ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Aku Mencintaimu En



Jesica terus menembaki kebawah jembatan dimana Kenzo baru saja melompat kedalam sungai yang lumayan besar dan dalam itu.


Dia benar benar kesal melihat Kenzo Barrent, pria itu memang gila, berani berani nya melarikan diri dan masuk kedalam sungai yang terbilang dalam dan deras itu. Apalagi dimalam hujan seperti ini.


Mike menggeram kesal kembali dipinggir jembatan, dia ingin melompat, namun Thomas segera menghalangi nya.


Orang orang nya kini sudah terjun kesungai itu dengan Speedboat untuk mencari Kenzo Barrent dan juga Alena.


Namun tentu nya tidak akan mudah, karena Edward dan Jack bersama orang orang mereka juga telah terjun kebawah sana untuk menolong tuan Amerika yang sedikit gila itu.


"Sialan, kita kurang cepat!!" Geram Jesica yang kembali meletakan pistol dipinggang nya. Dia berjalan kearah Thomas yang baru saja selesai melakukan panggilan pada orang orang nya. Salah seorang anggota Jesica langsung memayungi wanita cantik yang terkenal sadis itu


"Ini sudah yang kesekian kali nya. Tapi dia selalu berhasil lolos, apa kau tidak mencurigai sesuatu babe?" Tanya Thomas


"Orang orang nya?" Tanya Jesica kembali.


Thomas langsung mengangguk dan menatap kebawah sungai dimana orang orang mereka kembali adu tembak disana


"Mereka mempunyai orang orang yang cukup tangguh" gumam Thomas


Jesica langsung berdecak sinis mendengar nya


"Kita hanya perlu menambah pasukan Thomas. Orang orang yang kita keluarkan malam ini saja sudah cukup mampu membuat nya kelabakan bahkan dia harus menjadi gila dengan terjun kebawah sana" ungkap Jesica


"Ya, semoga saja dia mati" tambah Thomas pula


"Aku berharap dia belum mati, aku ingin mencabik cabik tubuh nya karena telah berani membawa milik ku" ucap Mike dengan wajah memerah ditengah hujan yang masih mengguyur malam itu


Dia benar benar tidak habis fikir dengan Kenzo Barrent, bisa bisa nya pria itu melemparkan Alena kebawah sungai yang begitu dalam. Mike harus membalaskan kegagalan nya kali ini, sudah cukup, pada pertemuan yang selanjutnya, mereka sudah harus ada yang mati. Dia benar benar muak sekarang.


Ya, meskipun dia tidak tahu, Kenzo Barrent hidup atau tidak dibawah sana.


"Sudahlah, ayo segera pergi dari sini sebelum pihak kepolisian datang dan tahu jika kita mengusik Kenzo Barrent. Semoga saja dia tidak mengadu pada polisi" ucap Thomas


...


Kenzo berenang dengan cepat didalam air yang menenggelamkan seluruh tubuh nya itu. Arus sungai itu lumayan deras sehingga Kenzo harus mengejar tubuh Alena yang telah terbawa arus sungai dan berada hampir didasar sungai, dan dapat dia lihat Alena sedang berusaha berenang keatas untuk mendekati nya.


Dan ya, saat ini Alena sedang mengerahkan seluruh kekuatan nya untuk berenang melawan arus, meski dia tahu ini terasa begitu sulit. Nafas nya benar benar sesak karena tidak ada persiapan sama sekali ketika Kenzo melemparkan nya kebawah sungai yang begitu dalam itu. Alena begitu takut dan cemas. Dia berharap kesakitan dan ketakutan nya ini segera berakhir.


Alena mulai merasakan jika tubuh nya benar benar lemas sekarang, bahkan sudah terasa mati rasa hingga dia tidak dapat menggerakan kembali tangan nya.


Air sungai itu begitu dingin hingga membuat tulang Alena serasa berdenyut ngilu.


Jatuh terhempas dari atas jembatan bukan suatu hal yang mudah, tubuh nya terasa remuk dan dia tidak tahu dia masih bisa hidup atau tidak setelah ini.


Alena meraba dada nya yang benar benar sudah tidak bisa bernafas lagi. Tangan nya mulai terkulai lemah, dan tubuh nya kembali turun kedasar sungai. Namun dengan sigap Kenzo segera meraih pinggang Alena dan membawa nya berenang keatas.


Alena sudah benar benar lemah, dan Kenzo tahu itu. Dia yang memiliki kekuatan fisik saja rasa nya benar benar remuk dan sesak, apalagi Alena.


Kenzo tidak punya pilihan lain selain terjun kedalam sungai. Mereka sudah terdesak dan hanya dengan cara itu agar bisa selamat dari Thomas dan Jesica. Mereka bukan lawan yang bisa dianggap remeh.


Mata Alena menatap wajah Kenzo yang mulai memerah namun pucat.


Dengan sisa kekuatan nya Kenzo terus mengayunkan sebelah tangan nya naik keatas permukaan sungai. Sedangkan sebelah tangan nya masih memeluk erat pinggang Alena yang sudah tidak lagi berdaya.


Mata nya menoleh kebawah menatap Alena yang masih menatap nya.


Kenzo memberikan senyuman nya untuk menguatkan gadis itu. Dia berharap Alena bisa bertahan dan baik baik saja. Karena dia benar benar cemas melihat Alena yang sudah kehabisan nafas itu.


Dan tentu saja, senyum itu mampu membuat rasa takut dan sakit Alena sedikit terobati.


Hujan masih mengguyur dengan deras nya. Dan akhir nya setelah melewati perjuangan panjang, Kenzo mampu membawa Alena naik kepermukaan. Namun hanya sebentar karena melihat orang orang Thomas dan Jesica yang masih tersebar diatas sana, dan juga orang orang nya yang masih berusaha melumpuhkan mereka semua.


Kenzo kembali menenggelamkan tubuh mereka dan kembali mengayuh tangan nya untuk berenang ketepian dimana terdapat pohon tumbang disisi hulu jembatan. Mungkin tempat itu bisa menyembunyikan dia dan Alena.


Kenzo kembali menatap Alena yang kini sudah memejamkan mata nya. Dan tentu saja itu membuat Kenzo benar benar cemas sekarang, rasa takut nya datang lagi, setelah sekian lama dia tidak pernah merasakan ketakutan seperti ini.


Kenzo mempercepat kayuhan tangan nya, dan tidak lama kemudian dia naik kepermukaan dan berpegangan pada ranting kayu disana.


Kayu itu kecil, namun memiliki ranting yang cukup rimbun. Berada dibawah beberapa pohon besar dan suasana yang gelap membuat mereka akan aman dalam beberapa waktu.


"Alena!" Panggil Kenzo dengan nafas yang terengah engah


"Alena hei!!" Panggil Kenzo lagi. Dia menggoyangkan tubuh Alena yang sudah benar benar tidak berdaya.


Kenzo mendekatkan telinga nya kedada Alena. Dan benar saja, detak jantung Alena sudah terputus putus bahkan nyaris tidak terdengar lagi.


"Oh ****, Alena ,bangunlah!!!" Pinta kenzo dengan tangan yang kembali membawa Alena kedaratan.


Dia meletakan tubuh Alena diatas rerumputan dan segera melakukan pertolongan pertama pada gadis itu.


Wajah Kenzo benar benar kelam, cemas dan takut. Berulang kali dia memompa dada Alena, namun tidak ada juga tanda tanda Alena akan sadar.


Kenzo segera mendekatkan tubuh nya pada Alena, dan memberikan nafas buatan pada gadis itu beberapa kali. Tangan nya masih terus memompa dada Alena. Dan beberapa saat kemudian Alena langsung tersedak dan terbatuk batuk hingga air yang sempat tertelan keluar dari dalam mulut nya.


Dengan sigap Kenzo langsung mendudukan Alena dan mengusap punggung Alena yang masih terbatuk batuk dan mencoba mengatur nafas nya


"En...." Panggil Alena menatap Kenzo dengan mata yang berkaca kaca.


Kenzo langsung memeluk Alena dengan nafas yang terdengar lega, setelah sebelum nya dia benar benar takut jika Alena tidak bisa bernafas lagi.


"Aku takut ,, aku takut" ucap Alena dengan tangis yang mulai terdengar dari mulut nya. Dia masih terkulai lemas dalam dekapan Kenzo


"Ada aku Alena. Kau aman bersama ku" ucap Kenzo.


Dia mengusap pelan punggung gadis itu dengan rasa syukur yang mendalam. Melihat Alena yang tidak berdaya sungguh membuat nya seperti tidak bernafas, bahkan lebih sakit dari pada tenggelam didasar sungai tadi.


Kenzo melepaskan pelukan nya dan menatap wajah pucat Alena. Tangan nya mengusap air mata diwajah Alena, juga merapikan rambut yang menutupi wajah pucat itu.


"Kau tidak akan meninggalkan aku kan" kata Alena lagi, dia masih menangis menatap Kenzo yang juga menatap nya dengan lekat


"Maafkan aku En, gara gara aku kau jadi dalam bahaya seperti ini. Huuuuuu" Isak Alena lagi


Kenzo langsung mengusap kembali air mata Alena


"Alena dengar aku. Kau cukup percaya padaku. Aku tidak akan terluka hanya karena orang orang seperti mereka" ucap Kenzo


"Tapi aku takut kau terluka En. Mereka sangat kejam, aku benar benar takut" sahut Alena. Dia langsung memeluk kembali tubuh Kenzo yang basah kuyup itu


"Kau percaya padaku kan" tanya Kenzo mengusap lembut punggung Alena


"Aku percaya, meski tadi aku begitu takut saat kau melemparku dari atas sana" ucap Alena terdengar kesal hingga membuat Kenzo langsung tertawa kecil mendengar nya


"Tidak ada pilihan lain Alena. Yang terpenting kita bisa lepas dari mereka" ucap Kenzo


Alena langsung melepaskan pelukan nya dan menatap wajah Kenzo


"Kau tidak apa apa kan?" Tanya Alena yang memberanikan diri mengusap wajah Kenzo yang terasa dingin ditangan nya


"Tidak akan terjadi apapun padaku selama kau baik baik saja Alena" jawab Kenzo sembari mengambil tangan Alena dari wajah nya. Dia menggenggam erat tangan itu dan diletakan didada nya


"Aku akan baik baik saja selama ada kau En" balas Alena pula


"Aku tahu" sahut Kenzo dengan senyum nya yang sangat indah, membuat suasana malam yang menakutkan itu seketika berubah menjadi indah untuk Alena.


Tubuh nya masih begitu lemas, tapi Enzo nya, selalu bisa menjadi kekuatan untuk dia terus bertahan.


"Apa sekarang kita sudah aman?" Tanya Alena yang mulai mengedarkan pandangan mata nya. Diujung pandangan mata nya yang sedikit terhalang tetes hujan yang masih deras, dapat dia lihat lampu lampu seperti kapal kecil menyorot kesana kemari. Suara tembakan juga sesekali terdengar dari kejauhan.


"Untuk beberapa menit dari sekarang kita aman. Dan sebaik nya kita segera pergi dari sini" ucap Kenzo yang berdiri dan mengamati keadaan sekitar. Semoga saja orang orang itu tidak menemukan mereka, dan Edward bisa mengatasi mereka disana, sepaling tidak sebelum Kenzo bisa pergi menjauh dari sana.


Kenzo mulai berdiri dan membantu Alena untuk bangkit. Alena sedikit terhuyung karena memang kaki nya seperti tidak bertenaga. Kepala nya juga benar benar pusing, apalagi tubuh nya yang terasa begitu remuk redam sekarang.


"Ayo" ucap Kenzo yang membalik tubuh nya dan sedikit membungkuk .


"Tapi En" kata Alena meragu. Namun Kenzo langsung menarik tubuh nya dan menggendong nya dibagian belakang.


Alena langsung memeluk leher Kenzo, dan Kenzo juga langsung berjalan menerobos sedikit semak yang ada dipinggir sungai itu.


Jalanan begitu licin karena hujan masih mengguyur dengan deras nya. Hanya Guntur yang sudah mereda dan digantikan dengan suara letusan senjata disana.


Jalanan yang licin dan sedikit berbatu tidak menghambat jalan Kenzo. Dia berjalan dengan pasti dan sedikit cepat karena tidak ingin ditemukan oleh anggota Thomas dan Jesica. Setelah ini dia pastikan, dua mafia itu harus hancur ditangan nya karena telah berani mengusik nya hingga seperti ini.


Kedua tangan Kenzo memegang paha Alena agar gadis itu merasa nyaman digendongan nya. Dan Alena meletakan kepala nya dibahu Kenzo. Mata nya terpejam karena dia benar benar pusing sekarang.


Jalanan sudah tidak lagi berbatu, namun telah memasuki pemukiman penduduk yang telah sepi karena hari memang sudah hampir pagi.


"En..." Panggil Alena masih dengan mata yang terpejam dibahu Kenzo


"Hmm" gumam Kenzo


"Aku mencintaimu" ucap Alena membuat Kenzo langsung menghentikan langkah nya dan menoleh sekilas kearah Alena. Wajah gadis itu pucat kembali dan mata nya terpejam membuat Kenzo mengernyit heran. Apa dia tidak salah dengar batin nya.


"Aku mencintaimu En...sangat mencintaimu" gumam Alena dengan suara yang begitu pelan, tapi tetap terdengar jelas karena wajah Alena berada dibahu nya dan menempel ditelinga nya.


"Alena kau baik baik saja?" Tanya Kenzo mulai cemas


"Ya, aku hanya lelah. Kepala pusing" jawab Alena membuat Kenzo mendengus senyum. Dia langsung melanjutkan langkah kaki nya menuju sebuah jalan yang tidak berada terlalu jauh dari sana.


Semoga ada anak buah nya yang berhasil menemukan nya.


"En... " Panggil Alena lagi


"Ya" sahut Kenzo


"Maaf" ucap Alena


"Untuk apa?" Tanya Kenzo yang masih fokus pada langkah nya namun mata nya tetap waspada mengamati sekitaran mereka


"Maaf karena aku berkata seperti itu. Aku ingin kau tahu En" ucap Alena yang terdengar hanya seperti sebuah gumaman


"Aku tahu Alena. Meski kau tidak mengucapkan nya. Tapi aku tahu itu" sahut Kenzo


Alena langsung tersenyum dan mengeratkan pelukan nya dileher Kenzo


"Tapi aku ingin mengucapkan nya berkali kali. Meski kau tidak membalas nya, aku tidak masalah, yang terpenting aku sudah pernah berkata jika aku mencintaimu" ungkap Alena masih dengan mata yang terpejam.


Karena ketika membuka mata, dia merasa kepala nya benar benar seperti ingin pecah.


"Aku takut, aku tidak punya banyak waktu untuk mengungkapkan nya" ucap nya lagi


Kenzo langsung menoleh sekilas kembali pada Alena


"Selama aku masih hidup, maka kau akan selalu memiliki waktu Alena" kata Kenzo terdengar kesal


Alena hanya tersenyum menanggapi nya. Sebuah kalimat yang benar benar mampu membuat hati nya berdesir hangat


"Benarkah" gumam nya


"Ya, dan kau harus tetap baik baik saja supaya aku bisa selalu hidup untuk mu" kata Kenzo lagi


Kali ini Alena mencoba membuka mata nya dan menatap wajah tampan Kenzo dari samping. Pria yang begitu baik hati telah mau berjuang menyelamatkan nyawa nya. Semua kata kata Kenzo akhir akhir ini selalu menjadi kiasan terindah yang pernah dia dengar. Kata kata yang menjadi semangat untuk kehidupan nya yang lebih indah. Bahkan dia merasa tidak berdaya untuk pergi dari kehidupan pria ini seperti tujuan nya dahulu. Apalagi ketika melihat perjuangan Kenzo yang selalu ada untuknya.


Cup


Alena mengecup singkat pipi Kenzo yang kembali menghentikan langkah nya


"Terimakasih. Aku mencintaimu" ucap Alena yang kembali merebahkan kepala nya dibahu Kenzo.


Tanpa menghiraukan pria itu yang terlihat tertegun dan terdiam dengan hati yang dipenuhi ribuan pertanyaan, pertanyaan untuk diri nya sendiri. Apa yang sebenar nya dirasakan nya pada gadis ini, cinta kah? Atau perasaan lain? Tapi sungguh, Alena adalah gadis yang selalu memenuhi fikiran nya untuk saat ini.