ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Kedatangan Kapten Stone Dan Reymond



Kenzo mendorong kursi roda Alena melewati lorong ruang kesehatan bawah tanah nya. Setelah dokter Richard memeriksa keadaan Alena tadi, mereka langsung keluar dari ruangan itu.


Alena benar benar tidak betah berada didalam sana terlalu lama, ya meskipun bersama Enzo nya.


Setelah saling mengungkapkan perasaan mereka, Alena terlihat lebih bisa mengekspresikan diri nya. Dia tidak takut lagi untuk menyentuh ataupun berbicara sesuatu yang lebih sensitif pada pria itu. Karena dia merasa Kenzo adalah orang yang paling dekat dengan nya saat ini. Tempat nya mencurahkan segala isi hati.


Dia melirik beberapa orang penjaga yang berjaga dipintu lift itu. Seperti biasa mereka begitu menaruh hormat pada Kenzo dan Alena.


"Apa mereka tidak bosan berdiri disana sepanjang hari?" Tanya Alena tiba tiba saat mereka sudah berada didalam lift


Kenzo langsung menunduk dan menatap Alena


"Itu sudah tugas mereka" jawab Kenzo


"Apa mereka tidak pernah libur?" Tanya Alena lagi


"Tidak" jawab Kenzo singkat


Alena langsung mendongak dan menoleh kearah Kenzo yang berwajah datar itu


"Apa?" Tanya Kenzo


"Apa kau tidak bisa berbicara lebih banyak lagi" tanya Alena


Kenzo langsung menjentik dahi gadis itu membuat Alena langsung mengerucutkan bibir nya


"Sakit En" gerutu Alena


"Aku sudah cukup banyak berbicara padamu hari ini" ucap Kenzo . Alena langsung tertawa kecil dan memalingkan wajah nya menatap jalan menuju kamar tempat nya menginap beberapa waktu lalu.


"Ya aku tahu. Dan aku berterimakasih untuk itu. Aku hanya ingin kau lebih relaks dan tidak kaku lagi" kata Alena dengan pelan namun masih dapat didengar oleh Kenzo


"Aku memang seperti ini" sahut Kenzo acuh. Dan ya, seorang Kenzo Barrent memang pria robot sejak dulu.


Alena membuka pintu kamar itu, membiarkan Kenzo mendorong kembali kursi roda nya. Mata nya sedikit memicing karena melihat kamar itu yang telah berubah, suasana dan interior nya. Semua tidak sama lagi seperti terakhir kali Alena berada disana.


"Aku pindah kamar?" Tanya Alena menatap Kenzo yang kini berdiri disamping nya


Kenzo menatap Alena dan menggeleng


"Tidak" jawab Kenzo


"Lalu, ini bukan seperti kamar yang kemarin aku tempati" ucap Alena menatap kamar yang kini telah bernuansa putih itu, ada sedikit campuran warna soft pink yang menjadi daya tarik tersendiri diruangan itu. Ruangan yang sangat sesuai dengan kriteria Alena.


"En..." Panggil Alena lagi. Dia menatap Kenzo yang terdiam dan sedikit terkesiap setelah memandang sebuah jendela besar dikamar itu


"Mulai sekarang ini menjadi kamar mu jika kau menginap disini" ungkap Kenzo membuat Alena tertegun


"Kamarku? Lalu bagaimana dengan kenangan mu yang selalu kau jaga itu?" Tanya Alena bingung dan masih tidak mengerti


Kenzo berjalan dan duduk disisi tempat tidur dan dia langsung menatap Alena yang berada didepan nya. Dia terlihat menghela nafas nya sejenak dan tersenyum tipis menatap Alena


"Kau ingat dengan perkataan ku?" Tanya Kenzo namun Alena hanya diam menatap wajah nya


"Aku akan menghapus semua kenangan ku bersama nya jika aku sudah menemukan matahariku" jawab Kenzo begitu yakin


Jantung Alena seketika kembali bergemuruh hebat. Ada semburat rona merah diwajah nya, meski hati nya masih benar benar bingung saat ini.


"Tapi dia..." Perkataan Alena terputus karena Kenzo langsung memotong nya


"Aku harus melupakan semua tentang nya, dan membangun kenangan baru yang lebih indah bersama mu. Bukan kah begitu cara nya melepaskan?" Tanya Kenzo , namun Alena terlihat diam untuk beberapa saat


"En, kau salah" gumam Alena membuat Kenzo langsung mengernyit


"Kau salah jika kau berniat melupakan nya dengan menggunakan aku. Apa itu sama saja kau menjadikan ku pelampiasan mu?" Tanya Alena dengan wajah yang terlihat begitu sendu


"Kau yang salah Alena" ucap Kenzo pula, dia sedikit menggelengkan kepala nya


"Kau salah jika menganggap ku hanya membuatmu sebagai pelampiasan ku. Aku tidak sejahat itu. Beberapa bulan kita bersama, aku selalu menepis jika aku telah jatuh hati padamu dan hatiku masih ada padanya. Tapi aku sadar, ketika kau jauh, aku merindukan mu, dan ketika kau ketakutan aku selalu bisa merasakan nya. Dan itu bukanlah sebuah pelampiasan Alena. Itu adalah sebuah rasa yang tidak bisa dijabarkan bagaimana bentuk nya" ungkap Kenzo panjang lebar.


Mata Alena langsung berkaca kaca mendengar nya, benarkah dia bisa sespesial itu dihati seorang pria tampan yang dipenuhi oleh sejuta pesona ini? Batin Alena begitu terharu


Kenzo mengambil tangan Alena dan membantu gadis itu untuk berdiri dan duduk disebelah nya


"You're my sunshine, Alena" ucap Kenzo begitu tulus


Alena langsung memeluk tubuh Kenzo dengan erat. Akhir nya, akhirnya perasaan nya bisa terbalas. Perasaan yang awal nya hanya bisa dia pendam karena tidak mungkin untuk diungkapkan, tapi hari ini, hari ini perasaan itu malah terbalas. Dan Alena lupa akan niat nya dahulu, niat yang akan meninggalkan Kenzo ketika dia telah menyelesaikan tanggung jawab nya. Semua perkataan Kenzo benar benar membuat nya mabuk dan melupakan semua nya


"Aku mencintaimu En... Sangat mencintaimu" ucap Alena menatap wajah Kenzo yang tersenyum


"Aku tahu" jawab Kenzo mengusap air mata yang menetes diwajah cantik nan sayu itu


"Tapi aku....." Perkataan Alena kembali terputus saat Kenzo meletakan jari nya dibibir ranum itu


"Jangan berkata jika kau tidak pantas untuk ku. Cukup diam dan tunjukan cintamu. Itu sudah cukup" ucap Kenzo


"Kau memang cengeng" ucap Kenzo membuat Alena memukul punggung nya dengan kesal


Alena melepaskan pelukan nya dan mengusap wajah nya yang sudah basah oleh air mata.


Kenzo mengusap gemas pucuk kepala Alena.


"Jangan terlalu cengeng, kau sudah jelek dan akan bertambah jelek jika terus menangis" kata Kenzo membuat Alena mengerucutkan bibirnya. Bibir yang selalu menjadi fantasi liar Kenzo karena rasa manis nya yang tidak pernah bisa dia lupakan.


Dan benar saja, kini pandangan mata nya jatuh pada bibir merah muda yang masih sedikit pucat itu. Tangan nya terulur mengusap wajah Alena membuat gadis itu membeku dan menatap wajah Kenzo yang fokus pada wajah nya.


Tangan Kenzo begitu lembut mengusap pipi nya, namun lama kelamaan jari nya mendekat kearah bibir Alena yang terlihat begitu menggoda. Dia mengusap lembut bibir Alena membuat gadis itu ikut terbuai dengan perlakuan nya.


Lama jari tangan nya bermain di bibir ranum Alena, hingga lama kelamaan wajah Kenzo mendekat pada wajah Alena yang tiba tiba menegang dan merona merah.


Dekat dan semakin dekat, namun Alena merasa ada sesuatu yang aneh yang membuat jantung dan kepala nya tiba tiba sakit, bayangan bayangan masa lalu nya seketika menyeruak keluar dan membuat nya langsung terkesiap dan segera mendorong kuat tubuh Kenzo


"Ja .. jangan!!! Tolong jangan!!!" Teriak Alena tiba tiba, tangan nya langsung memegang kedua telinga dengan wajah yang terlihat semakin pucat


"Oh ****!!" Umpat Kenzo yang melihat Alena ketakutan lagi, trauma gadis itu benar benar belum bisa hilang. Dan Kenzo merutuki kebodohan nya yang lagi lagi tidak bisa menahan diri.


"Alena maafkan aku" ucap Kenzo terlihat begitu menyesal


Alena masih meringkuk dan dia terlihat mengatur nafas nya yang tersengal. Sungguh dia begitu takut saat Kenzo ingin mencium nya. Bayangan sialan itu masih menjadi ketakutan terbesar nya saat ini


Alena tiba tiba terisak dengan tangan yang masih menutup kedua telinga nya. Dan tentu saja itu membuat Kenzo sedikit panik dan cemas


"Alena , hei. Maaf" ucap Kenzo yang menarik tangan Alena. Alena langsung menatap Kenzo dengan wajah nya yang begitu pucat


Dia menggeleng pelan dengan air mata yang menggenang diwajah nya juga nafas nya yang tersengal berat. Bahkan dapat Kenzo lihat keringat dingin mulai mengucur didahi Alena.


"Aku, aku takut. Bayangan itu, bayangan itu sungguh mengerihkan En" ucap Alena dan dia kembali menangis lagi


Kenzo langsung menarik Alena kedalam pelukan nya. Nafas nya terasa berat, dia benar benar merasa bersalah untuk saat ini.


"Maafkan aku Alena. Aku tidak bermaksud mengingat kan mu dengan kejadian itu" kata Kenzo yang terus mengusap punggung Alena yang terlihat bergetar


"Aku .... Aku takut En...." Lirih Alena begitu pelan dan dia langsung terkulai lemas dalam dekapan Kenzo membuat pria itu menjadi panik sekarang


"Alena, Alena!!" Panggil Kenzo, namun Alena tidak bergeming lagi. Kenzo langsung melepaskan pelukan nya dan melihat Alena yang sudah tidak sadarkan diri dengan wajah yang begitu pucat


"Sial. Mike, kau memang harus mati setelah ini" umpat Kenzo begitu kesal. Dia begitu mengutuk Mike saat ini. Karena pria jelek itu Alena begitu trauma untuk menerima sentuhan lain. Dan ini adalah tugas Kenzo yang lain, menyembuhkan trauma gadis itu. Tapi , bagaimana cara nya?


...


Kenzo keluar dari kamar Alena. Gadis itu baru saja diperiksa oleh dokter Richard, dan kini dia sedang tertidur karena pengaruh suntikan penenang dan juga tubuh nya yang belum pulih.


Kenzo duduk termenung disofa ruang tamu nya. Duduk sendirian dengan fikiran yang menerawang jauh.


Dan tidak lama kemudian Edward datang dengan dua orang pria berbeda usia. Kenzo langsung berdiri dan menyambut mereka dengan senyum tipis nya.


"Selamat datang dikediaman ku kapten Stone" sapa Kenzo sembari menjabat tangan pria tua yang ternyata adalah kapten Stone itu, dia datang bersama anak lelaki nya, Reymond.


"Terimakasih tuan Ken, perkenalkan ini putera ku, Reymond" ucap kapten Stone memperkenalkan Reymond pada Kenzo


"Selamat malam tuan Kenzo Barrent" sapa Reymond


"Selamat malam, bukan kah kau pemilik Real Van group?" Tanya Kenzo dan Reymond langsung mengangguk


"Bener tuan" jawab Reymond


"Aku tidak menyangka putera anda adalah seorang pengusaha sukses. Sangat melenceng dari jejak anda kapten" kata Kenzo pada kapten Stone yang tersenyum dan menepuk sekilas bahu Reymond.


"Cukup aku yang berurusan dengan penjahat, jangan lagi putera ku" jawab kapten Stone


"Ya, semoga. Mari silahkan duduk" ajak Kenzo pada kapten Stone dan Reymond.


"Dimana dia tuan Ken?" Tanya kapten Stone sembari duduk disofa nya


"Anda sudah begitu tidak sabar kapten?" Ucap Kenzo


"Tentu saja. Aku sudah menunggu ini begitu lama. Bahkan aku sudah menyelesaikan tugas ku dengan baik" kata kapten Stone


Kenzo langsung mengangguk dan tersenyum tipis mendengar nya


"Ya, dan aku sangat puas dengan kinerja anda. Anda memang agen terhebat yang tidak bisa diremehkan kemampuan nya"


"Tapi saat ini dia sedang tidur kapten. Malam tadi Mike mencoba menyerang kami, dan Alena masih trauma dengan kejadian itu" ungkap Kenzo . Kapten Stone dan Reymond saling pandang dengan tatapan cemas dan khawatir


"Lalu bagaimana dengan keadaan putri ku, apa dia baik baik saja?" Tanya kapten Stone begitu cemas


"Dia baik baik saja. Tunggulah sebentar lagi. Aku akan melihat nya terlebih dahulu." Ucap Kenzo .


"Baiklah, terimakasih tuan" sahut Reymond