ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Rencana Licik Jesica Dan Thomas



Pagi ini Edward kedatangan tamu spesial diperusahaan Barrent's Agency. Kapten Stone dan Joice, agen terpercaya nya.


Mereka bertiga duduk disofa didalam ruangan kerja Edward. Pria batu berwajah datar itu masih diam dan menunggu kapten Stone membuka pembicaraan.


Ini sudah yang ketiga kali mereka mendatangi nya, membuat Edward benar benar jengah, karena sedari dulu dia memang tidak suka berurusan dengan aparatur negara.


"Bagaimana menurut anda tuan Edward. Ini sudah lebih dari dua minggu berlalu, namun keberadaan tuan Kenzo belum juga diketahui" ucap kapten Stone


Edward terlihat menghela nafas nya perlahan


"Apa anda sudah membicarakan ini dengan tuan besar?" Tanya Edward


"Ya, kami sudah menemui nya, dan mereka masih berharap jika kami terus mencari keberadaan putra nya. Tapi Anda tahu sampai saat ini kami belum menemukan jejak apapun. Ini sedikit sulit, bahkan kami juga harus mencari keberadaan pria bertopeng yang juga mencoba menyerang kami malam itu" ungkap Kapten Stone


Edward tampak terdiam, pasti yang dimaksud oleh kapten Stone adalah Thomas. Karena menurut orang orang nya, saat pihak agen tengah sibuk mencari keberadaan Kenzo malam itu, pria bertopeng yang tidak lain adalah Thomas tiba tiba saja menghilang, padahal dia dalam keadaan sekarat dan tidak sadarkan diri karena luka tembak dan juga pukulan dari Kenzo. Namun itu bukan masalah untuk Edward sekarang, Thomas adalah bagian king nya nanti.


"Saya juga sudah menyerahkan orang orang saya untuk menyebar mencari tuan Kenzo kapten. Tapi sama seperti anda, kami juga belum menemukan jejak apapun" jawab Edward


"Maafkan saya tuan Ed, tapi menurut saya ini ada sedikit kejanggalan" sahut Joice tiba tiba. Edward dan kapten Stone langsung menoleh kearah nya


"Mayat Mike ditemukan dengan kondisi yang mengenaskan, tubuh nya penuh luka sayatan, bahkan saat di otopsi jantung nya juga telah menghilang, apa mungkin ini perbuatan tuan Kenzo?" Tanya Joice pada Edward


"Apa tuan Ken bisa melakukan itu ditengah laut yang berombak besar?" Tanya Edward pula


"Mungkin saja binatang binatang laut yang membuat tubuh nya hancur" kata Edward lagi. Namun Joice langsung menggeleng


"Tidak, saya tahu benar jika itu adalah sayatan akibat benda tajam seperti pisau" jawab Joice


Edward hanya memicingkan mata nya dengan wajah datar, dia tahu itu pasti memang perbuatan king nya. Karena bagaimana pun, Kenzo Barrent tidak akan dengan mudah membiarkan Mike mati begitu saja. Benar benar mengerihkan king Aldrego itu, Edward yakin jika king nya pasti memiliki dendam pribadi dengan Mike hingga menyiksa nya didalam laut.


"Tuan Edward, saya mohon kerjasama nya, masalah ini cukup rumit, semua pihak mulai memojokkan pihak kepolisian karena sampai saat ini belum bisa menemukan tuan Kenzo. Meskipun pelaku utama sudah musnah, tapi saya rasa masih banyak orang lain yang terlibat dalam hal ini, apalagi pria bertopeng itu, dia pasti memiliki hubungan dengan Mike" ungkap Joice lagi


Kapten Stone terlihat menghela nafas nya dengan berat. Ya, Joice benar, meski Mike sang pelaku utama yang meneror putri nya selama ini sudah tewas, namun masih ada kemungkinan buruk yang lain. Apalagi malam itu seklompotan orang orang bertopeng yang menyerang mereka. Terutama mereka juga berusaha menghalangi Kenzo untuk menolong Alena.


"Seperti nya itu bukan urusan kami nona. Sampai saat ini orang orang kami juga masih melakukan pencarian. Dan untuk orang bertopeng yang anda maksud, saya tidak tahu. Saya hanya fokus pada pencarian tuan Kenzo saat ini" jawab Edward acuh.


Kapten Stone terlihat menghela nafas nya, mungkin saat ini pencarian Kenzo memang lebih harus diutamakan, mengingat dia adalah orang yang begitu penting di Amerika. Sehingga mereka tidak bisa mengabaikan hal ini begitu saja. Bahkan sekarang orang tua Kenzo terus mendesak kapten Stone dan semua anggota nya untuk lebih bekerja keras supaya anak mereka dapat segera ditemukan. Kapten Stone begitu sibuk dua Minggu ini, hanya karena kasus Kenzo.


"Baiklah, jika begitu, saya harap tuan Kenzo bisa ditemukan secepat nya, maaf sudah selalu menganggu waktu anda tuan" ucap kapten Stone pada Edward yang mengangguk pelan.


"Tidak apa kapten" sahut Edward, dia melirik sekilas ke arah Joice yang menatap nya dengan lekat. Seperti nya agen wanita ini cukup cerdas dalam bertindak, batin nya.


..


Sementara dipinggiran kota Newyork, tepat nya didekat hutan, disebuah markas besar yang sangat luas. Seorang wanita dengan wajah datar namun begitu seksi tengah berdiri didepan cermin rias.


Mata nya menatap tajam pantulan dirinya, tangan nya terlihat memainkan sebuah pistol kecil namun memiliki daya tembak yang cukup besar.


Dialah Jesica, pemimpin mafia Wearloft. Wanita tangguh berdarah dingin itu tersenyum saat sebuah tangan melingkar diperut nya.


Satu kecupan dia dapatkan diceruk leher nya membuat Jesica langsung terpejam menikmati sentuhan itu.


"Aku mencintaimu" bisik seorang pria ditelinga Jesica membuat bibir seksi nan merah itu tersenyum tipis. Tangan nya mengusap lengan pria berbadan tegap nan kokoh


"Kau membual Thomas" sahut Jesica


Pria yang tidak lain adalah Thomas itu langsung tersenyum dan menatap Jesica dari pantulan cermin didepan mereka.


"Aku berkata jujur. Bagaimana aku tidak mencintaimu, aku berhutang nyawa padamu" ucap Thomas yang kembali menciumi ceruk leher Jesica


"Yah, anggap saja kita impas. Kau sudah hampir mati karena Kenzo Barrent, dan untung saja orang orang mu membawa mu pergi dari sana sebelum agen sialan itu menangkap mu" ucap Jesica


Thomas melepaskan pelukan nya dan berdiri tegak dengan helaan nafas yang cukup tajam


"Bukankah Kenzo juga mati. Aku rasa mereka bertemu dialam sana saat ini" ucap Jesica dengan senyum sinis nya.


"Mayat nya belum ditemukan hingga saat ini. Belum tentu dia mati" sahut Thomas dengan rahang yang mengeras, namun Jesica langsung membelai wajah nya dengan lembut dan terkesan menggodaku


"Tidak ada yang bisa bertahan didalam laut yang dingin dan dalam. Apalagi dia sudah terluka saat itu. Jika dia masih hidup pasti pihak agen dan orang orang nya sudah menemukan keberadaan pria sialan itu sekarang" sahut Jesica. Tangan nya kini bermain didada Thomas yang terlihat memejamkan mata nya.


"Hmm semoga saja begitu. Meski dia mati. Aku tetap harus membalaskan dendam Mike. Perusahaan raksasa itu harus hancur dan musnah" kata Thomas lagi


"Tentu, bukan hal yang sulit karena pasti mereka sedang goyah saat ini" ucap Jesica pula


"Lalu bagaimana dengan gadis itu?" Tanya Jesica lagi. Dia masih asik bermain didada telanjang Thomas. Bulu bulu halus itu benar benar terasa menggoda untuk dimainkan.


"Aku pasti akan membunuh nya juga nanti. Dia bukan masalah yang besar lagi saat ini" jawab Thomas.


"Ya, dan kau juga harus ingat tujuan awal kita bersatu adalah untuk mencari keberadaan king Aldrego Thomas" ucap Jesica menatap tajam kearah Thomas.


Thomas langsung menoleh kearah nya dan tersenyum menyeringai, dengan tangan yang mengusap bibir seksi itu.


"Aku ingat baby, kita akan mencari nya. Aku hanya memerintahkan orang orang ku yang turun untuk mengganggu hidup gadis itu dan juga perusahaan Kenzo. Sedangkan aku, aku akan bersama mu" jawab Thomas


"King Aldrego harus musnah. Aku benar benar membenci manusia angkuh yang seperti monster itu" geram Thomas


"Jika kita bisa menguasai klan nya, maka kita akan menjadi mafia terkuat diseluruh dunia" sambung Jesica lagi


Mereka saling pandang dan tertawa licik, mengenang jika klan Aldrego yang sebentar lagi akan mereka rebut, tapi apakah bisa semudah itu ??? Markas besar nya saja mereka belum tahu hingga saat ini. Dan mereka juga belum tahu jika Kenzo Barrent yang mereka sangka telah tewas adalah king Aldrego yang sebenar nya.


...


Di Ale boutique....


Alena berdiri menatap gaun hasil rancangan nya yang baru saja selesai dijahit. Gaun pengantin pesanan salah satu pelanggan nya sebulan yang lalu.


Gaun bewarna putih bersih dengan bahu terbuka dan ekor yang menjuntai panjang itu benar benar indah. Apalagi aksen mutiara asli yang bertebaran dibagian dada, sangat elegan.


Alena menarik nafas nya dalam dalam memperhatikan hasil rancangan nya yang semakin hari semakin memukau. Namun entah kenapa hati nya tiba tiba saja kembali mendung. Dia teringat Enzo nya lagi saat ini.


"Apa aku harus selalu kecewa setelah harapan ku Langitkan" gumam Alena


"Kapan kau akan kembali, kau lihat gaun ini. Aku ingin memakai nya bersama mu nanti" gumam Alena lagi


Wajah Alena benar benar sendu, bahkan untuk tersenyum saja dia begitu susah saat ini. Mike sudah mati, seharusnya dia senang. Tapi kematian Mike malah merenggut Enzo nya juga, lalu apa dia harus bahagia?


Jika dulu dia selalu tertekan dengan keberadaan Mike, namun saat ini rasa nya dia lebih tertekan lagi, bahkan setiap detik hati nya benar benar merasa gundah dan sakit. Mengingat kebahagiaan yang baru saja dia dapatkan, namun sudah hilang lagi.


Rasa nya baru kemarin Kenzo meminta restu pada ayah nya, baru kemarin Kenzo mengungkapkan isi hati jika Alena adalah obat untuk hati nya.


Tapi kenapa secepat itu dia pergi, menghilang tanpa kabar.


Bahkan Alena belum mendengar satu kata cinta dari mulut Kenzo untuk nya.


"Apa kau memang tidak mencintaiku En? Apa kau memang hanya menganggapku sebagai obat, yang ketika luka mu sembuh, kau akan melupakan obat mu?


Apa kau mulai gerah dengan seseorang yang kau anggap sebagai mataharimu?


Apa cintamu hanya milik senja yang tenggelam dibalik lautan itu?


Apa benar begitu, sehingga kau tidak lagi ingin kembali. Apa kau masih mengingat senjamu, sehingga kau juga ikut tenggelam didasar laut yang menenggelamkan seluruh harapan ku?"


"Kembalilah. Akan aku tunjukan jika cintaku tidak akan pernah membuat mu kesakitan lagi"