
Beberapa hari berlalu. Saat ini Alena sedang duduk dimeja nya seorang diri. Lian sedang keluar membeli makanan ringan untuk cemilan. Sedangkan tiga karyawan nya yang lain masih melayani pelanggan yang datang siang itu.
Hari libur ini tidak terlalu banyak yang datang kebutik, sehingga dia tidak terlalu sibuk harus turun tangan membantu karyawan nya. Alena hanya memeriksa laporan laporan pemasukan dan pengeluaran butik, sembari mendengarkan musik romantis yang membuat nya sesekali bernyanyi kecil.
Dia seperti tidak ada beban saja saat ini. Menikmati hari hari yang terus berlalu sembari menunggu Kenzo kembali ke kehidupan nyata nya. Dan menunggu hari itu cukup mengusik hati sebenarnya, tapi Alena tidak ingin membuat suasana hatinya buruk. Dia hanya mencoba untuk membuat hari harinya menyenangkan. Lagi pula sudah beberapa hari ini tidak ada yang menganggu nya seperti kata Kenzo jika Thomas masih menginginkan nyawa Alena. Tapi saat ini Alena masih aman aman saja. Apalagi dia tahu jika Kenzo juga menempatkan Jack untuk menjaga nya dari jauh. Dan itu sedikit bisa membuat hati Alena tenang.
Clara juga sudah kembali dari rumah sakit, keadaan nya sudah membaik dan pulih lagi. Mungkin besok sahabatnya itu sudah kembali bekerja dan masuk keperusahaan Kenzo. Mengambil alih perusahaan untuk sementara waktu. Dan sepertinya Clara akan lebih semangat lagi kali ini karena dia sudah mengetahui jika Kenzo masih hidup. Ya meskipun Alena selalu merasa sedih jika mengenangkan nasib percintaan Clara dengan Reymond, kakaknya.
Ting
Pintu butik terbuka menandakan seseorang yang datang kebutik itu. Alena langsung menoleh kearah pintu, namun dia sedikit terkesiap melihat siapa yang datang.
"Rebecca?" gumam nya
Rebecca mengabaikan karyawan Alena yang datang dan menyapa nya dengan ramah. Dia malah terus berjalan menuju meja Alena dengan senyum angkuh nya seperti biasa.
Alena langsung berdiri dan menyambutnya. Dia selalu saja terpesona dengan penampilan Rebecca yang seperti model kelas atas, tubuh nya yang bagus bak gitar spanyol ditambah dengan penampilan nya yang sangat seksi dan benar benar elegan. Ya meskipun dia juga tidak menyukai wanita ini yang terlalu percaya diri tentang Enzo nya. Lihat saja nanti, tidak akan lama Alena pasti kesal dibuatnya.
"Nona Rebecca selamat datang dibutik kami" sapa Alena mencoba tersenyum dengan ramah, dia bahkan menundukkan tubuhnya dihadapan Rebecca, namun wanita itu malah mengabaikan nya dan langsung berlalu menuju sofa
"Hmm, cuaca diluar cukup panas. Untung saja butik mu ini bisa membuatku sedikit dingin." gerutu Rebecca yang langsung duduk disofa tanpa menghiraukan Alena yang sedikit terperangah melihatnya. Wanita ini memang selalu bisa membuat nya naik darah
Alena menghela nafas nya dengan pelan dan ikut menyusul Rebecca duduk disofa, tepat dihadapan nya.
"Apa ada yang ingin anda pesan lagi nona?" tanya Alena dan Rebecca langsung mengangguk. Dia menatap Alena dengan lekat, tidak ada yang terlewatkan dan dia terlihat menghela nafasnya setelah itu
"Aku ingin memesan sebuah gaun pesta. Hasil rancangan mu cukup bagus dan aku suka. Aku harap kau bisa membuatkan nya untuk ku lagi" ucap Rebecca
"Tentu nona, anda cukup bilang bagaimana gaun yang anda inginkan" jawab Alena
"Ya, hanya gaun simple, kau pasti tahu selera ku" jawab Rebecca. Alena mengernyit, simpel dari mana, jika dia memiliki selera yang begitu tinggi. Lagi pula Alena sedikit heran melihat Rebecca. Hari ini wajah wanita ini sedikit berbeda, dia tampak lesu dan tidak bersemangat. Padahal semalam mereka masih bertemu di Agency, wanita ini masih seperti biasa. Tapi hari ini, dia agak lain. Mungkin sedang ada masalah batin Alena.
"Baiklah nona, tunggu sebentar" kata Alena yang langsung beranjak dari duduk nya, dia ingin mengambil kertas coretan nya untuk merancang desain gaun seperti apa yang diinginkan wanita ini. Karena Alena tahu Rebecca tidak akan mau gaun yang sudah dia rancang duluan.
"Oh nona Alena" panggil Rebecca tiba tiba. Alena langsung berbalik arah dan memandangnya dengan heran
"Bisakah aku meminta air minum?" pinta Rebecca dan Alena langsung mengangguk dan tersenyum. Dia langsung berjalan dan melewati meja nya menuju lemari pendingin tempat minuman tersedia disana
Dia mengambil sebotol jus jeruk yang memang sudah disiapkan Lian disana, dan juga dua gelas kecil untuk nya dan Rebecca.
Hari itu Alena melayani permintaan Rebecca sampai hari sore, wanita itu benar benar betah berada dibutik Alena. Tapi ya mau bagaimana lagi. Alena tidak mungkin mengusir nya dan dengan terpaksa dia menjadi pendengar yang baik dengan semua cerita Rebecca yang selalu saja menyombongkan dirinya.
...
Sementara ditempat lain...
Kenzo dan Edward masih berada dimarkas mereka, dimarkas tempat dimana wilayah perbatasan klan Aldrego berada. Malam ini Kenzo dan orang orang nya akan mencoba menyerang balik markas milik Thomas yang ada dibukit Shine, markas senjata milik Thomas yang pernah mereka usik, namun seperti nya markas itu sudah dibangun kembali oleh klan black eagle.
Kenzo dan Edward sudah siap dengan topeng dan senjata mereka masing masing. Malam ini pertahanan mereka harus hancur satu persatu, sebelum mereka menyerang wilayah perbatasan ini Kenzo sudah harus melumpuhkan sedikit pertahanan mereka. Karena jika sampai black eagle dan Wearloft bersatu, maka bisa dipastikan kekuatan mereka cukup sulit untuk dilumpuhkan.
"Sudah siap semua?" tanya Edward pada anggota nya
"Siap tuan" teriak mereka semua
"Malam ini kita serang dan ratakan dengan tanah markas mereka. Jangan biarkan ada satu orang pun yang lolos dari sana. Bunuh setiap musuh yang terlihat" kata Edward terdengar begitu garang. Wajah sangar dibalik topeng itu jika sedang mode serius akan terlihat lebih menyeramkan dari pada Kenzo dan itu yang membuat tangan kanan king Aldrego itu juga ditakuti oleh orang orangnya.
"Baik tuan" seru semua anggota klan Aldrego yang malam itu berjumlah puluhan orang yang akan turun menghabisi markas senjata milik Thomas.
Kenzo hanya diam dan memutar tubuh nya, berjalan menuju mobil yang akan membawa nya ketempat yang akan mereka tuju. Dan setelah sekian lama, malam ini dia akan memulai misi nya satu persatu.
Tidak menunggu lama, Kenzo dan rombongan nya pergi menuju markas Thomas. Dan disaat mereka tiba disana, hari sudah malam. Markas itu tampak sepi, tapi jangan diremehkan, karena didalam nya orang orang terkuat milik Black eagle berkumpul disana.
Kenzo turun dari mobilnya, berdiri dengan begitu gagah didepan mobil dengan dua tangan yang memegang pistol berukuran kecil namun memiliki daya tembak yang cukup tinggi.
Edward menyusul kemudian sembari mengedarkan pandangan matanya mengamati keadaan sekeliling mereka, dimana seluruh anggota mereka sudah menyebar kesegala arah untuk mengepung markas yang lumayan besar itu.
"Semua sudah siap king" ucap Edward. Kenzo hanya mengangguk dan tersenyum tipis. Tangannya menggenggam erat pistol yang siap meledakkan musuh nya malam ini
Satu tangannya terangkat naik, dan
Dor
Satu tembakan dia letuskan, pertanda penyerangan dimulai. Seluruh anggota nya langsung keluar dan berhambur menyerang markas senjata itu. Membuat seluruh anak buah Thomas begitu terkejut.
"Kita diserang!!!!!!!!" teriak mereka semua
Kenzo berjalan masuk kedalam gedung dan menembaki siapa saja yang dia lihat. Tatapan mata tajam itu membuat nya tampak seperti monster berdarah dingin yang siap mencabut nyawa musuh musuh nya. Edward berjalan dibelakang nya dan tidak kalah menyeramkan, bahkan pria batu itu tampak lebih beringas dari pada Kenzo.
"Kau seperti haus darah Ed" ejek Kenzo sembari tangan nya terus menembaki orang orang yang mencoba menghalau
"Ya, rasanya saya memang ingin memakan darah mereka semua king" jawab Edward
"Jangan lupa cari dimana peledak itu" kata Kenzo dan Edwrad langsung mengangguk. Mereka berpisah didepan ruangan, selain untuk menghancurkan markas ini, Kenzo juga ingin mengambil beberapa peledak berdaya ledak tinggi yang dimiliki oleh Thomas. Entah dari mana dia mendapatkan peledak itu, yang jelas jika mereka sampai menggunakan bom itu maka kekuatan mereka akan semakin bertambah besar.
Mata elang Kenzo terus mengedar mencari dimana letak persembunyian benda yang dia cari. Langkah kaki nya terus berjalan dengan pasti tanpa takut oleh serangan orang orang Thomas yang mencoba menyerang nya. Namun anak buah nya masih dengan sigap melindungi dan tidak membiarkan Kenzo terkena satupun lesatan peluru yang mencoba menembus tubuhnya. Ruang demi ruangan dia jelajahi satu persatu dimana sudah banyak mayat yang bergelimpangan disana. Orang orang nya benar benar bergerak cepat, seperti nya Thomas belum datang sehingga kekuatan mereka masih lemah, namun meskipun begitu orang orang Kenzo juga sudah banyak yang gugur.
Dor
Brak
Kenzo langsung beringsuk menabrak sebuah lemari saat dia berusaha menghindari sebuah peluru yang hampir saja menembus kepala nya. Matanya menatap tajam orang yang sudah berani mengusik nya, namun belum sempat Kenzo mengeluarkan peluru, orang itu sudah jatuh terkapar dengan dahi yang bolong. Dan dapat dia lihat kearah lain ternyata Xafier lah yang menembak orang itu
"Benda itu ada dilemari belakang anda king" ucap Xafier
Kenzo beralih memandang lemari yang sempat dia tabrak. Tangan nya ingin membuka pintu lemari itu namun dia urungkan dan kembali menoleh pada Xafier yang berdiri dibelakang nya
"Kau begitu tahu dimana letaknya" gumam Kenzo menatap sinis Xafier yang tersenyum datar
"Saya hanya menjalankan peran saya dengan baik" jawab Xafier
"Thomas sudah hampir tiba king, sebaiknya kita cepat sebelum mereka mengacaukan semua nya" kata Xafier
"Tidak masalah. Kita bisa meledak bersama" jawab Kenzo acuh seraya tangan nya yang membuka lemari itu.
Xafier hanya menghela nafas nya perlahan, king Aldrego ini memang aneh, batin nya.
Mata Kenzo sedikit memicing melihat bahan peledak itu hanya tinggal separuh nya saja, dia kembali memandang Xafier yang juga terlihat bingung
"Kau bilang semua bahan peledak itu ada dimarkas ini?" tanya Kenzo sembari memerintahkan beberapa anggota nya untuk mengambil bahan bahan itu
"Ya king, tapi saya hanya tahu letak pasti nya disini, yang lain saya tidak tahu" jawab Xafier yang juga ikut mengambil barang barang itu dan membawa nya keluar bersama Kenzo
Edward datang dengan wajah datar seperti biasa
"Tidak ada dimanapun king" ucap Edward cepat
"Hanya ada separuh didalam. Seperti nya barang itu ada pada Jesica" kata Kenzo
"Bukankah ini gawat" tanya Xafier sedikit cemas