ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Syarat Dari Tuan Wesley (Edward dan Clara)



Malam itu langit di kota Buenos Aries tampak temaram tanpa bintang dan bulan. Musim dingin yang datang cukup mampu membuat suasana begitu sejuk dan membuat semua orang malas untuk keluar.


Kenzo baru saja masuk kedalam kamar dimana Alena sudah tertidur dengan nyaman. Pemeriksaan hari ini cukup membuat tubuh Alena melemah dan kelelahan.


Hingga dia cepat sekali tertidur setelah makan malam bersama Cristian dan Angel.


Malam ini mereka kembali kemansion black rose, karena Alena lebih memilih tidur dimansion besar itu. Dan untung saja jarak dari mansion ke lab Professor Brian tidak terlalu jauh sehingga mereka bisa pulang pergi.


Kenzo duduk disamping Alena, memperhatikan wajah tenang itu dengan lekat. Jika melihat Alena yang seperti ini, Kenzo benar benar merasa bersalah. Karena dia, Alena menanggung kesakitan seperti ini. Andai saja dia lebih bisa menjaga Alena, mungkin semua tidak akan seperti ini. Mungkin saja mereka sudah bisa mempersiapkan pesta pernikahan mereka sekarang.


Kenzo menghela nafasnya sejenak. Memandangi kamar yang bernuansa gold dan silver ini. Ada beberapa tangkai bunga mawar yang tersusun rapi dalam satu vas disudut ruangan.


Dan ketika melihat itu, entah kenapa sudut bibir Kenzo langsung membentuk sebuah senyuman tipis.


Dia ingat, dulu dia selalu datang ke Argentina hanya untuk mencari Angel. Bahkan dia rela meninggalkan semua tanggung jawab nya di Newyork hanya demi memperjuangkan cintanya. Kenzo berfikir, jika hanya Angel yang akan mengisi hatinya. Bahkan dia begitu hancur dan patah hati saat Angel lebih memilih Cristian dari pada dia. Kenzo mengira, jika dia tidak akan pernah bisa mencintai lagi.


Tapi sekarang...


Lihatlah, ternyata gadis muda ini yang mengisi hatinya. Gadis lugu yang cantik dan begitu cengeng yang ternyata mampu merebut segala perhatian nya dari Angel.


Gadis yang mampu membuat luka dihati Kenzo kembali sembuh.


Dan tanpa sadar, gadis ini telah merebut segala hal tentang cinta didalam hatinya.


Alena...


Bagaimana mungkin Kenzo bisa membiarkan obat hatinya menderita?


Bagaimana mungkin dia sanggup untuk kehilangan lagi?


Tidak, Kenzo tidak akan sanggup.


Dia pernah kehilangan seseorang yang paling dia cintai, dan itu begitu sakit.


Dan sekarang, dia tidak ingin kehilangan lagi. Sudah cukup rasa sakit dan pedih nya kehilangan yang pernah dia rasa. Sekarang, Kenzo akan memperjuangkan cinta dan harapan nya untuk bisa hidup bersama Alena. Gadis baik hati yang dia temui didesa terpencil.


Kenzo mengusap wajah Alena dengan lembut. Merebahkan tubuhnya disamping gadis itu. Memandang dengan lekat dan penuh cinta pada wajah cantik yang masih kelihatan begitu pucat.


Untung saja kapten Stone tidak keberatan jika dia yang sekamar dengan Alena. Jika tidak, mungkin Kenzo tidak akan bisa tidur setiap malam nya.


Kenzo tersenyum dan mencium dahi Alena begitu lama dan penuh perasaan.


"Selamat tidur my sunshine. Lekaslah sembuh, aku mencintaimu" bisik Kenzo begitu lembut.


Dia langsung merebahkan kepala nya disamping Alena seraya tangan nya yang menarik Alena kedalam pelukan nya. Tertidur dengan damai dengan harapan yang dia panjatkan terlebih dahulu, semoga semua nya berjalan dengan baik dan sesuai harapan.


...


Sementara di Newyork waktu setempat..


Edward duduk menunduk dihadapan tuan Wesley dan juga nyonya Monica.


Wajah datar nya tidak menunjukkan reaksi apapun, namun siapa yang menduga jika saat ini hati nya benar benar bergemuruh dengan hebat.


"Kau benar benar serius dengan putriku Ed?" tanya tuan Wesley dengan suara berat yang penuh dengan wibawa


"Benar tuan" jawab Edward tanpa ragu


Clara yang duduk disamping nya sedari tadi hanya diam dengan wajah tegang nya. Dia tidak menyangka, jika Edward akan secepat ini mendatangi kedua orang tuanya. Clara berfikir jika Edward akan menunda sampai kakaknya menikah dengan Alena. Namun yang terjadi, Edward malah cepat bertindak, sungguh mengejutkan.


"Kau tahu dia siapa bukan. Apa kau lupa dengan status mu?" tanya tuan Wesley


Clara langsung mendongak dan memandang Daddy nya tidak percaya. Lagi lagi status???


"Dad" seru Clara tidak terima


"Diam" ucap tuan Wesley membuat Clara langsung terdiam dan menoleh pada ibunya yang juga langsung menggeleng


Clara mengerucutkan bibirnya dan kembali menunduk


"Saya tahu tuan, maafkan saya karena sudah tidak tahu diri. Tapi sungguh, saya benar benar sudah jatuh hati pada nona Clara dan berniat untuk menikahi nya" ungkap Edward begitu yakin. Bahkan dia berbicara seperti itu tanpa beban sedikitpun. Sebegitu seriuskah dia???


"Apa yang kau punya untuk putriku?" tanya tuan Wesley lagi. Dia semakin menatap Edward dengan tajam.


Edward mendongak dan memandang tuan Wesley dengan lekat.


"Saya memang tidak mempunyai apapun. Tapi saya berjanji untuk bertanggung jawab atas seluruh kehidupan nona Clara" jawab Edward begitu lugas


Bahkan Clara sampai terperangah tidak percaya mendengar itu


Tuan Wesley langsung tersenyum sinis dan menggeleng


"Tidak semudah itu Ed. Kau memang kepercayaan Kenzo. Tapi bukan berarti kau dengan mudah meminta putriku menjadi istrimu" ucap tuan Wesley


"Apapun akan saya lakukan untuk bisa pantas bersanding dengan nona Clara tuan" ungkap Edward


Mata Clara mulai berair sekarang, dia memandang Daddy nya dengan iba dan memelas. Haruskah kejadian Kenzo dan Rose terulang lagi?


"Saya yakin" jawab Edward


"Jika kau bisa membuat perusahaan ku maju dalam waktu satu bulan, maka kau akan aku terima menjadi menantu dikeluarga Barrent" ucap tuan Wesley


Edward dan Clara langsung terkesiap mendengar itu.


"Dad, bagaimana mungkin bisa?" tanya Clara begitu keberatan. Pasalnya Edward sama sekali tidak punya pengalaman dalam hal mengurus perusahaan retail dan laba seperti itu. Jelas itu sangat berbeda dengan pengurusan agensi. Apa Daddy nya bercanda???


"Terserah padamu. Kau bisa mengikuti langkah Kenzo kemanapun. Apa sekarang kau tidak bisa merubah haluan demi untuk mendapatkan putriku?" sindir tuan Wesley


Edward tampak terdiam sejenak, namun beberapa detik kemudian dia kembali memandang tuan Wesley dengan yakin.


"Baik, saya siap tuan" jawab Edward


"Tapi Ed..." seru Clara merasa keberatan. Jika ada untung pasti ada rugi


"Tapi kau harus ingat ini. Jika kau tidak bisa memajukan sedikit saja nilai saham dalam sebulan, atau bahkan malah mengurangi pendapatan biasa, maka kau tidak akan memiliki kesempatan untuk mendekati putri ku lagi. Clara akan aku jodohkan pada rekan bisnis ku. Aku sudah memiliki calon yang sesuai dengan kriteria ku" ungkap Tuan Wesley begitu tajam


"Baik tuan, saya pasti akan mengusahakan nya" jawab Edward


"Ed..." panggil Clara terlihat ragu. Namun Edward langsung mengangguk dan tersenyum tipis


"Dad... apa ini tidak keterlaluan. Bagaimana mungkin menaikkan nilai saham dan pendapatan dalam sebulan. Orang yang sudah berpengalaman saja pasti susah, apalagi Edward. Daddy tahu sendiri bukan" protes Clara


Tuan Wesley hanya mengendikan bahu nya dengan acuh seraya dia yang beranjak dari tempat duduk nya.


"Jika kalian mau bersatu maka penuhi persyaratan dari ku. Jika tidak maka setelah Kenzo menikah, kau yang akan aku nikahkan dengan David" ujar tuan Wesley yang langsung beranjak dan pergi meninggalkan Clara yang terperangah tidak percaya.


Kini dia memandang kearah ibunya yang hanya menggeleng pelan


"Kau tahu Daddy mu bukan. Sejak dulu, dia jarang berbicara. Tapi apa yang dia katakan, maka itulah yang terjadi." kata nyonya Monica


" Dia sudah memberimu kesempatan, dan jika kau memang serius, maka kau harus berusaha Ed" kini nyonya Monica beralih pada Edward yang langsung mengangguk dengan cepat


"Tentu nyonya. Terimakasih" jawab Edward


"Baiklah, mommy tinggal dulu keatas". nyonya Monica langsung pergi menyusul tuan Wesley dan meninggalkan Clara dan Edward diruang tamu rumah utama


"Ed... ini hal yang mustahil" ucap Clara memandang Edward dengan wajah sedihnya.


"Apa nona tidak percaya pada saya?" tanya Edward begitu serius


"Bukan aku tidak percaya, tapi persyaratan dari Daddy benar benar melenceng. Kau bahkan tidak berpengalaman dalam mengurus hal itu" jawab Clara


Edward tersenyum dan mengusap wajah frustasi Clara sejenak


"Saya akan berusaha. Saya akan membuktikan jika saya benar benar serius dengan nona. Saya tidak ingin melihat nona menikah dengan orang lain" kata Edward begitu serius


"Kau.... kau mencintai ku?" tanya Clara


"Apa semua ini belum cukup untuk menjelaskan nya?" tanya Edward


Mata Clara langsung berkaca kaca melihat Edward


"Aku ingin dengar langsung" pinta Clara begitu manja


"Ya, saya mencintai anda nona" ucap Edward


"Aaahh jangan pakai embel embel nona" protes Clara


Edward mendengus senyum, dia mendekatkan dirinya pada Clara dan berbisik


"Aku mencintaimu Clara"


Wajah Clara langsung merona merah mendengar itu, bahkan dia langsung memalingkan wajah nya dari Edward. Membuat pria batu itu langsung tersenyum lucu melihat wajah yang begitu menggemaskan, jika bukan sedang berada dirumah utama, mungkin dia sudah mencium bibir manis ini sekarang.


"Aaah tapi Ed" Clara tiba tiba mengingat sesuatu


"Ada apa?" tanya Edward bingung


"Bukan kah kau juga harus mengurus agensi selama kak Ken tidak ada?" tanya Clara yang kembali sedih


Edward tersenyum kembali dan meraih tangan Clara, menggenggam nya dengan lembut dan mencium nya dengan penuh perasaan.


"Tenang lah, semua pasti bisa berjalan dengan baik. Di agensi ada Rebecca, saya hanya datang sesekali saja, dan nona juga mau membantu bukan" pinta Edward


Clara langsung tersenyum dan mengangguk


"Tentu, aku akan membantu mengurus agensi dengan baik. Jika kau membuktikan keseriusan mu, maka aku juga akan begitu" jawab Clara akhirnya.


Dan sungguh, Edward benar benar bahagia mendengar nya.


Meski dia harus memutar otak dan bekerja keras setelah ini, tidak apa apa. Dia berharap, semoga hasilnya bisa memuaskan. Dia tahu, kenapa tuan Wesley memintanya melakukan ini, karena selain Clara, maka ketika dia pensiun nanti, perusahaan yang dia miliki pasti tidak akan ada yang mengurus. Kenzo mempunyai bisnis sendiri, dan tentu nya tuan Amerika itu tidak bisa diharapkan. Dan harapan satu satunya adalah, suami Clara.