
Kenzo memandang tajam seorang wanita bertopeng yang berdiri tegak dengan pistol ditangan nya. Seorang wanita yang menjadi hambatan terakhir untuk kebahagiaan nya. Dan sekarang dengan beraninya wanita itu datang dan menyerang mansion kebanggan nya. Apa Jesica benar benar mencari mati? Apa dia fikir semudah itu menghancurkan seorang Kenzo Barrent ataupun king Aldrego? Tidak semudah itu
Tapi tampak nya Jesicca memang mengerahkan seluruh anggota nya, bahkan Kenzo lihat ratusan orang sudah menyebar rata diseluruh mansion. Untung saja dia sudah memerintahkan Jack dan Xavier untuk mengerahkan orang orang nya menjaga mansion. Sehingga dia tidak kalah jumlah dan juga kekuatan. Apalagi ditambah dengan Angel dan juga black rose yang dibawa oleh Jorge. Pertahanan kali ini cukup seimbang dan seharusnya Jesicca tahu jika dia tidak akan bisa menang dengan mudah.
"Kau berani datang bertamu kerumah ku, apa kau sudah memikirkan baik baik tentang ini?" tanya Kenzo dengan suara berat nya.
Jesica mendengus senyum sinis. Dia melangkah maju kearah Kenzo. Beberapa anggota masing masing tampak bersiaga dibelakang pemimpin mereka
Jesica memandangi wajah tampan itu dengan lekat. Wajah tampan pemilik mansion terbesar di Amerika dan tentu nya seorang pemimpin klan Aldrego. Wow sekali, kejutan yang membuat nya tidak percaya.
"Jika menunggu mu datang aku tidak yakin kau akan datang secepat itu. Yah, selagi aku masih berbaik hati maka aku yang datang terlebih dahulu" jawab Jesicca dengan senyum nya yang tajam.
Wajah dibalik topeng itu terlihat begitu bengis, namun tidak berlaku sama sekali bagi seorang Kenzo Barrent
"Apa kau berharap kau bisa menang?" tanya Kenzo lagi. Dia masih terlihat begitu tenang seraya mengamati keadaan sekeliling nya
"Tentu saja, walaupun kau meminta bantuan black rose tapi apa kau kira aku tidak bisa mengalahkan kalian ha" ucap nya terdengar begitu angkuh
Kenzo hanya mendengus sinis
dor
satu tembakan dilepaskan oleh Jesica. Namun Kenzo bisa beralih dengan cepat. Dan pertarungan kembali dimulai setelah tadi mereka saling terhenti sejenak. Suara tembakan dan pukulan terdengar begitu bergemuruh.
Jesica mencoba menyerang Kenzo, namun masih cukup bisa dikuasai oleh seorang Kenzo Barrent. Dia tidak mungkin kalah dengan wanita ini kan, hanya ada satu wanita tangguh yang bisa mengalahkan nya, ya siapa lagi selain Queen Rose yang sekarang sedang menghabisi orang orang Jesica dimansion sebelah kanan.
Dan sial nya, tangan kanan Jesica tidak berada disana melainkan bergabung bersama Jesica untuk melawan Kenzo.
Kenzo sedikit sulit karena harus melawan dua orang sekaligus. Pria bertato dengan tubuh besar nya ini benar benar lincah beradu kekuatan dengan Kenzo. Apalagi Kenzo yang memang sedang terluka dibagian bahu, bahkan masih sangat basah luka tembak itu, sekarang harus bertarung lagi. Tentu saja dia tidak cukup kekuatan untuk melawan mereka.
Dimansion sebelah kiri, kapten Stone bersama dengan Joice dan Reymond juga terlihat menghadang musuh yang ingin masuk. Kapten Stone dan Joice tampak masih tenang menembaki orang orang itu dan menghindar dengan lincah. Namun Reymond, dia tentu sedikit kepayahan karena bukan ini keahlian nya.
Dor
brak
Joice langsung mendorong tubuh Reymond dengan tubuh nya saat sebuah peluru hampir saja melesat kearah pria itu. Membuat mereka berdua langsung terjerembab masuk kedalam semak yang ada disekitaran mansion
"Tuan anda tidak apa apa?" tanya Joice khawatir melihat wajah pucat Reymond
"Ya, kepala ku sakit terhantuk batang kayu" jawab Reymond seraya meringis kesakitan. Joice langsung terkesiap dan segera beranjak dari atas tubuhnya.
Reymond juga langsung beranjak dan memandangi Joice yang terlihat kembali menembaki musuh yang ingin mendekat kearah mereka. Jika Joice tidak menolongnya maka dia yang akan tertembak tadi.
"Jangan jauh dari saya tuan" kata Joice yang masih begitu serius menembaki orang orang itu. Sangat banyak hingga membuat dia dan kapten Stone cukup kerepotan. Meskipun orang orang Kenzo juga ada disana untuk membantu nya. Xavier yang bertugas memimpin orang orang nya untuk membantu Kapten Stone disana.
Dor
Joice langsung meringis saat lengan nya yang tertembak, tidak sampai bersarang karena dia dengan cepat menghindar. Namun itu cukup menyakitkan karena darah mulai mengucur deras
"Joice" seru Reymond namun Joice langsung menggeleng dan terus menembaki orang orang itu. Mereka harus terus bertahan sampai bantuan datang.
Sementara dimansion sebelah kanan dimana Angel berada, dia dengan begitu mudah nya menebas orang orang itu dengan pedang yang diberikan oleh Jorge. Mereka berdua terlihat begitu bringas menghabisi musuh Kenzo kali ini.
Entah sudah berapa banyak yang mereka habisi dengan mudah. Bahkan orang orang Kenzo begitu ngerih melihat aksi mantan ratu mafia ini
"Sial, disini hanya orang orang yang tidak sayang nyawa." gerutu Angel
"Seperti nya kita harus kedepan Queen, mereka pasti menyerang king Aldrego disana" ajak Jorge
Angel langsung mengangguk dan segera berlari bersama dengan Jorge kearah mansion bagian depan. Mansion itu begitu luas, sehingga mereka harus berlari dengan cepat seraya menghajar orang orang yang mencoba menghalangi.
Jesica tidak bisa dianggap enteng, wanita licik itu memang harus dihabisi malam ini. Angel tidak akan membiarkan Jesica merusak kebahagiaan yang baru saja didapatkan oleh Kenzo.
Dimansion bagian depan Kenzo masih berusaha sekuat tenaga untuk menghadapi Jesica dan Gery, tangan kanan nya. Ternyata mereka memang menyerang mansion dari bagian depan. Kekuatan mereka begitu penuh disini. Bahkan sudah ada beberapa yang berhasil menerobos masuk.
Brak
Kenzo langsung terpental saat Gery berhasil menendang tubuh nya dengan kuat disaat dia lemah dan sedang menghindari tembakan Jesica
Jesica tersenyum sinis dan kembali ingin menembak nya, namun tiba tiba...
dor
"Kau lawanku Jesica" ucap Angel yang datang dengan pedang nya yang sudah berlumuran darah
Mata Jesica terbelalak sempurna melihat kehadiran wanita cantik dengan dress putih yang sudah terkena noda darah. Wanita cantik dengan tatapan mata yang menyalang tajam. Dan dia tahu tatapan itu milik siapa.
"Queen Rose" gumam nya
Angel tersenyum sinis mendengar nya. Dia berjalan mendekat kearah Jesica yang masih memandang nya dengan lekat.
"Kau masih mengingatku ternyata" kata Angel
Jesica memandang benci pada Angel. Selama ini dia tidak pernah melihat bagaimana rupa Queen Rose sebenar nya. Dan baru kali ini dia melihat nya, dan sial nya ternyata wanita keji yang berhasil mengalahkan nya beberapa tahun lalu itu memiliki paras yang sangat cantik.
Kenzo langsung berdiri dengan sedikit terbatuk darah. Sedangkan Jorge langsung menyerang Gery yang mencoba membantu pemimpin nya.
"Aku tidak ada urusan denganmu" serang Jesica
"Memang tidak ada, tapi aku tidak suka kau menganggu orang ku" jawab Angel
Aura ratu mafia nya keluar lagi. Dan tentu saja itu membuat Kenzo langsung tersenyum dan menggeleng pelan. Dia jadi terkenang dengan masa lalu mereka dulu. Sialan memang.
Dan jika Cristian melihat ini, Kenzo yakin jika dia tidak akan berani tidur dengan Angel malam ini. Dress putih yang tadinya membuat penampilan nya begitu anggun dan lembut, kini telah ternodai dengan darah. Apalagi ditambah dengan pedang samurai yang dibawa nya juga telah berlumuran darah, membuat penampilan nya begitu mengerihkan. Kenzo yang melihat saja begitu merinding, apalagi Cristian. Seperti nya Angel memang tidak akan pernah bisa menjadi wanita seutuhnya. Jiwa mafia dan pembunuh berdarah dingin masih begitu melekat ditubuhnya.
"Kurang ajar" geram Jesica yang langsung meraih pedang yang dia selipkan dibalik punggung nya
Angel tersenyum sinis melihat nya. Ini yang dia tunggu. Sudah lama sekali dia tidak bermain. Dan kali ini dia harus mengasah kemampuan nya.
"Hei, berhati hatilah. Aku bisa dibunuh Cristian jika kau terluka" kata Kenzo saat melihat Angel begitu bersemangat
"Tenang saja, aku sudah lama menantikan saat saat seperti ini" jawab Angel yang langsung berlari dan menerjang Jesica dengan pedang nya
"Dasar ratu mafia" Kenzo menggelengkan kepala nya dan kembali menembaki orang orang yang berusaha menyerang Angel.
Pertarungan sengit terjadi antara Jesica dan Angel. Pemimpin klan mafia Wearloft dan juga Black rose.
Suara dentingan pedang terdengar begitu nyaring. Kedua wanita tangguh itu terlihat begitu mengerihkan. Kekuatan mereka sama, dan memang Kenzo akui jika mantan wanita nya itu memang menakjubkan. Hanya dia lawan Jesicca yang sesungguh nya.
Mereka saling serang dan menghindar. Saling menangkis dan menebas. Mata Angel berkilat tajam, bahkan tidak ada yang berani mendekat ke arah mereka.
Mata Kenzo terbelalak saat melihat Angel hampir tumbang dan terkena tebasan pedang Jesicca. Dia bahkan langsung berlari mendapati Angel. Namun yang terjadi malah sebalik nya, Angel terlihat lincah menghindari Kilauan tajam pedang Jesica, hanya ujung drees nya saja yang tampak terkoyak.
"Oh Rose. Kali ini aku benar benar jantungan melihat mu bertarung" kata Kenzo yang membelakangi Angel
Angel tertawa kecil seraya menarik nafas nya sejenak. Jesica juga masih berhenti untuk mengatur nafasnya
"Apa kau sudah meragukan kemampuan ku?" tanya Angel dengan meregangkan sedikit otot otot tangan nya yang kaku
"Bukan kemampuan mu, tapi suami mu. Jika kau terluka, aku tidak yakin dia akan menjaga Alena ku disana" jawab Kenzo
"Percaya saja padaku. Kali ini kau tidak akan kehilangan lagi" jawab Angel
Kenzo langsung mendengus dan menembaki beberapa orang yang ada dijangkauan mereka.
"Apa kau sedang menebus kesalahan mu?" tanya Kenzo
"Anggap saja begitu" jawab Angel
"Menjauh !!!!!" teriak Angel tiba tiba karena Jesica yang berlari kearah mereka
Ting
Kenzo langsung berguling kesamping saat dua wanita itu kembali bertarung dengan sengit
"Sial, aku sudah seperti orang bodoh mereka buat" gerutu Kenzo begitu kesal
Dia segera menembaki semua orang yang dilihat nya, tapi sesekali juga masih melirik Angel. Dia tidak bisa membiarkan wanita itu sendiri. Jika terjadi sesuatu, maka CEO kayu itu pasti akan mengamuk padanya