara langsung tersenyum penuh arti


"Oke, aku sudah tidak sabar melihat mu jatuh cinta kembali" sahut Clara. Alena hanya mendengus dan langsung naik kedalam mobil yang dikemudikan oleh Clara sendiri.


Mereka berdua berbincang bincang hangat dan sesekali bergurau seperti biasa untuk mengisi waktu selama diperjalanan.


Alena merasa cocok berteman dengan Clara, karena Clara begitu asik dan tidak seperti orang kaya yang lain nya, yang terkadang angkuh dan sombong. Begitu juga sebalik nya, Clara merasa cocok dengan Alena karena gadis itu begitu polos dan apa ada nya, menyenangkan karena berteman dari hati bukan karena menyandang popularitas yang dimiliki oleh Clara


"Kau sudah lama bekerja menjadi model disana Cla?" Tanya Alena


"Tidak juga, baru dua tahun ini aku aktif, setelah menyelesaikan kuliah ku, aku tidak ada pekerjaan , jadi aku memutuskan untuk mencoba dunia modeling" jawab Clara yang masih fokus pada kemudi nya


"Kau kan lulusan manajemen bisnis, lalu kenapa kau bekerja menjadi model?" Tanya Alena heran


"Haha, aku hanya iseng Ale, kau tahu disana banyak pria pria tampan. Dan aku suka" jawab nya begitu santai membuat Alena mendengus geli


"Kau benar benar aneh. Lalu untuk apa ijazah mu itu?" Tanya Alena


"Tidak tahu. Yang penting aku punya, aku tidak suka diatur Ale" jawab Clara


"Kau enak karena kau terlahir sebagai orang kaya, jika kau jadi aku, kau akan tahu penting nya sebuah pendidikan dan kesempatan bekerja Clara" ungkap Alena membuat Clara tertegun


"Kau tahu, aku hidup sendiri setelah ibuku meninggal. Ayah ku tidak memperdulikan ku, dia hanya memikirkan kebahagiaan anak sulung nya saja. Begitu sulit ketika kita ingin maju, tapi banyak sekali yang menghambat nya. Untuk bersekolah saja aku harus bekerja untuk mendapatkan uang. Kau harus bersyukur masih mempunyai orang tua dan saudara yang menyayangi mu" kata Alena lagi


"Aku memang mempunyai mereka Ale, tapi kau tahu, hidup ku selalu diatur oleh mommy. Dia ingin aku menjadi model terkenal, sedangkan menjadi model penuh dengan aturan. Cita cita ku ingin menjadi seorang pebisnis dan seorang wanita karir, tapi mereka menentang nya" ungkap Clara akhir nya


"Lalu kenapa kau bisa mendapat ijazah itu?" Tanya Alena heran


"Itu karena kak Ken, aku bisa bersekolah sesuai keinginan ku. Tapi mommy tetap saja menginginkan aku jadi model" jawab Clara tampak kesal


"Model juga tidak buruk Cla. Dia pasti ingin yang terbaik untuk mu" ucap Alena lagi


"Entah lah. Mommy terlalu mengatur kami dulu nya. Kau tahu bahkan kak Ken keluar dari rumah dan membangun bisnis nya sendiri . Dan yang lebih parah nya saat hubungan nya bersama kak Rose ditentang dia menjadi begitu dingin pada mommy, bahkan tidak pernah pulang lagi kerumah" ungkap Clara membuat Alena tertegun miris. Kenapa sampai seperti itu fikir nya, ternyata kehidupan keluarga mereka tidak baik baik saja karena hubungan Kenzo dengan gadis itu.


"Apa mommy mu tidak berubah setelah itu" tanya Alena hati hati. Bagaimana pun ini adalah masalah keluarga Clara


"Ya, dia mulai berubah, dia mulai mencari perhatian kak Ken dan padaku juga dia tidak terlalu memaksa lagi. Tapi tetap saja, rasa sakit dan kecewa itu pasti ada, apalagi kak Ken" ungkap Clara begitu terbuka


"Walau bagaimana pun dia orang tua kalian. Tidak baik jika kalian bersikap begitu pada nya. Sesakit dan sekecewa apapun, seharus nya kalian jangan menjauh. Hati nya pasti hancur Cla, aku yakin dia pasti menyesal" kata Alena lagi


"Ya, aku tahu. Dia memang telah menyesal dan mengakui perbuatan nya yang terlewat batas. Maka dari itu aku mencoba mengikuti keinginan nya, ya meskipun aku tidak menjadi model tetap, hanya untuk model majalah dan beberapa produk saja" ungkap Clara


"Itu sudah lebih baik Cla. Setidak nya masih ada satu anak nya yang perduli pada nya. Jangan sia siakan mereka. Kau tahu, jika boleh memilih aku ingin menjadi seperti mu yang diatur oleh orang tua ku sendiri, dari pada aku hidup sendirian tanpa siapapun yang bisa melindungi ku" lirih Alena membuat Clara menatap nya sekilas


"Kau punya aku sekarang Ale" kata Clara, membuat Alena tersenyum penuh haru


"Ya, aku bersyukur bertemu dengan mu, setidak nya aku tidak sendiri dikota sebesar ini" jawab Alena


"Ya, seharus nya aku lebih bersyukur dengan kehidupan ku, aku masih punya orang tua dan saudara, walaupun tidak sesuai dengan yang kuharapkan" ungkap Clara dengan memaksakan senyum nya


Alena langsung mengusap pelan bahu Clara


"Kau wanita hebat, raih mimpimu, tapi jangan lupakan baktimu pada orang tua. Mereka begitu karena ingin yang terbaik untuk mu" kata Alena lagi


"Percayalah Cla, aku sekarang bebas melakukan apapun, tapi sungguh, sendiri itu sangat menyedihkan, dan aku tidak ingin kau merasakan hal itu. Nikmati waktu mu bersama keluarga mu, karena kesempatan tidak pernah datang dua kali. Selagi mereka ada, jangan sia siakan mereka." Ungkap Alena membuat mata Clara berkaca kaca


"Kau memang sahabat terbaik ku Ale, aku tahu aku salah selama ini. Tapi aku masih saja egois dengan mementingkan perasaan ku. Dan setelah mengenalmu, aku menjadi lebih mengerti tentang arti kebersamaan dan arti rasa syukur yang sesungguh nya" kata Clara membuat Alena mengangguk dan tersenyum


"Apa kau masih ingin mencari keberadaan orang tua kandung mu Ale?" Tanya Clara hati hati saat beberapa saat mereka saling terdiam


"Hmm, aku hanya ingin tahu saja, dan tidak berharap lebih" jawab Alena begitu perih dan Clara bisa merasakan nya


"Kenapa?" Tanya Clara lagi


"Aku dibuang Clara, mereka tidak menginginkan ku. Apa yang aku harapkan, aku hanya ingin tahu bagaimana rupa mereka, dan kenapa mereka begitu tidak menginginkan aku" jawab Alena dengan mata yang berkaca kaca


"Alena, belum tentu seperti itu kenyataan nya, kau tahu banyak diluar kasus seperti mu, dan mereka terpisah karena sesuatu hal, jangan berfikiran buruk terlebih dahulu" kata Clara


"Ya, aku berharap begitu Cla. Aku hanya sedang menjaga hatiku" jawab Alena


"Lalu apa kau sudah menemukan petunjuk?" Tanya Clara lagi, namun Alena malah menggeleng


"Tidak, tapi ibu angkat ku pernah memberikan sebuah liontin padaku, kata nya itu adalah liontin yang aku pakai saat dia menemukan ku dulu nya" jawab Alena membuat Clara mengangguk


"Aku akan membantu mu, dan aku yakin kak Ken pasti akan ikut membantu" kata Clara lagi


"Aku tidak ingin merepotkan kalian Cla" kata Alena


"No, kita sahabat bukan. Kau sudah membuka pintu hatiku, maka sekarang giliran ku yang membantu mu" sahut Clara cepat


"Kau memang sahabat ku" ucap Alena penuh haru


Clara menoleh kearah nya sebentar dan tersenyum manis


"Tentu saja" jawab nya.


Mobil yang dikendarai Clara kini memasuki kawasan gedung Barrent's Agency. Sekuriti penjaga pintu gerbang tampak menunduk hormat saat Clara membuka kaca jendela mobil nya sedikit.


Dan Alena tidak memperhatikan itu, yang menjadi daya tarik penglihatan nya adalah gedung yang menjulang tinggi seperti menembus awan itu terlihat benar benar megah.


Alena turun dari mobil nya saat Clara juga turun dari sana.


Lagi lagi sekuriti langsung mengangguk hormat menyambut nya.


Bahkan receptionist dan beberapa karyawan dan para model menyapa nya dengan hormat


"Mereka terlihat sangat mengenal mu Cla" bisik Alena membuat Clara tersenyum penuh arti


"Tentu saja, aku model disini" jawab Clara sembari sesekali tangan nya melambai menyapa teman teman model yang lain.


Alena berdecak kagum saat tiba didalam gedung itu dimana dipenuhi oleh banyak wanita wanita cantik dan juga pria pria tampan yang sangat menyegarkan mata


"Hei, tolong mata mu dijaga" kata Clara membuat Alena langsung terbahak


"Haha, seperti nya aku akan oleng sedikit dari Enzo ku" jawab Alena membuat Clara mendengus


"Aku tidak yakin" gumam Clara


Clara membawa Alena kelantai tiga puluh dimana disana telah berkumpul puluhan desainer desainer ternama dari seluruh dunia yang berkumpul menunggu hasil seleksi pertama mereka.


Seketika langkah kaki Alena meragu ketika mereka baru keluar dari dalam lift, dimana mereka juga berpapasan dengan beberapa saingan Alena.


Tampak begitu mempesona gaya mereka membuat Alena menciut nyali nya


"Kenapa aku menjadi gugup begini" gumam Alena pada Clara


"Tenang, didalam nanti kau akan mendapatkan vitamin" jawab Clara


"Vitamin apa. Kau tidak lihat mereka begitu menakjubkan dan sangat meyakinkan. Aku jadi insecure Clara" kata Alena lagi dengan wajah begitu khawatir


"Kau ini, belum berperang sudah takut . Jangan begitu, ini impian mu kan. Kau harus semangat, tunjukan pada dunia jika seorang Alena bisa menjadi yang terbaik" bisik Clara mencoba memberi semangat pada Alena


"Tapi mereka begitu menonjol Cla, aku, aku benar benar tidak yakin" kata Alena lagi


Clara langsung merangkul bahu Alena


"Kau ingin menjadi salah satu tipe wanita kakak ku atau tidak?" Tanya Clara begitu serius namun tetap berbisik


"Kenapa memang nya?" Tanya Alena bingung


"Kalau kau ingin lebih dekat dengan kak Ken, kau harus menunjukan bakat dan semangat mu. Jangan perdulikan hasil nya" ungkap Clara membuat Alena mendengus


"Kau pasti bisa. Tunjukan pada ayah angkat mu jika anak yang disia siakan nya bisa meraih mimpinya, tunjukan pada orang tua kandung mu, jika anak yang terbuang ini bisa sukses tanpa mereka. Dan tunjukan pada kakak ku, jika kau layak mendapatkan hati nya" kata Clara lagi, dan kali ini sorot mata Alena langsung berubah drastis, bahkan senyum yang semula meredup kini kembali bersinar membuat Clara langsung ikut tersenyum karena nya


"Clara, I'm so lucky to have you" kata Alena langsung memeluk Clara


"I know. Sekarang masuk lah. Aku tidak bisa menemanimu. Semua juri didatangkan dari Paris, dan kau tahu mereka adalah orang yang perfeksionis, kau harus optimis oke" kata Clara dan Alena hanya mengangguk mencoba tersenyum meski sebenar nya dia begitu gugup. Baru langkah awal dia sudah gugup begini, bagaimana jika pertandingan yang sesungguh nya nanti akan dimulai. Oh, pasti dia bisa pingsan nanti nya


"Baiklah, doakan aku ya" kata Alena kemudian


"Tentu" jawab Clara langsung.