ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Ternyata Dia Orang nya



Alena berjalan perlahan menuju ruang kerja Kenzo dilantai atas. Tangan nya memegang secangkir kopi hangat yang masih mengepul asap nya.


Sehabis menenangkan Clara tadi, Alena turun dan mencari Kenzo, dia berniat untuk menenangkan dan menemani pria itu. Alena ingin hubungan kakak beradik itu baik baik saja, dan dia tidak ingin melihat mereka bertengkar lagi.


Berada diantara kedua nya benar benar tidak enak, ya walaupun Alena tahu, ini bukan masalah nya dan dia tidak berhak untuk ikut campur.


Tapi Clara adalah sahabat nya, dan Kenzo adalah teman nya, dia hanya ingin hubungan mereka baik baik saja.


Alena berjalan dengan langkah ragu saat telah hampir berada didepan ruangan kerja Kenzo. Tadi bibi Khoi yang memberitahu nya jika Kenzo saat ini telah berada diruang kerja nya.


Tangan Alena bergerak perlahan, dan dengan pelan dia mengetuk pintu itu.


Tok tok tok


"En, boleh aku masuk" seru Alena dengan jantung yang tiba tiba berdetak kencang. Entah lah, setiap bertemu pria itu jantung nya pasti selalu bermasalah, dan Alena benci akan hal itu.


"Masuklah" sahut Kenzo dari dalam


Alena membuka pintu itu perlahan, dan dia masuk kedalam dengan langkah pelan dan begitu hati hati.


Dapat dia lihat Kenzo sedang duduk dikursi kerja nya, wajah nya terlihat sedikit kusut karena dia memang belum membersihkan diri nya. Namun tetap saja selalu tampan dimata Alena.


Alena meletakan kopi yang dibawa nya diatas meja Kenzo. Pria itu hanya menatap Alena tanpa berkata apapun pada nya.


"Kau belum mandi?" Tanya Alena mencoba berbasa basi


"Belum" jawab Kenzo singkat


Alena hanya mengangguk dan memandangi seluruh ruang kerja Kenzo yang lumayan besar dan tentu nya mewah. Ada beberapa rak buku, beberapa komputer, dan alat alat yang Alena tidak tahu apa nama nya.


Sofa yang juga berada tepat didekat jendela besar ruangan itu.


"Apa dia sudah tidur?" Tanya Kenzo membuat Alena sedikit terkesiap dan langsung menoleh kearah nya


"Clara?" Tanya Alena dan Kenzo langsung mengangguk


"Aku rasa sudah, dia menangis begitu lama tadi" jawab Alena menatap ekspresi Kenzo yang hanya datar saja.


"Dia memang begitu, nakal dan cengeng" gumam Kenzo


Alena langsung tersenyum dan duduk didepan Kenzo.


"Mungkin jika aku yang menjadi adik mu, aku juga akan begitu" ucap Alena membuat Kenzo mengernyit menatap nya


"Aku pasti manja pada kakak ku, meminta apapun yang aku inginkan. Mengadu banyak hal pada nya, karena dia adalah satu satu nya saudara yang aku miliki." Ungkap Alena menatap wajah Kenzo dengan senyum lembut nya, hingga tanpa sadar membuat hati Kenzo lagi lagi menghangat melihat nya


"Dia hanya merindukan mu En" ucap Alena


"Dia merindukan kakak nya yang selalu memanjakan nya, memperhatikan setiap tingkah laku nya, dan yang pasti mendengar keluh kesah nya" ungkap Alena lagi.


Kenzo terlihat menarik nafas nya dalam dalam. Dia menatap Alena dengan lekat hingga membuat gadis itu sedikit gugup karena tatapan mata tajam itu.


"Kau tidak mengerti bagaimana menyebalkan nya dia Alena. Dia tidak pernah mengerti bagaimana aku yang menyayangi nya. Dia terlalu menuntut hal yang tidak bisa aku lakukan" sahut Kenzo dengar suara berat nya


"Aku rasa, Clara seperti itu bukan dari dulu kan" terka Alena membuat Kenzo tertegun dan terdiam menatap wajah Alena yang juga menatap nya


"Dia pernah berkata, jika dulu kau selalu memanjakan nya, kau selalu datang dan memarahi nya jika dia mabuk dan ke club' malam, kau selalu mengajak nya berlibur meski hanya sebentar. Tapi sekarang, kau berubah, kau hanya menyuruh orang untuk menjemput nya, dan kau mengurung nya dirumah tanpa kau memberi dia nasihat lagi. Kau menjadi dingin pada nya tanpa dia tahu apa salah nya. Kau pernah hangat pada nya En, dan itu yang selalu dituntut nya. Kau bisa, tapi kau yang melupakan itu" ungkap Alena panjang lebar


Dapat Alena lihat ada rasa bersalah diraut wajah tampan yang datar itu. Dan memang, Kenzo seolah baru mengingat jika dulu, dia dan Clara sering bercanda bersama, tertawa bersama, dulu, ya dulu sekali, sebelum dia kehilangan kebahagiaan nya.


"Aku masih ingat perkataan mu malam kemarin, kau bilang kau ingin berjuang untuk takdir mu yang lebih baik kan" ucap Alena membuat Kenzo menatap nya kembali setelah tadi dia hanya menatap datar kearah cangkir kopi nya


"Maka lakukan lah sekarang, kau harus melepaskan segala beban mu En, hidup mu masih panjang. Dan aku yakin seorang Kenzo Barrent, pria dengan sejuta pesona ini tidak akan kalah dengan takdir nya bukan" goda Alena dengan senyum nya membuat Kenzo mendengus dan menggeleng perlahan


"Aku tidak akan kalah lagi Alena. Cukup sekali" kata Kenzo begitu yakin. Seyakin tatapan nya yang begitu dalam pada Alena


"Jika begitu buktikanlah. Orang orang disekitar mu pasti sedih melihat sikapmu yang seperti orang lain. Apalagi Clara dan orang tua mu" ucap Alena


"Untuk Clara, aku mungkin salah. Tapi tidak untuk orang tua ku" sahut Kenzo, dia beranjak dan berjalan menuju jendela besar nya yang menampakan taman buatan yang terbentang luas disamping mansion itu.


"Kenapa?" Tanya Alena yang menoleh pada Kenzo


"Luka ku mungkin sembuh seiring berjalan nya waktu, tapi rasa kecewa ku benar benar tidak bisa dihilangkan Alena" ungkap Kenzo menatap nanar keluar jendela itu


"Apa ini karena Rose?" Tanya Alena yang juga mulai beranjak dan mendekati Kenzo. Dia berdiri disamping laki laki itu yang terlihat menghela nafas nya yang terasa sesak


"Kau tahu dari anak itu?" Tanya Kenzo yang melirik Alena sejenak


"Aku tahu ketika kau masih lupa ingatan dulu, nama itu adalah nama yang kau sebutkan dalam ketidak sadaranmu, dan aku tahu jika nama itu pasti nama seseorang yang begitu berarti dalam hidup mu. Dan aku baru tahu dari Clara jika dia adalah mantan kekasih mu" jawab Alena


Kenzo kembali menatap jendela didepan nya


"Kau masih begitu mencintai nya?" Tanya Alena begitu pelan pada Kenzo yang lagi lagi menghela nafas nya


"Entah lah" jawab Kenzo


"Aku tidak tahu. Yang aku tahu, aku seperti kehilangan seluruh dunia ku ketika dia pergi. Aku berjuang mati matian, menemani nya dalam keadaan apapun. Tapi takdir berkata lain, aku kalah, apalagi kekalahan ku itu disebabkan oleh orang tua ku sendiri" ungkap Kenzo


Alena menatap Kenzo penuh arti. Begitu dalam hingga Alena mampu merasakan sakit yang dialami oleh Kenzo.


"Jika dia bukan takdir mu, sekuat apapun kau berjuang, maka dia akan lepas dengan berbagai alasan En, jika bukan dari orang tua mu, pasti dari yang lain" sahut Alena


"Kau benar" ucap Kenzo


"Tapi bukan berarti karena luka itu kau merubah dirimu sendiri. Kau tidak bisa seperti ini terus. Kau harus merelakan nya En. Jika kau seperti ini, sama saja kau menghalangi kebahagiaan masuk kedalam kehidupan mu" ungkap Alena.


Kenzo langsung menoleh dan menatap Alena dengan tatapan yang penuh arti


"Aku tahu, aku tidak pernah menutup hatiku Alena. Aku juga sudah merelakan nya, aku bahagia melihat nya bahagia dengan yang lain. Karena itu adalah tujuan ku membuat nya bahagia dulu. Aku juga tidak tahu kenapa aku menjadi seperti ini" kata Kenzo


Alena langsung mengusap lengan Kenzo dengan ragu awal nya, tapi dia tetap memberanikan diri untuk memberikan ketenangan pada lelaki itu. Dan ya, Kenzo melirik sekilas usapan lembut tangan Alena


"Kebahagiaan lain pasti sedang menuju padamu En, percayalah" kata Alena menatap Kenzo dengan senyum nya membuat Kenzo langsung mengangguk dan juga tersenyum


"Ya, semoga" sahut Kenzo


"Tapi satu yang harus kau ingat. Jika kau mau bahagia, kau harus benar benar merelakan nya." Kata Alena lagi dan kali ini membuat Kenzo mengernyit menatap nya


"Aku sudah merelakan nya" sahut Kenzo


"Benarkah?" Tanya Alena sedikit meragu


"Ya" jawab Kenzo


"Melupakan itu hal yang sulit dan tidak akan pernah. Tapi merelakan itu adalah suatu hal yang harus kau lakukan. Kau harus move on, jika kau masih menyimpan nama nya dihatimu, bagaimana itu bisa membuatmu lega" kata Alena masih dengan senyum nya, ya walaupun hati nya terasa sakit saat membahas hal ini. Tapi dia ingin meyakinkan Kenzo dan membantu nya kembali berkumpul pada keluarga nya


"Apalagi jika kau masih menyimpan foto nya" goda Alena membuat Kenzo sedikit terkesiap


"Kau tahu?" Tanya Kenzo dan kali ini Alena yang terkesiap menatap Kenzo


"Jadi kau masih menyimpan foto nya?" Tanya Alena sedikit kesal


Kenzo hanya berdecak dan kembali menatap kearah jendela


Alena juga terdiam dengan jantung yang bergemuruh kembali. Bukan bergemuruh karena perasaan cinta nya, tapi bergemuruh karena dia kesal sekarang. Dia hanya menebak, dan ternyata benar Enzo nya masih menyimpan foto mantan nya, ya, sudah pastikan, kamar nya saja masih dirawat dengan baik.


"Aku akan menghapus semua tentang nya ketika aku sudah menemukan matahari yang akan menghangatkan hatiku Alena" ucap Kenzo tiba tiba membuat Alena terkesiap dan langsung menatap nya


"Dia permata hatiku, cinta pertama ku, dan orang pertama yang membuat ku mengenal apa itu cinta. Tapi aku bukan seseorang yang mengemis tentang cinta. Aku juga akan tetap membuka hatiku untuk yang lain. Untuk seorang wanita yang mampu melindungi hatiku, untuk seorang wanita yang mampu mengobati luka ku, dan untuk seorang wanita yang akan aku jadikan matahari dihidupku" ungkap Kenzo begitu dalam hingga terasa menusuk kerelung hati Alena .


Alena langsung tersenyum dan mengangguk. Meski hati nya benar benar bergemuruh sekarang. Ya, dia berharap Enzo nya akan menemukan matahari itu segera


"Kau pasti menemukan nya En" kata Alena. Dan Kenzo malah mengangguk namun tatapan nya hanya tertuju pada Alena , sehingga membuat gadis itu menjadi gugup kembali sekarang


"Emm... Apa aku boleh melihat nya?" Tanya Alena ragu. Kenzo langsung mengernyit melihat nya


"Rose?" Tanya Kenzo dan Alena langsung mengangguk. Dia benar benar penasaran seperti apa gadis itu


"Kau tidak cemburu hm?" Goda Kenzo membuat Alena mendengus dan langsung memukul lengan nya dengan kesal


"Aku penasaran, secantik apa dia. Apa ada wanita yang melebihi kecantikan ku?" Tanya Alena sedikit angkuh dan itu mampu membuat Kenzo mendengus senyum , dia langsung mengusap kepala Alena dengan gemas


"Baiklah, ayo. Kau bisa lihat sendiri" kata Kenzo yang langsung berbalik badan dan berjalan kearah sebuah lemari besar tidak jauh dari tempat mereka berdiri


Alena hanya diam dan mengikuti nya saja, dan dia kembali dibuat berecak kagum, saat lemari itu digeser ternyata adalah sebuah pintu rahasia, yang jika diputar bisa menampakan sebuah ruangan lain.


Alena masuk mengikuti langkah Enzo, dan lagi lagi jantung nya hampir copot ketika tiba didalam ruangan itu.


Ruangan nya sempit, tidak luas. Namun terlihat estetik. Dan yang membuat nya terperangah adalah foto seorang wanita cantik yang terpajang indah didinding ruangan itu.


Kenzo berjalan perlahan mendekati figura yang lumayan besar itu diikuti oleh Alena yang terlihat memicingkan mata nya menatap foto itu.


"Ini rose????" Tanya Alena dengan wajah yang begitu terkejut bahkan mulut nya sedikit menganga membuat Kenzo mengernyit heran menatap nya


"Ya" jawab Kenzo singkat


"Kenapa mirip nona Angel ya, aku masih ingat wajah nya" gumam Alena


"Angel?" Tanya Kenzo bingung


Alena langsung mengangguk tanpa menatap wajah Kenzo. Dia masih memandang wajah difoto itu. Wajah wanita yang pernah menyelamatkan nya dahulu. Dan Alena masih ingat, meski itu sudah sangat lama.


"Ya, aku bisa berada di Newyork karena bantuan nona Angel En, dia yang menyelamatkan ku dari kejaran anak buah Mike waktu itu. Dan dia pula yang mengurus kepergian ku kenegara ini hingga Mike dan orang orang nya tidak ada yang tahu" ungkap Alena membuat Kenzo langsung tertegun


"Kau yakin dia orang nya?" Tanya Kenzo pada Alena yang langsung mengangguk meski ragu


"Meski sudah lama, tapi aku ingat wajah nya En. Orang yang berbaik hati menyelamatkan ku. Nona cantik yang memiliki mata cokelat tajam, kulit putih bersih. Dia bersama suami nya, tuan Cris" jawab Alena dan kali ini Kenzo sedikit bereaksi


"Kebetulan macam apa ini" gumam nya kembali menatap foto itu.