ALENA Is My Sunshine

ALENA Is My Sunshine
Penyerangan Ditengah Laut



Gelombang air laut beriak begitu kuat ditengah lautan dingin malam itu. Puluhan speadboat bahkan lebih banyak tampak saling serang dan saling hadang. Kapal kapal kecil juga mulai berdatangan bahkan ada sekitar empat helikopter yang meruntuhkan peluru peluru mereka dari atas sana.


Edward yang berada diatas kapal rudal masih terus membidik musuh musuh yang terlihat. Dia bersama beberapa anggota nya dan awak kapal yang mereka miliki masih terus bertahan agar Jesicca dan anak buah nya tidak memasuki wilayah laut mereka. Meski pertahanan mereka melemah karena ketidak adaan pemimpin, tapi mereka terus berusaha mempertahankan daerah klan Aldrego.


Edward meletakkan senjata basoka nya diatas punggung, dia berdiri disebalik tanker yang telah terguling akibat serangan dari atas. Mata nya memcicing membidik salah satu helikopter yang sejak tadi terus menghujani mereka peluru yang tiada berhenti.


"Jangan harap kalian bisa merebut klan kami" geram Edward


Tangan nya menggenggam erat basoka berkaliber besar itu, dan.....


bommmmm


Berhasil..


Satu helikopter langsung meledak diatas laut, bahkan puing puing nya langsung berhamburan jatuh kelaut membuat air laut kembali bergejolak hebat. Bahkan tidak sedikit orang orang yang berada diatas speadboat terkena imbas nya.


Meskipun kapal cepat rudal yang dimiliki klan Aldrego memiliki daya hancur dan kekuatan yang besar, tapi akibat dari serangan bertubi tubi yang mereka terima membuat kapal rudal ini juga semakin melemah, apalagi orang orang yang mereka miliki hanya tinggal sepertiga nya saja, sedangkan Jesicca dan komplotan nya masih kuat dan semakin berdatangan. Sepertinya rencana mereka cukup licik. Thomas menyerang didaerah perbatasan, sedangkan Jesicca langsung masuk kewilayah klan Aldrego. Mereka tahu jika klan Aldrego tidak memiliki pemimpin, dan dengan begitu mereka cukup mudah untuk melemahkan pertahanan yang tidak ada strategi sama sekali ini.


Thomas benar benar licik, dia meracuni Alena sehingga Kenzo berada dalam pilihan yang sulit. Bahkan Edward tidak tahu apa mereka bisa menang malam ini atau tidak, melihat semakin banyak klan Wearloft yang berdatangan dengan kapal kapal rudal mereka. Sepertinya mereka memang sudah menyiapkan rencana ini sematang mungkin, padahal dari sepengetahuan nya klan Wearloft dan Black eagle tidak memiliki aset apapun tentang senjata dan kendaraan laut. Tapi sekarang, semua alat tempur mereka tampak begitu lengkap.


"Siapkan rudal yang terakhir dan ledakkan kapal dimana pemimpin mereka berada" perintah Edward pada awak kapal nya


"Baik tuan" jawab awak kapal itu


Mereka saling berlari kesana kemari dengan tugas masing masing, Edward dan beberapa anggota nya yang lain masih terus menembaki siapa saja musuh yang terlihat. Berusaha untuk terus bertahan dan sampai bala bantuan datang.


Edward sudah menghubungi James yang berada dimarkas besar untuk mengirimkan bantuan dari sana dan juga beberapa mainan untuk menghabisi orang orang ini. Dan dia hanya perlu menunggu James datang dengan kapal selam nya.


Tapi tiba tiba mata Edward terbelalak saat melihat kapal rudal dimana dia fikir Jesicca ada disana, kini telah membidikkan senjata juga kearah mereka.. Bertepatan dengan awak kapal Edward yang juga membidikkan senjata mereka


Edward berlari mendekati awak kapal yang terlihat gemetar itu, karena setelah ini mereka pasti akan mati bersama.


"Tuan" panggil nya pada Edward


"Jika kita mati, maka mereka juga harus mati. Perintah kan yang lain untuk turun sekarang. Cepaatt!!!" teriak Edward yang langsung mengambil alih pemicu nya. Matanya memandang tajam kedepan, dada nya bergemuruh hebat, meski dia mati, dia tidak akan membiarkan mereka lolos begitu saja.


Mata tajam nya membidik kekapal lawan, dan dia langsung menekan pemicu itu bersamaan dengan rudal yang juga meluncur kearah nya....


Duaaaarrrr !!!!!!!!!!!!!!


Mata Kenzo mengkilat sempurna melihat kapal rudal milik klan Aldrego dan Wearloft meledak bersamaan dan mengakibatkan gelombang air laut semakin bergejolak hebat.


Dia berusaha menyeimbangkan soeadboat yang dia kendarai dengan kuat. Gelombang yang cukup besar membuat nya sedikit kepayahan, namun bukan itu yang menjadi masalah nya, melainkan, bagaimana dengan Edward??


"Jesicca... kau memang cari mati" geram nya yang kembali menekan gas dan membelah lautan mendekati puing puing kapal yang terbakar hingga mengakibatkan kobaran api yang begitu besar.


Tangan Kenzo bergerak lincah mengemudikan spead boat nya. Dia dan anggota nya yang ikut langsung berpencar dan menembaki setiap musuh yang tersisa. Bukan hanya menghindari peluru yang menyerang nya dari bawah, melainkan juga dari tiga helikopter yang telah menyadari kedatangan pemimpi klan Aldrego itu.


Jesicca yang ternyata berada disalah satu helikopter itu langsung tersenyum sinis melihat kedatangan Kenzo Barrent. Ya, sudah dia duga jika king Aldrego adalah Kenzo Barrent. Dan itu terbukti sekarang, apalagi dengan kedatangan nya yang terlambat, sudah pasti dia berkutat terlebih dahulu dengan gadis yang membuat Mike mati.


Tidak perduli bagaimana dengan keadaan Thomas, saat ini Jesicca sudah cukup senang hampir bisa mengalahkan dan melemahkan pertahan klan Aldrego. Bahkan sudah hampir separuh orang orang Kenzo yang tewas dan gugur. Dan tentu saja, peluang untuk bisa merebut kekuasaan klan Aldrego sudah ada didepan mata. Tapi apakah semudah itu???


Kenzo menembaki setiap musuh nya dengan gesit, sekaligus matanya mengedar penuh waspada dan juga mencari dimana keberadaan Edward. Semoga saja tangan kanan nya itu masih hidup.


Kenzo berhenti disebalik kapal yang sudah kosong dan terbalik. Dia memandang keatas dimana heli itu masih menghujani mereka dengan ratusan peluru.


Nafas Kenzo tersengal, dia masih berusaha mencari cara untuk menjatuhkan mereka, Jika begini terus maka mereka akan mati dengan sia sia.


Namun tiba tiba, air laut beriak tidak jauh dari tempat nya berada. Sebuah besi yang berupa menara kecil tampak menyembul dari dalam air. Kenzo langsung tersenyum tipis karena tahu jika itu sudah pasti James. Dan pasti Edward yang telah meminta bantuan nya.


Kenzo langsung mendekat kearah kapal selam yang sudah mulai mengambang itu. Dia turun dari atas speadboat nya dan segera berlari menuju atap kecil yang terbuka seraya menghindari hujanan peluru yang terus menerus menghujani nya.


"King, bagaimana?" tanya James langsung


"Berikan aku senjata untuk menghancurkan heli itu, cepat" pinta Kenzo seraya membuka jaket nya yang basah dan sudah rusak hingga kini tinggal menyisakan kaos hitam ketat yang membalut tubuh gagah nya.


James langsung berlari ketempat penyimpanan senjata dan bom rakitan nya. Dia mengeluarkan sebuah basoka dan juga beberapa bom berkaliber besar, dan kembali berlari pada Kenzo yang sedang mengisi peluru dipistol nya.


Kenzo segera mengangguk, dia menyimpan pistolnya dibalik pinggang nya dan meraih senjata basoka itu dari tangan James


Dan tanpa berkata apapun lagi, dia segera keluar dengan sedikit mengintip. Ternyata mereka masih saja dihujani oleh ratusan peluru dan juga senjata yang bisa meledakkan. Namun untungnya kapal selam itu sudah didesain canggih anti peluru dan bom. Sehingga untuk saat ini Kenzo aman, tapi tentu tidak dengan anak buah nya.


Dia sudah kehilangan banyak orang orang nya, dan tentu saja dia harus bergerak cepat.


Kenzo membidik dari dalam kapal selam itu, membidik salah satu heli yang masih berputar diatas nya. Dan disaat bidikan nya tepat, dia langsung melepaskan peluru nya, dan...


duarr


Satu heli langsung meledak dan terbakar, menyisakan dua heli lagi.


Jesicca yang berada disalah satu heli terlihat begitu menggeram. Jika dia terus disini maka dia yang akan mati. Dan sebelum Kenzo membidik kearah nya, dia segera memakai pelampung dan melompat kelaut bersama beberapa orang orang nya.


Kenzo tersenyum sinis melihat itu, apa Jesicca fikir dia bisa dengan mudah pergi dan selamat setelah membuat kerusuhan yang begitu besar seperti ini. Tidak akan dia biarkan.


Setelah berhasil meledakkan dua helikopter diatas. Kenzo langsung keluar meninggalkan James didalam kapal selam itu. Dia bukan petarung, dia hanya bertugas membuat senjata, jadi dia tidak mungkin ikut membantu Kenzo, jika dia ikut maka dia hanya akan mati sia sia.


Kenzo berjalan diatas kapal selam yang cukup besar itu, membidik setiap musuh yang tampak dimata nya. Mencari dimana keberadaan Jesicca. Ratusan orang yang masih tersisa masih terlihat saling serang dan saling tembak.


Gelombang air laut yang beriak membuat nya sedikit kepayahan berada diatas kapal yang cukup licin dan berlumut. Tapi untuk mencapai ketepi dia harus bisa karena disana dia melihat Jesicca tengah naik keatas speadboatnya. Dari jauh Kenzo menembaki nya, namun wanita tangguh itu cukup lincah menghindari setiap serangan nya.


Kenzo sedikit berlari dengan kepayahan, dan akhirnya dia tiba diujung. Langsung saja dia melompat kespeadboat dan mengejar Jesicaa yang dengan begitu lihai memainkan speadboat nya. Jesicca mencoba menembaki Kenzo beberapa kali, namun Kenzo masih bisa mengelak dengan mudah.


Aksi kejar kejaran pun tidak lagi terelakkan. Orang orang mereka juga berusaha saling membantu pemimpin masing masing. Cukup lama tidak ada yang jatuh, Kenzo begitu geram melihat wanita ini. Dia wanita tapi tetap saja seperti belut, begitu licin dan susah ditangkap. Pantas saja Thomas mengajak nya untuk bekerja sama jika kekuatan yang dia miliki cukup membuat Kenzo kewalahan seperti ini. Tapi bagaimana pun Jesicca, dia tetap harus menghancurkan nya.


Orang orang Jesicca masih cukup banyak, bahkan dapat Kenzo lihat ada beberapa speadboat lain yang berdatangan dan juga sebuah helikopter yang juga sudah pasti milik Wearloft. Mereka memang terkenal dengan serangan udaranya sehingga sedikit sulit untuk ditaklukan.


"Sialan" geram Kenzo saat ternyata heli itu juga mencoba menyerang nya. Kenzo kembali meliuk liukkan speadboatnya untuk menghindari serangan. Namun nihil, satu tembakan yang mendarat dibahu nya membuat dia kehilangan keseimbangan dan jatuh kedalam laut.


Walaupun dia sudah jatuh, namun musuh tetap saja ingin membunuh nya. Hujan peluru terus berguguran membuat Kenzo segera bersembunyi disebalik pecahan puing puing kapal yang ada didekatnya. Dia mengeluarkan sebuah mainan bola kecil yang merupakan bom yang baru saja diciptakan oleh James. Semoga saja bom ini masih berfungsi walaupun sudah terendam air laut


Kenzo sedikit mengintip dan mendongak, melihat dimana wanita brengsek itu berada, dan dia langsung tersenyum tipis ketika melihat Jesica yang datang kearah nya dengan wajah angkuh dibalik topeng. Dia memang wanita tangguh, tapi dia terlalu menjijikan dimata Kenzo.


"Kemari kau" geram Kenzo. Rasa sakit dibahunya tidak lagi dia hiraukan. Dia sudah cukup muak dengan orang orang ini. Malam ini dia hampir saja kehilangan Alena nya, bahkan dia sudah kehilangan banyak orang orang nya. Tidak akan dia biarkan Jesicca dan Thomas mati dengan mudah.


Dan disaat Jesicca sudah mendekat, Kenzo segera keluar dan melemparkan bola kecil itu kearah Jesicca. Wanita itu terkesiap dan dengan segera memutar speadboat nya dengan cepat untuk menghindari sesuatu yang dilempar oleh Kenzo.


Duaarrr


Ledakan yang lumayan besar membuat Jesicca terhempas jauh, begitu pula dengan Kenzo. Tubuhnya juga langsung terpental jauh karena efek ledakan itu. Yang dia kira tidak sebesar ini, namun nyatanya malah diluar perkiraan nya.


Kenzo meringis sakit saat kepala nya terluka terbentur pecahan heli, dia mencoba berenang kembali kepermukaan. Namun tiba tiba matanya terbuka lebar saat melihat sebuah tubuh yang mengapung tidak jauh dari tempatnya berada.


"Edward" gumam nya


Kenzo segera berenang kearah Edward yang sudah tidak sadarkan diri. Dia membalikkan tubuh itu dan memeriksa denyut nadinya. Dan ternyata masih ada walaupun sudah lemah. Dengan susah payah Kenzo membawa Edward kepuing puing kapal agar tubuhnya tidak lagi terendam.


Sementara dibagian lain. Jesicca meringis memegangi bahu nya yang terluka terkena ledakan itu. Untung saja ditengah laut dan bola itu meledak didalam air. Jika tidak, sudah dia pastikan dia akan hancur berkeping keping.


Ditengah laut yang begitu dingin itu, lagi lagi Kenzo harus bisa mempertahankan hidupnya dan juga anggota klan nya. Masih banyak yang bertahan dan mencoba menyerang musuh musuh mereka. Laut dihari yang sudah hampir pagi itu sudah seperti lautan sampah dimana puing puing dan pecahan kapal maupun heli berserakan, belum lagi puluhan mayat yang mengapung dengan luka bakar ataupun luka tembak.


Tidak tahu mereka bisa menang atau tidak. Dia tahu dia sudah datang begitu terlambat hingga membuat pertahanan klan nya menjadi lemah. Namun dia harus tetap berjuang. Dia harus berjuang untuk hidupnya, untuk Alenanya, dan juga untuk klan nya.


Kenzo menaikkan tubuh Edward dengan susah payah keatas pecahan kapal. Setelah itu dia kembali berenang mencari Jesica. Namun dia kembali menggeram melihat Jesica yang ternyata sudah naik keatas helikopter


"Kurang ajar" geram nya, ingin mengejar namun dia sudah tidak memiliki senjata lagi.


Namun mata Kenzo kembali melebar saat melihat dua heli yang lebih besar datang dari kejauhan. Apa Jesicca menurunkan orang orang nya lagi??? Jika iya, maka ini akan terasa sulit. Dia sudah pasti akan kehilangan orang orang nya lebih banyak.


Tapi tunggu dulu, itu bukan heli klan Wearloft, melainkan....


"Black rose.......