ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Kesedihan Alena



Jack dan Alena begitu terkejut saat seorang pria mengetuk kaca jendela mobil mereka. Apalagi Alena, dia langsung gemetar takut sekarang, Pasal nya mereka sedang berada ditempat berbahaya saat ini. Namun setelah melihat siapa yang berdiri disamping mobil itu, Alena langsung bernafas dengan lega, namun tidak dengan Jack, dia malah semakin takut, apalagi melihat tatapan tajam mata yang bagai ingin menghunus jantung nya itu.


"Enzo" pekik Alena dengan girang, dia langsung membuka pintu mobil dan melompat kearah Kenzo yang segera menangkap nya


"Kenpa kau kemari ha" tanya Kenzo begitu mengintimidasi namun Alena tidak memperdulikan nya, dia masih memeluk Kenzo dengan erat. Dia begitu bersyukur Kenzo baik baik saja saat ini.


"Kau baik baik saja kan?" tanya Alena melepaskan pelukan nya dan meneliti setiap inti tubuh Kenzo


"Memang nya aku harus kenapa?' tanya Kenzo pula. Pria itu kini menatap Jack yang juga telah keluar dari mobil dan berdiri dihadapan Kenzo dengan pandangan menunduk takut.


Alena yang menyadari tatapan mematikan itu langsung meraih lengan Kenzo dan menggelayut manja disana, membuat pandangan Kenzo kembali menoleh menatap nya.


"Jangan marah pada Jack, aku yang memaksa nya untuk kemari" kata Alena pada Kenzo yang hanya mendengus dan kembali menoleh pada Jack.


"Kau tahu disini berbahaya, tapi kenapa kau malah membawanya kemari Jack?" tanya Kenzo dengan nada yang begitu dingin


"Maaf king, saya bersalah" jawab Jack begitu pasrah, yah, apalagi yang harus dikatakan nya, dia memang selalu saja terkena imbas kemarahan pria itu.


"En..." seru Alena


"Diam" kata Kenzo dengan tegas membuat Alena langsung terkesiap dan mengerjapkan mata nya beberapa kali, dia takut, tapi dia juga kasihan pada Jack, padahal dia yang memaksa, tapi malah Jack yang disalahkan oleh Kenzo


"Kau tahu jika musuh mengetahui keberadaan Alena, semua akan bertambah rumit. Kau mau membuat nya celaka" bentak Kenzo dan Alena kembali terkesiap sedangkan Jack tampak semakin menundukan kepala nya


"Maaf king" ucap Jack


"En, ini salahku, jangan marah pada Jack, aku yang ingin menemui mu, aku bosan jika hanya menunggumu" kata Alena langsung


"Kau tidak tahu seberapa bahaya nya disini Alena. Kenapa kau tidak mau menurut, hanya menunggu sebentar apa salah nya ! " ucap Kenzo dengan pandangan mata yang menajam dan nada yang cukup tinggi, membuat Alena langsung melepaskan tangan nya dari lengan Kenzo dan memundurkan langkah kaki nya


"Aku hanya mengkhawatirkan keadaan mu" gumam Alena dengan pandangan tertunduk menahan air mata yang mulai menggenang


"Sudah berapa kali aku bilang, aku akan baik baik saja, selama kau baik baik saja. Tapi jika kau kemari kau yang akan celaka, iya kalau aku bisa melindungi mu tepat waktu, kalau tidak apa yang akan terjadi. Kau tidak bisa melindungi dirimu sendiri" sahut Kenzo lagi, dan Alena tahu jika pria itu benar benar marah sekarang. Padahal dia hanya ingin tahu dan mengkhawatirkan keadaan nya, tapi kenapa harus marah sampai seperti ini, dan Alena menjadi sedih sekarang.


Alena menarik nafas nya sejenak dan mengangguk pelan,


"Maaf, aku tidak seharus nya membuat mu susah terus menerus" ucap Alena begitu lirih, dia tidak berani memandang Kenzo yang tampak terkesiap saat melihat setitik air mata Alena terjatuh diwajah nya


Alena menoleh pada Jack sekilas sembari mengusap air mata nya


"Kita pulang Jack" ajak Alena yang langsung melangkah dan hendak membuka pintu mobil namun tangan nya langsung dicekal oleh Kenzo


"Aku tidak bermaksud membuat mu bersedih, aku hanya ingin kau mengerti" kata Kenzo, dan Alena hanya mengangguk dan tersenyum tipis sembari melepaskan tangan Kenzo


"Aku tahu, memang seharus nya aku tidak kesini" jawab Alena yang langsung masuk kedalam mobil dan menutup pintu nya meninggalkan Kenzo yang masih menatap nya dengan perasaan aneh


"King, maafkan saya. Saya akan mengantarkan nona kembali" kata Jack yang juga langsung meninggalkan Kenzo yang hanya terdiam. Fikiran nya begitu kalut saat musuh yang begitu banyak menyerbu tempat itu, dan dia malah melihat Alena berada disini, dia hanya takut jika musuh akan mengetahui keberadaan Alena, namun dia tiak menyadari, jika perkataan nya telah menyakiti hati gadis itu.


...


Sepanjang jalan menuju kerumah, Alena hanya diam dan sesekali dia mengusap air mata yang jatuh diwajah nya. Entah apa yang dia rasakan, antara sedih, kecewa dan sakit hati. Dia berfikir Kenzo akan senang dengan kedatangan nya tadi, tapi pria itu malah terlihat marah dan langsung membentak nya.


Alena tahu jika dia tidak seperti mantan kekasih Kenzo yang tangguh dan bisa melindungi diri sendiri, tapi tidak kah Kenzo berfikir dengan kata kata nya yang menyakitkan. Dia berbicara seperti itu seolah olah dia sedang membandingkan Alena dengan mantan nya, dan Alena sangat sedih sekarang.


Setiap waktu dia selalu merindukan Enzo nya, bahkan dia sudah menunggu malam ini sejak bangun tidur pagi tadi, tapi yang terjadi malah seperti ini.


Ya, ini salah nya, dan memang akan selalu begitu.


Jangankan untuk melepas rindu, untuk melihat sedikit senyum nya saja tidak, bahkan membalas pelukan nya saja Kenzo tidak mau karena begitu marah.


Jack yang sedang fokus pada kemudi juga tampak sesekali melirik Alena. Sebenar nya dia tahu jika king nya pasti marah, tapi dia juga tidak menyangka jika Kenzo akan membentak Alena seperti tadi. Melihat Alena yang menangis seperti ini, Jack menjadi tidak tega, apalagi jika mengingat bagaimana tadi gadis itu menangis dan merengek meminta untuk bertemu dengan Kenzo, namun yang terjadi dia malah kecewa karena pria itu begitu marah. Entah lah, Jack bingung apa yang sebenar nya terjadi pada king nya itu.


Hampir dua jam diperjalanan, akhir nya mobil yang dikendarai Jack tiba didepan rumah Alena. Dengan sigap Jack langsung keluar dari mobil dan ingin membukakan pintu mobil Alena, namun Alena sudah membuka nya duluan


Mata Alena begitu sembab karena dia menangis sepanjang jalan tadi.


"Maafkan aku Jack, karena aku kau jadi terkena amarah nya" ucap Alena pada Jack


Jack langsung tersenyum dan mengangguk


"Tidak apa apa nona, saya sudah biasa. Nona sebaik nya istirahat, dan jangan fikirkan apapun, king sedang banyak masalah, maka dari itu dia sedikit terbawa emosi" kata Jack


Alena hanya mengangguk pelan


"Ya, seharus nya aku memang mendengarkan perkataan mu tadi. Aku bukan seperti mantan kekasih nya yang tangguh, aku hanya gadis yang selalu menyusahkan nya, seharus nya aku mengerti dan sadar diri" ungkap Alena begitu lirih membuat Jack jadi merasa iba mendengar nya


"Nona" gumam


"Aku masuk dulu" ucap Alena yang langsung masuk kedalam meninggalkan Jack yang masih terpaku menatap kepergian nya. Ini memang sedikit rumit, batin Jack.


.....


Didalam kamar Alena menangis kembali diatas tempat tidur, dia belum mengganti pakaian namun sudah langsung merebahkan tubuh nya diatas tempat tidur. Menangis sesunggukan dibalik bantal. Bahkan suara nya sudah terdengar serak dan begitu lirih.


"Aku cuma khawatir, aku cuma ingin melihat, tapi dia marah" gumam Alena disela sela isak tangis nya


"Apa dia memang tidak mencintaiku... huuuu... kau jahat En" isak Alena kembali, dia menangis hingga bantal nya begitu basah


Hati nya benar benar sedih sekarang, apa salah nya bicara baik baik dan jangan marah marah seperti tadi. Apa Kenzo tidak tahu kekhawatiran nya, apa Kenzo tidak tahu bagaimana setiap hari Alena yang selalu memikirkan nya. Kenapa dia begitu tega membentak nya seperti tadi. Apa sampai saat ini Kenzo memang tidak mencintai nya, kenapa dia bisa tega sekali berkata yang menyakitkan seperti itu.


Alena kembali menarik bantal dan menyembunyikan tangisan nya disana. Namun tiba tiba dia terkesiap saat bantal nya ditarik oleh seseorang. Alena berbalik dan mendongak dengan wajah yang terlihat begitu menyedihkan


"Kakak" gumam Alena. Dia langsung beranjak dari atas tempat tidur saat melihat Reymond yang masuk kedalam kamar. Pria itu baru pulang dari perusahaan, wajah nya juga terlihat begitu lelah. Dia baru tiba bertepatan dengan Jack yang juga baru ingin keluar dari pekarangan rumah dan langsung saja dia masuk kedalam kamar Alena, karena dia ingin tahu untuk apa Jack datang kerumah nya tengah malam begini. Dan dia begitu terkejut saat melihat Alena yang menangis begitu pilu.


Alena langsung memeluk Reymond yang duduk diatas tempat tidur, dia kembali menangis dalam dekapan kakaknya.


"Kenapa hmm?" tanya Reymond sembari mengusap lembut punggung Alena yang masih sesunggukan menahan isak tangis


"Alena" panggil Reymond dengan begitu lembut. Dia melepaskan pelukan Alena dan menatap wajah Alena yang begitu menyedihkan. Entah apa yang terjadi sampai Alena menangis seperti ini


"Apa ada yang membuat mu sedih? Tadi aku melihat Jack diluar" ucap Reymond sembari mengusap air mata diawajah Alena. Wajah nya memerah dan begitu sembab


"Tidak ada kak" jawab Alena yang menundukan pandangan nya, namun Reymond kembali mengangkat dagu Alena


"Kau berbohong" kata Reymond


"Aku....Aku hanya merindukan Kenzo" jawab Alena yang kembali memeluk Reymond, sungguh dia benar benar tidak bisa untuk tidak menangis, dia memang cengeng, pantas saja Kenzo tidak mencintainya.


Reymond langsung tertegun dan memejamkan mata nya sejenak sembari memeluk Alena. Dia juga ikut sedih melihat Alena yang seperti ini, dia tahu seperti apa cinta Alena pada Kenzo, dan tentu saja dia percaya apa yang dikatakan Alena jika dia merindukan pria itu, meski bukan hanya itu alasan Alena menangis.


....


Tanpa mereka tahu, sedari tadi sepasang mata tajam memandang sendu kearah mereka. Menatap penuh rasa bersalah pada Alena. Kenzo Barrent, dia berdiri disebalik tirai dibalkon kamar. Dia menyusul Alena kerumah nya karena merasa bersalah dengan perkataan nya tadi. Namun Kenzo tidak jadi masuk saat melihat Reymond yang ada disana.


'maaf' gumam nya dalam hati