
Pagi ini Alena sudah berada didalam mobil yang dikemudikan oleh Reymond. Jack belum bisa menjemput nya, mungkin karena cidera yang dialami nya semalam. Alena memandang kedepan dengan pandangan datar dan tenang nya, membuat Reymond sedikit heran melihat adik nya pagi ini. Sesekali dia melirik kearah Alena, membuat Alena menatap nya dengan heran.
"Ada apa kak?" tanya Alena. Reymond langsung terkesiap dan tersenyum tipis sembari menggeleng pelan.
"Tidak ada, aku hanya melihat kau berbeda pagi ini" jawab Reymond
Alena terlihat memicingkan mata. Apa yang berbeda batin nya bingung. Apa ada yang salah dengan wajah nya.
"Berbeda?" tanya Alena lagi dan Reymond langsung mengangguk
"Hmm, kau terlihat lebih cerah, tidak seperti hari hari yang lalu" jawab Reymond
Alena langsung menyentuh wajah nya. Apa begitu terlihat jika memang hati nya sudah tenang, padahal dia masih bersikap biasa saja agar tidak ada orang yang curiga. Tapi mau bagaimana lagi,hati nya memang sudah baik baik saja sekarang karena Enzo nya sudah kembali.
"Aku hanya tidak ingin terlihat sedih dan dikasihani orang orang lagi kak" ungkap Alena
"Di dunia ini masih banyak kebahagiaan lain Ale, kau pasti mendapatkan nya. Bersabarlah, jika Kenzo adalah takdir mu dia pasti kembali, tapi jika dia tidak kembali, kau harus menerima nya" ucap Reymond menatap Alena sekilas dengan senyum yang menguatkan
Alena hanya tersenyum dan mengangguk. Ya, dunia memang dipernuhi oleh kebahagiaan yang lain. Tapi, dia hanya ingin Enzo nya, karena pria itu adalah sumber dari semua kebahagiaan nya didunia ini.
Tidak lama kemudian, mobil yang dikemudikan Reymond telah tiba dibutik Alena. Jhon dengan sigap membukakan pintu mobil untuk nona nya itu.
"Aku turun, kakak berhati hatilah" ucap Alena, dia langsung mencium pipi Reymond sekilas dan segera keluar dari mobil itu. Meninggalkan Reymond yang memandang aneh Alena, namun tak pelak dia juga bahagia mendapat salam perpisahan dari Alena, setelah dua minggu lebih ini Alena seperti manusia yang hidup tanpa jiwa. Tapi pagi ini, adik manis nya kembali, dan Reymond sangat bersyukur untuk itu. Dia berfikir jika Alena memang sudah mencoba untuk merelakan kepergian Kenzo Barrent.
Didalam butik Alena masuk dengan senyum nya seperti biasa, membuat Lian dan ketiga karyawan nya saling pandang aneh, namun mereka segera mendekati Alena untuk menyapa gadis itu.
"Selamat pagi nona" sapa mereka bersamaan
"Selamat pagi" sahut Alena yang langsung berjalan kemeja kerja nya
"Seperti nya mood nona sudah membaik" gumam salah satu karyawan nya pada Lian. Lian langsung mengangguk dan memandang Alena yang sudah membuka pc nya saat ini.
"Mungkin saja, jika benar begitu itu bagus kan. Sudah kembali lah bekerja" kata Lian pada ketiga karyawan butik itu. Mereka segera mengangguk dan kembali bekerja, pelanggan belum ada pagi ini, jadi mereka hanya membersihkan pakaian yang dipajang dan mengganti nya dengan keluaran terbaru yang baru selesai diproduksi
Lian berjalan kemeja Alena dengan beberapa tumpuk pakaian ditangan nya. Dia berdiri disamping Alena dan memperhatikan nona nya itu dengan lekat
"Nona" panggil Lian, Alena langsung menoleh kearah nya
"Semalam sore ada yang mencari anda" ucap Lian
"Siapa?" tanya Alena lagi
"Nona Rebecca, Sekretaris tuan Kenzo" jawab Lian. Alena langsung mengernyitkan dahi nya, sekretaris Kenzo?
"Kau mengenal nya?" tanya Alena pada Lian yang langsung mengangguk
"Tentu saja nona, semua orang juga tahu dia. Dia satu satu nya wanita yang bisa pergi bersama tuan Kenzo untuk menemani tuan Kenzo keacara acara besar" ungkap Lian
"Benarkah?" gumam Alena dengan raut wajah yang sedikit tidak suka
"Tapi itu dulu sebelum tuan Ken bertemu dengan anda" sahut Lian cepat, dia takut emosi nona nya kembali buruk, apalagi dia tahu jika Kenzo sampai saat ini juga belum kembali
"Untuk apa dia memesan pakaian dibutik kecil kita ini?" tanya Alena pada Lian
"Dia berkata jika dia menyukai gaya rancangan anda yang kekinian namun juga glamour. Sore nanti dia akan kemari lagi" jawab Lian
"Yasudah, biar saja. Menambah pelanggan" kata Alena
"Kalau begitu saya permisi nona, mau melihat keatas" ucap Lian dan Alena hanya mengangguk saja.
Alena tampak merenung dan menopang dagu nya dengan tangan diatas meja, untuk apa sekretaris Kenzo memesan pakaian pada nya. Tapi sebenar nya bukan itu yang sedang dia lamunkan, melainkan kenapa hanya Rebecca yang bisa dekat dengan pria itu. Dulu Clara juga pernah bilang, jika Kenzo sulit dekat dengan wanita lain selain sekretaris nya itu. Apa Kenzo menyukai dia, atau hanya karena tuntutan pekerjaan? Bukan kah Edward sudah cukup, batin Alena. Dia langsung menggelengkan kepala nya dan mengerjap beberapa kali, fikiran kotor apa yang sedang dia khawatirkan, jika Kenzo memang menyukai wanita itu, pasti sudah sejak lama mereka menjalin hubungan, dan Kenzo tidak akan memberikan harapan pada Alena, apalagi sampai mengorbankan nyawa untuk menyelatkan nya malam itu.
'Huh, dasar bodoh' gumam Alena pada diri nya sendiri.
Ting
Suara pintu butik terbuka, dan Alena langsung menoleh kearah pintu masuk. Dia langsung tersenyum saat Clara yang datang dan mendekat kearah nya. Wajah sahabat nya ini terlihat kusut dan kesal, entah apa yang terjadi.
"Edward sialan, dia membuat pagi ku semakin buruk saja" gerutu Clara membuat Alena langsung mendengus senyum
"Bukankah dia pengawal kesayangan mu" ucap Alena pada Clara yang menatap nya dengan kesal
"Apa apaan pertanyaan mu itu" ketus Clara
"Jack bilang padaku jika Edward yang meminta nya untuk menjaga ku, sedangkan Edward sendiri yang akan menjagamu karena kau sudah biasa bersama nya sejak dulu" ungkap Alena dan lagi lagi Clara hanya mendengus kesal
"Bahkan dia sanggup menjadi pengawalmu ditengah tengah kesibukan nya mengurus perusahaan, bukankah itu hal yang luar biasa?" tanya Alena lagi
"Hei, sejak kapan kau memperdulikan orang lain" sinis Clara
Alena langsung tertawa kecil mendengar nya. Dia membuka buka buku catatan harian butik nya tanpa berniat membaca, hanya untuk pengalihan
"Aku rasa Edward menyukai mu" ucap Alena lagi.
Mendengar itu Clara langsung duduk dengan tegak dan menampar lengan Alena dengan kesal.
"Seperti nya lama ditinggal kakakku otak mu sedikit miring Ale. Bagaimana mungkin pria batu itu menyukai ku. Dia itu tidak punya perasaan, sejak aku berusia tiga belas tahun selalu dia yang menemani ku, yang benar saja dia menyukai ku, itu hal mustahil" ketus Clara begitu menggebu, namun dapat Alena lihat wajah merah merona
"Jika benar bagaimana" goda Alena. Clara langsung memasang wajah jelek nya.
"Hee, aku akan berkeliling kota Newyork memakai kostum santa clause jika itu benar" sahut Clara. Alena kembali tertawa melihat wajah kesal Clara yang lucu namun juga merona dibalik wajah kesal itu
"Awas saja jika kau tidak melakukan nya nanti. Aku rasa dia memang menyukai mu" ucap Alena
"Jangan berkhayal" dengus Clara
"Apa kau tidak menyukai nya?' tanya Alena lagi, ya mendebati Clara pagi ini mungkin akan membuang sedikit kebosanan nya, lagi pula sudah lama sekali mereka tidak bercanda seperti ini.
"Aku menyukainya? yang benar saja. Pria batu, tua dan tidak berperasaan, menyebalkan pula. Oh Alena, jangan bercanda. Aku tahu kau hampir gila karena ditinggal Kenzo, tapi ku mohon jangan buat aku mengikuti kegilaan mu" ucap Clara lelah, dan Alena hanya tertawa kecil melihat nya
"Ya, aku memang sudah gila, maka dari itu aku butuh obat, dan menggodamu adalah yang seru dilakukan" jawab Alena
Clara memicingkan mata nya dengan tangan yang dia lipat didada nya, dia memandang Alena dengan lekat.
"Seperti nya pagi ini kau terlihat berbeda" ucap Clara
Dan kali ini Alena yang menghela nafas lelah. Oke, apa semua orang memang mempunyai fikiran yang sama, atau mungkin karena wajah nya yang begitu mudah untuk ditebak, batin Alena bingung.
"Berbeda kenapa" tanya Alena yang juga mengikuti gaya Clara
"Seperti nya hatimu mulai membaik" tebak Clara
Alena terlihat menghela nafas nya sejenak dan beralih bersandar dimeja
"Apa aku harus bersedih terus. Kau yang bilang jika aku harus semangat untuk mencapai mimpiku dan harus percaya jika Kenzo akan kembali. Aku hanya sedang menata hati dan sedang beranggapan jika Kenzo hanya pergi berbisnis, dan lusa dia akan kembali menemui ku" ungkap Alena tertunduk
"Ya, kau benar, memang sudah seharus nya seperti itu, meski dia kembali lagi entah tidak" gumam Clara
"Clara, kau yang menguatkan ku, tapi sekarang kau pula yang menjatuhkan harapan itu" kata Alena kesal
Clara menggeleng dan tersenyum tipis
"Tidak Ale, aku sama seperti mu, masih menantikan kehadiran nya. Dia sudah sering menghilang seperti ini. Dan jika sabar menunggu dia pasti kembali" sahut Clara
Alena langsung menggangguk dan tersenyum, dia meraih lengan Clara dan mengusap nya dengan lembut
"Dia pasti kembali" ucap Alena
"Ya, dia akan kembali" balas Clara pula
Lagi lagi Alena harus merasa bersalah. Dia sungguh tidak bisa melihat Clara bersedih dan berusaha kuat untuk dirinya. Siapa yang bisa membayangkan, menghilang karena tenggelam dilaut selama dua minggu dan bisa selamat, itu hal yang mustahil.