
Malam ini Kenzo sedang berada dimarkas besar Aldrego milik nya.
Markas yang terletak ditengah tengah lautan luas. Markas itu dibangun nya didasar air laut tidak jauh dari kota Newyork.
Markas itu bukan hanya markas biasa, disana juga terdapat sebuah tempat seperti pabrik pembuatan senjata, nuklir dan bom.
Sebenar nya agensi dan beberapa perusahaan hanyalah bisnis sampingan Kenzo. Karena penghasilan sebenar nya adalah dari tempat ini.
Diusia yang terbilang muda, Kenzo mampu membangun tempat ini berkat keahlian nya. Tidak ada seorang pun yang tahu bahwa pemilik asli tempat ini adalah seorang Kenzo Barrent.
Orang orang hanya tahu jika pemilik tempat ini adalah seorang kepala mafia yang sering mereka sebut sebagai king Aldrego.
Kenzo selalu memakai topeng saat ketempat ini. Sehingga tidak ada seorang pun anggota nya yang tahu bagaimana rupa nya.
Hanya beberapa orang kepercayaan nya saja yang tahu siapa dia sebenar nya.
Bukan tidak mau terbuka, hanya saja Kenzo menjaga nama baik nya dikehidupan normal nya. Orang tua Kenzo adalah seorang pejabat tinggi dan pengusaha sukses dalam berbagai bisnis. Begitu pula dengan nya, yang dikenal sebagai tuan Amerika dengan sejuta pesona pemilik ribuan model model yang cantik yang bernaung dibawah tangan nya.
Dan di kehidupan dunia nya yang lain, dia terkenal sebagai mafia pengekspor senjata dan bom ke berbagai negara. Sungguh sangat jauh berbeda. Beberapa klan pesaing nya banyak yang mencoba mengusik nya, namun sayang nya mereka selalu gagal karena sebenar nya mereka tidak tahu pasti dimana letak markas besar itu dan juga siapa Kenzo sebenar nya.
Yang tahu markas itu hanya kelompok klan Hyuga yang berasal dari Jepang. Tapi sekarang mereka sudah musnah hampir dua tahun yang lalu.
Menurut mereka king Aldrego sungguh misterius. Begitu sulit untuk bertemu dengan nya.
Dan itulah yang dirasakan oleh Thomas dan juga mafia wearloft saat ini.
Thomas sudah pernah terkalah kan sekali oleh king Aldrego dan masih bisa lolos karena Kenzo dapat menghancurkan markas milik nya.
Tapi sekarang dia telah bangkit kembali dan ingin membalaskan dendam nya, bahkan dia juga meminta bantuan dari mafia wearloft yang juga memiliki tujuan ingin merebut milik Kenzo.
...
Kenzo baru saja berkeliling melihat persediaan persenjataan mereka. Dia datang kesini hanya beberapa bulan sekali. Disini dia memperkerjakan berbagai ahli tehnik, ahli nuklir dan semua nya adalah orang orang pilihan. Sehingga Kenzo cukup tenang dengan segala macam musuh yang akan menyerang nya.
"Ed, kau sudah tahu siapa dia?" Tanya Kenzo pada Edward yang berdiri dibelakang nya.
Saat ini dia tengah berada disebuah ruangan berdinding kaca tebal dimana pemandangan bawah laut tampak memukau dari sana.
"Ya king. Ini data nya" jawab Edward sembari menyerahkan sebuah map hitam pada Kenzo.
Kenzo langsung duduk dimeja nya dan melihat dengan teliti lembaran lembaran kertas itu serta beberapa foto yang ada disana.
"Cih, dunia begitu sempit" dengus Kenzo saat telah mengetahui siapa Mike sebenar nya
"Benar king, ternyata dia adalah adik dari Thomas" sahut Edward
"Berarti Alena berasal dari Hawai" gumam Kenzo memandang nanar pemandangan bawah laut itu
"Lalu bagaimana cara nya dia bisa sampai kemari dan tidak diketahui oleh pria itu" gumam Kenzo dengan heran
"Entah lah king. Tapi pada saat itu usaha gelap Mike sedang hancur, juga perusahaan nya terlibat suatu masalah, hingga dia tidak terlalu fokus pada pencarian nya. Dia hanya mencari disekitar kota itu saja. Bahkan ayah nona Alena juga sudah menjadi gelandangan sekarang karena Mike mengambil semua harta nya" ungkap Edward
"Hanya semut kecil, tapi sudah mampu menghancurkan hidup Alena" geram Kenzo
"Apa anda mau saya menghancurkan nya king" tanya Edward
"Itu hal yang mudah Ed. Tapi jika itu terjadi aku yakin Thomas akan ikut melibatkan diri nya. Dan kita butuh persiapan untuk itu. Apalagi jika mereka bergabung dengan kelompok Wearloft, mereka bukan mafia sembarangan" kata Kenzo membuat Edward langsung mengangguk setuju. Karena memang musuh mereka kali ini cukup berat, hampir setara dengan klan Hyuga dahulu.
"Sebaik nya kita mulai dari pria ini dulu. Dia mempunyai bisnis gelap berarti musuh nya adalah polisi. Dan kau tahu apa yang harus dilakukan" kata Kenzo menatap tajam Edward
"Anda ingin memakai cara tuan Cris dahulu?" Tanya Edward dan Kenzo langsung mengangguk
"Ya, CEO kayu itu benar benar cerdik. Dan aku rasa otak nya bisa kita ikuti" jawab Kenzo membuat Edward mengernyit sekilas mendengar nya
"Dan aku ingin kau menghubungi kapten Stone" kata Kenzo lagi
"Orang tua kandung nona Alena?" Tanya Edward dan Kenzo langsung mengangguk
"Ya, dia adalah seorang kepala agen agen berbakat yang ada di Amerika. Dan aku ingin dia yang menangani kasus ini" kata Kenzo lagi
"Dan dua masalah langsung bisa teratasi disini" tambah Kenzo lagi
"Baik king. Saya akan segera menghubungi nya" kata Edward
"Tapi terlebih dahulu kau cari sisi gelap dan bisnis kotor apa saja yang dilakoni oleh pria jelek itu" kata Kenzo lagi membuat Edward kembali mengangguk
"Kau mengumpat ku Ed?" Tanya Kenzo dengan tajam hingga membuat Edward gelagapan
"Ah tidak king" jawab Edward cepat.
"Pergilah periksa yang lain. Setelah ini kita pulang" kata Kenzo lagi
"Baik king" jawab Edward patuh. Dia langsung pergi kembali bersama beberapa orang orang nya
Dan Kenzo kini sendiri diruangan itu. Dia melihat jam dipergelangan tangan nya sudah menunjukan pukul tiga dini hari
"Apa yang sedang dilakukan nya sekarang. Apa dia masih menangis" gumam Kenzo memikirkan Alena yang ditinggal nya sendirian diapartemen nya. Dia tahu gadis itu pasti tengah bersedih saat ini. Perkataan Mike benar benar menghancurkan mental seorang wanita, bukan hanya Alena, tapi Kenzo sendiri juga sangat membenci kata kata kotor itu. Dan Kenzo cukup salut pada ketegaran hati Alena yang masih bisa menutupi kesedihan hati nya.
"Selama kau masih percaya padaku. Maka kau akan selalu aman Alena" kata Kenzo
...
Beberapa jam berlalu...
Kenzo sudah tiba diapartemen nya. Dia melangkah perlahan dan membuka pintu apartemen nya yang tidak dikunci.
Langkah nya terhenti saat melihat Alena tertidur diatas sofa dengan tubuh yang bergelung dan berbantal kan lengan nya.
Kenzo mengernyit menatap Alena yang terlihat menggemaskan itu.
Tangan nya menutup pintu kembali dan menghampiri tempat Alena.
Entah apa yang dirasakan nya saat ini, tapi kaki nya malah semakin melangkah dan mendekati Alena, dan dia berjongkok dihadapan gadis yang tengah tertidur pulas itu.
Kenzo menatap nya dengan lekat, hingga tanpa sadar tangan nya terangkat dan menyapu helaian rambut yang menutupi wajah Alena.
Wajah gadis itu begitu kusut, bahkan dapat Kenzo rasakan jika wajah nya lengket karena air mata.
"Kau pasti menangis setelah kepergian ku semalam. Bahkan kau sampai tidak lagi membersihkan tubuh mu" gumam Kenzo menatap tubuh Alena yang masih mengenakan pakaian semalam.
Saat ini hari sudah beranjak pagi. Kenzo ingin membawa tubuh Alena kekamar, tapi dia tahu gadis itu pasti akan terbangun karena sudah tertidur begitu lama.
Akhir nya Kenzo memutuskan untuk membersihkan tubuh nya terlebih dahulu dikamar nya. Rasa lelah membuat nya langsung membaringkan diri diatas tempat tidur nya dan tertidur dengan nyaman disana.
Dan tidak lama setelah Kenzo tertidur Alena terbangun dari tidur nya
Dia membuka mata nya perlahan dan meregangkan otot nya yang terasa kaku karena tidur dengan posisi yang tidak nyaman
"Uughhj, jam berapa ini" gumam nya dengan suara serak dan mata yang bengkak
"Astaga jam enam. Aku tertidur begitu lama" gumam Alena terkejut saat melihat jam kecil diatas meja hias
Alena langsung terduduk dan mulai beranjak menuju kamar Kenzo. Tubuh nya terasa lengket dan begitu bau. Dia benar benar ingin mandi dan berendam sekarang.
Namun ketika tangan nya telah membuka handle pintu, tubuh nya malah tertegun melihat Kenzo yang tengah tertidur diatas tempat tidur nya
"Dia sudah pulang, kenapa aku tidak tahu" gumam Alena
Alena menutup pintu dengan pelan dan berjalan mendekati kenzo. Dia tersenyum tipis melihat wajah tampan Kenzo yang begitu damai
"Tampan sekali pangeran ku" gumam Alena memandang kagum wajah damai yang baru saja tertidur itu
Dia langsung menggeleng pelan dan mulai melangkah kekamar mandi
"Sebaik nya aku mandi, jika tidak Enzo bisa pingsan mencium bau tubuh ku ini" gumam Alena lagi
Dan dia pun segera masuk kedalam kamar mandi,
Alena melepaskan semua pakaian nya hingga kini tubuh nya polos tanpa sehelai benang pun.
Alena berendam didalam bak mandi Kenzo dengan menuangkan sedikit aroma terapi yang menenangkan hati dan fikiran nya.
Mata nya terpejam menikmati air hangat dan aroma itu
"Nikmatilah waktu mu Alena. Nikmati waktu mu dengan Enzo yang hanya tinggal sebentar lagi. Jangan lagi tampakan sisi lemah mu. Cukup buat dia bahagia bersama dengan mu, agar kau bisa meninggalkan kenangan yang manis nanti nya" gumam alena.
...
next