ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Kedatangan Cristian



Tidak sampai dua minggu lagi ajang bergengsi akan digelar diperusahaan Barrent's Agency. Perusahaan raksasa penghasil model model berbakat diseluruh dunia. Model yang akan menapaki dunia kancah internasional. Bukan hanya model, namun setiap tahun nya, perusahaan itu juga akan merekrut desainer ternama dari seluruh dunia untuk menjadi desainer perancang busana bagi ikon baru mereka.


Dan disaat saat seperti ini semua orang tampak begitu sibuk untuk mempersiapkan acara besar itu. Apalagi acara kali ini juga untuk menyambut hari pendirian perusahaan yang ke delapan tahun.


Ya, baru seumur jagung, dan diusia muda, Kenzo Barrent sudah merintis usaha ini hingga mampu berkembang dengan begitu pesat dan menjadi agensi terbesar diseluruh dunia, dimana cabang nya sudah menyebar merata keberbagai benua.


Namun sayang nya, disaat saat seperti ini, perusahaan itu malah kehilangan kepala. Entah apa yang akan terjadi, karena seperti nya, dua minggu sejak kepergian Kenzo, banyak sekali orang orang yang ingin menjatuhkan perusahaan besar itu demi untuk sebuah nama. Dan disini lah, perjuangan Edward benar benar diuji. Sejak kepergian Kenzo Barrent, dia benar benar begitu sibuk mengurus perusahaan, belum lagi bisnis nya yang lain.


Pria batu itu sudah seperti tidak memiliki waktu istirahat lagi sekarang, namun untung nya, dia memiliki otak yang cerdas dan kemampuan yang hebat sehingga Kenzo mempercayakan semua nya pada dia.


Bukan hanya Edward dan orang orang perusahaan yang sibuk, namun Alena juga terlihat sibuk mempersiapkan diri nya untuk mengikuti ajang bergengsi itu.


Sudah dua hari sejak dia kembali kebutik nya, Alena benar benar fokus pada pekerjaan nya. Merancang, memikirkan ide ide baru yang akan dia kembangkan nanti nya, serta memantau kinerja pekerja yang saat ini sedang menyiapkan sebuah gaun yang sangat indah untuk dia pamerkan pada seluruh dunia nanti nya.


"Nona, waktu nya makan siang" kata Lian yang baru datang dari luar. Dia baru saja membelikan Alena makanan. Tangan nya meletakan sebuah kotak makanan diatas meja Alena.


"Letakan saja disitu, nanti aku makan" jawab Alena begitu singkat dan datar. Bahkan dia sama sekali tidak melihat kearah Lian yang terlihat menghela nafas nya.


"Baik nona, selagi masih hangat, nona bisa beristirahat sejenak" ucap Lian lagi dan Alena hanya mengangguk datar.


Lian terlihat menunduk sedih dan berlalu meninggalkan Alena dimeja nya. Dia kembali ke meja kasir nya. Duduk dengan helaan nafas yang panjang.


"Nona Alena benar benar berubah bukan" ucap Zeira salah satu karyawan Alena


"Hmm, aku begitu rindu nona ku yang ceria" sahut Lian dengan kepala yang langsung terkulai diatas meja.


Alena benar benar berubah. Dia menjadi datar dan begitu dingin sekarang. Tidak ada lagi senyum ceria diwajah cantik nya. Sangat berbeda dengan Alena yang dulu. Saat ini, Alena hanya seperti seorang manusia tanpa nyawa dan ekspresi. Datar dan terkesan dingin. Tidak ada lagi Alena sigadis polos yang menyebalkan, tidak ada lagi Alena sigadis cerewet dan selalu ceria.


Luka akibat kehilangan kekasih hati membuat nya benar benar tidak bisa menempatkan diri nya dengan baik. Apalagi mengingat jika kepergian Kenzo adalah karena menolong diri nya.


Meski sudah berusaha untuk bangkit tanpa Kenzo, namun tetap saja Alena tidak bisa menahan hati nya untuk berekspresi seperti biasa.


Dia bekerja hanya untuk mengisi waktu nya, mengendurkan sedikit fantasi indah nya tentang Kenzo. Alena datang pagi pagi sekali diantar oleh Reymond, sedangkan malam hari dia pulang dengan diantar oleh Jack yang masih setia menjaga nya hingga saat ini.


Ting


Pintu butik terbuka, dan tampak seorang gadis yang sudah dua hari ini tidak dilihat Alena. Lian dan ketiga karyawan nya yang lain langsung menyambut nya dengan ramah dan begitu sopan. Dan Clara hanya tersenyum tipis membalas nya. Dia langsung berjalan mendekat ke meja Alena dimana gadis itu masih tampak begitu sibuk


"Alena" panggil Clara yang langsung duduk dikursi menghadap ke Alena. Sejak dia meluapkan emosi nya dua hari yang lalu, Clara baru datang lagi menemui Alena sekarang.


"Ya" sahut Alena melirik Clara sekilas dan kembali kepekerjaan nya


"Kau marah padaku?" Tanya Clara yang menopang dagu menatap Alena


"Tidak" jawab Alena dengan gelengan kepala nya.


Clara terlihat menghela nafas nya dengan berat. Dia hanya diam dan memperhatikan Lian yang kini sedang melayani pelanggan


Sangat lama, bahkan hampir sepuluh menit Clara hanya diam, dan itu membuat Alena langsung mengalihkan pandangan nya dari atas meja kearah Clara. Dapat dia lihat Clara tengah melamun sekarang, dan selalu seperti ini, saat melihat Clara, rasa bersalah nya kembali muncul. Clara pasti juga begitu kehilangan kakak nya.


"Cla" panggil Alena membuat Clara langsung menoleh pada nya dengan pandangan yang begitu lesu


"Makan bersamaku?" Ajak Alena yang menarik kotak makanan yang sejak tadi hanya didiamkan nya.


Clara melirik sekilas kearah tangan Alena, dapat dia lihat makanan yang sudah dingin dan tidak lagi terlihat lezat, atau karena memang dia yang tidak berselera.


"Apa itu masih enak?" Tanya Clara terlihat enggan


"Enak tidak enak harus tetap dimakan. Ayo, setidak nya jika makan berdua makanan ini akan cepat habis" ajak Alena lagi


Dia menyerahkan sendok pada Clara yang langsung mengambil nya dan menatap Alena yang juga mengeluarkan sendok dari laci meja.


"Aku yakin jika aku tidak datang kau tidak akan memakan nya" ucap Clara yang mulai mengambil sepotong kentang goreng dari dalam kotak itu


"Dan aku juga yakin jika kau tidak kemari kau juga tidak akan makan" balas Alena yang juga mengambil apa yang Clara ambil


Clara langsung tertawa kecil sembari mengunyah kentang nya, namun mata nya berkaca kaca sekarang.


"Jangan sok tahu" ucap Clara namun Alena malah mendengus


"Tubuh mu kurus, kau tidak bisa berbohong" jawab Alena


"Bahkan tubuhmu lebih kurus dariku sekarang" sahut Clara membuat Alena tersenyum tipis namun dengan bibir yang menahan Isak tangis


Alena memakan kembali kentang goreng nya dengan air mata yang tiba tiba saja menetes namun segera dihapus nya. Tapi Clara sudah melihat nya duluan, bahkan dia juga terlihat mengusap wajah nya dengan kasar.


"Kau memintaku untuk bangkit dan kuat, tapi kau sendiri malah cengeng" kata Alena menatap Clara yang terlihat kembali meneteskan air mata nya.


"Aku, aku.... Hiks" Clara langsung menangkup wajah nya, karena sungguh dia benar benar tidak bisa menahan perasaan nya


Alena tersenyum dengan air mata yang juga menetes diwajah cantik nya. Dia segera beranjak dari kursi nya dan berjalan menuju Clara. Alena langsung memeluk Clara dengan erat


"Maafkan aku" bisik Alena dengan perasaan yang begitu getir


"Kau tidak salah" jawab Clara.


Mereka memeluk saling menguatkan satu sama lain, sudah dua minggu lebih namun luka itu rasa nya semakin bertambah.


...


Seorang pria tampan dengan pesona nya yang memikat berjalan dengan gagah didampingi oleh sekretaris nya dan diikuti oleh beberapa staf perusahaan yang akan mengantarkan nya keruangan wakil direktur.


Semua mata yang memandang menatap heran siapa gerangan pria tampan yang baru mereka lihat hari ini. Apa kolega bisnis Presdir mereka?


Dia adalah Cristian, suami Angelina Rosemarry. Hari ini setelah menghadiri undangan diperusahaan Reymond, dia singgah keperusahaan Barren'ts Agency. Erick sekretaris nya sudah membuat janji dengan Edward.


Cristian diantar oleh salah seorang staf menuju ruangan Edward dilantai atas.


Saat pintu dibuka Edward langsung berdiri dan menyambut nya dengan ramah.


"Selamat datang di Barren'ts Agency tuan Cristian" sapa Edward sembari menjabat tangan Cristian


"Terimakasih Ed" sahut Cristian


"Mari silahkan duduk tuan tuan" ajak Edward untuk duduk disofa nya. Seorang gadis cantik yang tidak lain adalah sekretaris Edward masuk kedalam ruangan itu dengan membawa nampan berisikan minuman untuk mereka. Dia memang sudah diperintah Edward sejak tadi untuk melayani tamu istimewa nya. Sekretaris cantik itu langsung menyuguhkan sebotol anggur dan tiga buah gelas diatas meja.


"Silahkan tuan" ucap gadis itu


"Terimakasih" sahut Erick


"Seperti nya kau ingin membuat kami lama berada disini" ucap Cristian setelah OB itu keluar dari ruangan Edward. Kini hanya tinggal mereka bertiga yang berada disana.


"Ini kali pertama nya anda memijakkan kaki diperusahaan kami. Sudah seharus nya saya menjamu anda sebaik mungkin" jawab Edward sembari menuangkan anggur berkualitas premium kedalam gelas Cristian dan Erick


"Kau benar Ed. Bertahun tahun berteman dengan Kenzo baru ini aku sempat melihat perusahaan raksasa ini. Benar benar elegan dan mewah, sesuai dengan karakter Kenzo Barrent" ungkap Cristian


"Tentu saja, king Aldrego tidak pernah salah dalam hal memilih" jawab Edward


"Lalu bisa kau jelaskan, kenapa dia bisa salah dalam mengambil langkah hingga bisa membuat satu dunia menjadi heboh?" Tanya Cristian pula


"Itu hanya king yang tahu. Saya hanya menjaga milik nya sampai dia kembali" jawab Edward


"Apa ada sesuatu yang serius?" Tanya Cristian


"Tidak juga. Hanya saja ini harus dilakukan demi untuk menjaga nama baik king sendiri" jawab Edward lagi


"Berarti dia memang sengaja menghilang bukan?" Tanya Cristian lagi


"Entahlah tuan, untuk yang satu ini saya juga berharap begitu" ucap Edward membuat Cristian langsung mengernyit


"Hei, kenapa kau berbicara seperti itu, seharus nya kau yang paling tahu tentang tuan mu itu" kata Cristian


"Saya memang tahu ini rencana nya, tapi saya memang tidak tahu dimana keberadaan nya saat ini" ungkap Edward


"Mustahil" gumam Cristian dengan senyum sinisnya


"Tuan, jika saya tahu, saya tidak akan membiarkan nya selama ini menghilang, perusahan dan semua bisnis nya tidak bisa berjalan tanpa kepala" ungkap Edward membuat Cristian langsung terdiam sejenak. Benar juga apa yang dikatakan oleh Edward. Bagaimana mungkin perusahaan sebesar ini akan maju jika Kenzo sebagai pemimpin nya tidak ada ditempat. Sepertinya ini bukan hal yang sepele.


"Ed, kau tahu bagaimana kisah kami dulu nya. Meski dia rivalku, tapi saat ini dia sudah kuanggap sebagai teman baik ku. Jika kalian membutuhkan pertolongan, jangan sungkan untuk memberi tahu kami" ucap Cristian begitu serius


"Tentu tuan, untuk saat ini. Kami hanya menunggu king kembali. Tapi suatu saat nanti, jika keadaan mendesak, saya pasti akan menghubungi anda" jawab Edward


"Aku tahu Kenzo pasti tidak akan mau meminta bantuan kami. Tapi aku percaya padamu, kau harus selalu memberi kabar tentang Kenzo" kata Cristian lagi


"Baik tuan, terimakasih atas kepedulian anda" sahut Edward.


Cristian hanya mengangguk dan meminum anggur yang sudah disuguhkan untuk nya. Namun tiba tiba dia langsung teringat sesuatu.


"Bagaimana dengan adik ku yang cerewet itu, dia pasti begitu kehilangan bukan?" Tanya Cristian yang tiba tiba teringat akan Clara.


Edward terlihat menghela nafas nya sejenak dan mengangguk pelan.


"Ya, bahkan dia tidak lagi seberisik dulu. Dia lebih banyak diam saat ini" gumam Edward yang mengenang akan clara


"Bisakah kau menyuruh nya kemari, aku ada titipan dari Angel untuk nya" kata Cristian.


"Baik tuan" jawab Edward yang langsung mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi Clara yang saat ini masih berada dibutik Alena.


...


*guys sedikit info lagi nih. Bagi kalian yang masih belum tahu tentang Cristian, dia itu suami dari Angelina Rosemarry, mantan kekasih Kenzo dulu nya ya.


kalau kalian penasaran, kalian bisa baca dulu novel ku yang lain. Judul nya "Oh My Lady"


Cerita itu mengisahkan tentang masa lalu Kenzo juga sewaktu dia memperjuangkan cinta nya sama Rose yang seorang ratu mafia.


Oke, sekian...


jangan lupa LIKE dan KOMEN


See you next part