ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Reymond Terluka



Alena memperhatikan raut wajah Kenzo dan ayah nya yang telah berubah menjadi tegang dengan rahang yang sama sama mengeras.


Ruang makan yang sebelum nya memang sudah sedikit tegang itu semakin terasa mencekam bagi Alena.


Kapten Stone dan Kenzo sama sama saling menggenggam erat ponsel mereka masing masing. Tatapan mata mereka saling menatap dengan tajam sehingga membuat Alena bergidik ngeri sekarang.


"Ada apa ayah? En ?" Tanya Alena pada ayah nya dan Kenzo yang masih terlihat berdiri diam seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Kapten, seperti nya saya harus pergi sekarang" ucap Kenzo pada kapten Stone yang langsung mengangguk


Alena semakin bingung sekarang, dia menatap Kenzo yang kini berbalik pada nya.


"Tetaplah dirumah, dan jangan kemanapun" ucap Kenzo begitu serius


"Tapi ada apa, kenapa wajah kalian begitu tegang?" Tanya Alena pada Kenzo dan juga menoleh pada ayah nya yang tengah mengotak ngatik ponsel nya sekarang


"Kapten, biar masalah ini saya yang mengurus nya, anda tetaplah dirumah" ucap Kenzo pada Kapten Stone yang langsung mengangguk


"Pergilah , aku percayakan padamu, orang orang ku juga akan membantu kalian" sahut kapten Stone


Kenzo kembali menoleh pada Alena dan mengusap kepala nya dengan lembut.


"Aku pergi dulu" ucap Kenzo yang langsung beranjak dan keluar meninggalkan Alena yang menatap nya dengan wajah bingung dan panik


"Ayah, ada apa??" Tanya Alena begitu mendesak, bahkan dia sudah memegang lengan kapten Stone saat ini. Wajah pria tua itu terlihat menahan amarah nya


Kapten Stone mencoba menarik nafas nya perlahan, dan tersenyum menatap Alena yang panik dan bingung.


"Ada orang yang ingin mencelakai adik Kenzo" ungkap kapten Stone membuat Alena langsung melebarkan mata nya


"Apa, ya Tuhan, lalu bagaimana sekarang?" Tanya Alena yang sudah benar benar panik saat ini


"Tenang lah Alena. Orang orang ayah sudah membantu mereka. Kenzo juga pasti bisa mengatasi ini" jawab kapten Stone sembari mengusap pundak Alena yang terlihat bergetar karena cemas nya


"Clara pergi dengan kak Rey ayah, sudah pasti kak Rey juga berada dalam bahaya" kata Alena dengan mata yang berkaca kaca sekarang


"Semua pasti baik baik saja Alena, tenang lah nak" ucap kapten Stone yang langsung memeluk tubuh putri nya. Dia juga begitu terkejut mendengar berita dari orang kepercayaan nya jika Reymond diganggu oleh sebuah komplotan gangster. Dan dapat dia yakini jika itu adalah orang orang Mike yang mencoba mengusik Clara adik Kenzo. Mike memang keterlaluan, dia sudah berani mengusik keluarga Kenzo hanya untuk mencari Alena.


Dan memang benar, saat ini orang orang Mike dibantu oleh orang orang kakak nya tengah menyerang Reymond dan beberapa bodyguard yang memang ditugaskan untuk mengawal Clara secara diam diam.


Mereka sedang berputar putar mengelilingi kota siang itu, mencari tempat makan yang lumayan enak. Tapi ketika dijalanan yang agak sepi, tiba tiba mobil mereka dihadang oleh beberapa mobil yang berisi seklompotan pria bertubuh besar dan penuh dengan tato.


Clara begitu ketakutan didalam mobil nya, dia sudah menghubungi Edward tadi, namun karena jarak perusahaan dengan tempat nya berada cukup jauh, membuat Edward belum tiba ditempat itu. Hanya anggota mereka saja yang berdatangan untuk menyelamatkan nona muda Amerika itu.


"Aaaaa kurang ajar!!!!" Teriak Clara sembari menendang pintu mobil dengan kuat hingga membuat seorang pria yang ingin menarik nya keluar sedikit terpental.


Clara langsung keluar dari mobil nya, dan memasang kuda kuda, dia cukup mengetahui jurus dasar bela diri, ya meskipun kaki nya terlihat gemetaran sekarang.


"Clara, kenapa kau keluar!!" Teriak Reymond yang berusaha mendekat kearah nya dengan terus memukul beberapa orang yang berusaha menghajar nya


Bukan nya menjawab perkataan Reymond, Clara malah langsung berlari mendekati pria itu dan sedikit melompat untuk menendang seseorang yang hendak menyerang Reymond


"Wow, keren" ucap Reymond tak percaya melihat Clara yang ternyata bisa bela diri itu


"Berisik kau, kaki ku gemetaran sekarang" ucap Clara sembari mengamati sekeliling nya membuat Reymond tertawa kecil mendengar nya


"Sialan, kemana Edward" gerutu nya yang terus membantu Reymond memukul musuh yang semakin lama semakin banyak berdatangan.


Meski sudah ada beberapa bodyguard nya dan juga bodyguard Reymond, tapi sungguh mereka kalah kekuatan, karena yang turun adalah anggota milik klan black Eagle milik Thomas.


Buk


"Clara" teriak Reymond saat melihat Clara jatuh tersungkur karena tendangan dari seorang pria.


"Menyerah lah nona, ikut dengan kami maka kau akan selamat" ucap seorang pemimpin mereka


"Tidak akan" jawab Clara dengan ringisan nya, dia berusaha untuk bangun, namun karena perut nya begitu sakit, dia tidak dapat bergerak lebih cepat.


Pria itu terlihat menodongkan pistol nya pada Clara namun dengan sigap Reymond segera menendang nya hingga pistol pria itu terpental


"Kurang ajar" geram pria itu


Reymond segera berlari mendekati Clara yang terlihat begitu kesakitan. Dia membantu gadis itu untuk bangun dengan susah payah


"Hei kau tidak apa apa?" Tanya Reymond terlihat khawatir, padahal wajah nya pun sudah babak belur saat ini


"Apa kau tidak membawa pistol?" Tanya Clara pada Reymond yang mengernyit


"Untuk apa aku membawa pistol" tanya Reymond bingung dan Clara langsung berdecak kesal. Ya, dia lupa, Reymond hanya seorang CEO biasa, bukan seperti kakak nya yang selalu siaga kapan pun dan dimana pun


"Rey, awas!!" Teriak Clara saat pemimpin kelompok itu menembakan peluru nya kearah mereka


Reymond berbalik namun dengan cepat pula dia langsung memeluk tubuh Clara dan berguling kesamping.


"Uugh" geram nya


"Rey, kau terluka" ucap Clara begitu panik saat melihat pinggang Reymond yang tertembak dan telah basah dengan darah karena tertembus peluru


Pria itu kembali melepaskan tembakan nya namun pistol nya juga terpelanting saat tangan nya yang tertembak oleh seseorang.


Clara dan Reymond langsung menoleh kearah belakang samping mereka yang terhalang mobil. Dan ternyata, Kenzo datang dengan pistol yang dia arahkan kearah pemimpin kelompok itu.


Pandangan mata nya benar benar tajam, rahang nya mengeras sempurna. Bahkan wajah nya benar benar merah sekarang. Berani berani nya mereka menyerang adik nya, tidak akan dia biarkan.


Dor dor dor


Beberapa tembakan dia lepaskan pada beberapa orang yang hendak menyerang nya.


Kenzo berjalan mendekat kearah Reymond yang terlihat meringis dan terduduk disisi mobil bersama Clara.


"Kakak" panggil Clara dengan wajah yang sudah menahan tangis


"Bagaimana keadaan mu?" Tanya Kenzo pada Reymond


"Masih baik baik saja tuan" jawab Reymond sedikit terbata, karena bagaimana pun dia benar benar kesakitan sekarang.


Edward yang baru tiba disana langsung mendekat kearah Kenzo bersama dengan seorang agen yang menyelidiki kasus itu.


"Maaf tuan, kami datang terlambat" ucap seorang agen wanita itu pada Kenzo yang hanya mengangguk datar


"Ed, bawa kerumah sakit" perintah Kenzo pada Edward yang langsung mengangguk dan membantu Reymond masuk kedalam mobil bersama Clara yang mengikuti nya.


Dan kini tinggallah Kenzo bersama dengan agen wanita yang usia nya masih terbilang cukup muda itu.


"Tuan Kenzo Barrent, bisakah saya meminta sedikit keterangan pada anda?" Tanya agen wanita itu pada Kenzo. Kenzo menatap nya dengan datar, dan dapat dia lihat kartu pengenal yang tergantung dileher nya bertuliskan sebuah nama, Joice.


"Apa yang mau kau tanyakan. Aku tidak punya cukup waktu untuk menjawab pertanyaan mu yang tidak penting" jawab Kenzo begitu tajam, namun agen wanita itu terlihat biasa, karena dia sudah tahu siapa Kenzo Barrent sebenar nya.


"Saya hanya bertanya, apa kejadian siang ini ada hubungan nya dengan Mike yang berusaha menyerang anda beberapa hari yang lalu sesuai dengan laporan dari Kapten Stone?" Tanya Joice begitu lekat


Kenzo hanya mendengus


"Anda tahu bukan, saya baru tiba disini. Dan orang orang saya juga baru akan menyelidiki nya. Sebaiknya anda selidiki sendiri, bukan kah kalian agen yang berprofesional?" Ucap Kenzo yang terlihat begitu acuh


"Maafkan saya tuan , tapi alangkah baik nya jika kita bekerja sama untuk mengusut kasus ini agar cepat terselesaikan" kata Joice kembali namun Kenzo hanya menggeleng pelan dan kembali menatap nya dengan lekat


"Saya serahkan semua nya pada kalian" ucap Kenzo yang langsung pergi meninggalkan agen wanita itu yang terlihat menghela nafas nya sejenak


"Seperti nya ini misi yang lumayan sulit" gumam nya menatap kepergian Kenzo Barrent


...


Dirumah sakit...


Clara terlihat begitu panik melihat keadaan Reymond. Pria itu sudah tidak sadarkan diri saat tiba dirumah sakit tadi. Peluru menembus pinggang nya lumayan dalam sehingga mengakibatkan darah yang keluar juga begitu banyak.


Clara berjalan kesana kemari didepan ruang operasi Reymond. Wajah nya begitu kusut, bahkan dia tidak lagi merasakan sakit diperut nya karena keadaan Reymond saat ini.


"Nona, tenanglah" ucap Edward yang duduk dikursi tunggu tidak jauh dari Clara berada.


Clara menatap Edward dengan kesal, dia berjalan mendekat dan berdiri tepat dihadapan Edward yang menatap nya dengan pandangan datar.


"Ini semua gara gara kau" tuding Clara pada Edward yang langsung mengernyit bingung


"Saya" tanya Edward bingung


"Ya, kenapa kau begitu lama datang nya ha, biasa nya kau selalu ada disaat aku dalam bahaya. Tapi kenapa tadi kau tidak datang datang, bahkan kak Ken yang datang lebih dulu dari pada kau. Kenapa kau tidak secepat biasa nya Ed!!" Seru Clara begitu menggebu, bahkan nafas nya tampak tersengal Senegal menatap Edward karena begitu kesal


"Untuk itu sa...." Ucapan Edward langsung terhenti saat melihat Clara malah berlutut dan menangis dengan wajah yang dia sembunyikan dibalik telapak tangan nya.


"Aku takut, aku begitu takut tadi. Kau tahu Reymond tidak bisa berbuat banyak, bagaimana kalau kami mati tadi..... Huuuuuu" tangisan Clara membuat Edward sedikit terusik hati nya, dia langsung berdiri dan menarik Clara untuk beranjak dari tempat nya


"Nona, tenang lah, semua baik baik saja. Dan anda masih hidup sekarang" ucap Edward membuat Clara langsung menghentikan tangis nya dan menatap Edward dengan begitu sadis.


"Iya aku masih hidup, coba kalau tadi tidak ada kak Ken, aku bisa mati. Lihat Reymond begitu karena melindungi ku. Seharus nya kau yang melindungiku Ed, bukan dia" seru Clara kesal


"Jadi anda mau saya yang berada didalam sana?" Tanya Edward . Clara langsung memukul dada Edward dengan kuat namun tidak berpengaruh sama sekali pada pria itu


"Bukan begitu bodoh. Kalau kau yang melindungi ku, kita pasti tidak akan ada yang terluka. Kau ini bodoh sekali, dasar tidak peka. Huaaaaaaa" tangis Clara kembali pecah membuat beberapa perawat yang melewati ruangan itu melirik mereka dengan heran, mau menegur, tapi mereka tidak berani mengingat status Clara yang merupakan anak pemilik rumah sakit ini.


"Nona berhentilah menangis" pinta Edward dengan wajah frustasi nya. Nona muda nya ini benar benar selalu membuat nya pusing


"Aku takut Ed, aku begitu kesal padamu" teriak Clara membuat Edward langsung meringis dan menggaruk pelipis nya sekilas.


Apa yang harus dia lakukan sekarang, berhadapan dengan Clara selalu saja membuat nya pusing, lagi pula kemana pergi nya tuan Amerika itu, bisa bisa nya membiarkan nya hanya berdua dengan Clara disini.


"Baiklah maafkan saya nona" ucap Edward


"Gara gara kau Reymond celaka" Isak Clara lagi


"Iya, maafkan saya" sahut Edward


"Huaaa... Aku kesal padamu" kata Clara yang langsung memeluk tubuh Edward. Membuat Edward langsung membatu ditempat nya.


Dia mengerjapkan mata nya beberapa kali mendapatkan pelukan dari Clara.


Dia mencoba merenggangkan pelukan nya, namun Clara malah semakin memeluk nya dengan erat


"Aku takut Reymond terluka parah Ed" gumam Clara dalam pelukan Edward yang masih belum melakukan apapun. Dia hanya diam sembari menahan nafas nya yang terasa sesak.


"gara gara menolongku dia seperti itu. huuuuuu" Isak Clara yang semakin menjadi .


Edward tidak tahu harus melakukan apa. Dia tidak pernah disentuh oleh seorang perempuan pun selama ini. Dan perempuan yang dekat dengan nya hanya Clara sedari dulu, dan juga wanita pertama yang berani memeluk nya .


"no nona" ucap nya begitu gugup, tangan nya ingin menyentuh pundak Clara, namun dia begitu ragu, entah takut, atau sebuah perasaan lain, dia tidak mengerti.


"sebentar saja Ed, tidak orang lain disini selain dirimu, biarkan seperti ini. aku benar benar takut tadi" pinta Clara.


Edward langsung menghela nafas nya dengan begitu pelan. Tangan nya kembali terulur ingin membalas pelukan itu.


Namun tiba tiba


"apa yang sedang kalian lakukan?"