
Kenzo menurunkan kaki nya dari atas helikopter yang membawa nya pulang kemansion mewah nya.
Wajah Kenzo terlihat datar saja, namun hati nya benar benar bergemuruh melihat mansion besar ini dan ratusan orang yang berbaris rapi menyambut kedatangan nya.
Ingin bertanya, namun dia ingat pesan Edward saat diperjalanan tadi, jika dia harus terlihat biasa saja, jangan banyak bicara seperti tidak terjadi apapun, ini dilakukan demi untuk privasi dan keselamatan Kenzo sendiri.
Pakaian Kenzo juga sudah diganti oleh Edward dengan setelan yang biasa dikenakan nya, sehingga tidak ada satupun anak buah nya yang curiga tentang apa yang telah terjadi pada king mereka.
Kenzo berjalan memasuki mansion itu dengan mata yang terus menatap tajam setiap lekukan bangunan mewah itu. Ya, ini benar benar tempat yang tidak asing lagi bagi nya.
Edward membawa Kenzo keruang kerja tempat dimana mereka membicarakan bisnis maupun misi penting nya.
Kenzo berdiri mematung didepan sebuah figura besar berisi sebuah foto keluarga.
"Ini keluarga ku?" Tanya Kenzo tanpa menoleh Edward yang berada disebelah nya
"Ya king, mereka adalah orang tua anda, dan gadis itu adalah adik anda, nona Clara" ungkap Edward
Kenzo mencoba kembali mengingat semua nya, hingga dia kembali merasakan sakit dikepala nya yang benar benar seperti hendak pecah, apalagi setelah turun dari heli tadi, ingatan nya mulai melayang layang bagai puzzle yang sangat menyiksa nya
"Arggh" geram Kenzo tertekan, tangan nya menarik rambut dikepala nya hingga tubuh nya ikut membungkuk menahan sakit membuat Edward panik bukan kepalang
"King, ada apa?" Tanya Edward sembari memegang tubuh Kenzo yang meringis sakit
"Ah, kepala ku" gumam nya
Edward langsung membawa Kenzo duduk disofa tidak jauh dari tempat mereka berdiri
Kenzo langsung merebahkan kepala nya dikepala sofa, tubuh nya benar benar lemas, bahkan wajah nya nyaris memerah dan pucat pasih
"Bertahanlah king, dokter Richard akan tiba sebentar lagi" kata Edward sembari menyerahkan segelas air putih pada Kenzo.
Kenzo langsung meneguk air itu hingga tandas, nafas nya masih tersengal sengal dan tubuh nya juga terasa lemas
"Aku ingin berbaring Ed" kata Kenzo
"Sebaik nya kita kekamar king" jawab Edward.
Dan akhir nya Edward membawa Kenzo kekamar yang berada disebelah ruang kerja itu. Padahal sebelum nya dia ingin menanyakan banyak hal pada Kenzo, namun kondisi Kenzo seperti nya tidak memungkinkan , dan dia begitu khawatir jika Kenzo mengalami luka yang cukup serius di bagian kepala nya.
Beberapa menit kemudian dokter Richard datang diantar oleh Jack kekamar itu, dokter pribadi Kenzo.
"Apa yang terjadi dengan king Ed?" Tanya dokter Richard menatap Kenzo yang tampak bingung dan diam menatap nya
Saat ini mereka hanya bertiga didalam kamar itu, karena Edward ingin merahasiakan keadaan king nya saat ini
"Seperti nya king amnesia" jawab Edward membuat dokter Richard terhenyak kaget
"Benar kah" tanya nya kaget
Dokter Richard mulai memeriksa tekanan darah Kenzo dan juga jantung nya.
"Anda tidak mengingat saya king?" Tanya dokter paruh baya itu
"Tidak" jawab Kenzo singkat
"Seperti nya kita harus segera memeriksa kondisi kepala king Ed, aku akan menyiapkan segala peralatan nya dibawah" kata dokter Richard. Dan Edward langsung setuju.
"Ya, lebih cepat lebih bagus. Pastikan anggota mu tidak ada satupun yang membocorkan hal ini pak tua" kata Edward sedikit mengancam membuat dokter Richard tersenyum simpul
"Aku jaminan nya" jawab nya yakin
Kenzo hanya diam memperhatikan kedua orang itu. Kepala nya benar benar pusing saat ini, entah kenapa begitu tiba dimansion ini seluruh ingatan nya seperti mendesak untuk masuk kedalam otak nya, membuat nya benar benar lemas bahkan nafas nya juga terasa begitu sesak.
...
Malam ini, semua peralatan medis dan juga dokter dokter ahli sudah disiapkan oleh dokter Richard dan Edward.
Ruang bawah tanah dibawah mansion itu adalah tempat pengobatan untuk anggota klan Aldrego, terutama bagi Kenzo.
Semua fasilitas nya benar benar lengkap seperti dirumah sakit ada umum nya. Awal nya Edward ingin membawa king nya kemarkas besar mereka, namun seperti nya untuk saat ini itu tidak memungkinkan untuk dilakukan, mengingat jika mereka kesana akan butuh waktu yang lama dan juga pasti banyak anggota mereka yang akan tahu tentang keadaan pemimpin mereka. Dan Edward tidak ingin mengambil keputusan yang salah, Edward hanya tidak ingin ada musuh dalam selimut untuk saat ini, karena dia yakin, jika kecelakaan yang menimpa king nya adalah ulah dari para musuh mereka.
Kenzo kini telah terbaring dibawah sebuah alat yang dipasang dikepala nya. Alat untuk meronsen, namun terlihat sangat canggih dan mewah.
Dokter Richard dibantu oleh dokter ahli yang lain benar benar fokus dengan kondisi king mereka.
Hingga hampir dua jam lama nya pemeriksaan itu selesai dilaksanakan.
Edward yang masih dengan setia menunggu proses pemeriksaan kondisi Kenzo pun dapat bernafas sedikit lega karena akhir nya proses itu dapat diselesaikan dengan baik.
Dokter Richard menyerahkan beberapa lembar kertas kehadapan Kenzo, dan Edward yang berdiri dibelakang nya hanya menatap itu dengan wajah bingung
"Bisa kau jelaskan" pinta Kenzo saat dia melihat tulisan itu dan kurang mengerti tentang apa yang ada didalam nya
"Begini king, kecelakaan yang menimpa anda membuat kepala bagian kiri mengalami luka yang cukup serius, sehingga membuat ingatan Anda menghilang. Tapi ini bukan seperti amnesia pada umum nya, ini hanya karena benturan keras dan melukai beberapa saraf penting yang berada di otak sehingga menganggu memori anda. Ingatan Anda akan kembali pulih seiring berjalan nya waktu" ungkap dokter Richard
"Tapi kenapa setiap mengingat sesuatu kepala ku terasa begitu sakit?" Tanya Kenzo
"Itu karena penanganan anda kurang memadai. Sebenar nya anda harus melakukan operasi karena saya melihat ada pembekuan darah dikepala anda, tapi seperti nya itu sudah sedikit teratasi dengan bantuan ramuan herbal yang anda konsumsi, benar begitu?" Tanya dokter Richard menatap Kenzo yang masih dengan tatapan bingung nya.
"Ya, aku hanya meminum ramuan herbal saat itu" jawab Kenzo mengingat selama dirumah Alena dia memang hanya diberikan ramuan ramuan yang seperti aneka akar dan dedaunan yang dihaluskan.
"Nah, itu juga sudah cukup membantu king, meski pemulihan nya menjadi tertahan dan lama. Jika anda setuju saya akan melakukan operasi dikepala anda untuk mengangkat sisa pembekuan darah yang ada, agar sistem saraf anda berjalan normal kembali" kata dokter Richard
"Apa dengan begitu ingatan ku bisa kembali?" Tanya Kenzo ragu
"Delapan puluh persen saya yakin bisa king" jawab nya yakin
"Baiklah, lakukan yang terbaik" jawab Kenzo pasrah. Dia ingin segera sembuh dan tahu apa yang sebenar nya terjadi pada diri nya. Kehilangan memori ingatan benar benar membuat nya merasa sangat hampa dan tidak tahu harus berbuat apa. Apalagi setelah mengetahui siapa dirinya yang sebenar nya, membuat Kenzo tidak bisa berdiam diri lebih lama lagi.
Setelah melakukan pemeriksaan, kini Kenzo kembali kekamar nya dengan diantar oleh Edward.
"Apa orang tua anda tidak diberi tahu mengenai hal ini king" tanya Edward ragu
"Apa mereka selalu mendesak mu?" Tanya Kenzo kembali.
"Tidak juga, saya hanya beralasan jika anda sedang ke Argentina mengurus proyek disana seperti biasa" jawab Edward
"Maka dari itu teruslah beralasan seperti itu. Aku tidak ingin membuat mereka khawatir" kata Kenzo membuat Edward mengangguk patuh
'jika anda ingat, mungkin anda tidak akan memikirkan perasaan mereka' batin Edward dengan helaan nafas nya yang terasa berat
Langkah Kenzo terhenti didepan pintu kamar nya, membuat langkah Edward juga ikut terhenti.
"Ed, apa kau tahu siapa Rose?" Tanya Kenzo tiba tiba, membuat Edward terpaku, kenapa bisa king nya mengingat nama itu, batin nya.
"Anda mengingat nya king?" Tanya Edward
"Entah lah, nama itu muncul begitu saja difikiran ku" jawab Kenzo
Edward menghela nafas sejenak, lagi lagi nama itu yang selalu diingat nya
"Dia masa lalu anda king" jawab Edward membuat Kenzo langsung mengernyitkan dahi nya
"Masa lalu" gumam nya
"Ya, dan anda tidak perlu lagi mengingat nya, sebaik nya anda beristirahat, karena besok operasi anda akan dilakukan" kata Edward tidak ingin membahas lebih jauh tentang nama itu
"Baiklah, terimakasih" jawab Kenzo yang langsung masuk meninggalkan Edward yang membeku ditempat nya.
"Dia lebih banyak bicara saat melupakan semua nya, bahkan kalimat sakral itu bisa terucap dengan mudah nya, padahal selama ini dia adalah seseorang yang dingin dan tak tersentuh" gumam Edward tak habis fikir.
Didalam kamar, Kenzo terbaring dengan mata yang memandang nanar langit langit kamar nya. Dia masih penasaran dengan nama yang masih selalu diingat nya. Bahkan setiap mengingat nama itu, dia selalu merasakan perasaan yang aneh, seperti rindu, sesak dan bahagia.
"Rose, siapa dia, dan ada hubungan apa aku dengan dia di masa lalu?" gumam Kenzo
....
Sementara didesa, Alena tengah duduk memeluk lutut nya sembari memandang hamparan kunang kunang yang berterbangan dengan indah diatas kepala nya.
Baru malam yang lalu dia menikmati pemandangan ini dengan Enzo nya, tapi sekarang dia sendirian lagi disini.
Kembali sendiri seperti sebelum Enzo nya datang, kembali sepi, tapi kenapa sekarang terasa lebih hampa, hanya sebentar kehadiran pria misterius itu, tapi mampu membuat Alena merasakan sesuatu yang berbeda dihidup nya.
"Rasa nya seperti mimpi, kau datang tanpa terduga, dan kini kau pergi dengan meninggalkan kenangan yang tidak mungkin bisa aku lupakan" gumam Alena
"kehadiran mu hanya sebentar En, tapi kenapa rasa nya kau pergi dengan membawa separuh jiwaku" Alena menghela nafas nya yang terasa sesak.
Dia memandang keatas, dimana cahaya kunang kunang dan sinar rembulan begitu indah, seindah bayangan wajah Kenzo yang tersenyum menatapnya.
"Semoga suatu saat kita bisa bertemu lagi, bertemu dengan kisah yang lebih indah" harap nya begitu dalam
...
jangan lupa like dan komen nya guys