
Argentina, malam hari, waktu setempat....
Angelina Rosemarry, mantan kekasih Kenzo menatap datar berita yang ada diponsel nya. Sudah dua minggu berlalu, hanya berita itu yang berseliweran dimedia, membuat nya heran kemana sebenar nya king Aldrego itu menghilang.
"Baby, kau yakin Kenzo akan kembali, ini sudah dua minggu berlalu?" Tanya Cristian suami nya. Saat ini mereka telah berada diatas tempat tidur mereka karena hari memang sudah larut malam.
"Dia tidak akan mati dengan mudah" jawab Angel
"Ya, aku berharap begitu. Tapi sudah dua minggu berlalu, bahkan sampai sekarang semua tim yang mencari nya masih belum menemukan petunjuk apapun" ungkap Cristian lagi. Meski Kenzo adalah mantan rival nya, tapi dia juga begitu khawatir akan keadaan tuan Amerika itu saat ini.
"Kau sudah bertanya pada Edward?" Tanya Angel
"Ya, pria batu itu hanya menjawab, sedang usaha dan masih berusaha" jawab Cristian dengan tarikan nafas lelah nya
"Aku yakin Kenzo masih hidup" kata Angel, Cristian kembali menoleh kearah nya
"Yang aku ingin tahu hanya kenapa dia bisa jatuh kedalam laut bersama buronan negara. Kenzo tidak pernah terlibat dengan hukum sejak dulu" ungkap Angel lagi
"Benar juga, apa dia memiliki musuh baru" tanya Cristian
"Musuh sudah pasti ada, apalagi dia orang besar. Tapi, selain klan Hyuga, siapa lagi yang bisa membuat nya seperti ini" gumam Angel. Dia tahu jika Kenzo bukanlah orang yang dengan mudah dikalahkan, tapi saat ini dia bisa menghilang begitu saja tanpa jejak, dan dia yakin jika musuh Kenzo saat ini memang bukan dari orang biasa.
"Kau benar. Apa kita tidak perlu membantu nya?" Tanya Cristian membuat Angel langsung menoleh kearah nya
"Kau mau kita membantu nya?" Tanya Angel lagi
"Bukan kita, tapi aku. Aku akan mengutus orang orang kita untuk kesana dan mencari Kenzo" sahut Cristian, namun Angel langsung mendengus dan menggeleng pelan sembari meletakan ponsel nya keatas meja nakas.
"Tidak perlu, ada saat nya kita membantu nya. Untuk saat ini seperti nya dia tengah menyusun rencana, dan aku yakin ini ada hubungan nya dengan wanita yang dia sukai" ungkap Angel
Cristian langsung tersenyum dan mendekat kearah nya
"Apa kau cemburu?" Goda Cristian membuat Angel berdecak kesal
"Untuk apa aku cemburu padanya?" Tanya Angel
"Ya, siapa tahu, bukankah dia mantan kekasih mu" ucap Cristian
"Dia hanya mantan. Sudah bukan urusan ku lagi. Aku bahagia jika dia sudah menemukan seseorang yang bisa membuat nya bahagia." Jawab Angel
"Benarkah" tanya Cristian dengan wajah tengil nya
Angel langsung menatap nya dengan lekat
"Yang patut diwaspadai itu kau dan sekretaris mu itu" ucap Angel membuat Cristian langsung tertawa dan langsung memeluk tubuh nya dengan erat
"Hei, aku tidak akan berpaling hanya untuk wanita seperti itu. Seluruh hatiku sudah ada dalam genggaman mu baby" sahut Cristian
"Omong kosong" sahut Angel yang kini sudah merebahkan tubuh nya dalam rengkuhan Cristian
"Lagi pula, aku takut mantan ratu mafia ini akan meratakan perusahaan ku jika aku sampai berbuat yang tidak tidak" kata Cristian dengan tawa nya membuat Angel menatap nya dengan kesal
"Cris!!" Seru nya memukul gemas dada Cristian yang tertawa lucu melihat wajah kesal Angel
"Baby, biarkan aku pergi ke NewYork lusa, aku ingin melihat apa yang terjadi disana, sekaligus untuk menghadiri undangan tuan Reymond" pinta Cristian, membuat Angel sedikit terkesiap
"Kau yakin?" Tanya Angel dan Cristian langsung mengangguk pasti
"Bagaimana pun dia teman kita. Aku hanya ingin memastikan apa yang terjadi sebenar nya, siapa tahu kita bisa membantu dia mendapatkan cintanya" jawab Cristian membuat Angel langsung tertawa kecil
"Kau begitu bersemangat" goda Angel
"Tentu saja, supaya dia bisa cepat move on dari istriku ini" sahut Cristian sembari menarik gemas hidung Angel
"Baiklah, aku akan menyiapkan keperluan mu, apa Jorge perlu ikut" tanya Angel namun Cristian segera menggeleng
"Tidak perlu, aku akan pergi bersama Erick. Lagi pula ini untuk perjalanan bisnis, Jorge tetap disini untuk menjaga kalian" ungkap Cristian
"Baiklah" jawab Angel patuh.
....
Newyork, keesokan hari nya...
Alena berdiri didepan butik nya dengan pandangan nanar. Mata nya masih terlihat membengkak, wajah nya juga masih sedikit pucat. Namun hari ini, dia memutuskan untuk datang kebutik yang sudah sangat lama tidak dia datangi.
Dia pergi diantar oleh Reymond yang sudah mulai membaik dan pulih.
"Kita masuk?" Ajak Reymond pada Alena yang sejak tadi hanya diam dan menatap kebutik nya
Dia menoleh kearah Reymond dan mengangguk sekilas.
Jhon dengan sigap langsung menyambut kedatangan nya.
"Selamat datang kembali dibutik nona" ucap Jhon yang sedikit membungkukan tubuh nya.
"Terimakasih Jhon" sahut Alena dengan senyum tipis nya, tidak ada lagi wajah ceria Alena, dan Jhon memaklumi itu.
"Nona, selamat datang, butik benar benar merindukan anda" ucap Lian pada Alena yang lagi lagi hanya mengangguk dan tersenyum tipis.
Lian menoleh pada Reymond dan sedikit membungkukan tubuh nya.
"Selamat siang tuan" sapa Lian
"Selamat siang" balas Reymond
Reymond langsung membawa Alena masuk kedalam, tangan Alena masih setia merangkul lengan kakak nya itu.
Tidak ada yang dia ucapkan pada Lian dan karyawan yang lain, dia hanya tersenyum tipis pada karyawan nya yang menyambut kedatangan nya.
Lian terlihat menghela nafas nya dengan berat, dia tahu Alena pasti begitu kehilangan tuan Amerika itu. Meski dia tidak tahu hubungan yang terjadi diantara mereka, tapi Lian tahu jika Alena adalah satu satu nya wanita yang dekat dengan Kenzo selain Clara, adik nya.
Ketiga karyawan Alena yang lain juga hanya saling pandang, mereka tidak ada yang berani bertanya apapun pada Alena. Wajah nona mereka masih terlihat menyiratkan duka yang mendalam.
Alena duduk didepan meja kerja nya, dimana semua berkas laporan tentang butik nya sudah disiapkan Lian disana.
"Harus semangat, tidak lama lagi ajang bergengsi itu akan dimulai. Kau harus bisa menjadi yang terbaik" ucap Reymond sembari mengusap kepala Alena dengan lembut.
Alena hanya mengangguk dan tersenyum tipis menanggapi nya, tangan nya membuka berkas berkas itu dengan tidak bersemangat, tapi yang dikatakan Clara kemarin memang benar. Dia tidak bisa hanya diam dan merenungi kemalangan nya, Alena harus tetap terus berjalan, meski tempat nya berpijak terasa begitu menyakitkan.
Kenzo sudah mengorbankan nyawa untuk menyelamatkan nya, dan Alena tidak boleh menyia nyiakan pengorbanan yang begitu besar itu. Dia harus kuat, dia harus tetap berdiri, mewujudkan semua impian nya, impian yang akan dia persembahkan untuk Enzo nya kelak.
"Apa sudah bisa aku tinggal, sore nanti aku akan menjemput mu kembali. Siang ini aku harus mengadakan rapat untuk pertemuan kolega bisnis ku besok, tidak apa apa bukan" tanya Reymond
"Pergilah kak. Aku tidak apa apa" jawab Alena
"Baiklah, jika perlu sesuatu, kau bisa meminta Jhon membelikan nya" kata Reymond lagi, dan Alena hanya mengangguk saja
Reymond mengecup sekilas pucuk kepala Alena, mengusap lembut pundak nya, dan beralih pada Lian yang berada tidak jauh dari sana.
Reymond berjalan mendekat kearah Lian yang membungkukan tubuh nya sejenak.
"Aku titip Alena. Tolong hibur dia, hari ini adalah hari pertama nya keluar dari rumah setelah dua minggu dia mengurung diri" ungkap Reymond pada Lian yang langsung mengangguk
"Baik tuan" sahut Lian
Reymond hanya tersenyum dan mengangguk, dia menoleh sekilas kearah Alena yang masih fokus pada berkas nya, setelah itu Reymond langsung pergi untuk kembali keperusahaan nya.
Lian menatap heran Reymond yang sudah menghilang dibalik pintu, lalu menoleh kembali pada Alena. Apa sebenar nya hubungan mereka, Lian benar benar penasaran.
"Nona" panggil Lian yang berjalan mendekat kearah Alena
"Hmm" gumam Alena
"Pria itu?" Tanya Lian ragu
"Kakak ku" jawab Alena yang tahu apa maksud Lian
"Kakak?" Gumam Lian begitu terkejut, dan Alena hanya menganggukan kepala nya saja
"Kakak kandung?" Tanya Lian lagi dan Alena kembali mengangguk
Lian langsung duduk dihadapan Alena, memperhatikan lekat wajahnya, membuat Alena langsung menoleh kearah Lian.
"Kenapa?" Tanya Alena
"Ternyata benar, mata kalian begitu mirip" ucap Lian dengan senyum lucu nya
"Kenapa saya baru tahu, saya kira waktu itu tuan Reymond hanya kenalan nona saja" ucap Lian, namun Alena hanya tersenyum tipis dan kembali menatap berkas nya.
Lian terlihat menghela nafas nya sekilas. Seperti nya nona nya ini memang sedang tertekan. Padahal mereka sudah sangat lama tidak bertemu, biasa nya Alena akan selalu meributkan sesuatu, namun sekarang, dia sangat berbeda. Dan Lian menjadi benar benar sedih sekarang.
"Bagaimana persiapan untuk ajang itu?" Tanya Alena tanpa menatap wajah Lian, Lian yang sedang melamun sedikit terkesiap
"Tinggal proses penjahitan nona. Bahan bahan yang diperlukan akan datang besok pagi. Nona bisa kembali memeriksa hasil rancangan nya, siapa tahu masih ada yang ingin diperbaiki" ungkap Lian
"Apa menurutmu ada yang kurang?" Tanya Alena
"Dua dua nya bagus, bahkan penjahit kita tampak bingung memilih diantara satu. Jika nona tidak keberatan, nona bisa memilih nya. Jadi besok kita sudah bisa mulai membuat nya" jawab Lian
"Baiklah" sahut Alena begitu singkat. Dan sungguh itu bukan Alena yang Lian kenal.
Alena berada dibutik sampai sore hari. Berada dibutik bisa sedikit mengalihkan kesedihan nya, meski dimanapun dia berada, bayangan wajah Kenzo masih saja selalu menghantui fikiran nya.
Senyum nya yang indah, wajah datar dan dingin yang selalu mempesona, wajah kesal nya, semua masih begitu melekat dihati Alena. Jika mengingat itu, rasa nya Alena sungguh ingin menyusul nya yang entah berada dimana saat ini.
"Kenzo Barrent" gumam Alena memandang jauh suasana kota Newyork di senja itu dari balik jendela tempat nya berisitirahat.
..
*next, terimakasih yang sudah membaca. Jangan lupa like dan komen ya.....