
Alena berdiri didepan tempat tidur kamar nya dengan tangan yang dia letakan dipinggang. Bibir nya mengerucut kesal dengan mata yang memicing menatap sebuah gaun hitam panjang yang terbentang diatas tempat tidur.
"Bisa bisa nya dia hanya mengirimkan gaun ini, aku kan hanya ingin dia yang datang menemaniku" gerutu Alena terlihat begitu kesal.
Sore tadi Jack datang mengantarkan gaun malam untuk nya. Gaun itu adalah gaun yang dipesan khusus oleh Kenzo untuk Alena pakai malam ini diacara pesta perusahaan Starlight.
Kenzo mengirimkan gaun lengkap dengan aksesoris yang lain nya. Seperti sepatu heels yang bewarna senada, juga sebuah kotak kecil yang belum dibuka oleh Alena.
"Enzo kau benar benar menyebalkan, kau begitu menikmati waktu mu disana bersama nona Angel. Dan kau melupakan aku disini" ucap Alena begitu kesal. Dia menarik nafas nya berulang kali
"Awas saja jika kau pulang nanti, aku tidak ingin menegur mu. Dasar pria robot" Alena langsung menghempaskan tubuh nya keatas tempat tidur dengan posisi tengkurap, kepala nya dia sembunyikan dibalik bantal. Suara ocehan dan gerutuan nya terdengar seperti burung yang sedang berkicau.
Bahkan Alena sampai tidak sadar ketika kapten Stone masuk kedalam kamar nya.
"Alena" panggil kapten Stone membuat racauan dimulut Alena terhenti seketika. Dia langsung menoleh pada ayah nya dengan wajah kusut dan rambut yang acak acakan.
Hari sudah jam tujuh malam, Jack juga sudah tiba untuk menjemputmu. Kenapa belum berganti pakaian?" Tanya kapten Stone heran . Dia melihat gaun malam yang sangat indah itu masih tergelatak diatas tempat tidur nya.
"Aku benar benar malas dad" gumam Alena kembali merebahkan kepala nya
Kapten Stone berjalan kearah Alena dan langsung duduk disamping nya. Dia mengusap lembut kepala putri tercinta nya itu
"Kau bilang ini adalah projek kerjasama mu yang pertama, dan yang pertama kali pula dipakai untuk acara disebuah perusahaan besar. Kenapa malas?" Tanya kapten Stone
"Tidak enak pergi sendirian" ucap Alena begitu manja membuat kapten Stone langsung tersenyum lucu melihat nya
"Ada Jack yang akan menemani mu. Daddy tidak bisa pergi, kau tahu kan jika Mike tahu kau berurusan dengan Daddy, dia pasti akan tahu tempat persembunyian mu disini" ungkap kapten Stone
"Hmm, aku tahu." Jawab Alena dengan bibir yang mengerucut sedih. Dia langsung beranjak dan duduk disamping kapten Stone. Tangan nya meraih sebuah kotak kecil yang belum dibuka nya
"Dari Kenzo?" Tanya kapten Stone dan Alena langsung mengangguk. Dia membuka kotak kecil itu, dan mata nya seketika melebar sempurna saat melihat isi didalam nya.
"Wow, kalung nya cantik sekali" gumam Alena begitu takjub melihat sebuah kalung permata dengan batu zamrud kecil sebagai bandul nya
"Seperti nya ini benda yang begitu berharga" ucap kapten Stone
"Ini hadiah pertama yang diberikan nya padaku" ungkap Alena.
"Benarkah?" Tanya kapten Stone dan Alena langsung mengangguk
"Jika begitu, cepatlah berganti pakaian, Daddy sudah tidak sabar melihat putri Daddy tampil sempurna malam ini" goda kapten Stone
"Hmhh, baiklah. Jika begitu aku bersiap siap dulu" ucap Alena
"Ya, Daddy tunggu diluar. Jangan cemberut begitu, setidak nya dia mengingat mu walaupun dia jauh" ungkap kapten Stone sembari mengusap pucuk kepala Alena yang hanya mengangguk dan tersenyum kecut.
Mengingat apa nya, Kenzo pasti sedang bersenang senang sekarang. Dia pasti bernostalgia disana bersama mantan nya.
Jika mengingat itu, Alena benar benar kesal.
Setelah kapten Stone keluar dari kamar nya, Alena masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan wajah nya dan mengganti pakaian nya.
Jack sudah menunggu nya sejak tadi, dan hampir satu jam kemudian barulah Alena keluar dari kamar nya.
Kapten Stone yang sedang duduk disofa ruang tamu terlihat memandang kagum penampilan Alena yang begitu memukau.
Gaun hitam panjang tanpa lengan dengan belahan hingga keatas paha menampilkan kaki jenjang nya yang indah. Aksen Tiara dibeberapa bagian gaun menambah kesan glamor dan mewah. Rambut hitam lurus nya dia biarkan tergerai dengan indah. Dan kalung permata zamrud pemberian Kenzo semakin menambah kesempurnaan penampilan nya malam ini.
"Wow, cantik sekali" ungkap Kapten Stone yang terlihat menggelengkan kepala nya membuat Alena langsung tersipu malu
"Daddy, sebenar nya ini bukan gayaku" ucap Alena terlihat tidak percaya diri dengan gaun hitam itu. Seumur hidup nya, baru kali ini dia pergi kepesta dengan gaun malam yang begitu indah
"No, kau terlihat sangat cocok dengan gaun itu. Kenzo Barrent memang mempunyai selera yang tinggi" kata kapten Stone
"Sudah lah, percuma juga dia memberiku gaun ini jika tidak melihat nya" kata Alena yang kembali merasa kesal
"Sayang, tidak boleh begitu. Kenzo sedang ada keperluan, dia pasti pulang untuk melihat mu" ucap kapten Stone
"Hmm mustahil" gumam Alena
"Sudah, pergilah. Kau sudah terlambat. Jack juga sudah lama menunggumu" ujar kapten Stone dan Alena langsung mengangguk
"Iya baiklah" jawab Alena. Dia memeluk ayah nya sekilas dan langsung berlalu keluar menemui Jack yang sudah menunggu nya didepan mobil.
Mata Jack langsung terperangah kagum melihat penampilan Alena yang benar benar memukau.
"Hei, kenapa kau melihat ku begitu Jack?, Apa aku jelek?" Tanya Alena yang berubah cemas sekarang.
"Ah, ti tidak nona. Anda terlalu cantik malam ini, saya sampai tidak bisa mengenali anda" ungkap Jack dengan kepala yang tertunduk sungkan. Mata nya memang benar benar tidak bisa dikondisikan.
"Benarkah, kau tidak menipuku kan" tanya Alena dengan mata yang memicing. Jack segera menggeleng dengan cepat
"Melihat apa nya, orang nya saja sedang bersenang senang disana. Menyebalkan" gerutu Alena kembali
Jack yang melihat wajah kesal Alena hanya menggaruk pelipis nya dan dia segera masuk kedalam mobil untuk membawa nona nya itu keperusahaan Starlight. Seperti nya keadaan hati nona nya sedang tidak baik baik saja saat ini.
Disepanjang jalan menuju tempat pesta, Alena terlihat gelisah, wajah nya terlihat lesu dan tidak bersemangat, membuat Jack yang sedang mengemudikan mobil nya sesekali memandang bingung pada Alena.
"Ada apa nona, nona terlihat gelisah?" tanya Jack membuat Alena yang sedang melihat kearah jalanan kota Newyork kini menoleh kearah nya
"Aku hanya gugup Jack" jawab Alena
"Gugup. Kenapa harus gugup nona?" Tanya Jack bingung
"Ini adalah pertama kali nya aku datang keacara pesta. Memakai gaun indah dan dilihat banyak orang. Aku benar benar malu" ungkap Alena dengan helaan nafas yang terasa berat
"Anda sudah sempurna dalam segala hal. Anda harus membuang perasaan itu nona" sahut Jack yang melirik Alena dari kaca depan mobil.
Alena lebih santai dan terbuka, sehingga sejak awal Jack bertemu dengan nya dan hingga saat ini menjadi pengawal pribadi Alena, Jack tidak lagi merasa sungkan. Berbeda dengan kekasih Kenzo dulu nya, jangan kan untuk bertanya sesuatu, hanya sekedar menatap saja Jack sudah tidak berani. Dan dia merasa king Aldrego memang lebih cocok berpasangan dengan Alena, karena sekarang dia merasa jika pemimpin klan Aldrego itu sudah mulai mencair.
"Kau mau menemaniku kedalam kan?" Pinta Alena menatap penuh harap, membuat pria itu langsung terkesiap kaget
"Ba bagaimana mungkin nona. Saya sungguh tidak pantas menemani anda. Tuan hanya memerintahkan saya untuk menjaga anda" jawab Jack
"Ck, kau memang harus menjaga ku. Jika didalam ada orang jahat bagaimana. Kau pasti tidak tahu" ucap Alena
"Tapi nona" Jack benar benar ragu sekarang
"Sudah lah, aku benar benar tidak bisa masuk sendiri. Aku gugup Jack. Kau harus menemaniku nanti" ujar Alena lagi membuat Jack semakin bingung saja, bagaimana mungkin dia bisa masuk dan menemani Alena.
"Tapi tuan" gumam Jack begitu ragu
"Tuan mu itu tidak akan masalah. Siapa suruh dia tidak mau menemaniku. Sudah tahu kakak ku sedang sakit, dia malah seenak nya saja bersenang senang bersama mantan nya disana" gerutu Alena lagi, Jack langsung tersenyum getir mendengar nya. Dia tahu sekarang, nona nya ini pasti sedang gelisah karena cemburu Kenzo pergi ke Argentina
"Kau harus masuk, awas saja jika kau tidak mau" ancam Alena menatap tajam Jack yang langsung mengangguk
"Iya nona, baiklah" jawab Jack begitu pasrah.
Tidak lama kemudian, mobil mereka tiba didepan gedung hotel berbintang dimana acara ulang tahun perusahaan Starlight diselenggarakan.
Jack dengan sigap membuka pintu mobil Alena. Sehingga gadis cantik dengan tubuh yang nyaris sempurna itu keluar dengan pesona nya.
Banyak pasang mata yang menatap kagum kearah nya, beberapa wartawan pencari berita juga tidak luput mengambil gambar Alena. Meski Alena tidak terkenal, namun pesona nya mampu menghipnotis mata para tamu yang memandang nya. Dan tentu saja itu membuat Alena menjadi semakin gugup.
Dia menoleh kebelakang menatap Jack yang dengan siaga selalu berada didekat nya.
"Tenang lah nona. Tarik nafas perlahan, dan tersenyum" gumam Jack begitu pelan. Dia tahu nona nya gugup sekarang
Alena terlihat menarik nafas nya sesuai anjuran Jack. Dia menghembuskan nya perlahan dan langsung menarik senyum nya menatap lurus kedepan dimana pintu hotel berada.
Jack dengan setia mengawal nya, sehingga para paparazi yang ingin mendekat, maupun pria pria yang mencoba mendekati nya tidak ada yang berani mengganggu.
Setelah mengisi buku tamu, Alena langsung masuk bersama Jack.
Kaki nya seketika terhenti diambang pintu, mata nya menatap nanar ratusan tamu yang sudah berkumpul didalam ruangan yang terlihat luas dan begitu mewah.
Lagi lagi jantung Alena bergemuruh cepat, tubuh nya panas dingin karena dia begitu gugup saat ini. Tidak tahu harus apa, tapi melihat tatapan orang orang yang begitu terpesona membuat nya menjadi salah tingkah. Berulang kali dia mengatur nafas nya yang terasa berat. Dan Jack segera mendekat, dia benar benar tidak bisa membiarkan nona nya seperti ini.
"Nona, mari" ajak Jack yang merenggangkan sedikit siku nya. Alena menatap kearah Jack dan langsung tersenyum. Dia segera merangkul lengan Jack dengan erat, dan tentu saja itu membuat nya merasa sedikit lebih tenang.
"Terimakasih Jack. Aku benar benar gugup dipandang seperti ini" gumam Alena
"Angkat wajah anda nona. Tersenyumlah seperti anda adalah seorang wanita yang paling cantik didunia ini" ujar Jack
"Mana bisa begitu" bisik Alena. Langkah kaki mereka berjalan menuju tempat yang telah disediakan oleh pihak panitia pesta, dibimbing oleh seorang pelayan yang memang ditugaskan untuk menyambut para tamu undangan.
"Anda adalah nona Kenzo Barrent. Suatu saat anda pasti akan menghadiri acara seperti ini bersama tuan. Dan anda tidak boleh gugup lagi" ungkap Jack
Alena langsung tertegun menatap lurus kedepan. Benar juga yang dikatakan Jack. Kenzo adalah orang nomor satu diAmerika. Alena harus tahu untuk bisa menempatkan posisi nya jika ingin bersama Kenzo.
Alena terlihat menarik kembali nafas nya. Rangkulan nya semakin erat ditangan Jack. Wajah nya dia angkat sedikit dan menatap tajam kedepan dilengkapi dengan senyum yang manis dan memikat.
"Apa begini" gumam Alena membuat Jack langsung menoleh kearah nya.
"Sempurna" gumam Jack, seketika kepercayaan diri Alena kembali. Dan jantung nya perlahan mulai stabil kembali.
Namun kini, bergantian dengan jantung Jack yang berdetak begitu hebat. Bukan karena gugup ataupun jatuh cinta, tapi karena dia takut sehabis acara ini, kepala nya pasti akan melayang dibuat Kenzo Barrent karena sudah berani menggandeng gadis nya keacara pesta.
'astaga, seperti nya aku adalah bodyguard yang paling tidak tahu diri didunia' batin Jack