ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Kenzo Kembali



Jack mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang. Hari sudah mulai sore, langit senja sudah mulai terlihat saat itu. Alena masih banyak diam tanpa ingin berbicara apapun, membuat Jack merindukan nona nya yang ceria seperti dulu.


Jalanan sore itu sedikit lengang, entah hari yang memang sudah sore atau memang manusia nya yang entah kemana.


Alena masih fokus pada pemandangan diluar jendela kaca mobil nya, namun dia tiba tiba terkesiap saat Jack berhenti mendadak.


"Ada apa Jack?" Tanya Alena pada Jack yang menatap kearah depan. Mata Alena langsung melebar saat dia lihat didepan mereka sudah terparkir beberapa motor motor besar dengan orang orang yang tidak kalah seram.


Jantung Alena seketika memburu kembali setelah tadi direstauran dia juga harus sport jantung melihat orang orang Ponix yang menyerang Jack. Lalu sekarang apa lagi? Bukankah Mike sudah tewas?


"Nona tenang lah, jangan keluar dari mobil" ucap Jack. Dia mengambil dua pistol dari balik jas nya, memeriksa isi pistol itu sembari memakai earphone mini ditelinga.


"Jack bahaya, mereka banyak sekali" kata Alena begitu cemas. Dia melihat Jack yang menoleh kearah nya dan tersenyum tenang.


"Sebentar lagi tuan Edward akan kemari. Nona tidak perlu khawatir" ucap Jack. Dia langsung membuka pintu mobil dan keluar meninggalkan Alena sendiri didalam mobil.


Alena benar benar tegang dan cemas. Bagaimana mungkin Jack bisa melawan mereka. Edward entah ada dimana, tidak mungkin bisa secepat itu datang ketempat ini.


Entah siapa orang orang itu, mereka semua memakai helm dan jaket kulit berlambang burung.


Mata Alena sedikit memicing, dia mengingat sesuatu saat ini.


"Bukankah mereka juga pernah membantu Mike? Apa jangan jangan mereka anak buah kakak nya?" Gumam Alena.


Duduk nya tidak tenang saat ini, apalagi melihat Jack yang sudah melawan puluhan orang itu sendirian. Tangan Alena saling meremas takut dengan wajah yang sudah pucat pasih.


Jack terlihat kelimpungan melawan orang orang berhelm itu. Jika tadi dia bisa dengan mudah menghajar orang orang Ponix, namun sekarang tampak nya dia tidak akan bertahan lama.


Alena kembali bergetar takut saat beberapa orang mendekat kearah mobil nya. Dia meraih tas yang ada disamping nya dengan tangan bergetar, berniat untuk mengambil ponsel dan meminta bantuan ayah nya,kapten Stone.


Namun ponsel belum tercapai, orang orang berhelm itu sudah mendobrak pintu mobil Alena.


"Aarggghhh!!!" Teriak Alena berusaha menghindar. Kaca mobil itu di desain kuat anti peluru, sangat tebal dan aman, tapi jika dipukul berkali kali dengan benda tumpul pasti akan pecah juga.


"Keluar kau!!!!" Teriak salah seorang dari mereka. Alena langsung menggeleng dan bergeser ketempat duduk sebelah, namun lagi lagi mereka memukul kaca dimana Alena berada.


"Pergi!!!!!" Teriak Alena sembari menoleh takut. Air mata ketakutan sudah membanjiri wajah nya, tubuh nya bergetar hebat. Entah apa mau orang orang ini, Alena benar benar takut apalagi melihat Jack yang sudah tampak tidak berdaya didepan sana.


Brak


Akhir nya kaca mobil berhasil mereka pecahkan, dan dengan cepat pula salah seorang dari mereka membuka pintu mobil itu.


"Tidak!!! Pergi!!!" Teriak Alena ketakutan


"Kau ikut dengan kami" seru orang itu


"Tidak!!!" Teriak Alena histeris saat orang itu berusaha menjangkau tubuh nya. Alena berusaha sekuat mungkin menendang tangan mereka dengan tangis ketakutan nya.


"Uaaaahhh Enzo tolong!!!!!!!!" Teriak Alena saat lengan nya berhasil ditarik orang itu


"Diam!!!" Seru orang itu. Dia menarik kuat lengan Alena hingga Alena langsung tertarik dengan kuat keluar mobil.


Mata Alena terpejam saat dia merasa dia akan terhempas keatas aspal jalanan karena tubuh nya yang ditarik kuat.


Namun apa yang difikirkan nya tidak terjadi, ketika tubuh nya langsung ditangkap oleh seseorang, dan orang yang menarik nya tadi yang terhempas jauh dari mobil itu.


Mata Alena terbuka, saat tahu kini dia ada didalam rengkuhan seseorang. Aroma tubuh ini, kehangatan ini, dan perasaan ini. Alena langsung mendongak menatap siapa orang itu, yang sejati nya dia merasa sangat familiar dengan rasa ini.


Mata Alena langsung terbelalak sempurna, melihat seorang pria bertopeng dengan senyum tipis nya memandang Alena dengan lekat. Alena langsung mengerjapkan mata nya beberapa kali membuat buliran air mata yang sejak tadi terkumpul berjatuhan diwajah nya.


"Enzo" gumam Alena tak percaya.


Namun pria itu hanya diam, dan menurunkan tubuh Alena perlahan. Dia menarik Alena kebelakang nya dan menatap tajam beberapa orang yang berniat mencelakai Alena sejak tadi.


Mata orang orang itu sama seperti Alena, dipenuhi oleh keterkejutan yang mendalam, apalagi Jack yang sudah tergelatak diatas jalanan. Dia tersenyum melihat siapa orang yang datang bagai pahlawan untuk nya dan Alena.


"King Aldrego" gumam Jack dan semua orang orang yang menyerang Alena.


Pria bertopeng yang tidak lain adalah king Aldrego itu langsung tersenyum sinis melihat mereka. Dia langsung mengeluarkan pistol dari balik jaket nya, namun dengan cepat pula rombongan pria berhelm itu pergi dari tempat itu. Mereka berlari tunggang langgang dan bubar bagai semut yang tersiram air.


Debu jalanan langsung bertebaran karena ban motor yang saling berdecit.


Jack langsung berdiri dengan susah payah karena tubuh nya yang penuh luka.


Sedangkan Alena masih berdiri mematung menatap punggung king Aldrego yang berdiri dengan gagah nya. Air mata ketakutan nya kini berganti dengan air mata kebahagiaan, rasa rindu, cinta, dan tidak percaya membuat nya tidak tahu harus berbuat apa.


King Aldrego yang tidak lain adalah Kenzo itu terlihat membalikan tubuh nya dan menatap Alena yang masih tidak berkedip menatap nya.


Alena benar benar tidak percaya, orang yang selalu dia harapkan kehadiran nya setiap hari ada didepan mata nya, orang yang dia rindui kini kembali.


Air mata Alena tidak berhenti menetes, apalagi saat Kenzo mendekat dan tersenyum pada nya. Tangan Kenzo terulur mengusap air mata diwajah cantik Alena yang terlihat begitu berantakan.


"En, ini kau?" Tanya Alena dengan nada bergetar dan penuh


Kenzo tersenyum dan mengangguk


"Aku kembali" jawab Kenzo


Alena langsung terhuyung kedepan saat tiba tiba kepala nya terasa begitu berat. Dan dengan sigap Kenzo langsung menangkap nya yang ternyata sudah tidak sadarkan diri.


Dia membawa Alena masuk kedalam mobil nya bersamaan dengan Edward yang baru tiba ditempat itu.


.....


Alena membuka mata nya yang terasa berat, pandangan nya sayu dan buram. Dia mengerjapkan mata nya beberapa kali hingga dia bisa melihat dengan jelas.


Tangan nya terulur meraba kepala nya yang masih terasa pusing. Mata nya menatap langit langit kamar yang terasa tidak asing. Beberapa kali dia mengerjapkan mata nya dan seketika saja dia terkesiap, saat tahu dimana dia berada sekarang.


"Apartemen Enzo" gumam Alena.


"Enzo ada, Enzo kembali" ucap Alena yang langsung menurunkan kaki nya dan melompat keatas lantai dengan sedikit terhuyung. Dia tidak mimpi, Enzo nya memang telah kembali.


Dengan tergesa gesa Alena segera berlari menuju pintu kamar, namun belum lagi sampai didepan pintu, pintu itu telah terbuka dengan sendiri nya menampakan wajah tampan yang sangat dirindui Alena ada disana.


Alena langsung menghentikan langkah nya dan menatap haru Kenzo yang tersenyum menatap nya dengan tangan yang mulai terbuka lebar.


Air mata Alena langsung menetes kembali, dan sekuat tenaga dia langsung berlari dan melompat kedalam pelukan Kenzo yang menangkap nya dengan cepat.


"Huuuuuu,,,,, kau jahat En. Kau jahat!!" Seru Alena dalam pelukan Kenzo, dia benar benar menangis melepaskan kesakitan nya selama dua minggu ini.


"Maafkan aku" jawab Kenzo sembari menciumi pucuk kepala Alena. Dia juga benar benar merindukan gadis kecil nya ini


"Aku merindukan mu, aku takut kau tidak kembali" kata Alena lagi masih dengan tangis nya, dia memeluk dengan begitu erat leher Kenzo yang juga menikmati aroma tubuh Alena yang selalu membuat nya terbuai dan merindu


"Aku juga merindukan mu. Dan aku tidak akan meninggalkan mu Alena. Aku sudah berjanji padamu bukan" jawab Kenzo


"Tapi kau pergi terlalu lama" kata Alena yang mendongak dan menatap wajah Kenzo.


Alena turun dari tubuh Kenzo dan menatap lelaki tampan itu dengan lekat.


Kenzo menangkup wajah Alena sembari mengusap air mata nya


"Maaf, kali ini aku berjanji tidak akan pergi terlalu lama lagi" kata Kenzo dengan senyum nya yang mempesona dan sangat dirindukan Alena.


Alena kembali memeluk Kenzo dengan erat, menikmati aroma maskulin yang sangat dirindukan nya.


"Aku takut saat kau menghilang ditengah laut itu, aku takut kau tidak kembali" ungkap Alena


"Aku tidak akan mati dengan mudah Alena" sahut Kenzo. Tangan nya mengusap lembut punggung Alena, dia mencium pucuk kepala Alena dengan mata yang terpejam.


Kejadian dua minggu yang lalu benar benar hampir membuat nya tidak kembali dan bertemu Alena lagi. Tapi untung nya takdir masih membiarkan nya hidup dan bertemu kembali dengan Alena.


Mereka saling memeluk dan berdiri lama didepan pintu, saling melepaskan kesakitan dan kerinduan yang tertahan selama lebih dari dua minggu ini. Dua minggu yang tidak mudah, dua minggu yang benar benar seperti berada didalam kegepalan, hidup tanpa jiwa, bukan lah hal yang mudah. Namun kini belahan jiwa nya telah kembali, dan cinta mereka akan dirajut kembali dengan cerita yang baru dan lebih bewarna. Namun juga dengan rintangan yang masih mendera didepan sana.


Kenzo melepaskan pelukan Alena, dia menangkup wajah basah Alena dengan lembut. Mengusap air mata diwajah itu, namun lama kelamaan jari tangan nya jatuh pada bibir Alena yang basah dan membuai.


"Jangan pergi lagi" pinta Alena menatap Kenzo dengan mata sayu nya


"Tidak akan" jawab Kenzo dengan senyum nya, tangan nya masih berada diwajah Alena.


Mata sayu dan bibir ranum itu benar benar menggoda. Dia rindu dan ingin merasakan nya kembali.


Kenzo tertunduk dengan tangan yang kembali memeluk Alena namun tidak erat, dia hanya mendekatkan bibir nya dileher Alena yang langsung merasa meremang


"Pejamkan matamu" bisik Kenzo ditelinga Alena


"Untuk apa?" tanya Alena bingung, kepolosan nya kembali lagi, dan inilah yang dirindukan Kenzo selama ini


"Pejamkan saja. Aku ada hadiah untukmu" kata Kenzo lagi. Kini dia berdiri tegak dengan tangan yang belum melepaskan wajah Alena.


Meski ragu, namun Alena langsung memejamkan mata, membuat Kenzo langsung tersenyum lucu melihat nya.


"Jangan membuka matamu sebelum aku suruh" ucap Kenzo dan Alena langsung mengangguk patuh


Kenzo segera mendekatkan wajah nya pada Alena, tangan nya meraih tengkuk Alena dan sedikit menekan nya.


Alena merasa aneh, namun sebelum gadis itu membuka mata, Kenzo langsung menyergap bibir nya dan memberikan sentuhan hangat disana.


Alena langsung membuka mata nya lebar lebar, sentuhan Kenzo membuat jantung nya menjadi berdetak begitu kencang, bahkan nyaris berdenyut ngilu.


Alena langsung meraih tangan Kenzo yang kelihatan nya semakin terbuai dengan rasa manis bibir itu. Bahkan dia tidak sadar jika wajah Alena sudah memucat sekarang.


Alena meremas kuat lengan Kenzo yang begitu terbuai dengan bibir Alena. Dia sungguh merindukan gadis ini, sehingga rasa nya dia tidak bisa melepaskan nya sekarang.


Kenzo mencium bahkan ******* nya dengan lembut membuat Alena memejamkan mata nya dengan kuat. Bayangan bayangan kelam itu lagi lagi menghantui fikiran nya. Meski ada perasaan lain yang membuat tubuh nya seperti dialiri oleh sengatan membuai.


"Eugh" lenguh Alena membuat Kenzo langsung tersadar dan melepaskan ciuman nya.


Alena langsung jatuh terduduk dengan tubuh yang lemas dan wajah yang benar benar pucat.


Tentu saja itu membuat Kenzo menjadi merasa bersalah, lagi lagi dia terbuai dan melupakan trauma Alena. Niat nya hanya sekedar menyentuh, namun yang terjadi malah dia yang terbuai.


Kenzo langsung berlutut dihadapan Alena yang tertunduk lemas. Alena tampak memegangi dada nya yang bergemuruh.


"Alena maafkan aku" ucap Kenzo sembari menarik tangan Alena yang mendingin dan memeluk nya dengan erat


"Maaf" Ucap Kenzo lagi, namun Alena segera menggeleng pelan dalam pelukan Kenzo


"Aku, aku sudah berusaha menahan nya. Mungkin masih butuh terapi lagi" jawab Alena dengan suara yang lemas


Kenzo langsung tertawa kecil dan menatap wajah Alena yang memucat.


"Kau yakin?" tanya Kenzo menangkup wajah Alena yang mengangguk


"Baiklah, aku akan menjadi terapis mu setelah ini. Kau pasti bisa sembuh. Aku harap kau tidak pingsan lagi setelah aku sentuh" ucap Kenzo


"Kau begitu bersemangat" sahut Alena dengan bibir yang mengerucut kesal


"Tentu saja" jawab Kenzo yang kembali menarik Alena kedalam pelukan nya.


Dua minggu menahan perasaan, bukan hal yang mudah. Alena hanya berharap, dia dan Kenzo, bisa bersama tanpa perpisahan lagi. Tapi apakah semudah itu?