ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Pergi ke Club



Alena melangkah kan kaki nya masuk kedalam butik nya dengan wajah ceria seperti biasa. Dia menyapa Jhon dan Pras dengan senyum nya yang indah membuat dua orang security itu menatap nya dengan senang.


Sedangkan untuk beberapa bodyguard suruhan Kenzo, dia hanya melambaikan tangan nya saja, karena mereka berada cukup jauh dari tempat nya. Alena sedikit terkejut melihat orang orang itu, ada beberapa orang berperawakan seram dan tinggi besar berada disekitar butik nya, dan dia sedikit merasa aneh dijaga seperti itu. Tapi dia cukup bersyukur karena Kenzo benar benar menepati perkataan nya untuk selalu melindungi diri nya.


Mobil yang dikemudikan Edward baru saja bergerak dan melaju kembali setelah mengantarkan Alena didepan butik itu.


Dan semua pergerakan Alena terekam jelas dimata tajam seorang Kenzo.


Dia masih saja memperhatikan Alena dari kaca spion mobil, hingga gadis itu masuk kedalam butik nya.


'padahal dia mempunyai masalah hidup yang cukup rumit, namun dia tetap mampu menyembunyikan nya dari semua orang' batin Kenzo yang begitu salut melihat Alena. Padahal dia tahu gadis itu memendam luka yang cukup berat, dan baru semalam dia menangis tapi pagi ini dia sudah mampu menenangkan hati nya lagi. Dan karena itulah, hati Kenzo begitu terusik sekarang. Alena memang gadis yang berbeda.


...


Ting


Alena berjalan masuk kedalam butik dengan semangat nya. Ya, walaupun hati nya sedang tidak baik baik saja sekarang, tapi dia tidak ingin semua orang tau apa yang dirasakan nya. Biarlah semua orang menganggap dia adalah seorang gadis yang penuh semangat dan selalu ceria, meski sebenar nya, itu hanya topeng jiwa nya yang begitu rapuh.


"Selamat pagi" sapa Alena pada beberapa karyawan yang menyambut nya dengan antusias


"Selamat pagi nona" sapa mereka kembali


"Wah, pantas saja saya mengetuk pintu kamar anda berkali kali dan tidak ada jawaban, ternyata anda dari luar" ucap Lian yang datang dengan beberapa helai pakaian dilengan nya


"Iya, aku menginap dirumah teman ku Lian" jawab Alena


"Apa dirumah tuan Kenzo nona?" Bisik Lian yang mengikuti nya berjalan kearah meja Alena. Pasal nya gadis itu menghilang setelah semalam siang didatangi oleh tuan Amerika itu


"Hmm" gumam Alena dan mengangguk pelan


"Waaahhh, benarkah?" Tanya Lian tak percaya membuat Alena berdecak kesal


"Diapartemen nya Lian. Kau ini kenapa?" Tanya Alena melihat Lian yang juga ikut duduk didepan nya


"Lalu siapa pria yang datang siang itu nona?" Tanya Lian lagi membuat Alena menghela nafas lelah


"Aku tidak tahu" jawab Alena ketus namun Lian menganggapnya sebagai gurauan saja


"Huh, saya tidak percaya nona. Kelihatan nya nona sedang diapit oleh para pria tampan" goda Lian


"Hei, apa maksud mu" tanya Alena bingung


"Nona jangan berpura pura tidak tahu. Siang kemarin nona menghabiskan waktu dengan pria tampan pembawa pie, lalu sore nya nona kedatangan dua pria tampan lagi. Wah nona benar benar hebat" ungkap Lian dengan wajah takjub nya namun terkesan menggoda dimata Alena.


Alena hanya berdecak sinis dan mulai membuka buku tamu nya.


"mereka hanya teman ku, jangan berfikiran yang tidak tidak Lian" jawab Alena


Lian langsung terbahak mendengar itu


"Nona tidak melihat, mereka itu sangat menyukai anda. Apalagi pria tampan penuh tato itu dan juga presdir Kenzo Barrent, saya rasa mereka memang menaruh rasa pada nona" kata Lian lagi


Lagi lagi Alena hanya mendengus kesal


"Bahkan mereka sampai bertegang wajah seperti itu. Meski saya tidak mendengar, tapi saya tahu jika mereka sedang memperebutkan anda" kata Lian lagi membuat Alena langsung menjelekan wajah nya


"Jangan asal bicara. Mana mungkin seorang Kenzo Barrent menyukai ku dan lagi, pria itu bukan menyukai ku. Tapi hanya terobsesi padaku Lian. Sudah lah kau ini" gerutu Alena kesal membuat Lian langsung terbahak mendengar nya


"Baiklah baiklah. Maafkan saya nona. Tapi wajar saja, anda begitu cantik, hingga pantas diperebutkan dua orang lelaki begitu. Tapi yang membuat saya tidak habis fikir, seorang Kenzo Barrent ternyata menaruh perhatian lebih pada anda" goda Lian lagi membuat Alena menatap nya dengan kesal


"Berisik. Kembali bekerja sama" usir Alena membuat Lian kembali tergelak dan mulai beranjak dari tempat nya.


"Selamat bekerja nona" ucap nya kembali namun Alena hanya melengos kesal


Asisten pilihan Edward ini benar benar terlalu berlebihan. Padahal dia tidak tahu apa yang dirasakan Alena sekarang.


Jika Kenzo memang menyukai nya mungkin dia akan jadi wanita yang paling berbahagia didunia ini. Tapi nyata nya, Kenzo hanya iba dengan nasib nya, sehingga dia menaruh perhatian lebih pada Alena, begitulah fikir gadis itu.


...


Hari ini dilalui Alena dengan banyak kesibukan. Dia melayani pengunjung nya seperti biasa, penuh senyum dan keramahan.


Hingga tidak terasa hari sudah beranjak malam hari.


Alena baru saja membersihkan diri nya. Butik juga sudah ditutup oleh Lian.


Dan kini Alena sendiri lagi.


Dia langsung merebahkan tubuh nya diatas tempat tidur, tempat tidur yang menjadi saksi bisu kesepian hati nya.


"Huh, jika seperti ini aku benar benar merasa ingin menangis lagi" gumam Alena dengan menghela nafas yang terasa berat


Dia kembali beranjak dan duduk di sisi tempat tidur itu.


"Sebaik nya aku memperbaiki rancangan ku saja" gumam Alena lagi


Diapun langsung beranjak menuju ruang kerja nya, namun begitu tiba didepan pintu ponsel nya tiba tiba berdering membuat Alena mau tidak mau kembali masuk dan melihat siapa yang menelepon nya malam malam begini


"Clara" gumam nya


"Ya halo" sapa Alena


"Okey, aku turun" sahut Alena seiring dengan kaki nya yang mulai melangkah. Namun kembali terhenti dengan perkataan Clara


"Aku ingin mengajak mu kesuatu tempat. Berdandan lah yang cantik" kata Clara dan Alena langsung mengernyitkan dahi mendengar nya


"Kemana?" Tanya Alena


"Bersenang senang" jawab Clara langsung


"Okey" sahut nya cepat tanpa berfikir panjang. Entah akan dibawa kemana, tapi Alena benar benar butuh hiburan saat ini


Dia langsung memutuskan panggilan nya dan berlari menuju lemari pakaian nya.


Rok ketat diatas lutut dan sebuah tangtop putih dipadukan dengan jaket bewarna pink menjadi outfit nya malam ini.


"oke, seperti nya tidak buruk" gumam Alena didepan cermin nya


Alena berdandan sedikit untuk menyegarkan wajah nya. Dan setelah itu dia menyambar tas selempang nya dan langsung berlari turun kebawah dimana Clara sudah menunggu kedatangan nya.


Alena melihat mobil Clara didepan butik nya, setelah berpamitan pada Jhon dia langsung berlari dan masuk kedalam mobil yang dikemudikan oleh Clara sendiri


"Wow, kau terlihat cantik dan seksi Ale" puji Clara saat melihat penampilan Alena


"Tapi kau jauh lebih seksi Cla" balas Alena sembari menatap Clara yang hanya mengenakan dress ketat tanpa lengan yang bewarna gold itu.


"Haha. Tentu saja. Kita akan bersenang senang malam ini. Kau pasti suka" ucap Clara sembari mengijak pedal gas dan mulai melajukan mobil nya membelah jalanan malam di kota Newyork itu


Clara membuka atap mobil nya hingga menampakan langit malam itu yang dipenuhi oleh ribuan bintang yang indah.


Angin malam langsung menerpa wajah mereka dan menerbangkan helaian rambut yang sama sama tergerai indah itu


"Wow, aku berasa seperti lebih muda sekarang" seru Alena membuat Clara langsung terbahak mendengar nya


"Dasar bodoh, apa selama ini kau merasa tua ha" sambar Clara


"Ya, seharian dibutik bekerja aku merasa jenuh Clara. Haha" jawab Alena dengan wajah yang berbinar indah, seketika perasaan gelisah nya meluap terbawa angin malam itu


"Oke. Malam ini kau nikmati waktu mu sepuas nya. Tapi jangan bilang pada kakak ku ya" pinta Clara membuat Alena yang tengah menikmati angin malam itu langsung menoleh kearah nya


"Kenapa?" Tanya Alena langsung


"Kita bisa dibunuh nya jika dia tahu" jawab Clara dengan tawa canggung nya. Jika kakak manekin nya tahu maka dia dan Alena tidak akan bisa bersenang senang malam ini.


"Memang kita kemana?" Tanya Alena lagi


"Surga dunia, kita akan menghabiskan waktu disana" jawab Clara


"Seperti club?" Tanya Alena dan Clara langsung mengangguk


"Wow, kau benar benar nakal Clara. Aku tidak menyangka" gumam Alena takjub


"Haha, aku tidak munafik Ale. Aku hidup butuh hiburan. Dan disana lah tempat nya. Kau harus merasakan itu, disana kau akan merasa beban mu berkurang." Ungkap Clara


"Wow benarkah" kata Alena takjub


"Hei, apa kau belum pernah ketempat seperti itu?" Tanya Clara heran, dia menatap sekilas pada Alena yang menggelengkan kepala nya


"No, aku tidak pernah tahu bagaimana tempat itu. Hidup ku datar Cla, dan aku tidak tau bagaimana kehidupan diclub malam" jawab Alena membuat Clara langsung tertawa keras


"Hahaha, oke. Seperti nya kau memang benar benar gadis yang lugu dan polos. Dan sudah pasti aku akan dibunuh pria manekin itu jika dia tahu" kata Clara yang kembali tertawa getir namun Alena malah ikutan terbahak


"Hei, untuk apa dia marah. Dia bukan siapa siapa ku Clara. Jika dia marah, aku akan melindungi mu. Tenang saja" sahut Alena begitu yakin


"Haha, benar kah" ucap Clara tergelak lucu mendengar perkataan polos Alena. Dia belum tahu saja bagaimana rupa Kenzo jika marah


"Tentu saja. Karena aku juga penasaran bagaimana club' malam itu " jawab Alena


"Okey, jika begitu, saat nya kita bersenang senang!!!" Teriak Clara bersemangat . Dia memacu mobil sport mewah nya membelah jalanan dengan sangat lihai membuat Alena tertawa sembari berdecak kagum melihat Clara. Gadis cantik yang menjadi sahabat nya kini, dan ternyata juga adik dari Enzo nya. Yah, dunia Alena memang benar benar sempit.


Alena melepaskan tawa nya sembari menoleh kearah Clara yang juga tampak sangat bebas berekspresi. Hidup nya benar benar sempurna batin Alena. Dia masih mempunyai orang tua yang lengkap, kakak yang sangat menyayangi nya, kehidupan yang mewah dan glamour dan tentu nya tanpa beban apapun.


Tapi Alena tidak iri hati akan itu. Dia malah mengucap syukur, dapat bertemu dengan teman sebaik Clara dan Kenzo.


Ya, Alena harus menikmati waktu nya sekarang. Karena dia tidak tahu bagaimana jalan kehidupan yang akan dilalui nya nanti.


....


*next ....


terimakasih yang sudah mampir ya


like dan komen kalian selalu aku tunggu.


Jika kurang menarik kalian bisa kasih masukan supaya cerita ini lebih bagus lagi.


maafkan aku yang hanya penulis amatir. Semoga cerita ini bisa sedikit menghibur .


love you somuch*