ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Permainan Akan Segera Dimulai



Beberapa saat yang lalu Edward telah datang dan membawakan pakaian untuk Alena serta sarapan pagi untuk king nya.


Kini Kenzo dan Edward sedang duduk disofa ruang tamu apartemen itu. Mereka sedang membahas sesuatu tentang bisnis mereka. Namun pandangan mata mereka menoleh kearah Alena yang terdengar menggerutu saat keluar dari dalam kamar Kenzo.


"Tuan Ed, kenapa kau membelikan ku pakaian dengan warna hitam. Ini menyeramkan tahu" kata Alena menatap kesal Edward yang langsung melirik king nya dengan canggung


"Emm, maaf nona. Saya tidak tahu jika anda tidak menyukai warna itu" jawab Edward tertunduk tak enak.


Kenzo hanya menatap datar Alena, ya memang agak aneh, karena selama dia mengenal Alena, gadis itu selalu memakai pakaian yang berwarna cerah dan terkesan begitu feminim.


Namun sekarang, dengan dress hitam yang ketat dan mengepas ditubuh nya ditambah blazer dengan warna hitam membuat nya menjadi terlihat berbeda, apalagi dengan rambut yang diikat nya seperti ekor kuda. Kenzo menjadi teringat dengan masa lalu nya kembali.


"Tuan Ed, aku benar benar seperti seorang preman sekarang" gerutu Alena yang langsung duduk dengan wajah cemberut disebelah Kenzo.


"Kau lupa dia siapa Ed?" Tanya Kenzo menatap tajam Edward yang langsung salah tingkah


"Maaf tuan, saya lupa" jawab Edward tertunduk. Ya, Edward benar benar tidak tahu dan sangat menyesal. Kebiasaan nya dulu sering sekali membelikan pakaian untuk mantan kekasih Kenzo yang menyukai outfit serba hitam, dan kini dia malah memilihkan nya juga untuk Alena yang notabene nya adalah dua karakter yang sangat berbeda. Dan Edward benar benar sangat menyesali itu, karena dia tahu king nya itu pasti mengingat kembali masa lalu nya.


"Hmh sudah lah. Tidak apa, kau sudah berbaik hati mau membelikan ku pakaian. Terimakasih ya" ucap Alena begitu tulus dan penuh dengan senyuman membuat Edward langsung terpaku melihat nya


"Ehm" Kenzo langsung berdehem keras membuat Edward kembali tertunduk canggung


'sial, senyum itu terasa seperti racun untuk ku' batin Edward


"En, jika seperti ini aku seperti mafia mafia yang ada didalam film action itu kan" kata Alena tiba tiba membuat Kenzo yang sedang mengecek email diponsel nya langsung mendongak dan menatap Alena dengan wajah datar nya


Dia memandang Alena dari ujung kepala hingga ujung kaki.


"Tidak sama sekali" jawab Kenzo cepat membuat Alena langsung mendengus kesal


"Kau ini" dengus Alena


"Sudah lah. Sekarang aku akan mengantarmu kebutik. Aku harus ke agensi sekarang" kata Kenzo membuat Alena menatap nya ragu


"Tapi En, aku" perkataan Alena langsung terhenti saat Kenzo dengan cepat memotong nya


"Kau akan aman Alena. Tidak akan ada yang berani menyakiti mu lagi. Aku sudah memerintahkan orang orang ku untuk menjaga mu disana" jelas Kenzo


"Benarkah" tanya Alena dan Kenzo langsung mengangguk


"Baiklah" jawab Alena pasrah. Dia berharap jika perkataan Enzo nya memang benar, karena bagaimana pun dia masih sangat takut sekarang.


"Kau tidak bisa terus menerus lari. Tugas mu masih banyak Alena. Dan ingat, kau masih punya tanggung jawab untuk mengikuti ajang diagensi ku" kata Kenzo lagi


"Iya aku tahu. Aku sudah mempersiapkan diriku untuk itu" jawab Alena yakin


"Bagus. Aku tidak ingin berteman dengan orang yang bodoh dan lemah" kata Kenzo begitu tajam membuat Alena langsung mengangguk cepat


"Iya aku tahu. Aku akan memanfaatkan kebaikan mu. Dan aku janji, aku pasti bisa jadi yang terbaik" jawab Alena dengan senyum nya yang selalu membuat hati Kenzo menghangat


Kenzo hanya mengangguk datar, tanpa Alena dan Edward tahu jika batin Kenzo sedang bergejolak saat ini. Entah apa yang sedang dirasakan nya, dia sendiri bahkan tidak mengerti.


Beberapa jam kemudian..


Alena saat ini sedang duduk dimeja nya. Butik nya lumayan ramai pengunjung hari ini.


Kini dia sedang memeriksa pemasukan beberapa hari yang lalu sembari mengecek bahan bahan yang akan dikirim maupun yang masuk kebutik nya.


Pagi tadi setelah diantar Kenzo kebutik nya, Alena langsung bekerja dan tidak ada kemana mana lagi. Dia benar benar takut untuk keluar butik sekarang.


Dia berharap semoga laki laki itu tidak tahu jika dia tinggal disini.


Ya, meski dia yakin jika Kenzo pasti membantu nya, terbukti dengan beberapa orang berjaket kulit yang menemani Jhon berjaga didepan.


"Nona, anda terlihat seksi dengan dress hitam ini" sapa Lian yang berjalan mendekat kearah Alena setelah selesai melayani salah satu pengunjung


"Kau bisa saja Lian, bahkan ini terlihat menyeramkan untuk ku" jawab Alena. Dia belum sempat berganti baju, hanya melepaskan blazer nya saja dan menyisakan dress ketat yang membentuk lekuk tubuh nya


"Tidak juga. Tapi anda terlihat berbeda" ungkap Lian lagi. Kini dia duduk didepan meja Alena


"Ya, mungkin karena ini bukan gaya ku. Aku tidak suka warna hitam, aku lebih suka warna cerah" jawab Alena


"Tentu, sesuai dengan diri anda yang selalu ceria. Tapi kenapa anda memakai pakaian ini jika anda tidak suka nona?" Tanya Lian aneh. Sedari pagi tadi dia ingin bertanya, namun belum sempat karena dia sibuk mengurus pelanggan mereka dan juga ada beberapa paket barang yang masuk hari ini


"Bukan aku yang membeli. Tapi tuan Edward" jawab Alena membuat Lian terkesiap


"Tuan Edward. Pria batu itu?" Tanya Lian terkejut membuat Alena mengernyit dan tertawa pelan melihat raut wajah jelek Lian


"Haha, iya. Kenapa kau terkejut begitu" tanya Alena aneh


"Nona, apa anda menjalin hubungan dengan dia?" Tanya Lian lagi dan kali ini Alena yang terkejut


"Hei, apa maksud mu. Aku? Dengan pria batu itu, yang benar saja" bantah Alena cepat menatap Lian dengan kesal


"Ya karena anda terlihat dekat dengan mereka. Ketika saya bertanya hubungan anda dengan tuan Ken, anda bilang tidak. Berarti anda sedang menjalani hubungan dengan tuan Edward jika begitu, dan lagi dia mau membelikan anda pakaian" ungkap Lian membuat Alena langsung menatap nya curiga dan kemudian dia langsung tertawa


"Hei, jangan bilang kau cemburu!!" Tuding Alena membuat Lian langsung salah tingkah


"Ah, ti tidak. Bukan begitu nona. Saya kan cuma bertanya" dalih Lian terbata bata membuat Alena semakin terbahak


"Kau tidak bisa membohongi ku Lian. Aku tahu kau menyukai pria batu itu kan." Goda Alena dan dia semakin gencar apalagi ketika melihat rona merah diwajah Lian, gadis yang dua tahun lebih tua dari nya. Gadis dengan rambut ikal yang pirang dan bermata bulat.


"Tidak nona" sahut Lian cepat


"Haha, sudah lah. Aku tahu itu. Tapi kau tenang saja. Aku tidak mempunyai hubungan apapun dengan nya. Dia membelikan ku pakaian karena perintah dari tuan Ken kalian itu. Tidak mungkin kan jika Presdir itu yang membelikan baju untuk ku" jelas Alena membuat Lian terlihat bernafas dengan lega


"Hei, kau terlihat lega Lian" goda Alena lagi


"Nona!" Pekik Lian tertahan membuat Alena langsung terbahak


.....


Sementara ditempat lain...


Setelah mengantar Alena kebutik nya, Kenzo dan Edward langsung pergi ke agensi mereka.


Hari ini mereka akan mengadakan pertemuan dengan pemilik Jea diamond. Salah satu perusahaan perhiasan terbesar dinegara itu.


Kenzo duduk di kursi nya dan Edward duduk didepan meja Kenzo.


"Apa ini adalah orang tua Alena?" Gumam Kenzo sembari menatap bandul liontin milik Alena yang berhasil dibuka oleh Edward.


"Seperti nya benar king. Disana juga tertera inisial H.Stone dan mrs.stone" jelas Edward membuat Kenzo langsung mengangguk karena dia juga melihat nya


"Seperti nya wajah pria ini tidak begitu asing Ed" kata Kenzo lagi


"Dia adalah kapten Stone, seorang anggota FBI yang ditugaskan di California king. Dia juga yang membantu kita saat di Jepang tahun lalu" ungkap Edward membuat Kenzo mengernyitkan dahi nya


"Ya kau benar, dia anggota FBI yang bekerja sama dengan Cristian" gumam Kenzo sembari menganggukan sedikit kepala nya


"Jadi, Alena adalah anak nya" tanya Kenzo lebih kepada diri nya sendiri


"Apa yang harus kita lakukan king" tanya Edward


"Masalah ini, biar aku yang fikirkan. Kau selidiki saja siapa yang menguntit Alena selama ini. Aku yakin jika mata mata itu adalah suruhan orang yang ingin membawa Alena pergi" jawab Kenzo


"Siap king, orang kita sedang bekerja saat ini. Dan saya pastikan malam nanti anda sudah akan mendapatkan data nya" jawab Edward membuat Kenzo mengangguk


Mereka kembali membahas tentang bisnis mereka dan juga perusahaan perusahaan yang berada diluar negeri. Hingga tibalah waktu dimana pemimpin Jea diamond tiba diagensi mereka.


Seseorang mengetuk pintu ruangan Kenzo dan Edward langsung menyuruh nya masuk.


Terlihat Rebecca sekretaris cantik Kenzo datang bersama seorang wanita cantik yang memiliki tubuh tinggi dan berkulit agak kecokelatan datang bersama asisten nya.


"Presdir, nona Jessica telah datang" kata Rebecca dan Kenzo hanya mengangguk


"Silahkan duduk nona" kata Edward menuntun Jesica untuk masuk keruangan itu dan duduk diatas sofa yang telah disediakan


"Selamat datang diagensi kami nona" kata Kenzo menjabat tangan halus Jesica yang menatap nya penuh kekaguman namun Kenzo tahu tatapan mata itu benar benar tajam dan membunuh.


"Suatu kehormatan bagi saya Presdir Kenzo Barrent" jawab Jesica dengan senyum ramah nya


Mereka semua akhir nya duduk dikursi masing masing dan ditemani dengan para asisten setia mereka


"Jadi apa anda sudah membaca proposal yang kami kirim kan?" Tanya Jesica masih menatap tajam Kenzo yang terlihat tenang


"Sudah, dan tidak ada masalah" jawab Kenzo santai


"Jadi, apa anda menerima bekerja sama dengan perusahaan ku Presdir?" Tanya Jesica lagi


"Berapa keuntungan yang aku dapat?" Tanya Kenzo langsung membuat Jesica terbahak angkuh


"Nancy jelaskan" ucap Jesica pada asisten nya


"Presdir akan mendapatkan keuntungan sebesar lima puluh persen jika bekerja sama dengan perusahaan kami. Kami menyediakan barang barang ternama untuk seluruh model berbakat diagensi ini. Dan juga beberapa iklan ternama untuk para model yang membawakan barang barang dari kami." Ungkap Nancy


Edward langsung melirik Kenzo yang masih menatap datar berkas diatas meja itu


"Tidak ada yang dirugikan. Aku hanya menawarkan kerja sama perusahaan. Aku tahu model mu belum pernah mempromosikan barang barang dari perusahaan ku, maka dari itu aku menawarkan nya padamu" ungkap Jesica namun Kenzo malah tersenyum sinis


"Itu terlalu kecil bagiku" jawab Kenzo angkuh . Tangan nya melipat kedada dengan kaki yang bertumpang tindih membuat Jesica langsung tersenyum devil menatap nya


"Jadi berapa yang kau inginkan" tanya Jesica menantang


"Tujuh puluh persen" jawab Kenzo membuat Nancy terbelalak namun Jesica langsung tertawa


"Kau ingin memerasku" tanya Jesica dengan nada datar. Saat ini ruang kerja Kenzo sudah berubah suhu, menjadi dingin namun saling terasa panas satu sama lain


"Kau tahu. Disini bukan aku yang diuntungkan. Tapi kau. Model ku bukan model sembarangan, dan tentu nya barang endorse yang kami terima juga bukan barang endorse sembarangan dan pasti nya bukan yang murahan" ungkap Kenzo begitu tajam membuat Jesica menatap nya dengan kesal bahkan tangan nya terkepal hebat sekarang


"Kau menghina barang ku" gumam Jesica menggeram menatap Kenzo penuh aura permusuhan , namun Kenzo masih bersikap santai dan tenang dengan pesona nya


"Tidak, aku hanya berkata yang sebenar nya" jawab Kenzo


"Kau tahu nona. Perusahaan ku tidak sembarang bekerja sama dengan perusahaan asing. Apalagi yang baru berkembang seperti perusahaan mu. Aku bekerja sama hanya dengan perusahaan ternama dan sudah diakui dunia" kata Kenzo lagi


"Kau belum tahu bagaimana barang yang ku punya tuan Presdir. Tapi kau sudah berani menghina ku" ucap Jesica membuat Kenzo tersenyum miring


"Aku sudah tahu. Maka dari itu aku meminta harga tinggi pada mu. Barang mu belum ada apa apa nya dibanding dengan Rose Diamond" kata Kenzo dengan yakin dan itu mampu membuat Jesica sedikit terkesiap


"Kau bekerja sama dengan nya?" Tanya Jesica


"Tentu saja. Mereka perusahaan ternama dari Argentina , dan tentu nya sudah diakui dunia . Dan keuntungan yang ku dapat juga lumayan" jawab Kenzo dan Edward langsung mengerti arah pembicaraan king nya itu, setelah sejak tadi dia bingung dan berfikir keras.


Jessica terlihat menggeram dan raut wajah nya telah berubah dingin sekarang


"Kenapa, apa aku salah berbicara. Atau kau juga mengenal nya atau bahkan kau juga bekerja sama dengan perusahaan itu?" Tanya Kenzo lagi dengan senyum yang terkesan menantang


"Aku tidak bekerja sama dengan orang yang menghancurkan bisnis ku" kata Jesica menatap dalam wajah tampan Kenzo. Seperti nya wanita itu mempunyai dendam tersendiri dengan perusahaan Rose Diamond


"Ya, begitu pula aku. Aku tidak bekerja sama dengan orang yang mengusik ketenangan ku" balas Kenzo membuat Jesica mengernyit


"Apa maksud mu?" Tanya Jesica


Kenzo langsung tertawa datar tanpa ekspresi


"Kau fikir kan dimana salah mu. Aku bukan orang yang kejam nona. Tapi jika ada yang berani mengusik ku, maka akan aku habisi sampai keakar nya" ucap Kenzo datar namun terasa begitu menusuk


Jesica menatap Kenzo dengan lekat seolah sedang memikirkan sesuatu


"Sekarang pergilah. Aku rasa sudah tidak ada lagi yang perlu kita bahas untuk saat ini" kata Kenzo lagi


"Kau belum tahu siapa aku Kenzo Barrent" sahut Jesica mulai berdiri dan menatap Kenzo dengan tajam


Dan tentu saja Kenzo juga berdiri dan balas menatap nya tak kalah tajam


"Aku tidak perlu tahu itu" jawab Kenzo terdengar dingin


"Kau lihat saja apa yang akan terjadi setelah ini" kata Jesica langsung berlalu keluar dari ruangan itu diikuti oleh asisten nya langsung.


Wajah Jesica memerah menahan amarah, bahkan rasa nya dia ingin membunuh seseorang saat ini.


Dan Kenzo langsung duduk kembali dikursi kebesaran nya


"Seperti nya anda tengah menabuh genderang perang dengan nya king" kata Edward membuat Kenzo langsung tersenyum sinis


"Aku tidak suka bermain belakang Ed. Lebih baik dia menyerang ku langsung dari pada dia juga akan mati ditangan ku karena membantu Thomas nanti nya" ungkap Kenzo membuat Edward langsung mengangguk mengerti.