
Alena sudah dipindahkan kekamar nya dimansion Kenzo. Alena terus merengek dan tidak ingin berlama lama diruang bawah tanah. Dia merasa tubuhnya sudah jauh lebih baik sehingga dia hanya perlu beristirahat saja saat ini.
Kenzo tentu saja mengabulkan permintaan Alena. Dia begitu bersyukur jika Alena tidak mengalami kelumpuhan seperti apa yang diprediksi oleh Brian tempo lalu. Untung saja tubuh dan saraf Alena kuat, sehingga dia tidak mengalami hal yang cukup serius pada sistem saraf nya setelah terkena racun.
Hanya saja, mulai saat ini Alena harus bisa menjaga jantung nya dengan baik. Karena bagaimana pun, sekarang dia bukan lagi gadis yang sehat seperti dahulu. Jantung nya sudah melemah, dan oleh karena itu Kenzo tidak bisa berkata apapun lagi mengenai misi dan apa yang telah dia lakukan. Kenzo takut Alena akan cemas dan berpengaruh pada jantung nya.
Ya, Kenzo juga harus bisa menjaga Alena dengan baik mulai sekarang. Alena seperti ini adalah karena nya. Dan karena itu, Kenzo tidak akan membiarkan Alena celaka lagi. Sudah cukup dia merasakan jantung nya hampir lepas saat melihat Alena sekarat malam itu.
Saat ini Angel dan Clara berkumpul didalam kamar Alena. Kamar yang pernah menjadi tempat Angel selama menjadi kekasih Kenzo. Namun sekarang kamar itu sudah direnovasi menjadi kamar dengan desain yang lebih feminim dengan warna pink dan emas. Sangat jauh berbeda dengan kamar Angel dulunya.
Kenzo dan Cristian entah kemana. Kapten Stone dan Joice pergi mengurus tentang Lian. Sedangkan Reymond pamit untuk pulang kerumah sebentar. Jadi hanya tinggal Alena bersama Clara dan Angel dikamar ini dan juga bersama baby Tweens yang sangat menggemaskan.
"Lucu sekali" gumam Alena yang sedang memangku baby Michella, anak perempuan Angel dan Cristian. Clara yang duduk disamping nya juga sedang memangku Michael, anak lelaki Angel. Bayi kembar berusia tujuh bulan lebih itu terlihat begitu menggemaskan. Membuat Alena dan Clara sejak tadi terus saja mengganggu mereka.
Angel yang duduk dikursi disamping tempat tidur hanya tersenyum saja melihat Alena dan Clara. Sepertinya Kenzo memang mendapatkan wanita yang sama sifat nya dengan Clara. Begitu anggun, feminim dan pastinya sangat lembut, dan yang pasti masih sangat muda.
"Nona, apa Michella tidak suka rewel. Lihat dia tenang saja bersama ku" tanya Alena yang masih memainkan pipi gembul Michella.
Bahkan dia tidak lagi merasakan lemas ditubuhnya ketika bermain bersama mereka
"Biasanya dia tidak suka didekat orang lain selain Daddy nya, aku juga heran kenapa dia begitu tenang denganmu" jawab Angel
"Itu tandanya dia menyukai mu Ale. Lihat dia begitu tenang. Padahal dengan ku saja, dia hanya ingin sebentar" sahut Clara yang sedang memainkan pipi gembul Michael. Bayi laki laki itu terlihat lebih ceria dan mudah tertawa daripada Michella, adik perempuan nya.
"Haha, lucu sekali. Tapi dia lebih pendiam dari pada Michael" kata Alena seraya memandang Michael yang bersama Clara disebelah nya
"Hmm, Michael lebih mirip Cristian bukan" jawab Angel
Clara langsung terbahak dan mengangguk setuju.
"Benar, dan Michella lebih mirip dengan mu kak" kata Clara
"Tapi nanti Michella pasti akan menjadi anak yang sangat cantik. Lihat, sekarang saja dia sudah begitu terlihat aura nya" ucap Alena
"Kau tidak lihat orang tua nya bagaimana" dengus Clara dan kali ini Alena yang terbahak
"Hihi, benar juga. Nona Angel memang sangat cantik. Pantas saja bisa menciptakan bibit unggul seperti ini" jawab Alena dengan tawa nya
Angel hanya tersenyum tipis dan menggeleng pelan
"Jika kalian punya anak nanti, anak kalian juga pasti lebih cantik dan tampan Alena." sahut Angel
Alena langsung tersipu malu mendengar nya
"Ah nona, masih jauh. Menikah saja belum , tuan Amerika itu begitu banyak yang diurusnya. Bahkan sampai sekarang orang orang masih menganggap dia sudah tewas akibat kejadian waktu itu" ungkap Alena terdengar kesal, namun masih terus memainkan tangan Michella
"Dia pasti bisa menyelesaikan nya. Kau hanya perlu menunggu dan memulihkan keadaanmu" kata Angel
Alena langsung mengangguk
"Ya, hanya bisa menunggu" jawab Alena
"Kenapa, kau sudah tidak sabar ha" sahut Clara
Alena langsung mengerucutkan bibir nya dengan kesal
"Tentu saja, dia juga sudah berjanji" jawab Alena dengan polos nya. Membuat Clara dan Angel langsung menggeleng pasrah.
"Kak, kau lihat. Seperti nya kak Ken memang kena karma dari kak Cris. Dulu dia selalu menghina kak Cris yang tidak bisa apa apa. Tapi sekarang dia malah mendapatkan gadis seperti ini, begitu polos dan sangat cerewet" adu Clara pada Angel
Angel langsung tertawa kecil sedangkan Alena mendengus kesal melihat nya
"Tidak apa apa. Tuhan memang adil" jawab Angel
"Kau ini, aku mencintainya dan dia mau menerima ku. Salahku dimana. Nona Angel saja sudah merestui. Bukan begitu nona" kini Alena beralih pada Angel yang mengangguk lucu. Dia hanya tidak menyangka, Kenzo pasti akan sedikit stres menghadapi kelakuan Alena yang seperti ini. Padahal sejak dulu, Kenzo sudah selalu mengeluh tentang sifat Clara. Namun nyatanya sekarang, dia malah bisa jatuh cinta pada gadis ini. Gadis yang selalu ceria dan penuh senyuman.
"Ya, kau memang tidak pernah salah Ale. Bahkan kau bisa membuat pria manekin itu bisa move on dari kak Rose" sahut Clara
Alena langsung menoleh pada Angel yang masih tersenyum dan mengusap air liur Michael
"Bukankah itu bagus. Aku dan Kenzo tidak akan pernah cocok. Tapi kau dan Kenzo pasti akan bisa menjadi pasangan yang serasi" jawab Angel
"Hmm, seperti Kakak dan Kak Cris kan" kata Clara pula. Angel langsung tertawa dan mengangguk
"Hmmmh aku juga tidak menyangka bisa mendapatkan hatinya. Bahkan dulu untuk melihatku saja dia tidak mau" gumam Alena mengenangkan masa masa awal pertemuan nya dengan Kenzo. Pria itu benar benar kaku dan dingin, sangat berbeda dengan sekarang
"Itu karena kau begitu cerewet dan mengesalkan, hingga mau tidak mau dia harus melihat mu" sahut Clara
Alena kembali berdecak kesal
"Padahal kau sendiri lebih cerewet dan menyebalkan. Enzo saja begitu lelah jika sedang menghadapi mu" balas Alena tidak mau kalah
"Mana ada begitu" sahut Alena dan Clara bersamaan
Angel hanya tersenyum tipis dan kembali menggeleng. Lama lama berada disini dia yang akan pusing.
Angel beranjak dari duduk nya dan memandang kedua gadis kesayangan Kenzo itu
"Titip anakku sebentar, aku ingin menemui Cristian dulu" ucap Angel sambil mengusap kepala kedua bayi kembar nya
"Oke, aman" sahut Clara
"Serahkan pada kami nona" kata Alena pula
Angel tersenyum dan berlalu keluar kamar. Mencari dimana keberadaan Cristian dan Kenzo. Tadi mereka pamit untuk kebelakang mansion, melihat peliharaan Hiena Kenzo, yang dulunya adalah milik Angel.
Dan benar saja, ketika Angel berjalan kebelakang mansion. Dapat dia lihat kedua lelaki tampan itu sedang berdiri didepan kandang Heina.
Angel sudah hafal dengan mansion Kenzo, jadi mudah saja dia mengitari mansion yang begitu luas itu tanpa bantuan dari para pengawal lagi.
Angel berjalan mendekat kearah mereka, dan lagi lagi dapat Angel dengar jika mereka sedang berdebat saat ini. Selalu saja seperti itu jika sudah bertemu.
"Apa yang sedang kalian ributkan ha?" tanya Angel. Membuat Cristian dan Kenzo sedikit terkesiap kaget
"Baby" sapa Cristian yang langsung tersenyum melihat kedatangan istri nya
Angel berdiri diantara mereka dan memandang Heina yang sudah terlihat gagah dan cantik
"Kau masih memelihara nya dengan baik" ucap Angel tanpa menoleh pada Kenzo
"Tentu saja. Lihat bahkan dia sudah sebesar ini sejak kepergian mu" jawab Kenzo
"Selalu saja membahas itu, membosankan. Padahal sudah ada Alena didalam" dengus Cristian
Kenzo langsung terkekeh geli mendengar Cristian. Sejak tadi dia begitu suka menggoda pria ini. Mantan rival yang ingin sekali dia habisi dulu, tapi...tidak bisa.
"Seperti nya kau akan sedikit sulit menghadapi nya" kata Angel pada Kenzo
Kenzo tersenyum tipis dan mengangguk
"Ya, kau pasti sudah tahu bagaimana sifatnya bukan. Dia menjengkelkan, tapi tidak tahu kenapa aku malah bisa menempatkan hatiku padanya" jawab Kenzo
Angel memandang wajah Kenzo. Mata itu berbinar dengan indah ketika membayangkan gadis nya. Dan itu cukup membuat Angel lega, karena sekarang dia tahu jika Kenzo memang sudah benar benar berpaling. Meskipun gadis itu adalah Alena, tapi Angel tahu jika Alena memang gadis baik yang bisa menghibur hati Kenzo dan mengobati luka akibat ulah nya dulu
"Itu karena kau selalu meremehkan ku dulunya. Jadi kau kena karma sekarang" sahut Cristian terdengar masih kesal
"Yah setidak nya aku tahu rasanya jadi Angel. Cukup sulit mengimbangi mu yang begitu manja" jawab Kenzo melirik sinis pada Cristian
Cristian langsung melengos kesal mendengar nya
"Kau akan tahu indah nya mencintai jika bersama Alena. Sifat manja dan cerewet nya itu akan selalu kau rindukan ketika kau jauh dari nya" ucap Cristian dan tentu saja Kenzo langsung mengangguk
"Kau benar. Dia seperti matahari dalam hidupku. Aku tidak bisa lagi berpaling darinya" jawab Kenzo
Angel tersenyum dan mengangguk tipis
"Tuhan itu adil. Dia pernah membuat kita bertemu dan bersama dalam waktu yang singkat. Mungkin untuk menunjukkan jika dengan kita bersama semua tidak akan seindah seperti sekarang. Kau pasti merasakan itu bukan?" Angel memandang Kenzo yang langsung mengangguk
"Ya, dulu aku sama sekali tidak tahu bagaimana cara nya bersikap padamu, tapi sekarang, Alena bisa merubah sifat kaku ku sedikit demi sedikit, begitu pula dengan mu. Aku melihat mu sudah lebih lembut dan murah senyum sejak bersama Cristian" jawab Kenzo
"Definisi berada ditangan yang tepat" sahut Cristian dengan bangga
Angel dan Kenzo langsung tertawa kecil mendengar nya.
Memang begitu ada nya. Tapi hanya hati mereka yang berbicara dalam diam, jika meskipun kini mereka sudah berada ditangan yang tepat. Tapi kebersamaan mereka dulu tetap selalu bisa membuat sebuah kenangan yang tidak mungkin bisa dilupakan.
"Lalu, apa yang akan kau lakukan pada Jesicca sekarang?" tanya Angel pada Kenzo
"Mungkin besok aku akan mulai menyerang nya. Aku tidak bisa menunggu lagi. Selagi dia masih terluka" jawab Kenzo
"Walaupun begitu kau tidak bisa menganggap remeh dia Al. Dia licik dan begitu licin" sahut Angel
"Kau mengenal nya baby?" tanya Cristian dan Angel langsung mengangguk
"Aku pernah berhadapan dengan nya dulu" jawab Angel
"Apa kau memerlukan bantuan kami?" tanya Cristian pada Kenzo
"Tidak,.aku masih memiliki kekuatan yang cukup. Hanya saja jika kalian tidak keberatan, aku ingin kalian tetap disini dulu untuk menjaga Alena dan yang lain. Jesica sudah tahu siapa aku, aku takut mereka akan nekad menyerang mansion ini" jawab Kenzo
"Baiklah" jawab Angel dan Cristian yang langsung mengangguk saja.