ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Orang Tua Kandung Alena



Wajah Kenzo begitu kelam. Diri nya begitu murka melihat Alena yang sudah tidak berdaya dibawah kaki Mike dengan kondisi yang sangat menyedihkan.


"Berani nya kau" geram Kenzo menatap tajam wajah Mike.


Mike tertawa sinis melihat kemarahan Kenzo. Dia begitu marah dan terbakar cemburu sekarang, apalagi mendengar Alena yang terus menerus menyebut nama nya meski Mike telah memukul nya berulang kali. Dan sekarang ditambah dengan kedatangan Kenzo yang seperti pahlawan saja membuat nya berdecak sinis


"Cih, kau repot repot kemari hanya untuk ****** seperti nya ha" seru Mike


Kenzo hanya diam dengan wajah dingin nya. Dia berjalan cepat dan langsung melayangkan pukulan nya pada wajah Mike yang langsung terpelanting keatas tempat tidur.


Kenzo melirik Alena sekilas yang sudah tidak sadarkan diri dengan darah yang membanjiri wajah dan kepala nya. Dan tentu itu semakin membuat emosi Kenzo memuncak.


Dia kembali mendekati Mike yang sedang mengusap darah disela bibir nya.


Kenzo menarik kerah baju Mike dengan kasar lalu kembali melayangkan pukulan dan tendangan bertubi tubi pada pria bertato itu.


Mike langsung jatuh membentur dinding hingga darah segar keluar dari mulut nya.


Tidak mau kalah, Mike mulai menyerang Kenzo kembali meski diri nya terlihat kepayahan. Kenzo seperti orang yang kesetanan, dia menghajar Mike dengan brutal, seolah meluapkan segala emosi nya saat ini. Dia benar benar tidak terima Alena diperlakukan dengan kejam oleh pria ini.


Berkali kali Mike jatuh dan berkali kali pula Kenzo menghajar nya


"Kau sudah menghancurkan hidup nya, maka kau juga harus merasakan kehancuran nya Mike" geram Kenzo pada Mike yang sudah tergeletak tak berdaya


"Kau tidak akan bisa mendapatkan nya Kenzo Barrent. Sampai kapan pun dia milik ku" ucap Mike dengan terbata bata


Kenzo kembali melirik Alena yang semakin memucat itu.


Dia berlari dan mendekati Alena. Memeriksa seluruh bagian tubuh gadis lemah itu. Wajah nya begitu menyedihkan, penuh luka dan lebam, kepala nya juga terluka karena terhantuk pinggiran meja.


Hati Kenzo terenyuh sakit, bahkan dia sungguh sangat ingin membunuh Mike sekarang. Tapi itu terlalu mudah untuk nya, dia ingin Mike merasakan kehancuran terlebih dahulu


"Jack, urus dia" perintah Kenzo pada Jack yang sudah berada disana.


Jack berhasil melarikan diri dari serangan anak buah Mike. Dan dia langsung menghubungi Kenzo sore tadi, sehingga Kenzo langsung terbang kembali ke NewYork.


Kenzo mengangkat tubuh Alena kedalam gendongan nya. Dia berjalan cepat diikuti oleh Edward yang setia bersama nya.


Edward dengan cepat membukakan pintu mobil untuk Kenzo. Dan kemudian dia langsung berlari dan masuk kedalam mobil nya.


Edward melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi. Sedangkan Kenzo memeluk tubuh Alena yang benar benar sudah tidak berdaya.


Wajah Kenzo begitu kelam, sangat dingin dan rahang nya mengeras. Dia benar benar sedih dan sakit melihat kondisi Alena saat ini.


Dia merutuki kebodohan nya yang terlalu menyepelekan Mike.


Dia kira Mike tidak akan berani melukai Alena, tapi ternyata, apa yang dikatakan Alena memang lah benar. Jika pria itu hanya tahu menyiksa nya saja. Hingga bisa membuat Alena menjadi seperti sekarang ini.


Kenzo mengusap darah yang terus keluar dari dahi Alena dengan tisu. Darah itu begitu banyak membuat Kenzo semakin khawatir. Apalagi denyut nadi Alena melemah sekarang, wajah nya juga pucat dan nyaris membiru


"Alena, bertahan lah, aku mohon" bisik Kenzo terus menerus


Dia terus mengusap wajah Alena dan menggenggam erat tangan yang sudah mendingin itu. Wajah Kenzo benar benar kusut saat ini.


"Alena, bertahan lah" ucap Kenzo lagi . Dia memandang lekat wajah Alena yang terpejam dengan rapat.


Gadis itu begitu lemah, dia tidak bisa melindungi diri nya sendiri. Seharus nya Kenzo tahu itu. Dia bukan seperti mantan kekasih nya dulu yang seorang wanita tangguh, Alena hanya gadis lemah yang butuh perlindungan.


"Edward, lebih cepat" teriak Kenzo


"Baik king" jawab Edward


Edward menambah laju mobil nya. Tidak perduli dengan pengendara lain yang mengumpat nya karena membawa mobil seperti orang gila.


Untung saja malam itu jalanan tidak terlalu padat sehingga Edward lebih bisa menguasai jalanan. Perjalanan yang seharus nya memakan waktu dua jam lebih itu, hanya memerlukan waktu satu jam saja untuk Edward. Dan kini mereka telah tiba dimansion milik Kenzo Barrent.


Dokter Richard telah menunggu mereka, karena Edward telah menelpon nya tadi.


Kenzo langsung membawa Alena keruang kesehatan nya dibawah mansion itu.


Wajah Kenzo benar benar dingin sedingin tubuh Alena saat ini.


Dokter Richard dan beberapa dokter dan perawat spesial langsung mengambil alih tubuh Alena dan membawa nya masuk kedalam ruang perawatan


Kenzo terduduk dengan nafas yang bergemuruh didepan ruangan itu bersama dengan Edward yang baru saja menerima panggilan dari ponsel nya.


"King, Mike berhasil melepaskan diri. Anak buah Thomas dibantu oleh wearlofte menyerang orang orang kita yang akan membawa nya ketempat pengasingan" ungkap Edward membuat Kenzo semakin menggeram


"Kurang ajar, lalu bagaimana dengan Jack dan yang lain" tanya Kenzo menatap datar kearah pintu ruangan Alena dirawat


"Saat ini mereka tengah bertarung, orang orang kita sudah banyak yang menuju kesana. Jadi saya rasa mereka akan baik baik saja" ungkap Edward


"Kau bantu mereka Ed" perintah Kenzo membuat Edward langsung mengangguk


"Siap king. Saya permisi" kata Edward dan Kenzo hanya mengangguk


Edward langsung pergi meninggalkan Kenzo sendiri ditempat itu.


Kenzo menghela nafas nya sejenak.


"Pertarungan besar akan dimulai sebentar lagi. Dan kau pasti akan terlibat Alena. Lalu bagaimana aku harus melindungi mu" gumam Kenzo dengan wajah nya yang datar dan dingin, namun terlihat ada beban disana.


"Harapan ku hanya pria tua itu sekarang" gumam Kenzo lagi


Dia mengingat pertemuan nya dengan kapten Stone siang tadi sebelum dia mendapat kabar jika Alena diculik.


Flash back


"Anda tahu tentang liontin itu?" Tanya Kenzo dengan wajah yang mulai serius sekarang


"Tentu saja. Karena ini adalah liontin yang sengaja kudesain khusus untuk.... Untuk putriku" ungkap kapten Stone dengan wajah begitu sedih. Kenzo mengerjapkan mata nya perlahan mendengar ucapan itu.


"Tuan, tolong beritahu saya dimana anda mendapatkan liontin ini" pinta kapten Stone dengan wajah memelas nya. Saat ini mereka hanya berdua diruangan itu. Edward dan anak buah kapten Stone menunggu diluar sebagai bentuk privasi.


"Saya tidak akan memberitahu nya sebelum anda menjelaskan tentang liontin itu kapten. Jika saya tahu jika liontin itu memang anda yang membuat nya, maka saya akan memberitahukan dimana saya mendapatkan nya" ucap Kenzo lagi


Kapten Stone terlihat menghela nafas nya sejenak.


Dia mengambil dompet nya dari balik saku jas nya, dan dia mengeluarkan sebuah liontin serupa dari dalam sana. Kenzo sedikit terkesiap dengan itu. Apalagi ketika kapten Stone mendekatkan kedua liontin itu, dan yang menakjubkan adalah liontin milik Alena langsung terbuka dengan sendiri nya. Begitu pula dengan liontin milik kapten Stone.


"Apa anda percaya?" tanya kapten Stone pada Kenzo yang masih memperhatikan nya dengan takjub.


Dan Kenzo yakin jika kapten Stone adalah orang nya.


"Liontin itu milik siapa?" Tanya Kenzo lagi


Kali ini kapten Stone menatap Kenzo dengan wajah serius nya


"Aku tidak menyangka jika kau yang menemukan liontin ini. Tapi aku juga berharap jika pemilik liontin ini ada bersama mu" ungkap kapten Stone dengan bahasa yang terlihat lebih santai


"Ini liontin yang kudesain khusus untuk istri dan putri ku" kata kapten Stone mulai membuka pembicaraan, membuat Kenzo menatap datar kearah nya, meski sebenar nya, hati nya benar benar penasaran saat ini


"Sebenar nya ini aib keluarga ku tuan. Tapi aku percaya padamu" kata kapten Stone menatap Kenzo yang langsung mengangguk


"Aku hanya ingin tahu kebenaran nya kapten. Jika kau mengatakan yang sesungguh nya, maka aku akan membantu mu untuk mempertemukan mu dengan pemilik liontin itu" kata Kenzo begitu serius membuat kapten Stone juga mengangguk yakin


"Dua puluh tiga tahun yang lalu. Aku masih menjadi seorang agen muda yang memiliki banyak prestasi karena misi misi yang aku pimpin selalu berhasil. Tapi kau pasti tahu jika menjadi seorang agen pasti banyak musuh yang selalu membalaskan dendam anggota nya yang berhasil kami tangkap" ungkap kapten Stone. Dan Kenzo langsung mengangguk setuju untuk itu


"Saat itu istriku baru saja melahirkan anak kedua kami, mungkin baru sekitar dua bulan usia putri ku. Tapi pada saat itu aku harus ditugaskan di California. Istri ku meminta ikut, tapi aku tidak memperbolehkan nya. Karena misi ku sangat berbahaya. Aku meminta nya untuk menjaga anak anak kami dirumah." Kapten menarik nafas nya perlahan. Kenzo tahu jika cerita nya sedikit berat bagi nya


"Tapi disitulah awal bencana. Ketika aku telah berada di California. Musuh musuh ku menyerang kediaman kami. Mereka menculik istri dan putri ku, beruntung nya anak lelaki ku sedang bersekolah pagi itu, sehingga dia selamat dari kejadian itu"


"Semua penjaga dan pengawal yang bertugas menjaga mereka tewas diserang. Aku begitu syok mendengar berita itu. Aku langsung terbang kembali ke NewYork dan berusaha mencari istri dan putriku. Tapi sampai seminggu tidak ada kabar sama sekalipun. Bahkan satu kota Newyork sudah aku geledah." Kapten Stone kembali menarik nafas nya, sementara Kenzo masih terlihat tenang


"Dan didalam keputus asaan ku, aku mendengar kabar jika mereka dibawa ke Hawai. Aku langsung terbang kesana, dan menitipkan anak laki laki ku pada seorang yang kupercaya. Sesampai nya disana, aku kembali melakukan pencarian, begitu lama, hingga beberapa hari barulah aku menemukan istriku yang disekap oleh keluarga orang yang pernah aku tangkap. Mereka menaruh dendam padaku karena aku membunuh anak mereka."


"Berkat bantuan teman seagensi dan kepolisian Hawai, aku berhasil menyelamatkan istriku. Tapi sayang nya aku kehilangan putri ku. Istri ku seperti orang gila saat itu. Dia terus meracau tak jelas ketika aku menanyakan keberadaan putri ku. Namun , mungkin karena trauma, dia menjadi depresi. Aku berada di Hawai hingga beberapa bulan demi untuk mencari putri ku, bahkan aku mengabaikan putraku di Newyork.


Aku putus asa saat itu, aku mendengar kabar jika putra ku jatuh sakit, dan keadaan istriku memburuk. Sehingga mau tidak mau aku kembali ke NewYork untuk merawat mereka berdua" ungkap kapten Stone seiring tangan nya yang mengusap setitik air mata nya yang jatuh


Kenzo tidak menyangka jika perjalanan kehidupan mereka begitu rumit. Dan beruntung nya Alena masih mempunyai keluarga, dan dia pasti bahagia mendengar ini, batin Kenzo.


"Lalu kenapa anda tidak mencari putri anda lagi?" Tanya Kenzo


"Kau tidak mengerti bagaimana sulit nya keadaan ku tuan. Aku harus merawat istriku yang seperti orang gila beberapa tahun lalu. Bahkan aku harus mengasingkan putraku agar tidak ada kejadian serupa. Aku sempat berhenti menjadi agen, karena aku begitu trauma. Tapi aku menguatkan tekad ku, siapa tahu jika aku terus membantu orang, maka aku bisa menemukan putri ku, entah dia masih hidup atau tidak, tapi aku masih terus mencari nya hingga kini" ungkap kapten Stone


"Lalu dimana putra dan istrimu saat ini?" Tanya Kenzo lagi


"Putra ku berada di Newyork. Tidak ada yang tahu jika dia adalah anak ku. Aku tidak ingin dia celaka seperti adik nya. Dia memiliki perusahaan disana. Mungkin kau pasti mengenal nya tuan. Dan istri ku, istriku sudah meninggal tiga tahun yang lalu" ungkap kapten Stone begitu sedih membuat Kenzo juga iba mendengar nya


"Aku turut berduka kapten. Baiklah. Aku tunggu kepulangan mu ke NewYork. Aku berjanji, jika kau tiba disana aku akan mempertemukan mu dengan dia. Semoga dia memang orang yang kau cari" kata Kenzo membuat wajah kapten Stone berbinar senang


"Jika begitu sekarang saja tuan, ah maksud ku secepat nya. Aku sungguh sangat merindukan nya" pinta kapten Stone namun Kenzo langsung menggeleng pelan


"Bersabarlah kapten. Kehidupan nya tidak mudah. Kau tahu kenapa aku memintamu untuk menangkap orang itu. Itu karena dia telah mengusik kehidupan gadis itu, dan menghancurkan masa depan nya" ungkap Kenzo membuat kapten Stone terbelalak kaget


"Benar kah, ya Tuhan. Malang sekali nasib mu nak" lirih nya


"Baiklah , jika begitu aku yang akan turun tangan langsung untuk menghancurkan nya tuan Ken. Secepat nya aku akan ke Hawai dan menghancurkan semua yang dia miliki" kata kapten Stone dengan nada bergemuruh


"Tentu itu yang aku mau. Sesudah itu, kembalilah ke NewYork. Kau harus membuktikan jika kau memang ayah kandung nya" kata Kenzo lagi


"Aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi aku mengucapkan terima kasih yang sebesar besar nya padamu" ucap kapten Stone


"Tidak perlu sungkan kapten" jawab Kenzo


"Jadi, apa aku boleh melihat foto nya. Aku sangat ingin tahu rupa nya" pinta kapten Stone lagi


"Tentu" sahut Kenzo. Dia langsung mengeluarkan ponsel nya. Dan membuka galeri nya, dimana ada beberapa foto Alena yang dikirimkan oleh Jack setiap hari nya selama seminggu ini


Kenzo menyerahkan ponsel itu pada kapten Stone. Mata kapten Stone langsung berkaca kaca memandang nya. Putri nya yang hilang dua puluh tiga tahun yang lalu, ternyata masih hidup, dan dia tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik.


"Ya, Tuhan. Tidak salah lagi dia Emilie putri ku, wajah nya begitu mirip dengan istriku. Oh anak ku" ungkap kapten Stone menangis terharu


"Nama nya Alena kapten" ucap Kenzo


"Alena maupun Emilie, dia tetaplah putriku . Ah Reymond pasti senang jika tahu berita ini" ungkap kapten Stone lagi sembari mengusap air mata nya.


Kenzo langsung mengernyit mendengar nama itu. Seperti pernah mendengar tapi dimana.


Edward langsung masuk dengan tiba tiba membuat Kenzo dan kapten Stone terkesiap kaget


Edward membisikan sesuatu hingga membuat wajah Kenzo berubah seketika


"Kami harus pergi kapten. Secepat nya lakukan tugas mu, aku akan menunggu mu disana" kata Kenzo


Kapten stone langsung mengangguk semangat dan menyerahkan kembali ponsel Kenzo dengan berat hati


"Edward akan mengirimkan lebih banyak foto nya padamu" kata Kenzo yang mengerti kesedihan pria tua itu. Dan tentu itu membuat kapten Stone tersenyum senang


"Terimakasih banyak tuan" jawab kapten Stone sebelum Kenzo kembali ke NewYork karena mendapat kabar jika Alena diculik.


Flash back off