ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Mainan Baru Kenzo



Siang itu udara cukup terik, musim panas yang sedang mendera kota Newyork membuat orang orang tampak malas untuk keluar rumah. Mereka lebih memilih untuk mendinginkan tubuh didalam ruangan yang ber Ac. Begitu pula dengan Alena, hari ini dia benar benar sedang malas untuk melakukan sesuatu, dia hanya duduk dikursi dan memperhatikan Lian dan karyawannya yang lain melayani pelanggan yang datang kebutik.


Semakin dekat hari kompetisi yang akan dia ikuti, semakin merasa gelisah pula hatinya. Gaun yang dia rancang untuk mengikuti lomba nanti sudah selesai dibuat, bahkan gaun itu sudah terpajang rapi didalam lemari kaca. Besok Clara akan datang untuk melakukan fitting gaun, hari ini sahabat nya itu sedang ada urusan diagensi, ya Clara cukup dibuat sibuk oleh Edward sejak Kenzo tidak ada.


Sedangkan gaun untuk Rebecca masih proses pembuatan, Alena tidak yakin wanita cantik nan seksi itu bisa menyukai nya, dan Alena juga tidak berharap dia menyukai gaun nya, karena sungguh Alena benar benar tidak menyukai wanita sombong dan angkuh itu.


"Hah aku bosan" gumam Alena, dia melirik jam yang ternyata sudah pukul dua siang, Alena meraih ponsel nya, namun tidak ada notif pemberitahuan sama sekali.


"Kenapa aku tidak pernah meminta nomor ponsel nya ya" gerutu Alena seorang diri. Sejak kenal dengan Kenzo hingga saat ini mereka sudah sangat dekat, namun Alena tidak pernah sama sekali tahu nomor ponsel pria itu, bahkan mereka juga tidak pernah berhubungan melalui ponsel. Sungguh aneh. Padahal jika sedang berjauhan dan rindu seperti ini dia seharus nya bisa menghubungi pria itu, atau sepaling tidak tahu dimana keberadaan nya. Dan lagi, apa dia tahu dimana Kenzo akan menjemput nya besok malam. Hah, memang menyebalkan, jika sudah bersama Kenzo, semua pasti bisa terlupakan.


Sedangkan orang yang sedang difikirkan Alena kini sedang berada disebuah pantai tempat dimana dia biasa menenangkan diri dari jenuh nya kehidupan yang dia jalani.


Kenzo dengan topeng diwajah tampan nya tampak berdiri dibawah terik matahari yang sama sekali tidak terasa mengganggu nya. Dia berdiri tegap dengan tangan yang dia masukan kedalam saku celana. Angin pantai menerpa wajah dan tubuh nya yang kokoh dan tidak goyah sama sekali. Pandangan nya menajam menatap hamparan laut dengan ombak yang begitu tenang. Tidak ada pergerakan sama sekali, dia terlihat begitu tenang sejak satu jam yang lalu dan berjemur dibawah panas matahari yang membakar tubuhnya.


Namun tiba tiba saja sebuah pergerakan dibalik pohon kelapa tidak jauh dari tempat dia berdiri membuat Kenzo langsung tersenyum sinis, dengan cepat dia mengeluarkan pistol dari balik jaket dan langsung berbalik badan , menarik pelatuk pistol hingga peluru melesat dengan cepat kearah mata mata yang sejak tadi mengintai nya.


Dor


Dor.


Dua kali tembakan membuat pria dengan penutup kepala itu langsung tepar tidak berdaya. Kenzo menyimpan kembali pistol nya dan menjalan mendekat kearah pria itu, bertepatan dengan kedatangan sebuah mobil yang berhenti tepat didepan nya.


Kenzo hanya menatap datar, karena dia tahu yang datang adalah Edward. Dan benar saja, Edward langsung keluar dari mobil dan melangkah dengan cepat menuju Kenzo yang sudah berjalan mendekat kearah pria yang sudah tewas itu. Pria itu juga terlihat memakai topeng untuk menutupi identitas nya.


"Wearloft" gumam Kenzo. Dia tersenyum sinis sembari menggulingkan tubuh pria itu dengan kaki nya.


"Seperti nya mata mata mereka sudah menyebar merata disekitar anda king" ucap Edwrad


"Apa mereka sudah tahu pasti letak markas besar kita?" tanya Kenzo


"Belum king, tapi mereka sudah menyebarkan orang orang mereka diseluruh laut kota Newyork" jawab Edward


Kenzo masih diam dan membalikkan tubuh nya menuju mobil Edward. Edwrad dengan sigap membukakan pintu untuk king nya itu


Mobil mulai dijalankan Edward dengan kecepatan tinggi, sedangkan Kenzo duduk dibelakang dengan tenang dan tanpa ekspresi apapun.


"Bagaimana perusahaan?" tanya Kenzo


"Cukup stabil, meski ada beberapa orang yang keberatan saat posisi anda digantikan oleh nona Clara" jawab Edward. Kenzo langsung tersenyum tipis melihat itu


"Kau harus mengawasi nya dengan baik Ed, jangan sampai mereka membuat ulah. Kepergian ku dari perusahaan akan membuat Clara bisa belajar untuk menjadi dewasa, dia harus bisa belajar bertanggung jawab mulai sekarang" ungkap Kenzo dan Edward langsung mengangguk setuju. Ya, meskipun dia harus dibuat pusing setiap hari nya oleh gadis itu, namun perkataan Kenzo memang tidak bisa dibantah, dan apa yang dikatakan king nya itu memang benar, nona muda itu harus bisa bertanggung jawab terhadap masa depan nya, sudah cukup dia bermain main selama ini


"Lalu apa anda tidak akan menghadiri ajang kompetisi itu king?" tanya Edward


"Aku akan datang, tapi bukan sebagai Kenzo Barrent. Aku ingin melihat seberapa besar usaha yang dia buat untuk meraih impian nya" jawab Kenzo


Edward hanya mengangguk dan tersenyum tipis. Akhir nya, setelah sekian lama terpuruk dalam cinta masa lalu, sekarang pria yang menjadi orang yang paling dia hormati itu telah memiliki obat hati yang terluka. Ya,meskipun Edwrad tahu, jika gadis itu cukup rumit dan menyebalkan seperti nona muda nya.


Edward membawa Kenzo menuju sebuah dermaga yang tersembunyi, dermaga kecil yang memang hanya untuk dia pergi menuju markas besar nya. Dermaga itu dijaga oleh puluhan orang anggota klan Aldrego.


Kenzo turun dari mobil dan berjalan menuju sebuah kapal selam kecil yang memang sudah disiapkan untuk nya hari ini. Semua anggota nya berbaris rapi dan membungkukan tubuh mereka dengan hormat. Kenzo berjalan dengan ekspresi wajah yang datar dan dingin. Dia tampak tenang dan memandang lurus kedepan, namun belum tiba diujung dermaga, dia tampak menghentikan langkah nya membuat Edwrad yang berjalan dibelakang juga ikut berhenti.


Semua anggota nya tampak saling pandang heran, namun mereka sama sekali tidak berani untuk melihat apa yang akan dilakukan oleh Kenzo.


"Berdiri dengan tegak" perintah Kenzo dengan suara yang terdengar berat namun cukup mampu membuat semua anggota nya bergetar takut, apa mereka ada melakukan kesalahan, batin mereka sembari berdiri dengan tegak dan memandang datar kedepan.


Kenzo mengeluarkan pistol dari balik jaket, dan menodongkan pada salah satu anggota nya, membuat anggota yang lain tampak mengernyit bingung namun tidak berani untuk bergerak lebih


"Siapa kau?" tanya Kenzo datar, ujung pistol itu sudah berada tepat didahi pria itu


"Xavier king" jawab nya dengan tegas tanpa takut sama sekali, pria yang terlihat masih sangat muda diantara yang lain


"Kau mau menyelusup ditempat ku" kata Kenzo dengan pistol yang dia hentakan didahi nya, membuat pria itu memejamkan mata nya sekilas. Edward dan yang lain hanya menatap datar apa yang dilakukan oleh Kenzo, dan mereka sedikit terkejut sebenar nya, karena kenapa Kenzo berbicara seperti itu, sebabnya mereka semua tahu jika Xavier adalah anggota yang dia rekrut sendiri


"Tidak king, saya tidak berani" jawab Xavier lagi, dan Kenzo langsung tersenyum sinis mendengar nya


Kenzo menarik pelatuk pistol itu dan


Dor


Satu orang disebelah Xavier langsung jatuh terjerembab ketanah dengan dahi yang bolong. Mata semua orang orang yang ada disana tampak melebar sekilas, apalagi Xavier, wajah nya sudah cukup pucat sekarang.


"Jika berani berkhianat maka seperti itulah akibat nya" ucap Kenzo yang langsung pergi dari hadapan mereka yang kembali tertunduk hormat namun juga takut


"Bereskan dia" perintah Edward pula


"Baik tuan"sahut mereka semua.


"Bagaimana anda tahu jika dia berkhianat king?" tanya Edward saat mereka telah berada didalam kapal


"Ada yang bilang padaku jika pernah melihat nya bersama mata mata yang mati dipantai tadi, dan aku yakin dia bekerja sama dengan pria itu, lagi pula dia juga wajah baru." jawab Kenzo terlihat begitu santai, dan Edward hanya mengangguk saja, seperti nya dia tahu siapa orang itu.


Satu jam setengah kemudian Kenzo sudah berada dimarkas besar milik nya. Dia berkeliling melihat pekerjaan orang orang kepercayaan nya setelah sekian lama dia tidak ada kemari.


Semua tampak terkendali dan berjalan seperti biasa, tidak ada yang berubah, hanya saja seperti nya Kenzo memang harus lebih waspada saat ini, berhubung musuh nya sudah mengetahui letak markas besar ini. Jika mereka bisa sampai kesini maka masalahnya pasti akan semakin bertambah rumit. Ya, meskipun mereka tidak akan pernah bisa merebut tempat yang sudah dirancang sedemikian rupa dan memiliki pertahanan yang sudah cukup kuat.


Seorang pria berbadan besar yang memakai pakaian savety lengkap datang dengan tergopoh menemui nya, pria itu langsung menunduk hormat pada Kenzo.


"Selamat datang king, maafkan saya yang terlambat menyambut kedatangan anda" ucap pria itu


"Tidak masalah James,  bagaimana disini selama aku tidak ada?" tanya Kenzo sembari terus berjalan dan mengamati pekerjaan orang orang nya yang sedang merakit beberapa bom rakitan baru


"Semua aman terkendali king, tidak ada masalah sama sekali" jawab James, dia  terlihat mengambil sebuah benda berbentuk bola sebesar genggaman tangan dari sebuah kotak kaca


"Kami sedang uji coba bom dengan model baru, anda bisa melihat nya, bagus bukan" kata James lagi, dia menyerahkan bola bom itu pada Kenzo yang langsung meraih nya


Kenzo memperhatikan nya dengan lekat dan begitu teliti, menarik, mirip seperti bola golf.


"Bagaimana cara pakai nya" tanya Kenzo yang mata nya masih memandang bola itu, sementara Edward terlihat mengernyit bingung, seperti nya ini akan menjadi mainan baru untuk king nya nanti.


"Ini pemicu nya king, anda bisa menekan tombol disini, dan yang tombol hijau ini untuk menentukan waktu nya" jawab James sembari menunjukan sebuah alat kecil dimana terdapat tombol merah dan hijau disana


"Tapi jika bola ini terkena tekanan besar, atau dilempar dengan tenaga dia juga bisa meledak dengan sendiri nya" tambah James lagi


"Seperti ini" kata Kenzo sembari melempar bola itu pada Edward yang dengan sigap menangkap nya. Kenzo langsung terkekeh kecil melihat Edward yang tampak kelimpungan menangkap nya, bahkan ekspresi pria batu itu sedikit cemas


"Kau bisa takut juga Ed" sinis Kenzo yang langsung meninggalkan Edwrad dan James yang saling pandang kesal


"Huh, jika kau tidak bisa menangkap nya, maka kita akan mati tadi" gumam James yang langsung mengambil alih bola bom itu dari tangan Edward


"Buatan mu memang payah" dengus Edward yang langsung berjalan menyusul Kenzo dan diikuti oleh James yang terlihat kesal karena perkataan Edward


"Itu baru, baru diuji coba, belum sempurna finishing nya, jangan menyepelekan kemampuan ku, kau tidak tahu saja daya ledak yang dihasilkan nya, satu bola bisa menghancurkan satu gedung tanpa sisa" ungkap James


"Ya, awas saja jika kau menghancurkan markas ini dengan uji coba gila mu itu" sahut Edward lagi


"Yah, sepaling tidak aku tidak akan mati sendiri" ucap James dengan tawa kecil, dan Edward hanya mendengus jengah mendengar nya. Jika dia yang mati tidak apa apa, asalkan jangan membawa aset besar ini, akan dia kejar sampai alam ke neraka.


"Hei, hari ini apa mood king sedang bagus?" tanya James lagi, dia memperhatikan Kenzo yang tampak sedang meneliti sebuah senjata api ditempat nya


"Kenapa memang nya?" tanya Edward pula


"Yah, setelah lama tidak bertemu, aku rasa hari king terlihat lebih manusiawi" gumam James


"Ya, dia sedang bahagia karena telah berhasil membunuh dua orang hari ini" jawab Edward yang langsung meninggalkan James yang tampak mematung ditempat nya. Dua orang ini memang mengerihkan batin nya, dan entah kesalahan apa yang ia perbuat sehingga dia bisa masuk kedalam sini.


Edwrad mendekati Kenzo dan berdiri dibelakang nya.


"Apa ada kabar terbaru tentang rencana mereka Ed?' tanya Kenzo.


"Besok malam mereka akan memulai mencari markas kita, dan mata mata kita bilang jika Thomas dan Jesica mengerahkan hampir separuh dari pasukan mereka untuk berpencar dilaut utara dan selatan king" jawab Edward


Kenzo nampak tertegun mendengar nya


"Besok malam" gumam Kenzo sembari meletakan kembali senjata yang dia pegang keatass meja. Kenzo terlihat menghela nafas berat. Bukan kah besok malam dia sudah berjanji untuk membawa Alena pergi, jika dia tidak menjemput gadis itu, Alena pasti kecewa, tapi bagaimana dengan musuh musuh nya?


Ya, ini memang sedikit rumit. Tapi tidak masalah, dia masih punya seribu cara sebelum bertindak.


"Siapkan mainan baru milik James, kita akan bermain bersama mereka besok" kata Kenzo dan Edward langsung mengangguk


"Baik king" jawab Edward. Akhir nya bola jelek itu juga yang dipakai. Sudah dia duga.


.....


Karya adalah hasil fikiran author sendiri. Mon maaf jika tidak sesuai ya guys


Jangan lupa tinggalin Like dan Komen


Terimakasih yang sudah membaca


Follow instagram aku ya, disana ada visual mereka loh.


Instagram = @mulyanisyahfitri